
Selepas Liu Shan mengumumkan kelulusan, ia mengarahkan para murid untuk kembali ke kota Changnan
Sesampainya di kota Changnan atau lebih tepatnya di sekte, setiap murid yang lulus akan di berikan sebuah seragam kebanggaan Sekte Pedang Bulan namun sebelum mendapatkannya para peserta harus mendengarkan pidato dari Jiang Qe
Ma Liang mulai mengantuk saat mendengarkan pidato yang berlangsung hampir dua jam “Hei,, kapan Senior Jiang Qe akan selesai bicara..?” Bisiknya pada Shou Yan
“Entahlah, mungkin sampai malam..?” Shou Yan mengangkat kedua bahunya
“Haih,, kita disuruh berkumpul di arena dan di suruh berbaris tapi..? mana seragam sekte milikku..?”
Shou Yan yang mendengarkan ocehan dari Ma Liang membuat telinganya tambah panas sampai ia mendengar ucapan terakhir dari Jiang Qe
“…Untuk itu, kalian akan di berikan sebuah seragam sekte dan pakailah dengan bangga” Jiang Qe mengibaskan tangannya, bersamaan dengan itu seragam sekte mulai di bagikan pada Calon murid
“Mungkin kalian sudah banyak mengenal namun sekali lagi akan aku perkenalkan ketua kita..” Jiang Qe mengangkat tangannya ke arah kanan dan muncul sosok pria yang sudah sepuh
“..Ketua Liu Shan”
“Bisakah untuk tidak melakukan ini..?” Bisiknya pada Jiang Qe, Liu Shan mulai malu saat ia di perlihatkan seperti tontonan
“Sudahlah,, sesekali kita harus berwibawa” Jiang Qe lah yang paling bersemangat saat mengetahui jumlah murid yang lolos, mengingat tahun ini adalah yang terbanyak dari beberapa tahun yang lalu
“Hormat pada Ketua Liu” Semua murid serentak memberikan hormat
“Lalu sambut sekertaris Sekte baru kita..” Jiang Qe mengarahkan suara ke arah kanan dan muncul seorang kakek tua yang tak asing lagi bagi Shou Yan
“..Guo An..!”
“Kau senang sekali membuat keramaian..” Guo An berjalan ke podium dan berdiri sejajar dengan Liu Shan
“Maaf Senior Guo, tapi ini sangat di perlukan” Jiang Qe sengaja membuatnya terlihat karena mengingat ia akan mengisi jabatan yang kosong serta dengan kembalinya Pendekar Sembilan Jari akan membuat dunia persilatan mulai hormat pada Sektenya
Guo An sengaja menerima jabatan tersebut dengan syarat Liu Shan dapat melatih Shou Yan, jika saja ia tidak berjanji waktu itu maka dia sendiri-lah yang akan mengajarkannya bela diri
Saat mendengar nama yang tak asing membuat Shou Yan mengerutkan alisnya “Sejak kapan kakek menjadi bagian dari sekte..?” batinnya
Guo An yang melihat Shou Yan memandanginya dengan tatapan kosong membuatnya menepuk jidat “Haih,, mungkin aku harus menjelaskannya”
Selepasnya Jiang Qe mengarahkan para murid ke kediaman yang telah di sediakan, kecuali Shou yang berjalan menghampiri Guo An
“Kakek..!?”
“Yan’er..?” Guo An melihat Shou Yan dari atas sampai bawah, ia melihat cucu satu-satunya merasa ada sesuatu yang berbeda “Kau tampak bagus memakainya” Guo An tersenyum tipis saat Shou Yan memakai seragam Sekte
__ADS_1
“Terima kasih kek, tetapi bukan itu maksudku” Ia menemui Guo An bukan untuk mendapatkan pujian melainkan menanyakan tentang stastus kakeknya yang sudah menjadi bagian dari sekte
Guo An mengangguk pelan sebelum mengajak Shou Yan ke belakang kediamannya, disana terdapat tempat yang cukup luas yang sering di gunakan oleh mendiang Yie Jie saat berlatih
Sesampainya disana Shou Yan hanya menunduk diam sampai Guo An memulai pembicaraan “Ada yang perlu kau sampaikan Yan’er..?”
“Itu kek..” Shou Yan hendak menanyakan banyak hal namun ia merasa enggan jika pertanyaannya akan menyinggung perasaan Guo An
Guo An yang melihatnya seakan dapat menebaknya karena ia sudah merencakan ujian ini sebelumnya agar Shou Yan dapat menemukan apa yang seharusnya ia dapatkan
“Tidak usah khawatir Yan’er,, bicaralah”
Shou Yan menatap Guo An sebelum membulatkan tekadnya untuk bertanya “ Siapa aku sebenarnya..? dimana orang tuaku..? dan siapa kakek sebenarnya..?”
Guo An sudah menduga jika suatu saat Shou Yan akan mempertanyakan tentang jati dirinya “Mungkin ini akan menjadi cerita yang panjang Yan’er..”
Shou Yan mengangguk pelan sebelum mendengarkan penjelasan dari Guo An
“Saat itu..”
Guo An menemukan seorang bocah yang hanyut di sungai saat sedang memancing ikan, lalu ia memungut dan mengadopsinya meski ia pernah mempunyai anak namun sejak pertarungan lima tahun yang lalu membuatnya kehilangan keluarga
Saat Shou Yan mendengarkan kisahnya kecilnya, Guo An melemparkan lempengan berbentuk persegi panjang
Guo An menunjuk lempengan emas sebelum kembali menjelaskan “Setelah membawamu ke rumah, aku menemukan lempengan itu tepat di sampingmu”
Meski Guo An tidak tahu orang tua dari Shou Yan tetapi ia yakin jika lempengan itu akan membawanya menemui kedua orang tuanya
“Dulu,, aku pernah mendengar jika di ujung selatan benua ini terdapat sebuah desa kecil yang konon mampu menundukkan iblis dan bahkan Dewa sekalipun”
Guo An melihat Shou Yan sejenak sebelum menyuruhnya membuka baju “Kenapa dengan tatapanmu itu..?”
“Maaf kek, tapi aku masih menyukai wanita” Shou Yan menolak arahan dari Guo An yang telah memintanya membuka baju
“Siapa juga yang menginginkan bocah ingusan sepertimu..!? aku hanya ingin menunjukkan sesuatu di punggungmu” Guo An tidak habis pikir jika bocah di hadapannya bisa berbicara tentang wanita
“Ohh itu,,” Shou Yan menepuk jidatnya sebelum membuka bajunya dan memperlihatkan punggungnya ke arah Guo An
Guo An menunjuk lambang Naga di punggung Shou Yan “Itu adalah Lambang hewan Suci, dan kau memilikinya jadi..”
“Jadi..?”
“Orang tuamu mungkin ada di benua tersebut” Guo An menyuruhnya memakai kembali baju miliknya sebelum kembali menjelaskan
__ADS_1
“Dan ingatlah Yan’er,, kekuatan yang besar selalu mendatangkan tanggung jawab yang besar”
Shou Yan menelan ludahnya sendiri saat mendengar penjelasan dari Guo An, meski sebentar tetapi ia merasakan hawa yang dingin menyelimuti tubuhnya
“Lalu,, siapa kakek sebenarnya..?” Shou Yan melihat Guo An dengan penuh harap
Guo An membelakangi Shou Yan dengan tangan di belakang sebelum kembali melihatnya “Aku adalah Guo An, di dunia persilatan semua orang menyebutku sebagai Pendekar Sembilan Jari”
“Pendekar Sembilan Jari..?” Shou Yan memiringkan kepalanya sambil berfikir alasan apa semua orang memanggilnya begitu “Apa karena jumlah jari tangan kakek ada sembilan..?”
“Tentu saja, meski begitu dulu kakek juga memiliki sepuluh jari,, sampai suatu saat ada seorang gadis cenayang
yang mematahkan satu jari kelingkingku” Guo An selalu merinding saat mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu
Semenjak Shou Yan mempelajari pecahan kitab sembilan yin, ia dapat mengukur kekuatan seseorang hanya dengan melihat dan pria sepuh di depannya setidaknya sudah mencapai Pendekar Suci tahap tiga
“Apa gadis cenayang itu kuat..?”
“Apa kau bercanda..!? dia sangat kuat bahkan kekuatan penuhku tidak mampu membuatnya bergerak satu senti dari tempatnya”
Guo An mulai menyesali masa mudanya yang dulu pernah berbuat sesuka hati bahkan ratusan nyawa telah melayang di tangannya sampai tiba saatnya ia bertemu dengan gadis cenayang itu
“Haih,, mungkin jika waktu itu aku tidak menantangnya, mungkin aku tidak akan berurusan dengan yang namanya
takdir” Batin Guo An sambil melihat ke arah Shou Yan
“Ingatlah Yan’er,, jangan pernah menggunakan kekuatanmu untuk menindas orang lain dan berhati-hatilah terhadap
wanita..!” Guo An mencoba mengingatkan Shou Yan agar tidak mengikuti jejaknya
Dulu saat melihat wajah gadis cenayang tersebut ia merasa jatuh hati dan mencoba untuk menantangnya dengan taruhan menjadi istrinya jika dia menang dan jika kalah dia akan menuruti semua perintahnya
Shou Yan tidak tahu dengan jelas mengapa Guo An menyuruhnya untuk waspada terhadap wanita namun yang jelas itu pasti nasehat yang penting
“Kalau sudah mengerti, kembali ketempatmu dan istirahatlah.. Besok akan menjadi hari yang melelahkan buatmu”
“Ba-baik kek”
Meski Shou Yan tidak memberitahukan tentang pertemuannya dengan Lu Ming namun Guo An dapat melihat
pancaran Aura putih ke-emasan telah menyelimuti cucunya “Sepertinya Yan’er sudah menemukan Kitab sembilan Yin”
Guo An melihat ke arah langit dengan tangan di belakang sebelum akhirnya menghelas nafas panjang “Gunakanlah
__ADS_1
dengan baik peninggalan dari Kaisar Ming itu Yan’er”