
“Pembelah Langit..!”
“Tombak Dewa Api”
Shou Yan menyerang dengan mengangkat pedangnya, Zhong Li ikut menahannya dengan menggunakan Tombak terbaiknya
Kedua senjata tersebut saling bertemu namun tidak ada yang terluka, Shou Yan mengubah posisi menyerangnya dengan melompat sambil berputar
Zhong Li menyadari tujuan dari lawannya dan memutuskan untuk menyerang terlebih dahulu, saat merasa berhasil melukai Shou Yan tiba-tiba sosok tersebut perlahan menghilang “Sebuah bayangan..!?”
Sebelum Zhong Li menyerang, Shou Yan sudah terlebih dahulu menggunakan langkah angin untuk menghindar dan berada di belakangnya
“Dengan jarak sedekat ini, kau tidak akan bisa menghindar..!” Shou Yan menguatkan pondasi tubuhnya lalu menghela nafas sambil mengumpulkan tenaga dalamnya
Saat sudah terkumpul ia mengalirkannya ke sebilah pedangnya yang hampir patah “Pembelah Langit”
Zhong Li menyadari jika lawannya telah menunggu waktu yang tepat untuk berada di titik butanya namun semua itu sudah terlambat “Celaka-“
Untuk menjangkau musuh yang dekat ia harus menarik ujung tombaknya dan kembali menyerang tetapi ia hanya bisa menahan serangan cepat dari lawannya. Seketika Zhong Li terdorong mundur sembari menahan tebasan Shou Yan hingga keluar arena
“Aku tidak akan kalah..!?” Zhong Li menegaskan niatnya namun saat hendak kembali menyerang wasit menyentuh keningnya dan seketika tidak bisa bergerak “Tu-tubuhku”
“Sebaiknya kau hentikan”
“Aku tidak bisa berhenti di sini, Menyingkir kau..!” Ia memaksa agar tubuhnya kembali bisa di gerakkan namun sebelum berhasil Hu Tao sudah melumpuhkannya
Hu Tao bergerak cepat ke belakang Zhong Li dan memukul pelan di pundaknya “Haih... Maafkan aku”
Perlahan kesadarannya mulai memudar namun sebelum sepenuhnya kehilangan kesadaran ia melihat lawannya menundukkan badannya sebagai tanda memberikan hormat “Shou Yan..? Akan ku ingat namamu” Batinnya
Hu Tao melihat keadaan sudah terkendali dan meminta Tabib untuk segera membawa Zhong Li ke ruang perawatan
Setelah mendapatkan kemenangan, Shou Yan kembali duduk ke bangku peserta, belum sampai lima detik ia sudah di kerumuni oleh Senior lainnya kecuali Bao Yu
“Adik.. bagaimana cara melakukannya..?”
“Darimana kau belajar semua itu..?”
“Apa kau punya Guru pribadi..!? Apa ada dia juga mau melatihku..?”
__ADS_1
“Te-tenanglah Senior... Aku akan menjawabnya pelan-pelan saja” Ucap Shou Yan sambil meneteskan keringat, bertarung dengan Zhong Li lebih dari cukup untuk membuatnya lelah apalagi mendapatkan berbagai pertanyaan dari para Seniornya
“Kalian tidak perlu bereaksi berlebihan, kita mempunyai guru yang sama tapi kekuatannya berbeda” Ujar Bao Yu sambil menyilangkan kedua tangannya, ia tidak percaya jika Shou Yan mampu melakukan teknik di luar ajaran Guru Sekte
“Kecuali.. kau diam-diam mempelajari ilmu kitab rahasia”
Shou Yan kebingungan setelah melihat tatapan penuh curiga dari Bao Yu, sebab tebakan yang dia lemparkan hampir tepat namun ia juga tidak bisa memberitahukan kebenarannya
“Apa mungkin.. Senior Bao mengetahui kitab sembilan Yin..? Tapi itu mustahil” Batin Shou Yan, ia mencoba menenangkan diri sebelum menjelaskan
“Junior mempelajarinya dari latihan fisik yang di berikan oleh ka- maksudku Guru Guo”
“Benarkah..? Kenapa aku tidak tahu”
“Dasar bodoh, itu karena pikiranmu cuma ada makanan” Salah satu Seniornya memukul rekannya yang agak sedikit gemuk
“Cih.. Dasar penbual” Ucap Bao Yu dengan nada pelan, ia hanya berdiam diri tidak menunjukkan ekspresi apapun mengenai kemenangan Shou Yan kecuali ambisinya untuk menjadi pemenang
Sedangkan Fan Cou sendiri tidak begitu tertarik dengan kemampuan muridnya, sebab Liu Shan pernah membicarakan tentang kekuatan aneh dalam diri Shou Yan “Mungkin ini yang di maksud oleh Ketua Liu” Gumamnya
Pertandingan sempat tertunda 15 menit karena arena harus di perbaiki setelah pertarungan kedua, Hu Tao mengamati bekas tebasan yang Shou Yan lancarkan dan itu membuatnya sedikit penasaran
“Anak ini.. mempunyai tenaga dalam yang tinggi” Ucapnya sambil memeriksa setiap goresan yang di timbulkan oleh Shou Yan
Dengan bergumam sambil menghitung ruas jarinya, ia menemukan hal yang berbeda tapi mempunyai makna yang sama “Ada di mana tahun masehi di sebut sebagai tahun Naga atau penduduk di daratan selatan menyebutnya sebagai Shou”
Hu Tao memperhatikan pemuda tersebut dengan seksama namun melihat tinggi fisiknya ia berfikir Shou Yan telah berumur sembilan tahun sedangkan tahun Naga telah muncul 7 tahun lalu “Mungkin aku terlalu banyak berfikir”
Melihat arena sudah tertata rapi, Hu Tao mengumumkan peserta selanjutnya. Bahkan sebelum memanggil nomor peserta sudah ada dua murid di atas arena yang sudah tidak sabar untuk memulai pertandingan
Di sebelah kiri terdapat pria dengan senjata golok dari Sekte Menengah dan di sebelah kanan sudah ada seorang Gadis dengan memakai pakaian biru muda berlambangkan Bunga Lotus
Hu Tao memperhatikannya dari atas maupun bawah namun tidak menemukan senjata di sekitar tubuhnya lalu ia memutuskan untuk bertanya lebih dekat “Adik kecil, mana senjatamu..?”
Dalam peraturan pertandingan memang tidak di sebutkan bahwa peserta wajib bertarung menggunakan senjata, tetapi akan sangat beresiko bila gadis tersebut melawan golok dengan tangan kosong
Jika masih berniat untuk bertarung tanpa senjata maka Hu Tao tidak bisa mengijinkannya bertarung sebab akan membahayakan nyawanya
Gadis yang berumur delapan tahun tersebut memakai kain penutup dan hanya terlihat kedua matanya yang menatap tajam
__ADS_1
Gadis tersebut memandang Hu Tao sebelum melihat ke arah lawannya, ia mengangkat tangannya lalu muncul bongkahan energi yang memadat dan berbentuk seperti pedang
“Dia sudah menguasai pengubah tenaga dalam..!”
“Bahkan di usia yang sangat muda”
“Tidak hanya itu, ia bahkan menguasai pengendalian Energi Chi”
“Apa ini cukup..?” Ucap Gadis tersebut
Hu Tao batuk pelan setelah mengetahui ada seorang anak yang mampu mempelajari ilmu tingkat tinggi di usia yang sangat muda, ia bisa menebak jika gadis tersebut adalah murid jenius di dalam Sektenya “Kau memiliki masa depan yang cerah” Batinnya
Hu Tao memandangi lawannya yang ketakutan karena gadis dari Sekte Lotus mengeluarkan Kemampuan yang seharusnya di lakukan oleh pendekar tingkat tinggi
Keduanya mendekat ke tengah arena dan saling mengenalkan diri
“ Sue Yu dari Sekte Bunga Lotus”
“Lo Pu dari Sekte Golok Dewa”
Hu Tao merasakan pemuda tersebut sedang mengendalikan rasa takutnya, dengan keahliannya yang masih berada di ranah Menengah tentu akan sulit untuk melawan Gadis yang mempunyai aura dingin
Wasit mengangkat tangannya sebagai tanda di mulainya pertandingan
Lo Pu menggunakan senjata untuk menyerang namun Sue Yu juga tidak ingin membuang banyak waktu dengan mengayunkann Pedangnya
Lo Pu terkejut dengan serangan yang tiba-tiba hingga membuat senjatanya tidak kuat untuk menahan tebasan dari lawannya
Golok kesayangannya terbelah menjadi dua dan ia terlempar jauh dari tengah arena hingga sampai ke tembok penonton
“Pemenangnya adalah Sue Yu dari Sekte Bunga Lotus”
__ADS_1