Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 13. Pengguna Tangan Kosong


__ADS_3

Terkadang tidur di atas kasur yang empuk dengan kualitas terbaik tidak menentukan kenyamanan seseorang untuk istirahat terutama Shou Yan yang terasa punggungnya seperti masuk kedalam tempat tidur yang ia tempati.


Seringkali mencoba untuk memejamkan mata namun tetap tidak bisa tidur, hingga ia membangunkan teman tidurnya.


Meski tidur di kasur yang berbeda Guo An dapat merasakan kegelisahannya “Tidak bisa tidur Yan’er..?” Guo An bangun dan duduk di sebelah Shou Yan


“Maaf kek, tempat tidur ini berbeda dengan yang di rumah” Shou Yan merasa tidak nyaman karena berbeda dengan miliknya di rumah


“Tidak mengapa Yan’er,, kau akan terbiasa nantinya” Guo An mengelus kepala Shou Yan, melihat cucunya gelisa ia berfikir untuk mengajaknya keluar mencari udara segar.


Dengan penuh semangat Shou Yan bangkit dari tidurnya sebelum keduanya keluar dari kamar “kakek, bagaimana kalau kita ajak-..” Shou Yan berfikir untuk mengajak Mei Hwa keluar namun niatnya tehhenti saat mendengar suara dar kamar sebelahnya.


Untung saja penginapan yang mereka tempati sepi jadi tidak menggangu tamu yang lain, kecuali dirinya. Guo An yang mengerti niat Shou Yan mencoba untuk menyadarkannya dari lamunan “ Sudahlah Yan’er,, biarkan Tuan


Putri istirahat” suara yang Mei Hwa keluarkan saat tidur membuktikan bahwa dirinya tidur dengan nyenyak


“Kakek..” Shou Yan melihat mata Guo An dengan rasa khawatir


“Tidak perlu takut, di kota kecil ini tidak akan ada yang berani menyentuhnya” Saat Shou Yan mendengar kalimat tersebut, membuat tubuhnya seperti kesemutan karena aura yang di pancarkan dari dalam tubuh Guo


Guo An percaya bahwa para pembunuh yang mengejar mereka, tidak akan melakukan tindakan ceroboh seperti menyerang di dalam sebuah kota


Selepas keduanya keluar dari penginapan, Guo An mengajak Shou Yan ke suatu tempat disisi kota. Melihat suasana malam membuat mata Shou Yan terbuka, jika di siang hari penduduk akan beraktivitas namun berbeda dengan satu tempat yang ramai pengunjung bahkan para pelayan menyambut tamu di depan pintu


“Tuan, silahkan mampir ketempat kami”


“Di tempat kami semua masalah akan cepat selesai”


Kedua gadis cantik di depan penginapan mencoba menawarkan pelayanan mereka, sebuah tempat yang bertuliskan Hiburan Malam di atas pintu masuk, Shou Yan yang mendengarnya merasa tertarik “Semua masalah akan cepat selesai..? ” batin Shou Yan


“Ingat Yan’er,, seorang pria sejati harus melindungi yang lemah” Guo An yang mencoba memberikan nasehat dan motivasi pada Shou Yan, tetapi ia berhenti berbicara saat melihat cucunya tidak ada di sampingnya “Yan’er..?” Guo An mecari di sekelilingnya sampai ia melihat seorang anak kecil berada di depan penginapan


“Nona,, apakah aku bisa menjadi kuat..?” Shou Yan memberanikan diri untuk bertanya


Kedua gadis tersebut saling memandang sebelum salah satunya menjawab pertanyaan Shou Yan “Tentu saja bisa,, namun tunggulah sampai kamu dewasa” Senyuman gadis tersebut membuat Shou Yan nyaman, seperti akan rindu


kehadiran seseorang.


Dengan berat hati Shou Yan meninggalkan tempat itu dan tak lupa memberikan hormatnya “Terima Kasih Nona, maaf jika mengganggu”

__ADS_1


Mata Guo An seakan keluar dari tempatnya karena tidak menyangka anak seumurannya bisa mengerti tentang dunia dewasa.


Setelah Shou Yan menghampiri Guo An, mereka melanjutkan ke tempat tujuannya sampai keduanya berhenti di salah satu bangunan “Kita sudah sampai Yan’er “ keduanya sampai ke menara paling tinggi di sebelah barat


“Menara..?” Shou Yan menunjuk bangunan tinggi di depannya, tidak menyangka tempat yang di maksud Guo An adalah menara


“Kita akan ke atas Yan’er”


Untuk Dapat ke atas menara hanya ada satu jalan yaitu menaiki ratusan anak tangga di dalamnya dan harus mendapatkan ijin dari para penjaga “ Siapa bilang kita akan masuk melewati tangga..?” Guo An menanggapi


keraguan bocah kecil di sampingnya “juga,, bagaimana bisa mendapatkan ijin masuk bila penjaganya saja tidur”


Shou Yan membenarkan pernyataan Guo An dengan melihat para penjaga tidur lelap dengan tongkat sebagai penyangga ”lalu bagaimana caranya kita keatas”


“Begini” Guo An memegang tangan Shuo Yan lalu terbang menuju ke atas, tempat yang dekat akan energi langit saat di kota adalah menara "Energi alam di sekitar sini cocok untuk melatih tenaga Yan'er" batinnya


Shou Yan yang melihatnya merasa tidak percaya bahwa manusia bisa terbang seperti burung tanpa sayap.


Ini bukanlah hal yang mustahil untuk Guo An, jika seorang pendekar mampu menguasai teknik meringankan tubuh lalu menampung cukup tenaga dalam dan mengolah energi alam maka ia akan mampu melakukan hal yang sama


Saat mereka sampai dan mendarat di atas menara Shou Yan memberanikan diri untuk bertanya “ Bagaimana caranya kek..? ajari aku kek..?” mungkin jika ia bisa terbang maka tak perlu lagi jalan saat bepergian


Guo An menjitak kening Shou Yan dengan sedikit kesal “ Jangan merangkul pulau dengan dua tangan Yan’er”


“Maksudku,, jangan terlalui mengejar ambisi, semua butuh proses Yan’er dan kakek bukan terbang tapi menggunakan Chi” Guo An mecoba menjelaskan tetapi penjelasannya mungkin tidak seperti apa yang di inginkannya


“Chi..?” Shou Yan masih belum mengerti dengan apa yang di sampaikan pria sepuh di depannya


Ia mungkin belum bisa mengajarkan cara menggunakan energi alam atau chi, tetapi ia bisa mengajarkan cara yang lain “ Bagaimana kalau aku mengajarimu Teknik Tangan Kosong”


Shou Yan yang mendengar akan di ajarkan Teknik Baru membuat semangatnya bangkit kembali “ Teknik Tangan Kosong?“


Teknik Tangan Kosong bisa berguna saat tidak mempunyai senjata atau bisa di katakan untuk tidak bergantung pada senjata terutama senjata pusaka, yang dimana senjata pusaka terbagi menjadi tiga bagian.


Pusaka Alam yang sering di gunakan oleh prajurit dan pendekar pada umumnya, pusaka Dunia dimana senjata ini hanya berjumlah dua puluh dan pusaka Dewa konon hanya ada tujuh yang tersebar di penjuru Benua


“..dan ada juga kitab seratus obat milik Tong Pao..” Pencipta kitab ini di juluki sebagai sang penyelamat karena keahliannya menemukan penawar dari penyakit yang sulit di sembuhkan dan tak jarang mengobati para pendekar yang terluka dalam


“Lalu di mana tabib Tong Pao ini kek” Shou Yan bertanya dengan antusias

__ADS_1


Guo An menghela nafas panjang sebelum melihat ke arah bulan di langit “ia di bunuh oleh sekte hitam karena menginginkan kitab ciptaannya”


Shou Yan menunduk sejenak sebelum mengepalkan tangan ke arah yang sama dengan yang di lihat Guo An “ Aku akan menjadi lebih kuat lagi” batin Shou Yan. Dengan menjadi kuat ia akan bisa melindungi siapapun yang membutuhkan pertolongan


Guo An yang melihat semangat dari tatapan mata Shou Yan membuat dirinya ikut bersemangat “Baiklah,, bersiaplah untuk pelajaran selanjutnya Yan’er” Guo An mempersiapkan kuda-kudanya “Baik kek”


Guo An memperagakan teknik tangan kosong milknya dan di ikuti oleh Shou Yan


“Kepalkan tangan kirmu dan gunakan tapak tanganmu..”


“Baik kek”


“..Lebarkan sedikit kakimu..”


“Baik kek”


Shou Yan menangkap sebelas dari dua puluh satu gerakan milik Guo An “Gerakan harus cepat dan kuat Yan’er” Guo An mengubah posisi latihnya menjadi posisi menyerang


“Ka-kakek..” Shou Yan yang terkejut dengan serangan Guo An membuatnya tidak siap untuk memasang kuda-kuda.


“Di dalam pertempuran tidak ada yang namanya menunggu Yan’er..” Guo An menjelaskan sambil menyerang Shou Yan


Seiringnya waktu, Shou Yan menangkap maksud dari Guo An dan memperbaiki cara pernafasan, menyiapkan fisik dan melihat gerakan lawan


Guo An yang menyadari perubahan dari gerakan Shou Yan membuatnya sedikit tersenyum “ fokuskan pikiranmu Yan’er”


Shou Yan mengalirkan tenaga dalam di kedua tangan dan mengubahnya menjadi posisi menyerang, sampai keduanya terlihat seimbang


Dari latihan ini menimbulkan getaran di bangunan menara, tak jarang benturan energi mereka membuat lantai yang di pijaknya terlepas dari tempatnya dan menjadikannya batu kerikil


Kedua penjaga yang tertidur pulas terbangun karena merasakan sebuah getaran “Apa yang terjadi..?”


“Gempa ? oh tidak.. ini bersumber di atas menara”


Tanpa pikir panjang keduanya menaiki anak tangga dan sesampainya di atas mereka tidak melihat satu orang pun kecuali hasil latihan tanding Shou Yan dan Guo An


“kenapa bisa seperti ini,, ini pasti ulah binatang iblis”


“Tidak,, ini bekas latih tanding” penjaga menara menepis tebakan temannya karena tidak melihat ada binatang iblis masuk ke dalam kota.

__ADS_1


“Bagaimana kamu bisa yakin..?”


“Lihatlah..” Salah seorang penjaga membenarkan perkiraannya dengan menunjukkan bekas tapak kaki yang masih terlihat baru “Sungguh luar biasa” batinnya


__ADS_2