
Setelah pertempuran pertama, Shou Yan sadar bahwa dirinya sangat lemah dan bertekad untuk menjadi lebih kuat di bawah bimbingan Guo An.
Tepat di halaman rumah Guo An melatih Shou Yan di mulai dengan menahan dua timba air di kedua lengan tangannya “Tahan kuda-kudamu Yan’er” Guo An memberikan arahan dengan sebatang kayu di sebelah tangannya
“Baik kek”
Guo An memberikan latihan dasar pada Shou Yan, dengan meningkatkan ketahanan fisik akan sangat diperlukan dalam sebuah beladiri.
Selepas Guan Ju bangun, ia melihat seorang pria sepuh sedang melatih anak kecil di bawah pohon sakura, merasa penasaran Guan Ju menghampiri mereka “Tuan Guo,, apa yang dilakukan Shou Yan?”Guan Ju melihat Shou Yan
menahan timba air di keduan lengannya
“ah,, Tuan Guan, aku sedang melatihnya “ Sebelum matahari terbit, ia mendatangi Guo An dan meminta untuk menjadikannya lebih kuat
“Latihan? untuk anak seusianya?” Guan Ju belum pernah melihat ada seorang anak yang punya ambisi untuk menjadi kuat di kalangan seusianya.
“Aku sudah memberitahunya untuk tidak terburu-buru namun,,” Melihat tekad Shou Yan, Guo An memutuskan untuk melatihnya, tentu dimulai dengan teknik dasar.
“Lalu apa rencanamu Jendral Guan?” Guo An menoleh ke arah Guan Ju sejenak, sebelum kembali melihat latihan Shou Yan
“Saya berencana ke kota terdekat untuk memberitahu istana tentang kondisi Tuan Putri melalui suara merpati”
Suara merpati yang di maksud Guan Ju adalah mengirimkan sebuah surat melalui burung merpati, hampir di setiap wilayah menggunakan burung merpati untuk mendapatkan informasi.
Perjalanan Mei Hwa ke Changnan adalah untuk menghadiri undangan makan malam atas hari kelahiran putra Fa Zheng yang ke enam tahun. Bisa di bilang undangan makan malam hanyalah alat politik untuk mendekatkan putra
Fa Zheng dengan Mei Hwa
Saat acara makan malam sudah selesai, Tuan Putri Mei Hwa hendak kembali ke Ibu Kota namun di tengah perjalanan, mereka dicegat oleh Organisasi Bayangan Hitam.
Beberapa prajurit yang mengawal Mei Hwa tewas saat mencoba mengulur waktu agar kereta yang membawa Mei Hwa dapat melarikan diri, dan entah kenapa saat mencoba melarikan diri Mei Hwa dan Guan Ju sampai di jalan, arah rumah Guo An dan Shou Yan berada.
Mendengar Guan Ju ingin memberitahu istana tentang kondisi saat ini, membuat Guo An menjadi waspada
“Mohon Tuan Guo menjaga Tuan Putri, selagi saya pergi ke Changnan ?” Jendral Guan Ju memberikan Hormat
“Selama Tuan putri berada di rumah ini, aku akan menjamin keselamatannya”
Guo An memegang pundak Guan Ju, berharap untuk tidak terlalu mencemaskan Mei
Hwa
“Terima Kasih Tuan Guo“ Guan Ju berniat mengambil kuda yang tersimpan di belakang rumah namun langkahnya terhenti oleh suara yang ia dengar
__ADS_1
“Aku harap Tuan Guan tidak melupakan tentang kemarin malam” Guo An mengingatkan
Yang di maksud Guo An adalah untuk tidak menjadikan Shou Yan alat negara dengan mengirimnya ke ibu kota dengan alasan menerima hadiah.
“Saya tidak berani Tuan Guo” Guan Ju memberikan hormat sebelum meneruskan langkahnya mengambil kuda dan menuju ke kota Changnan
“Changnan..? Istana..?” Batin Shou Yan bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi namun ia memutuskan untuk menunda pertanyaan dan fokus pada latihan
Matahari telah menyinari tubuh Shou Yan yang menandakan latihannya sudah berlangsung satu jam.
“Cukup Yan’er,, letakkan timba itu dan kita sarapan”
“Nanti kek, aku ingin meneruskan latihan” Menurut Shou Yan, menunda latihan selagi ada waktu adalah kesalahan
“Latihan itu penting namun jika tidak memperhatikan kondisi tubuh, itu akan menjadi kesalahan seorang manusia, apalagi seorang pendekar!?”
Mendengar kalimat yang keluar dari mulut Guo An, Shou Yan mengangguk pelan sebelum berjalan ke rumah. Saat keduanya hendak memasuki rumah, mereka mencium sesuatu yang harum dari dalam dapur
“Bau harum apa ini? “ Shou Yan yang pertama kali mencium aroma harum
“Ini aroma makanan yang enak, namun siapa yang memasak ?” Guo An yang bingung mencoba memutar otaknya
“Jangan-jangan?” Shou Yan dan Guo An berfikir sama, sebelum keduanya saling menatap.
“ah,, Tuan Guo dan Yan’gege sudah selesai berlatih ?” Suara gadis kecil yang tidak asing di telinga mereka.
“Hwa’er?”
“Tuan Putri?”
“Kenapa? apa tidak boleh aku menggunakan dapur kalian” Mei Hwa mengungkapkan rasa kekesalannya dengan kedua tangan di pinggang.
“Bukan begitu Hwa’er” Shou Yan mencoba menenangkan emosi Mei Hwa
“Tidak mengapa Tuan Putri, anggap saja seperti rumah sendiri” Guo An ikut menenangkan Mei Hwa
Mei Hwa mengerti kenapa semua orang selalu menaruh hormat padanya, dan itu semua karena ia adalah Putri dari seorang Raja. Namun hanya bersama mereka Mei Hwa bisa menjadi diri sendiri sampai akhirnya mempersilahkan
keduanya untuk duduk
Shou Yan merasa cacing dalam perutnya sudah mulai berpesta, ia menarik kursi di dekatnya untuk duduk dan di ikuti Guo An
“Ini adalah ayam kukus,, dan ini sayur tanpa warna,, dan ini,, “ Mei Hwa menjelaskan nama masakan yang ia sajikan.
__ADS_1
Niat hati Mei Hwa ingin memasak makanan khas bangsawan dan ia yakin Shou Yan dan Guo An belum pernah memakannya, namun bahan yang tersedia di lemari makanan hanya ada sedikit dan bahkan bumbu yang sering di pakai pelayan istana juga tidak ada.
“Hua’er,, ini kamu sendiri yang memasaknya?” Shou Yan ingin tidak percaya bahwa akan ada seorang gadis yang akan membuatkan makanan untuk dirinya.
“Jika Yan’gege tidak mau,, tidak usah makan”
“Tidak Hwa’er,, Pasti akan aku habiskan” Shou Yan merasa akan mati kelaparan jika membuat gadis kecil itu kembali marah.
“Mulai saat ini, Tuan Putri boleh memanggilku Kakek” Guo An memegang janggutnya dan sedikit tersenyum.
Mei Hwa menangkap maksud Guo An“Bu-bukan itu maksudku tapi,, baiklah jika kakek memaksa” ia hanya menunduk malu dengan warna merah di pipinya, tidak pernah menyangka jika niat baiknya bisa membuahkan hal yang tidak terduga.
“Baiklah, bagaimana kalau kita bersama?” Guo An mencoba menawarkan Mei Hwa untuk duduk dan makan bersama
Dengan suasana yang sedang bagus dan juga ia belum memakan sesuatu, Mei Hwa ikut menarik kursi di dekatnya dan mulai makan bersama
“Selamat Makan,,”
Sebelum Mei Hwa memulai makan, ia sempatkan untuk melihat Shou Yan karena ini adalah makanan pertama yang ia buat “Bagaimana Yan’gege?” gadis kecil itu berharap mendapatkan pujian dari seorang anak lelaki yang rakus di sampingnya.
“Ini sungguh enak” Shou Yan memenuhi mulut kecilnya dengan makanan.
“Benar, rasa yang keluar dari dalam daging sungguh menggugah selera,, mungkin Hwa’er sudah pantas menjadi seorang istri“ Guo An merasa mendapat pencerahan.
“Ka-kakek,, aku masih belum cukup umur untuk menikah, apalagi untuk menjadi istri” Mei Hwa berbicara keras menjadi lebih sedikit lembut sambil melihat kearah Shou Yan
“Siapapun yang akan menjadi suami dari gadis tomboy ini, dia haruslah tahan banting” Shou Yan berbicara dengan mulut yang masih penuh akan makanan
“Jadi,, Yan’gege pikir aku tidak pantas menikah!?” Mei Hwa mengambil makanan yang ada di depan Shou Yan dan memberikannya pada Guo An “Yan’gege tidak boleh memakan makanan ini” Mei Hwa pergi meninggalkan meja makan dengan sedikit cemberut.
“Tapi Hwa’er,,” Shou Yan menepuk jidat saat tau kalimat yang ia ucapkan akan membuat Mei Hwa tersinggung
“kakek?” Shou Yan melihat Guo An dengan harapan dapat mendapatkan jalan keluar
“Kau menuangkan minyak kedalam api, maka kau akan terbakar “ Guo An menggelengkan kepala, berharap Shou Yan menyadari dengan sikap Mei Hwa.
Setelah beberapa waktu, Guan Ju sampai ke Changnan dan bertemu dengan dua penjaga gerbang “Je-jendral Guan Ju dari kerajaan Sun?” salah satu penjaga gerbang hendak tersedak ludahnya sendiri karena melihat lencana yang Guan Ju tunjukkan, sampai akhirnya mempersilahkannya masuk
Kota Changnan memiliki empat menara pengawas di setiap sudut kota, Sesampainya masuk ke dalam Kota, Guan Ju menuju ke salah satu menara pengawas untuk mengantarkan surat menggunakan merpati. “ Berikan aku satu
merpati, ada yang harus aku sampaikan” Dua prajurit penjaga menara saling melihat sebelum mengambil dan memberikan merpati pada Guan Ju
Dengan posisi Guan Ju tempati, ia dapat meggunakan jabatannya untuk kepentingan tertentu terutama kepentingan istana. “Semoga Yang Mulia segera mengambil tindakan”
__ADS_1