Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 32. Pertemuan di Gunung Fengdu


__ADS_3

“Aku minta maaf Senior” Shou Yan berjalan di belakang Ma Liang dengan sedikit lesu “Senior,, sudah kubilang aku tidak sengaja”


Ma Liang yang tadinya di depan kini berbalik dan berjalan mendekati Shou Yan dengan mata yang sedikit melotot “Tidak sengaja kau bilang..!?” ia ingin mengumpat keras terhadap bocah di hadapannya karena menganggap nyawanya seperti tidak berarti


Shou Yan dapat mengenal sifat pemuda di hadapannya jika sedang marah akan lupa caranya mengerem omongan sampai gerakan jari telunjuk membuat mulut Ma Liang terdiam


“Apa..? makanan kesukaan dari Xiao Lung..!?” Mulut Ma Liang terbuka lebar dengan sedikit berimajinasi


***


Ma Liang menghampiri Xiao Lung yang berada di gunung tinggi sedang berdiri sendirian menatap matahari tebenam “Nona Xiao, aku punya sesuatu untukmu”


Xiao Lung menanggapi bungkusan makanan yang telah Ma Liang berikan “Tuan Muda,, apa ini untukku..?” ia membuka bungkusan tersebut dan melihat roti dengan isi daging rusa serta madu yang melumuri keduanya “Terima kasih Tuan Muda Ma, menikahlah denganku”


Ma Liang mengangguk semangat dan memeluk Xiao Lung sampai bibir keduanya hendak bersentuhan namun ia tersadar karena teriakan seorang bocah laki-laki


***


“Senior ,,!?” Shou Yan melihat Ma Liang menutup mata dan mencoba untuk melepaskan pelukan dari pria di hadapannya “Aku bukan Nona Lung, tapi aku Shou Yan dan aku pria normal..!”


Setelah tersadar dari lamunannya ia melihat Shou Yan lah sosok yang sedang di peluknya dan hendak ingin menciumnya “Sedang apa kau..? dan di mana Nona Xiao..?”


“Sebelum aku bisa menjawab, bisakah kau melepaskanku terlebih dahulu..?”


Setelah Shou Yan terlepas dari pelukan, ia bertekad untuk tidak terlalu dekat dengan Ma Liang “Jika lebih dari ini, mungkin aku akan ternoda” Batinnya


Ma Liang batuk pelan dan mencoba untuk memaafkan Shou Yan dengan harapan bisa mendapat informasi yang bisa membuatnya dekat dengan Xiao Lung


Keduanya kembali melanjutkan perjalanan dengan berdampingan, Shou Yan merasa telinganya hendak berdarah ketika mendengar cerita masa depan dari Ma Liang yang kelak di masa depan akan dapat hidup bersama dengan Xiao Lung “Bukankah kau terlalu cepat untuk merencanakan semua itu..?”


“Tentu saja tidak, jika..” Mata pria tersebut menatap sipit ke arah Shou Yan dengan senyuman yang bermakna


Shou Yan menangkap arti senyuman itu dan menghelas nafas panjang “Baiklah, aku akan membantumu” meski begitu ia sendiri tahu bahwa bantuan yang nantinya di berikan, tidak akan terlalu berguna karena ia juga belum mengerti apa artinya cinta


Tak butuh waktu lama, keduanya melihat peserta lain yang sudah mendirikan tenda dan bahkan sudah memasak untuk makan malam


Ma Liang bernafas lega saat melihat peserta lain, mengingat ia hampir menghembuskan nafas terakhir di dalam goa, untungnya saat itu ia tersadar dan ikut mengejar Shou Yan


“Itu adalah orang yang merebut Dewi kita”


“Semoga dia gagal dalam ujian ini”


Para peserta saling berbisik pelan dengan rekan di sebelahnya, bahkan ada yang melemparkan kerikil pada Shou Yan “Enyahlah dari sini bocah kampung”


“Aduh”


Shou Yan menutupi kepalanya dengan tangan agar tak terkena batu kerikil yang mereka lemparkan meski ada beberapa yang mengenai pelipis Shou Yan

__ADS_1


“Dasar pembunuh”


“Bocah lusuh, mati saja kau..”


Melihat temannya di lempari batu oleh peserta lain membuat darah Ma Liang menjadi mendidih, sehingga ia berdiri dan melindunginya “Tenanglah semuanya”


Di dalam ujian kali ini memang tidak terdapat aturan khusus, terutama saat berada di tengah hutan yang bahkan tidak ada Perwakilan Sekte ataupun Pengawas ujian


Sesaat setelah Ma Liang melindungi Shou Yan dengan tubuhnya, Peserta yang awalnya melemparinya dengan batu sekarang menjadi lebih tenang


“Senior Ma, pergilah dari sana”


“Benar, ini semua tidak ada hubungannya denganmu”


“Dia adalah iblis yang membunuh rekan yang lain hanya untuk bisa lolos dari ujian kedua ini”


“Benar, dia adalah iblis”


Ma Liang mencoba menjelaskan situasi yang ia alami bersama Shou Yan sambil memutar otaknya karena tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, sampai ia teringat bahwa peserta yang ikut dalam kelompoknya tidak terlihat di perkemahan ini “Di mana yang lain..?” batinnya


Shou Yan berlari menjauhi perkemahan karena ia tidak ingin melibatkan temannya, Ma Liang yang melihatnya berlari mencoba untuk menghentikannya namun terlambat “Adik..” Batin Ma Liang


Meski Shou Yan hampir membuatnya tertimbun reruntuhan namun di dalam lubuk hatinya ia sudah menganggap seperti adiknya sendiri


Ma Liang merenung sejenak saat mengingat masa kecilnya yang mempunyai banyak teman tetapi mereka hanya datang di saat lagi membutuhkan


Melihat Shou Yan menjauh bahkan sampai tidak terlihat lagi, Ma Liang mencoba untuk bertanya pada peserta yang lain apa yang sebenarnya telah terjadi


Setelah berhasil membersihkan noda darah ia melihat bayangannya sendiri di sungai “Apakah aku memang seorang iblis..?” Shou Yan berbicara sendiri pada bayangan yang tercipta dari permukaan air


Shou Yan terduduk sejenak dengan sedikit melihat ke arah langit sambil mengingat peristiwa yang pernah ia alami, ketika dirinya pernah menyelamatkan Mei Hwa dari pembunuhan topeng besi


Ketika ia harus berlatih di bawah bimbingan Guo An sampai harus bertarung dengan Xiao Lung karena ucapannya yang telah membandingkan dengan Mei Hwa


Ketika dirinya harus menjadi sosok yang tidak pernah ia bayangkan hanya untuk mengalahkan pendekar suci


Itu semua ia lakukan agar bisa menjadi lebih kuat dan tidak ingin membuat siapapun tersakiti meski ia harus rmengorbankan nyawanya


Tersadar jika semua itu tidak akan membuatnya lebih baik, Shou Yan memutuskan untuk mendirikan tenda di samping aliran sungai karena merasa dirinya tidak pantas untuk bersama peserta yang lain


Mengingat setiap orang yang mengikuti ujian kebanyakan berasal dari golongan atas seperti anak dari para bangsawan ataupun anak dari saudagar kaya


Mata Shou Yan terkejut saat melihat pakaian warna biru berbahan sutra di dalam kantong kulitnya “Kapan aku membelinya..?”


Ia mengingat jika Sekte hanya memberikan bekal makanan dan minuman tetapi tidak dengan pakaian “Apa mungkin..?” Shou Yan menyangka bahwa Xiao Lung telah memberikan tambahan bekal untuknya  “Terima kasih Lung’jiejie” sambil tersenyum hangat


***

__ADS_1


“Hachi..”


“Lung’er,, apa kau masuk angin..?”


“Tidak kek, ini hanyalah debu”


***


“Sudah jadi..” Shou Yan berbangga dengan tenda yang ia dirikan meski akan rubuh jika ada tiupan angin kencang


Menjelang malam Shou Yan mengumpulkan ranting kayu untuk membuat api unggun serta memasak untuk makan malamnya


“Sruutt”


“Masih sedikit asam tapi Ini cukup untuk menyegarkan tenggorokan” batinnya. Keahlian memasak yang dia pelajari dari Mei Hwa sungguh sangat membantunya, terutama di saat seperti ini


Hendak menyantap makan malamnya ia mendengar suara perut yang keroncongan dari arah belakang, Shou Yan menoleh dan melihat seorang pria sepuh dengan janggut sudah memutih sepanjang dada, serta pakaiannya yang serba putih sedang menatapnya


Melihat tatapannya mengarah ke mangkuk Shou Yan, ia mencoba untuk menawarkannya makan  “Apa kakek..


mau ini..?” sambil menyodorkan Sup yang belum ia cicipi


Kakek tersebut mengangguk pelan sebelum menerima tawaran Shou Yan dan mengambil tempat duduk di dekat api unggun, meski hanya beralaskan tanah kakek itu tidak mengeluh sedikitpun kecuali tersenyum menikmati sup yang di buat oleh bocah di sampingnya


Shou Yan melihat kakek tersebut memakan dengan lahap bahkan meminta tambah sampai tiga kali, tanpa memikirkan identitas pria sepuh itu, Shou Yan merasa nyaman di dekatnya karena telah menemaninya makan bersama


Setelah selesai makan barulah kakek tua itu berbicara pada Shou Yan “Terima Kasih Pendekar Naga”


Mendengar ucapan pria sepuh di sampingnya, Shou Yan mengambil jarak dan bersiap dengan posisi bertarung


“Untuk anak seumuranmu.. memiliki respon yang cepat” Kakek itu mengangguk pelan dengan sedikit tersenyum sambil mengelus janggutnya “Tidak buruk,, sunguh tidak buruk,, tapi..”  Pria sepuh itu menatap tajam kearah Shou Yan sambil mengeluarkan Aura yang kuat


“Ke-kenapa tubuhku tidak bisa bergerak..?” Tubuh Shou Yan terasa berat sampai membuat posisinya menjadi berlutut, di saat yang sama ia merasakan beban di tubuhnya menghilang sehingga membuat nafasnya menjadi teratur


“Siapa kakek sebenarnya..!?” Shou Yan menatapnya dengan heran


“Namaku adalah.. Lu Ming”


 Halo,,


Return: Of The Dragon Legend akan selalu hadir setiap hari dan up setiap jam 16.00


Selamat menunaikan ibadah puasa 1442 H


Bagi yang melaksanakan :)


Xiexie

__ADS_1



Ma Liang


__ADS_2