Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
6. Ch. Pendekar Sembilan Jari


__ADS_3

***


“Haih,, hawa dingin ini membuatku tidak nyaman” Guo An sesekali menghela nafas karena menyadari Shou Yan belum kembali dari latihan pertamanya


Guo An merasakan hawa dingin berasal dari hutan “Mungkin ada sesuatu yang akan terjadi” Guo An tersadar dari lamunannya, sampai Guo An mendengar suara hewan berlarian dari hutan.


Melihat sesuatu yang tidak beres, Guo An mengambil tongkat yang sudah lama ia simpan dalam kamar “ Setelah sekian lama,, kita akan kembali lagi kepermukaan” sambil memegang tongkat lamanya.


Guo An melesat cepat ke udara untuk melihat apa yang terjadi di tengah hutan, tidak sulit menemukan keanehan di hutan sampai ia menemukan seorang jendral di kelilingi orang bertopeng “Mungkin aku akan sedikit olahraga” Guo An turun dari atas membuat pandangan semua orang tertuju padanya.


“Baiklah,, siapa di antara kalian yang melihat anak laki-laki lewat sini?” Guo An bertanya dengan senyuman sinis.


“Orang tua ini,, sungguh tidak biasa” Pria bertopeng besi merasakan aura yang tidak biasa.


“Oh,, Tuan terlalu memuji” Guo An memberi hormatnya.


Lima Topeng besi mencoba menyerang Guo An menggunakan pisau beracun yang biasa digunakan pembunuh bayaran. “Keputusan yang salah,, Tapak Besi”


“Agh,,” Lima topeng besi terpukul mundur sambil memegang dada yang terasa panas.


“Tapak Besi!?” jendral Guan Ju tersedak ludahnya sendiri, dengan mudahnya bisa memukul mundur lima orang dengan satu teknik, namun teknik yang ia gunakan terasa tidak asing bagi Guan Ju.


“Sudah berapa nyawa yang kalian ambil!?” Guo An menyerang menggunakan tongkatnya.


Setiap tubuh memiliki beberapa titik vital dan Guo An selalu mengincar leher musuhnya.


“ini untuk orang yang kalian bunuh”


” tingkat pendekar Legenda? Ah tidak, mungkin pendekar ranah Surgawi” Alis Guan Ju terangkat ke atas saat melihat kecepatan gerak Guo An.


Dalam sekejap Guo An telah membunuh separuh dari pasukan topeng besi “Baiklah,, bisa kalian katakan dimana dia?”  Guo An sambil menatap topeng besi lainnya yang masih bernyawa.


Kelima Topeng Besi yang masih hidup bergerak mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak dari Guo An, sampai salah satunya menyadari hanya ada lima jagoan Pendekar di dunia ini yang mampu melayang di udara, Namun belum pasti apakah orang yang di hadapannya adalah salah satu dari lima jagoan dunia persilatan.


“Maaf Tuan, jika teman kami bertindak dengan kasar, bisakah kami tau siapa Tuan sebenarnya” Topeng Besi memberi hormatnya, meski dari golongan hitam dan tidak segan untuk membunuh siapapun tetapi di hadapan orang yang lebih kuat butuh keberanian yang cukup.


“Tuan tidak perlu kuatir, saya hanya kebetulan lewat saat mencari cucu saya” Guo An memberikan hormat


Salah satu topeng besi menyipitkan mata saat melihat Guo An memberikan hormat dan tersadar akan sesuatu “sembilan jari,,? ka-kau adalah Pendekar sembilan jari dari Selatan?”

__ADS_1


“oh,, tidak aku sangka masih ada orang yang tau, nama gelarku di dunia persilatan” Guo An melihat tajam.


“Maafkan kami jika telah menyinggung Tuan”


“Sudah aku katakan, orang tua ini hanya kebetulan lewat saja” Guo An mengibaskan tangannya.


“Beritahu saja, dimana cucuku?” imbuhnya


“Maaf Tuan, kami tidak mngetahui dimana cucu Tuan berada” Topeng Besi memberikan hormat dengan kucuran keringat yang deras.


Guan ju yang sedang terluka menghampiri Guo An dan membisikkan sesuatu di telinganya. “Apa cucu yang Tuan Pendekar maksut adalah Shou Yan?”


“Apa!? Mereka berniat membunuh Yan’er?” Guo An terkejut saat mendengar Shou Yan menjadi incaran.


“Aku tidak peduli dengan urusan Organisasi Bayangan Hitam, tetapi,,” Guo An mengeluarkan hawa pembunuh yang di arahkan kepada lima Topeng besi.


“Ini salah paham Tuan, Kami hanya di tugaskan untuk membunuh Putri dari kerajaan Sun, dan bocah yang Tuan maksut mencoba ikut campur da-,,“


“Diam!” Tidak ingin mendengarkan penjelasan mereka, Guo An dengan melepaskan hawa pembunuh dan bergerak menghampiri mereka.


“Cepat berpencar, laporkan berita ini kepada Ketua”


Guo An tidak ingin siapapun tau akan identitasnya dan memutusakan untuk tidak membiarkan siapapun lolos. Dengan kecepatan geraknya Guo An berada di setiap hadapan pria bertopeng  “Tongkat Pemukul Iblis”


“agh,,” Kucuran darah mengalir deras dari balik topeng besi yang mereka pakai.


Teknik di keluarkan Guo An, membuat kelima pria bertopeng menghembuskan nafas terakhirnya.


Guan Ju hanya mematung saat melihat pria tua yang sedang membunuh musuhnya dengan tongkat yang tumpul.


“Makanlah obat ini, dengan begitu tenagamu akan pulih kembali” Guo An memberikan pil peningkat tenaga dalam pada Guan ju sebelum mengejar Shou Yan “Semoga aku tidak terlambat”


Guan Ju duduk bersila untuk memulihkan tenaga sebelum ikut mengejar Guo An, karena Mei Hwa juga bersama Shou Yan “ Aku harus cepat ”


Guo An berlari menyusuri hutan sambil melihat di sekitar, sampai ia merasakan gelombang angin yang menghampirinya, “Di sana!” melesat cepat ke arah sumber angin


Guo An menyipitkan mata dan melihat pertarungan Shou Yan dengan Topeng Merah dari atas pohon “Mungkin dengan ini,, Akan terlihat jelas sampai dimana kekuatan yang dimiliki Yan’er” Dengan duduk, Guo An tidak lupa


untuk mengeluarkan kendi arak dari Cincin dimensi yang ia miliki.

__ADS_1


Tidak banyak orang yang meiliki cincin dimensi, Warna dari cincin tersebut mewakili angka atau jumlah barang yang dapat di tampung kedalamnya dan terbagi menjadi tiga warna.


Cincin biru menampung 100 item


Cincin merah menampung 1000 item


Cincin hijau menampung 10.000 item


Dan cincin dimensi yang dimiliki Guo An adalah warna hijau yang hanya berjumlah 10 cincin yang tersebar di dunia, bisa di katakan termasuk sepuluh item dunia.


Melihat pertarungan Shou Yan dari atas pohon mengingatkan masa kecil Guo An yang hanya anak desa yang mencoba melindungi sesuatu yang berharga, namun gagal. karena kegagalan ini,ia bertekat untuk menjadi lebih


kuat dan melindungi orang yang di kasihi.


Saat berkelana Guo An mendapatkan beberapa guru dan membuatnya menjadi lima jagoan dunia, namun entah kapan tujuan Guo An menjadi redup saat melihat kekuatan yang besar “Haih,, kenapa melihat Yan’er seperti melihat diriku di masa lalu “ Guo An meneteskan sedikit air matanya yang bahkan ia tidak tau kenpa air matanya menetes.


Melihat Kekuatan yang tidak biasa dari Shou Yan membuat matanya terbuka. Kekuatan yang luar biasa hanya akan mendatangkan masalah. Guo An melemparkan tongkat ke tengah pertarungan saat melihat Shou Yan tak sadarkan


diri sambil melindungi gadis kecil yang ia tebak adalah putri dari kerajaan Sun.


***


“Siapa kau ? tunjukkan dirimu pengecut!”


“Organisasi Bayangan Hitam memang tidak punya harga diri” Guo An menggelengkan kepala dan melemparkan kendi araknya ke arah Topeng Merah.


Topeng Merah menangkap dan menghirup kendi tersebut dan ternyata adalah “Arak,,? Orang tua yang masih minum arak hanya mengantarkan nyawa”


“Aku pikir itu sebaliknya”


Tubuh Topeng Merah bergetar hebat saat sumber suara yang ia dengar ternyata ada di belakangnya “Tapak Hantu “ dengan tanpa persiapan ia pun melancarkan serangan ke arah Guo An


“Kau sebut ini Hantu ? terlihat konyol bagiku” Tubuh Guo An tidak bergeming sedikitpun saat mendapatkan serangan. ” Tapak Besi” Guo An mengarahkan tepat ke jantung lawan.


Badan Topeng Besi terpukul mundur dan berhenti karena terhalang pohon di belakangnya “kenapa bisa?” Topeng Merah memegang dadanya yang sedang kesakitan, Topeng Merah cerah menjadi agak gelap karena darah yang keluar dari mulutnya, Sampai menghembuskan nafas terakhir.


“Tentu saja ini berbeda dengan tapak Yan’er” Guo An menjelaskan jika tapak yang di gunakan Shou Yan masih mentah, berbeda dengan tapak miliknya yang sudah sempurna dengan tubuh yang terlatih dan tenaga dalam yang cukup. “Haih,, kenapa aku berbicara dengan orang yang sudah mati”


Guo An berjalan mendekati Shou Yan, “Tuan Jendral kah ? bisakah kau membantuku membawa mereka? “ Guo Yan berbicara tanpa melihat Guan Ju.

__ADS_1


“Baiklah Tuan Pendekar” Guan Ju muncul dari balik pohon, “Bagaimana bisa,, dia tau jika aku bersembunyi” batin Guan Ju, sambil berjalan menghampiri Guo An dari belakang.


__ADS_2