Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 65. Serangan malam


__ADS_3

Menurut rencana, Shou Yan akan menyelinap masuk dan menangkap ketua Klan Gagak Hitam. Sedangkan Ouyang dan petinggi kota akan mencoba membebaskan beberapa keluarga mereka yang di tangkap serta membebaskan kolonel dan beberapa penduduk


Alasan Ouyang tidak berani untuk melangkah pergi dan lebih memilih tinggal di ruang bawah tanah adalah karena istrinya masih tertangkap dan keluarga dari petinggi kota juga ikut di tahan


Bahkan kolonel yang sebelumnya di tugaskan untuk meminta bantuan ke kota terdekat juga ikut tertangkap


Dengan tertangkapnya mereka, membuat Ouyang dan beberapa rekannya berhenti untuk memberikan perlawanan


Sampai tiba beberapa hari yang lalu muncul sosok pria sepuh dengan tongkat giok di sebelah tangannya yang memberikan nasehat agar kembali melawan ketika datangnya kereta kuda dari arah selatan dan setelah itu muncul Rombongan Fan Cou


Malam mulai berlalu, dua penjaga pintu yang sebelumnya menjaga ruangan bawah tanah masih belum mempercayai Shou Yan, saat mereka melihatnya keluar sambil tersenyum lebar membuat keduanya seketika merinding


Sejak saat itulah, mereka memberikan hormat sambil menundukkan kepala karena aura hitam yang menyelimuti tubuhnya muncul bersamaan dengan senyuman di wajah Shou Yan


Malam semakin dingin dengan aura membunuh yang terpancar dari para petinggi kota dan beberapa pengawalnya


Shou Yan berdiri di atap rumah sambil memandang bangunan paling tinggi di kota yang ia duga adalah tempat pemerintahan yang dimana terdapat ketua klan dari Sekte Gagak Hitam di dalamnya “Perasaan ini.. seperti yang kurasakan saat bertemu Pembunuh Bersaudara pertama kali” Ucap Shou Yan sambil memegang dadanya


“Aku merasa darahku menjadi lebih panas”Gumamnya


Dinginnya malam tidak membuat beku aliran darahnya, tetapi apa yang telah ia lakukan akan menjadi beresiko karena bertindak tanpa sepengetahuan Tetua Fan


Sejak memasuki kota ia dan rombongannya telah di sambut oleh segerombolan pengemis, mungkin wajar jika beberapa penduduk di salah satu kota tidak mempunyai kekayaan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari


Namun tepat setelahnya, terdapat penduduk yang memakai pakaian serba mewah, memakan makanan yang enak, tanpa memikirkan orang lain itu sungguh membuatnya geram


Lebih parahnya lagi, semua dapat terjadi karena perbuatan Sekte Gagak Hitam yang merebut kekuasaan dengan paksa. Inilah yang menjadi alasan kuatnya untuk ikut dalam rencana Ouyang


Shou Yan tersadar dari lamunannya dan mendengar siulan burung “Sudah di mulai”


Ia melangkah pergi setelah mengerti sinyal yang di berikan oleh Ouyang, untuk menghindari prajurit yang sedang berpatroli, menggunakan atap rumah rumah sebagai pijakan adalah langkah yang tepat


Shou Yan berhenti di salah satu rumah dan melihat sebuah bangunan dengan tiga lanta serta tembok yang mengelilinginya, di depan pintu gerbang terdapat dua penjaga serta empat prajurit yang berpatroli, memutari bangunan tersebut


Ouyang memberitahu bahwa ia boleh melumpuhkan penjaga yang tidak memakai kain kuning di lengan kirinya tetapi membiarkan prajurit kota, karena sebenarnya mereka tidak tahu bahwa yang memerintah bukanlah bangsawan yang sesungguhnya


Shou Yan memusatkan perhatiannya pada dua penjaga pintu tersebut dan tidak menemukan kain yang di maksud oleh Ouyang “Berarti mereka musuh”


Melihat prajurit yang berpatroli sudah tidak terlihat dan mengamati situasi sudah aman, baru lah Shou Yan muncul lalu berjalan pelan di hadapan mereka


“Siapa kau..!?”


“Siapapun dinlarang mendekati tempat ini tanpa ijin..!?”

__ADS_1


Ucap keduanya secara bergantian sembari mengacungkan tombaknya. Perlahan, sinar bulan menerangi bayangan tersebut dan terlihat seorang pemuda berjalan menghampiri mereka


Sosok pemuda tersebut mendekati para penjaga sambil menahan senyumnya, dengan begitu bisa menurunkan keawaspadaan para penjaga


“Haih.. anak kecil rupanya, siapa namamu nak..? Di mana orang tuamu..? Dan kenapa kau bisa sampai kesini..?”


Rekan sebelah kanannya mencium aroma amis dan menemukan noda merah di baju yang di kenakan pemuda tersebut “Awas..! Dia mus-..!”


“Ap-“


Shou Yan menebas dua penjaga secara bergantian namun dengan kecepatan yang ia miliki tidak akan sampai menimbulkan keributan


“Aku harus cepat” Shou Yan meneruskan langkahnya sebelum prajurit yang berpatroli menemukan dua jasad yang sudah tergeletak tanpa nyawa


Shou Yan sampai di pintu masuk, saat situasi sudah terlihat aman barulah ia membuka pintu dan betapa terkejutnya ketika menemukan puluhan prajurit di lantai dua dengan panah yang sudah siap lepas dari busurnya


“Aku pikir.. sekumpulan serigala,,, ternyata hanya seekor tikus” Ucap salah seorang pria dengan pakaian baju perangnya serta tombak di sebelah tangan


Shou Yan tersenyum kecut saat menanggapi ucapan pria tersebut “Tapi tikus lebih cerdas daripada singa” Ujarnya sambil menghunuskan pedang


Pria tersebut merasa tersinggung dengan ucapan bocah yang tidak tahu tempatnya, dengan melambaikan tangan, puluhan prajurit melepaskan anak panahnya


Shou Yan menghela nafas panjang sebelum menggunakan kecepatan berpedangnya untuk menghindari puluhan anak panah tersebut


“Apa yang kalian lakukan..!?”


“Maaf Wakil Kolonel, kita kehabisan anak panah” Ucap salah satu prajurit


Tanpa mereka sadari, puluhan panah telah mereka arahkan pada Shou namun karena pemuda tersebut tidak melangkah satu jengkalpun membuat mereka lupa bahwa itu adalah panah terakhir


“Dasar bodoh.. serang dengan tombak kalian..!”


“Baik”


Puluhan prajurit turun ke lantai satu untuk kembali menyerangnya


Sesampainya di tengah tangga, mereka disambut oleh pemuda yang sebelumnya telah mereka hujani panah “Aku sudah menunggu kalian”


Melihat banyaknya prajurit yang turun ke lantai satu membuat Shou Yan memanfaatkan situasi, dengan baju perang serta senjata berat, mereka hanya bisa turun melewati anak tangga secara bergantian


Tanpa menunggu lama, Shou Yan menyerang mereka dengan bilah pedang yang sudah teraliri tenaga dalam, setiap tombak yang terkena pedangnya akan patah bahkan ada yang hancur


Shou Yan sengaja menghancurkan senjata mereka terlebih dahulu agar menurunkan mental musuh sebelum menebas leher mereka dan tak jarang terkena pukulan tapak besi

__ADS_1


Wakil kolonel melihat puluhan prajuritnya terbunuh satu persatu membuat tangannya gemetar, ia tidak menyangka jika tikus yang dia maksud mampu membunuh puluhan singa


Sampai ketika salah satu prajuritnya jatuh di hadapannya dengan tubuh yang berlumuran darah


“Sekarang, giliranmu..” Ujar Shou Yan sambil menatapnya tajam


“Ma-mati kau...!?” Pria tersebut menyerang Shou Yan sambil berteriak keras


Dengan mudah Shou Yan menghancurkan ujung tombaknya dan membelah perutnya “Haih.. apa pantas seorang pemimpin memegang senjata dengan tangan yang bergetar”


Shou Yan berbicara sendiri sambil melihat jasad pria tersebut dengan mata yang masih terbuka, dengan sambutan yang seperti ini, membuat ia berfikir bahwa rencana Ouyang sudah di ketahui sebelumnya


Ketika Shou Yan naik ke laintai dua, ia kembali di serang secara tiba-tiba oleh pria dengan gada besar di tangannya, serangan yang ia terima membuat bilah pedangnya retak


“Ohh... kau mampu bertahan rupanya”


***


“Tuan Ouyang, bukankah kita sudah lama menunggu..?”


“Benar Tuan, seharusnya pemuda bernama Shou itu memberikan siulan ketika berhasil menyusup”


Ouyang memandangi rekannya secara bergantian, ia bersama kelompoknya masih bersembunyi dalam sebuah rumah yang tak jauh dari kediaman pemerintah


Setelah lama berdiskusi, mereka memutuskan untuk bergerak tanpa menunggu sinyal dari Shou Yan


Dari kejauhan, mereka di sambut oleh dua jasad yang sudah tergeletak tak bernyawa “Mereka sudah terbunuh 10 menit yang lalu” Ucap Ouyang


“Dasar bocah, sudah di bilang untuk menangkap mereka”


“Seperti kataku,,, kita tidak seharusnya memasukkan bocah dalam rencana ini”


“Cukup..!” Ouyang sudah merasa pusing dengan tindakan yang dilakukan oleh Shou Yan, namun ini bukanlah waktu yang tepat untuk berdebat “Kita harus tetap pada rencana”


“Baik Tuan Ouyang”


**//**


Silahkan like, vote jika kalian suka dengan karya kami..


Jika ada kritik dan saran, silahkan coment di bawah ya..


Agar karya kami bisa berkembang dan jadi lebih baik lagi

__ADS_1


Xiexie.. :-)


__ADS_2