Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 16. Shou Yan vs Xiao Lung bag 2


__ADS_3

Setelah pertandingan di mulai Xiao Lung mencoba untuk menyerangnya secara langsung, dengan teknik berpedang miliknya, bisa dikatakan ia setara dengan Pendekar ranah Bumi tahap empat, berbeda jika ia mengombinasikan teknik berpedangnya dengan menggunakan tenaga dalam.


Shou Yan sadar bahwa tidak ada peluang untuk bisa menang, akan tetapi ia tidak menyerah dan mencoba untuk menghindar sampai menemukan waktu yang tepat untuk kembali menyerang


“lihatlah,, benar tebakanku,, bocah itu tidak akan bisa mengalahkan gadis itu”


“Benar saja, dia bahkan hanya menghindar”


“bocah itu bahkan tidak bisa menggunakan senjata apapun”


Mei Hwa mendengar bisikan penonton yang menghina Shou Yan membuatnya ingin memukulnya sekeras mungkin tetapi apa yang di katakan mereka ada benarnya juga, Mei Hwa sering melihat Guo An hanya mengajarkan olah fisik dan pernafasan namun ada hal yang membuatnya merasa aneh “Kapan Yan’gege berlatih dengan tangan kosong..?”


Meski usia Shou Yan lebih muda dari dirinya, tidak sedikitpun berfikir untuk meremehkan lawannya “Menyerahlah,, kau bahkan tidak bisa menyentuhku”


Shou Yan beberapa kali menghindar dan sesekali memberikan serangan “Aliran Air Pemecah Batu”


Xiao Lung yang telah melihat teknik tersebut mencoba untuk menghindar sekaligus menyerang “Teknik yang sama tidak akan berhasil terhadapku”


Dari Pertarungan ini sudah terlihat siapa pemenangnya “Pemuda itu tidak bisa menang melawan Xiao Lung” Jiang Qe dapat melihat kondisi Shou Yan yang terus terdesak


“Terlalu cepat untuk menentukannya sekarang Tertua Jiang..” Dilihat secara umum Xiao Lung memang unggul dengan menggunakan senjata “Tetapi jika dilihat secara seksama..”


“Apa maksudmu Tetua Liu..?”Jiang Qe tidak mengerti apa yang di maksud oleh ketua sekte


Liu Shan tertawa sejenak sebelum menjawab keraguan Pria sepuh di dekatnya “Lihatlah sampai selesai Tetua Jiang“ dengan sedikit senyuman diwajahnya sambil mengelus janggutnya


Yie Ji melihat secara dekat pertandingan dan mengetahui hal yang tak terduga “Bocah ini,,”


“Ke-kenapa kau bisa,,” Xiao Lung mulai merasa geram, setiap serangan yang ia lancarkan tidak satupun mengenai kulit Shou Yan


Para penonton mulai bosan dengan pertandingan ini, bahkan tak jarang yang mulai melempar botol minuman ke tengah arena


“Yan’er,, kau memang anak yang nakal” Guo An yang melihat dari atas menara melihat dengan jelas bahwa Shou Yan sengaja menghindar dan memberikan serangan yang tak berarti “Salah Satu hal yang harus di perhatian dalam pertempuran adalah..”

__ADS_1


“Kelemahan” batin Shou Yan, jika di bandingkan dengan lawannya ia masih jauh di bawahnya karena pengalam berpedang dan juga bimbingan dari Tetua Sekte. Saat Shou Yan menjaga jarak ia melirik kearah kursi penonton paling mewah di bagian atas bangku penonton


Liu Shan yang melihat tatapan mata kearahnya hanya mengangguk pelan. Shou Yan terkejut saat melihat pria sepuh dengan umur 60 tahun-an itu mengangguk pada dirinya ”Jangan salahkan aku kakek tua”


Sudah belasan gerakan yang di keluarkan tetapi situasi menjadi lebih tidak terkendali saat bocah di hadapannya tidak melihat karahnya “Sudah ku bilang,, lihat kemana kau” Xiao Lung menggunakan Teknik khusus yang hanya di pelajari oleh Guru Sekte “Tarian Pedang Kematian”


Shou Yan mulai mengatur nafas dan mengeluarkan teknik ajaran Guo An, meski hanya menguasai sebelas jurus dari dua puluh satu teknik ia mampu menguasainya dengan baik dan dalam sekejap semua penonton terpana dengan gerakan yang di keluarkan Shou Yan


“Aliran Air Pemecah Batu”


“Ular pemangsa iblis”


“Cengkraman Harimau”


Xiao Lung hanya menangkis serangan Shou Yan dengan menggunakan sebilah pedangnya, sampai akhirnya terpukul mundur bersamaan dengan retakan pedang miliknya, akibat menahan serangan lawannya “Ba-bagaimana mungkin?”


“Whoaaa” Para penonton yang awalnya mencibir Shou Yan mulai berubah seketika dan menyemangatinya termasuk Mei Hwa yang terpana dengan keseriusan Pria di hadapannya “Yan’gege”


“Pengguna Tangan Kosong..?” Liu Shan berdiri saat Shou Yan menggunakan jurus yang pernah ia kenal


Liu Shan mengabaikan pertanyaan Jiang Qe dengan mencari seseorang di dalam arena, sampai ia melihat satu tempat di atas menara lalu menyipitkan mata “itu.. Senior Guo” gumamnya


Dia tersadar akan kehadiran Guo An sehingga membuat tubuhnya bergetar hebat. Guo An merasakan seseorang sedang memfokuskan energi pada dirinya, lalu memberikan hormat sebelum meninggalkan tempat pijakannya dan menuju ke tengah hutan


Liu Shan membalas hormat pada Guo An sebelum kembali duduk. Jiang Qe yang melihat pria sepuh di sampingnya tidak mengerti kepada siapa ia memberikan hormat “Mungkin Orang tua sudah gila” batin Jiang Qe


Menanggapi tindakan Liu Shan yang tidak memberi penjelasan padanya, Jiang Qe memutuskan untuk diam dan melanjutkan melihat pertandingan


Saat Shou Yan ingin menyelesaikan pertandingan, ia mendengar suara yang tak asing di telinganya “Yan’gege,, berjuanglah..!” Mei Hwa berteriak lebih kencang dari suara penonton, dengan begitu suaranya akan sampai pada Shou Yan


Mendengar teriakan Mei Hwa, ia menghentikan langkahnya “Hwa’er,,? Kenapa ada disini..?” tak lupa Shou Yan memberikan lambaian tangan ke arah bangku penonton di tempat Mei Hwa berada


Saat pandangan Shou Yan teralihkan, Xiao Lung tidak menyiakan kesempatan “Tapak Mawar berduri”

__ADS_1


Mei Hwa yang melihat gadis tersebut menuju kearah Shou Yan, ia mencoba untuk mengingatkan “Yan’gege,, awas..!”


Shou Yan menoleh lalu teringat bahwa sedang dalam pertarungan, dengan jarak hampir satu meter dan tanpa persiapan Shou Yan ikut mengeluarkan teknik yang dia kuasai “ Tapak Besi ”


Kedua tapak tersebut saling bertemu, dengan sekuat tenaga Shou Yan mengeluarkan semua sisa kekuatan yang ia miliki namun niatnya terhenti saat melihat tetesan air mata mengalir di pipi Xiao Lung “Kau-,,”


Secara bersamaan Shou Yan menarik tenaga di tangannya sampai tapak Xiao Lung mengenai dada Shou Yan “agh..”


Alis Xiao Lung terangkat saat melihat Shou Yan terkena tapak miliknya, bahkan untuk mengimbangi Tapak milik Shou Yan, ia mengeluarkan hampir seluruh kekuatannya “Tapi Kenapa..?”


“Cukup..!”


Yie Ji menghentikan pertarungan dengan keadaan Shou Yan yang keluar dari arena “Pemenangnya Gadis Mawar Putih.. Xiao Lung”


Suara teriakan penonton memenuhi seluruh arena, kecuali Mei Hwa yang merasa sedih dengan kekalahan Shou Yan, tanpa pikir panjang ia melompat dari pagar pembatas dan menghampiri Shou Yan “ Yan’gege..”


Shou Yan terbaring di atas tanah dengan pandangan menatap ke arah langit serta darah di tepi bibirnya, dengan kesadaran yang hampir hilang Shou Yan merasa ada sesorang yang memeluknya “Hwa’er,, kau kah itu,,?”


Dengan air mata yang membasahi pipi “Yan’gege,, bangunlah,, Yan’gege,,!?” Mei Hwa memandangi wajah Shou Yan, dia masih tidak percaya dengan situasi saat ini. Dengan hasil yang akan di menangkan, dia berencana untuk membuatkan makanan terenak yang pernah dibuatnya, namun semua menjadi sia-sia


Sebelum memejamkan mata, Shou Yan memegang pipi Mei Hwa yang telah basah dengan air mata “Hapuslah air matamu Hwa’er” terfikir di benak Shou Yan bahwa tidak ada gunanya menangisi anak desa yang bahkan tidak punya pakaian yang mewah


Melihat seorang gadis begitu peduli pada Shou Yan bahkan tidak ragu untuk mengeluarkan air mata membuat Xiao Lung merasa dilema, melihat paras wajahnya ia yakin kelak gadis itu akan tumbuh menjadi gadis yang cantik “Kau kah yang bernama Mei Hwa..?”


Mei Hwa mengangguk pelan saat Xiao Lung mendekatinya, “Yan’gege.. aku janji tidak akan memukulmu lagi.. jadi.. bangunlah” Mei Hwa tidak bisa menahan tangisnya bahkan membuat kantung matanya memerah


“Maaf Shou Yan, Aku tidak berniat untuk..” Xiao Lung merasa bahwa dia adalah orang terkuat yang pernah ia lawan sebelumnya, namun tidak terfikirkan bahwa tenaga yang akan di keluarkan akan membuatnya terluka


“Jika boleh bertanya, kenapa Tuan Muda melakukan hal itu” Xiao Lung merasa tidak terima jika kemenangan yang dia dapat karena rasa belas kasihan, jika harus kalah ia akan menerima dengan bangga karena itu memang keinginannya


Saat Shou Yan melihat Xiao Lung melatih muridnya, ia merasa ada kesedihan yang mengahantui gadis tersebut dan saat kedua tapak mereka bertemu membuat Shou Yan ingat akan kesedihan yang ia alami. Shou Yan tersenyum tipis saat melihat Xiao Lung sebelum akhirnya menutup mata


“Tuan Muda..”

__ADS_1


“Yan’gege..”


__ADS_2