
“Jika begini.. kau tidak akan pernah bisa melampauinya” Ujar Yodo lalu melirik ke salah satu bangku peserta “Kekuatan besar tentu akan melahirkan lawan yang kuat” Batinnya
Bao Yu memegang dadanya yang masih terasa sesak karena terkena benturan tenaga dalam yang di keluarkan oleh lawannya
Ia menangkap maksud dari ucapan lawannya dan dengan siapa dia di bandingkan, tidak lain adalah Shou Yan
Bao Yu berdiri tegak setelah mengatur kembali nafasnya sambil mengarahkan ujung pedangnya “Akan ku buktikan dengan membuatmu bertekuk lutut”
“Ho.. aku tidak sabar untuk itu..!” Yodo mengakhiri kalimatnya dengan menyerang Bao Yu menggunakan kecepatannya
“Jangan sampai terprovokasi Senior..” Shou Yan melihat keduanya terlibat pembicaraan yang sepertinya cukup serius, ia teringat ketika Yodo mengejarnya menggunakan kecepatannya
Saat itu Shou Yan tidak mengetahui seberapa cepat langkah kaki Yodo, namun yang pasti dia berhasil mengejarnya bahkan berada tepat di sampingnya hanya untuk bertukar beberapa jurus “Aku yakin kekuatannya tidak cukup sampai disitu”
“Tenanglah..”
“Tetua..?”
Fan Cou mencoba mengingatkan kembali muridnya yang dari tadi terus mengoceh “Murid dari Sekte Pedang Bulan tidak mengenal menyerah, bahkan di situasi sulit sekalipun”
Shou Yan mengangguk pelan, ia tidak menyangka Tetua Fan bisa mengeluarkan kata-kata bijak “Jika bukan karena rasa perhitungannya, mungkin.. Tetua sudah menjadi seseorang yang mudah untuk di dekati”
Shou Yan kembali mengamati pertandingan dan dia melihat sebuah pedang terlempar lalu menanjap di tanah “Senior..!” Batinnya
Puluhan jurus berpedang telah Bao Yu keluarkan namun selalu gagal. Bahkan tidak mampu untuk menggores kulit lawannya
“Sudah kubilang untuk tidak melakukan hal yang tidak berguna” Yodo mengacungkan pedangnya tepat di hadapan Bao Yu yang kini telah tertunduk sambil terengah-engah
“Coba rasakan ini.. Tapak Besi...!” Bao Yu mengeluarkan seluruh kekuatan dan memfokuskannya di telapak tangan
Yodo menahan serangan tersebut menggunakan pedangnya dan terdorong mundur beberapa meter, perlahan ia mendengar suara retakan di bilah pedangnya hingga akhirnya hancur berkeping-keping “Jurus ini.. sama dengannya”
Bao Yu mengerutkan keningnya ketika masih saja di bandingkan dengan Shou Yan “Jangan samakan aku dengannya..!”
Dengan tenaga dalam yang tersisa Bao Yu menghampiri lawannya lalu menyerangnya dengan tangan kosong. Yodo menahan berbagai pukulan, melihat dari gerakan tersebut menunjukkan bahwa ini akan menjadi serangan terakhir
“Tapak Besi” Bao Yu tidak mempunyai pilihan lain selain menggunakan jurus yang sama, mengingat terknik tersebut lebih efektif untuk melakukan serangan
“Tapak Langit” Yodo ikut menggunakan jurus andalan milik Sekte Palu Langit
__ADS_1
Ketua tapak saling bertemu dan membuat getaran hebat di sekitar mereka, sedangkan Hu Tao bergerak menjauh “Sekte Pedang Bulan memiliki murid yang cukup berkemampuan”
Ia paling tahu tentang latihan yang di lakukan oleh Sekte Palu Langit, dari ketahanan fisik hingga olah pernafasan yang mereka lakukan “Peserta yang bernama Bao Yu itu cukup hebat karena mampu mengimbangi Yodo, tapi..”
Terjadi ledakan energi yang membuat keduanya saling terdorong mundur, salah satunya mengeluarkan darah segar
Sang wasit menghampiri Bao Yu yang sedang terluka parah, ia mengamati pemuda di hadapannya yang masih berusaha untuk tetap berdiri meski kedua kakinya tidak berhenti bergetar
“Apa kau ingin tetap melanjutkannya..?” Hu Tao mengakui sifat pantang menyerah yang dimiliki oleh Bao Yu dengan memberikannya kesempatan untuk memilih melanjutkan atau menyerah
“Aku akan... Menjadi pemenang” Ucapannya berakhir setelah ia berjalan beberapa langkah hingga akhirnya terjatuh dan tak sadarkan diri
Dengan Cepat Hu Tao menangkap tubuh Bao Yu yang hendak menyentuh lantai “Tabib..!?” Ia melambaikan tangannya sebagai tanda untuk segera di datangkan Petugas kesehatan
Yodo mengatur nafasnya sebelum membersihkan darah yang juga ikut keluar di tepi bibirnya “Terlalu cepat 100 tahun untuk bisa mengalahkanku”
Setelah membawa peserta yang terluka untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, Hu Tao berdiri dan mengumumkan hasil dari pertandingan pertama di babak kedua ini “Pemenangnya.. Yodo dari Sekte Palu Langit”
Teriakan para penonton memenuhi setadium bahkan ada di antara mereka yang langsung pergi ke tempat taruhan
“Sudah ku bilang.. Dia akan menang”
“Dari awal sudah terlihat.. Sekte Besar lebih unggul jika di bandingkan Sekte yang baru muncul di dunia persilatan”
Sekte Pedang Bulan memang baru muncul setelah penyerangan di kota Changnan dua tahun lalu, serta tersebarnya isu Liu Shan yang menerima banyak murid untuk menutupi jumlah korban di pihaknya
Meski jarak bangku peserta dengan bangku penonton cukup jauh namun Fan Cou dapat mendengarnya dengan jelas, tetapi ia hanya bisa terdiam sambil menahan amarahnya
Dengan memenangkan Turnamen, para Tetua berharap Sekte bisa menjadi lebih disegani oleh banyak pendekar meski tidak menjadi Sekte Besar
Fan Cou menghela nafas panjang setelah berfikir hanya Shou Yan yang menjadi harapannya “Aku benci mengatakannya tapi.. Kau lah harapan Kami” Kedua matanya terpancar penuh harap dan Shou Yan tahu akan hal itu
“Baik Tetua.. aku akan berusaha sekuat mungkin” Setelah melihat perjuangan dari Seniornya, kini Shou Yan membulatkan tekadnya untuk memenangkan Turnamen
“Bagaimana dengan lawanmu..”
“Maaf Guru.. Kekuatannya tidak sekuat yang murid kira tapi..”
“Tapi..?”
__ADS_1
“Dia memiliki tekad yang kuat, dalam hal ini.. aku mengakuinya” Ujar Yodo
“Ho... Dia adalah orang ketiga yang kau akui”
“Benar Guru..” Selain Ketua Sekte Palu Langit, Yodo merasa tidak memiliki seseorang yang pantas di jadikan lawan sampai akhirnya ia bertemu dengan Shou Yan “Aku tidak sabar untuk melawannya” Batinnya
“Shou Yan.. bertahanlah sampai di Final” Imbuhnya
Kini Yodo dan Shou Yan memiliki tujuan yang sama selain memenangkan pertandingan yaitu bertemu di Final
Hu Tao menenangkan suara penonton yang terus meminta untuk segera melanjutkan pertandingan “Terima kasih sudah bersedia menunggu dan..”
Seseorang datang dengan tergesa-gesa dan membisikkan sesuatu di telinganya, wasit mengangguk pelan sebelum melanjutkan acara “Mengenai pertandingan kedua ini.. peserta dari Sekte Menengah tidak bisa hadir dan kami nyatakan diskualifikasi”
“Jadi pemenangnya adala Sue Yu dari Sekte Bunga Lotus”
“Apa... Kenapa tidak berani bertanding”
“Benar.. apa yang kalian lakukan..? Mengancam peserta lainnya..!?”
“Aku membayar mahal untuk kursi ini..!”
Makian mulai di lontarkan para penonton, seharusnya mereka mendapatkan pertandingan yang menyenangkan namun harapan tersebut sirna karena tidak hadirnya salah satu peserta
“Guru.. Apa yang sebenarnya terjadi...?” Sue Yu yang sebelumnya diam kini ikut memberikan tanggapan mengenai kejadian tersebut
“Entahlah.. tapi yang pasti, tadi malam aku mencium bau darah”
“Darah..? Apa telah terjadi pembunuhan..!?”
Gadis yang di juluki sebagi Dewi Pencabut Nyawa rupanya tidak tahu akan kejadian tadi malam karena ia sibuk bermeditasi “Fokus pada pertandingan.. tidak usah memikirkan hal yang tidak penting”
“Baik Guru”
__ADS_1