
Matahari sudah hampir terbenam dan rombongan Fan Cou memutuskan untuk menginap sejenak di Kota Nanpi yang dimana mayoritas penduduknya masih banyak yang kurang pangan
Ketika kereta Fan Cou memasuki gerbang kota, mereka di sambut oleh segerombolan orang dengan pakaian yang compang-camping
Beberapa di antaranya terdapat seorang wanita bertubuh kurus sedang menggendong bayinya sambil meminta sedekah pada kereta yang di dalamnya terdapat Fan Cou
Begitu juga dengan kereta yang Shou Yan tumpangi, ia melihat keadaan penduduk dari jendela dan betapa tersayat hatinya ketika melihat anak yang hampir seumuran dengannya meminta belas kasihan dengan tangan yang tidak utuh
Shou Yan memeriksa kepingan yang dia punya di kantong bajunya, ia sempat berfikir untuk memberikannya namun mengetahui jumlah pengemis yang sangat banyak membuatnya mengurungkan niat
Pemuda yang berada tepat di hadapan Shou Yan merasa geram dengan suara ketukan kereta yang di lakukan oleh para pengemis, sempat ingin keluar dan memukulnya namun Shou Yan menghentikannya
Shou Yan memegang erat tangan Bao Yu agar tidak melakukan tindakan yang tidak diinginkan “Apa kau mengenal mereka..?”
“Tidak Senior Bao, tapi..” Untuk menolong seseorang tidak harus mengenalnya terlebih dahulu, karena ia yakin kebaikan akan di balas dengan kebaikan pula
“Lalu.. singkirkan tanganmu dariku”
“Aku akan melepaskannya jika Senior berjanji untuk tidak memukul mereka” Melihat reaksi yang di tunjukkan Bao Yu, besar kemungkinan akan terjadi sebuah masalah
Saat Bao Yu ingin memperingatkan Shou Yan, rekan sebelahnya menghentikannya dan memberikan nasehat agar tidak mengurusi hal yang sepele
“Untuk kali ini,, kau lolos dariku” Bao Yu melotot ke arah Shou Yan sambil memberikan peringatan agar tidak membuat masalah dengannya
“Terima Kasih Senior” Shou Yan hanya tersenyum kecut, ia sadar jika rekan seperguruannya sangat berbakat karena telah mencapai ranah Menengah tahap dua, sedangkan murid yang lain sudah berada di ranah Menengah tahap pertama
Sudah separuh jalan dari gerbang kota dan Shou Yan masih melihat situasi di sekitarnya dan betapa terkejutnya saat melihat beberapa rumah yang mewah serta penduduk yang berpakain serba bagus dan bersih
Shou Yan mengelus dagunya sambil bergumam pelan “Kenapa penduduk di sini lebih berkecukupan..? sedangkan tadi..?”
“Apa yang sedang kau pikirkan..? Apa kau teringat akan temanmu di sana..?” Bao Yu tersenyum sinis terhadap Shou Yan, mencoba mengingatkan akan kehadiran para pengemis
“Ahh.. tidak ada Senior” Shou Yan menggelengkan kepalanya
__ADS_1
Perbincangan mereka berakhir ketika kereta kuda yang mereka tumpangi berhenti di salah satu penginapan
Karena hari sudah hampir gelap, Fan Cou lebih memilih untuk bermalam di penginapan “Baiklah,, turun semuanya”
“Penginapan Anggur Merah..?” Ucap Shou Yan sambil memiringkan alisnya
“Kenapa..? Apa kau ingin tidur di tengah hutan..?” Ujar Fan Cou sambil menyilangkan kedua tangannya
“Ti-dak Senior” Entah kenapa Shou Yan merasa Fan Cou sangat acuh terhadapnya
Fan Cou memimpin jalan untuk memesan beberapa kamar, ia di hadapkan dengan seorang wanita paruh baya yang bertugas sebagai penerima tamu
Ada yang berbeda dari penginapan ini, setiap Pendekar yang akan menginap harus memesan beberapa anggur dahulu dan membayarnya dengan dua koin emas
“Maaf, Nyonya.. di antara kami masih berada di bawah umur jadi..”
“Baiklah,, satu kamar lima keping emas untuk satu malam”
“Maaf Tuan, tapi ini sudah sesuai prosedur”
“Apa itu sudah termasuk makan malam..?” Fan Cou memesan dua kamar ketika pelayan menjawabnya dengan mengangguk
Seperti penginapan pada umumnya, di lantai pertama terdapat meja makan sedangkan lantai dua telah tersedia kamar inap
Fan Cou menatap di sekitar dan menemukan meja kosong dengan empat kursi yang mengelilinginya, tepat di sebelahnya, ia juga menemukan meja yang serupa “Jaga bicara kalian saat sedang makan”
“Baik Senior” Ucap ketujuh murid secara bersamaan
Setelah menempati kursi yang kosong dan sambil menunggu pesanan datang, Shou Yan mendengar percakapan yang menarik dari sudut ruangan
Dengan memfokuskan indera pendengaran, ia menangkap maksud dari pembicaraan mereka “Surga dan neraka..?” Batinnya
Ternyata, apa yang Shou Yan cari telah ia dapatkan melalui perckapan para pendekar di penginapan ini “Selain untuk menginap, penginapan bisa menjadi sumber informasi” Batinnya
__ADS_1
Shou Yan melancarkan indera pendengaran setelah dua orang yang berada di sudut ruangan menoleh kearah rombongannya
Ini pertama kalinya Shou Yan menggunakan teknik sembilan Yin untuk mempertajam pendengaran dan saat itu juga ia merasa seperti sedang di awasi
“Apa mungkin.. mereka tahu kalau aku sedang mencuri informasi dari mereka..?” Batin Shou Yan
Sejenak, Shou Yan merasakan hawa dingin menembus kulit pori-porinya. Dengan sigap ia mengeluarkan dua aliran Chi untuk menahan Aura yang ia rasakan “Hawa Pembunuh ini.. berasal dari mereka”
Saat Shou Yan hendak menoleh ke arah sudut ruangan, tangan Fan Cou memegang kepala Shou Yan seolah mencegahnya “Jangan ikuti rasa penasaranmu”
Untungnya Shou Yan duduk bersebelahan dengan Fan Cou sehingga ia bisa menyadari akan kesalahannya “Senior..?”
“Mereka adalah pembunuh bayaran di kota ini” Sebelumnya, Fan Cou sudah mengetahui akan kehadiran dua sosok pria yang berada di pojok ruangan, karena Aura Pembunuh yang mereka miliki sama sekali tidak di sembunyikannya
Keduanya telah masuk ke dalam daftar misi di Sekte Pedang Bulan, untuk itulah ia di tugaskan menjadi pengawas sekaligus menjalankan sebuah misi rahasia
Shou Yan menelan ludahnya sendiri ketika mendengar dua pria dengan golok besar di punggungnya ternyata adalah pembunuh bayaran yang telah lama di cari oleh pemerintah kota
“Lalu.. kenapa bangsawan di kota ini tidak menangkap mereka..?” Saat Shou Yan hendak bertanya lebih lanjut, ia di hentikan oleh makanan yang telah datang
“Makan saja makananmu dan jangan pernah berurusan dengan mereka” Fan Chou menyuruh Shou Yan untuk tidak mencampuri urusan di kota ini, dan menikmati hidangan seperti murid yang lainnya
Fan Cou sendiri tidak terlalu suka dengan Shou Yan karena Ketua Sekte selalu memujinya dalam beberapa rapat terakhir “Entah apa istimewanya bocah ini, sampai ketua Liu menaruh harap padanya” Batinnya
Meski dua sosok tersebut berada di ranah Langit seperti dirinya, tetapi tugas utamanya adalah menjamin keamanan murid yang akan mengikuti turnamen dan mengumpulkan semua informasi yang terkait dengan Aliansi Sekte Hitam
“Aku tidak tahu apakah mereka bagian dari Sekte Hitam, tetapi.. mereka patut di curigai” Batin Fan Cou
Menurut informasi yang Fan Cou peroleh, Aliansi Sekte Hitam mempunyai sebuah lencana Hitam dengan tulisan Ning di tengahnya “Tetapi.. akan sulit jika hanya menebaknya”
Fan Cou menyampingkan dahulu urusannya dan mencoba menikmati hidangan yang telah lama berada di hadapannya
__ADS_1