Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 31. Ujian Masuk V


__ADS_3

Gunung Fengdu terkenal dengan penghuni Arwah gentayangan yang dulunya pernah ada seorang Pendekar menggunakan sebuah ilmu terlarang untuk menjadi manusia abadi


Konon Pendekar tersebut gagal dalam memperlajari ilmunya dan menjadi sebuah Roh yang akan mencabut setiap nyawa manusia yang tidak menghormatinya


Selain terkenal dengan gunung hantu, hutan ini juga terdapat kabut ilusi yang akan membutakan setiap mata manusia yang telah memasuki area terlarang


“Tunggu dulu,, apa maksudnya dengan terlarang” Shou Yan melebarkan matanya saat mengetahui ada tempat terlarang di gunung ini


“Bukankah ketua Liu sudah memberitahukan untuk tidak memasuki area ini..?” Ma Liang mencoba untuk mengingatkan kembali tentang arahan dari Liu Shan


“Kenpa kau baru mengingatkanku sekarang..?” Shou Yan ingin menjitak kepala pria di sampingnya karena telat memberitahukannya


“Kau sendiri yang telah mengabaikanku” Ma Liang menunduk cemberut saat mengingat ia di tinggalkan begitu saja oleh Shou Yan dengan segerombolan serigala yang sedang menatapnya dengan air liur membasahi tanah


“Itu..” Shou Yan tidak dapat membantahnya karena memang begitu kebenarannya


Keduanya berhenti berbicara saat mendengar suara geraman “Senior Ma, apa kau mendengar sesuatu..?”


Ma Liang menatap ke arah Shou Yan sebelum melihat sesuatu dari balik pohon ”Itu adalah serigala ekor merah” Ia dapat mengetahuinya dengan jelas karena ciri yang khas dari ekornya


Serigala ekor merah mencari buruannya dengan cara berkelompok, dengan indera penciuman yang tajam seharusnya mereka dapat menemukan Shou Yan dan Ma Liang yang sedang bersembunyi di balik pohon dekat sebuah pemakaman “Tapi.. ada yang aneh”


Ma Liang dapat melihat sekumpulan serigala tersebut sedang mendekatinya sebelum akhirnya berjalan mundur “Tidak mungkin..” Ia hampir tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi


Shou Yan tidak menunjukkan ekspresi apapun sampai ia melihat ke arah belakang seiring hilangnya kabut ilusi “Senior Ma, mungkin kau harus melhat ini”


Ma Liang yaang tersadar dari lamunannya dan ikut melihat ke arah yang sama dengan Shou Yan “Ini.. Makam kuno..?” Ia berfikir jika para serigala juga takut terhadap hantu


Terdapat ratusan makam kuno dengan nisan tanpa nama kecuali batu nisan yang berada di tengah pemakaman dengan ukuran paling besar di antara yang lain


Ma Liang mencoba melihat dari dekat, tulisan apa yang tertulis di hadapannya “Emm.. A..ku.. tam..pan..!? hem.. makam ini tau caranya memuji” Ma Liang tersenyum lebar saat membaca satu kalimat dari nisan tersebut tanpa tau arti yang sesungguhnya


Shou Yan berfikir jika temannya sudah gila karena berbicara sendiri sampai ia berjalan mendekatinya dan sama terkejutnya saat melihat huruf yang tersusun rapi di batu nisan


“Apanya yang tampan..?” Shou Yan berdiri di sampingnya dan mencoba ikut membaca arti tulisan yang berada di hadapannya


“Barang siapa yang datang kesini haruslah memberi hormat kepada tengkorak jika tidak, jiwanya akan menghantuimu”


“Apa..? memberi hormat..? yang benar saja” Ma Liang memalingkan wajah seakan tidak peduli saat mendengar kalimat yang Shou Yan ucapkan


“Tengkorak..?” Shou Yan memiringkan kepala untuk dapat mengerti maknda dari tulisan tersebut “Tunggu dulu.. kenapa aku bisa membacanya..?” batin Shou Yan saat menemukan keanehan pada dirinya


“Ini adalah makam, jika ingin memberi hormat haruslah masuk ke dala-“ Ma Liang tidak dapat menyelesaikan kalimatnya karena merasa pijakan kakinya menjadi berlubang “Aaaaahhhhh” Teriakan Ma Liang memenuhi area makam sampai rekannya ikut terjatuh

__ADS_1


“Aduhh..em.. Kenapa tidak terasa sakit..?” Shou Yan lalu merasakan sesuatu yang terbaring di bawahnya


“Junior Shou, ka-kau menindihku” Ma Liang merasakan kesakitan di punggungnya karena selain terjatuh ia harus menerima berat badan dari Shou Yan


“Ma-maaf Senior Ma” Shou Yan bangkit, lalu membantu Ma Liang untuk berdiri sambil mengusap bajunya yang sedikit kotor


“aku tak percaya umurmu lebih muda dariku” Ma Liang merengek pada bocah di hadapannya karena merasa umurnya tak sesuai dengan berat tubuhnya “Saat kita kembali nanti, kau harus membeli pil diet”


Shou Yan hanya tersenyum canggung sambil melihat kearah permukaan, ia memperkirakan jika telah jatuh kedalam lubang makam sejauh beberapa meter “Mungkin lima meter” menurutnya akan sangat mustahil untuk bisa


ke atas, kecuali ada seseorang yang menemukan mereka


“Mungkin akan butuh empat hari sampai Ketua Liu mencari kita”


“Apa..!?” Mulut Ma Liang terbuka lebar saat mengetahui butuh beberapa hari agar bisa keluar dari tempat ini sampai tubuhnya kembali terbaring lemas


“Senior.. Senior..” Shou Yan mencoba menyadarkannya namun kesadaran Ma Liang sudah larut ke dalam mimpi “Haih,, menyusahkan saja..emm” Shou Yan menoleh dan melihat sebuah terowongan dengan cahaya putih


Shou Yan menggendong Ma Liang dengan sekuat tenaga “Aku tidak percaya harus melakukan ini” Meski ia sangat membenci kecerobohannya namun di dalam lubuk hati Shou Yan, ia adalah teman pertamanya saat berada di


kota “Meski dia memanfaatkanku demi mendapat uang” batin Shou Yan dengan sedikit tersenyum tipis


Sesampainya di dalam goa, ia tidak melihat sesuatu yang menarik kecuali tengkorak dengan posisi duduk bersila dengan kain putih yang menutupi setiap tulangnya


“Mungkin ada sesuaatu di balik kain ini” Shou Yan memutuskan untuk melihat lebih dekat dengan membuka kain yang menutupi tengkorak tersebut “Ehmm,, tidak ada tonjolannya” Shou Yan menepuk jidatnya saat tersadar jika mayat sudah menjadi tengkorak, maka tidak dapat di ketahui jenis kelaminnya


Shou Yan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena berharap ia akan menemukan cara keluar dari goa ini melalui petunjuk yang di tinggalkan oleh tengkorak aneh ini “Mungkin aku terlalu berharap”


“Apa mungkin..?” Shou Yan teringat sesaat sebelum terjatuh, Ma Liang menyebut tulisan dari nisan di atas seperti tidak mempedulikannya “Tidak ada salahnya jika aku mencoba”


“Memberi hormat..? pada tengkorak..?” Meski itu pertama kali baginya, Shou Yan tetap berlutut dan memberikan sujudnya sebanyak tiga kali untuk memberikan rasa hormatnya


Selepas Shou Yan memberikan hormatnya, terdapat tulisan yang bercahaya putih muncul dari dinding goa


Dengan rasa penasaran Shou Yan berdiri dan menghampiri tulisan tersebut “Pecahan sembilan yin..?” Alis Shou Yan terangkat saat membaca barisan paling atas, sampai ia mendengar suara yang tak asing


***


“Keberuntunganmu terlalu tinggi bocah”


Shou Yan mengedipkan mata dan melihat sosok Naga dengan mahkota berada di hadapannya “ eh,, Naga Suci,, bagaimana aku bisa ada di sini..? apa aku pingsan lagi..?”


“Bisakah kau tidak memberikan banyak pertanyaan padaku..?”  Naga tersebut merasa jika Shou Yan terlalu banyak bicara untuk seumuran bocah

__ADS_1


“Jadi,, kenapa aku ada disini..?” Shou Yan duduk dan mengubah posisinya menjadi bersila


Sosok Naga di hadapannya mulai terkejut dengan tingkah Shou Yan “Sejak kapan kau jadi sopan begini..?”


“Bukankah kau sendiri yang memintaku, agar memberikan rasa hormat padamu..?” Shou Yan mengucap jengkel sambil menunjuk hidung Naga tersebut


“Baiklah.. baik..” Naga Suci mulai menjelaskan alasannya membawa jiwa Shou Yan ke dalam ruang jiwa miliknya


“Kitab sembilan yang..!?” Shou Yan terkejut saat melihat Kitab berwarna hitam dengan tulisan Yang berada di hadapannya “Lalu.. apa hubungannya dengan Pecahan Sembilan Yin..?”


Menurut Legenda kuno, Naga di ibaratkan Yang(Jantan) yang melengkapi Fenghuang Phoenix Yin(Betina)


Barang siapa dari golongan putih yang mampu mempelajari keilmuan ini akan dapat membawa kedamaian dunia, tetapi jika orang itu dari golongan hitam “Akan menimbulkan kehancuran”


“Betina..? kau mempunyai istri..!?” Mata Shou Yan terbuka lebar saat berfikir Hewan suci seperti Naga mempunyai pasangan


“Bukan..! itu hanyalah kiasan” Naga tersebut merasa jengkel saat Shou Yan tidak dapat mengerti maksud dari penjelasannya “Pelajari isi kitab itu dan cepat lakukan tugasmu..!”


Naga Suci mengembalikan Jiwa Shou Yan dengan melemparnya ke atas menggunakan kumisnya.


Shou Yan membuka matanya dan perlahan kesadarannya mulai kembali “Mungkin sesekali,, aku harus mencabut kumisnya”


Saat rasa jengkel yang ia rasakan hendak menguasai pikirannya, Shou Yan tersadar jika cahaya tulisan yang berada di dinding mulai meredup “Celaka,, aku harus cepat”


Meski ia tanggap, namun Shou Yan sendiri masih kebingungan karena ia tidak membawa buku maupun alat tulis “Bagaimana caranya aku menyalin kitab ini..?”


Ketika ia mendekati tulisan tersebut, setiap huruf yang keluar dari balik dinding mulai mengarah ke kening Shou Yan


Tak butuh waktu lama sampai Shou Yan menyerap setiap kalimat ke dalam pikirannya, meski Shou Yan merasakan kesakitan di keningnya namun ia berhasil  mendapatkannya


Selepas isi kitab Yin itu di serap oleh Shou Yan, dinding tersebut langsung hancur dan terdapat sebuah lorong di dalamnya “Apa mungkin,, itu jalan keluar..?”


Terlepas dari kekaguman, Shou Yan kembali berlutut dan memberikan hormatnya sekali lagi pada tengkorak misterius itu, karena telah memberikan jalan keluar sekaligus menunjukkan kitab Yin sehingga ia berhasil mendapatkannya


“Terima Kasih tuan, meski tidak tau siapa anda, saya akan menggunakan ilmu ini dengan baik” Setelah sujud yang terakhir, tengkorak tersebut menjadi hancur seiring dengan runtuhnya isi goa “Apa,,!? Aku harus keluar dari dari sini..”


Shou Yan berlari sekuat tenaga menuju ke terowongan yang diperkirakan akan mengarah ke permukaan


Shou Yan bernafa lega saat sampai di atas permukan “Sepertinya ada yang kurang, tapi apa..?” dengan rasa bingung, ia tersadar saat seseorang memukul kepalanya “Aduh..”


“Apa kau berniat membunuku, haa..!?” Ma Liang muncul dari belakang dan melayangkan kipas kayunya tepat di kepala Shou Yan, karena telah berani meninggalkannya sendirian di dalam goa


“Ah,, kau rupanya..” Shou Yan menoleh dan melihat Ma Liang sedang mengatur nafas yang terpatah-patah

__ADS_1


 “Bukan kau, tapi Ma Liang..! dan panggil aku Tuan Muda..!”


__ADS_2