
“Ba-bagaimana bisa..?” Jian Yong tidak percaya jika pemuda di hadapannya mampu meembuatnya keluar dari lingkaran
Ia sudah memainkan permainan ini ratusan kali di setiap tantangan dan Shou Yan adalah orang pertama yang mampu mengalahkannya
Jian Yong kembali melihat ke arah Shou Yan, meski sifatnya yang tidak ingin kalah namun ia juga seorang pendekar yang dimana setiap janji akan selalu di tepati
“Baiklah bocah, untuk usahamu ini.. aku akan menepati janjiku”
Bai Yong serasa di sambar petir saat mendengar ucapan kakeknya, ia tidak menyangka jika orang tua yang di kenal keras tetapi bisa menepati janji
Jian Yong berjalan pelan menghampiri Shou Yan dengan tangan di belakang, sesampainya di hadapannya ia membisikkan sesuatu “ Dalam tiga bulan, pergilah ke ibukota dan ikuti Turnamen Tunas Muda”
Alis Shou Yan terangkat saat mendengar akan diadakannya Turnamen di ibu kota
“Jika kau bisa memenangkannya.. aku akan membatalkan pernikahan mereka”
“.. tetapi jika kau kalah, kau harus menyerahkan kitab sembilan Yin padaku” Imbuhnya.
“Apa..!? Bukankah seharusnya kau menepati janjimu..?” Ucap Shou Yan sambil mundur beberapa langkah dengan posisi menyerang
Jian Yong tertawa pelan saat melihat reaksi dari Shou Yan, “Untuk inilah aku tidak suka berurusan dengan anak kecil” gumamnya
“Aku berjanji untuk membatalkan pertunangan bukan pernikahan mereka”
Pria sepuh tersebut meninggalkan Shou Yan dan saat hendak melangkah pergi, ia mengucapkan sesuatu yang menarik perhatiannya “Buktikan padaku jika kau memang murid dari Kaisar Ming”
Shou Yan yang mendengarnya hanya terdiam saat Jian Yong mengatakannya. Menurutnya, diam adalah hal yang tepat untuk saat ini
Jian Yong melanjutkan langkahnya bersama dengan Bai Yong namun sesampainya di ujung jalan ia berhenti sejenak dan berbicara tanpa menolehkan ke samping
“Aku tidak percaya, ternyata ada kakek tua yang melindunginya”
“Bagaimana tentang cucuku..?” Guo An tersenyum sambil mengelus janggutnya
Saat Jian Yong ingin memberikan serangan balasan terhadap Shou Yan, ia merasakan hawa pembunuh yang pekat dari punggungnya dan ternyata itu adalah Guo An
Melihat Guo An yang sedang mengelus janggutnya, barulah Jian Yong mengetahui bahwa sosok di belakang Shou Yan adalah Pendekar Sembilan jari “Tidak buruk”
“Baguslah” Ujar Guo An
“Aku harap Cucu dari Pendekar Sembilan Jari mampu untuk menjadi pemenang” Jian Yong kemudian melangkah pergi setelah mengakhiri kalimatnya
“Tentu saja” Ucapnya, Guo An melihat Shou Yan yang sedang menghampiri Xiao Lung dari kejauhan sebelum akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua
“Lung'jiejie.. apa kau tidak apa-apa..? Apa ada yang terluka..?” Shou Yan tidak menyangka jika ada seseorang yang berniat jahat pada Xiao Lung
Xiao Lung hanya menunduk malu lalu pergi ke kamarnya dan meninggalkan Shou Yan tanpa mengucapkan sepatah katapun
__ADS_1
Shou Yan menggaruk pipinya saat melihat tingkah laku dari gadis yang sempat ia tolong sebelumnya
Setelah merasakan energi yang tidak asing, Shou Yan lalu bergegas untuk melihat dimana letak sumbernya dan menemukan Xiao Lung sedang terduduk lemas dengan kain yang sudah sobek
“Mungkin jika aku tidak datang terlambat.. semua ini tidak akan terjadi” Gumamnya
Sesampainya di ruang peristirahatan, Jian Yong mengumpulkan cucu dan anaknya dalam satu ruangan.
“Kakek, bukankah kita akan menginap disini..? Kenapa harus segera kembali..?”
“Dasar bodoh, apa kau tidak sadar dengan perbuatanmu..!?” Jian Yong melotot pada Bai Yong karena telah membantahnya
“Benar ayah, apa yang telah Bai'er lakukan sehingga.. kita harus pergi secepat ini..?” Zhang Yong masih bingung saat ayahnya pergi meninggalkan ruang pertemuan dan saat kembali malah menyuruhnya untuk segera kembali ke ibu kota
Jian Yong kemudian menjelaskan apa yang telah terjadi saat kepergiannya, mata Zhang Yong melebar saat mengetahui anaknya telah membuat keributan
“Bai'er..!? Ayah tidak melarangmu mempunyai wanita idaman tapi aku tidak pernah mengajarimu untuk menjadi lelaki pengecut..!”
“A-ayah..” Teriakan dari Zhang Yong membuatnya meneteskan air mata
“Lihat..!? Kau tidak hanya mengompol tapi bahkan menangis” Zhang Yong pernah mendengar isu tentang anaknya yang selalu menggunakan statusnya demi mendapatkan sesuatu
Meski begitu ia tidak pernah memarahinya sampai ada seseorang yang membuatnya kalah dalam pertarungan “Aku tidak percaya ada seorang pemuda jenius di dalam sekte cabang”
“Dia bukanlah jenius, tapi berbakat” Jian Yong menangkal jika Shou Yan adalah pemuda yang jenius karena melihat kemampuannya hanya di ranah bumi, namun bukan itu yang menjadi perhatian Jian Yong
“Jadi.. apa rencanamu ayah..?” Zhang Yong dapat melihat rencana yang besar dari balik tindakan Ayahnya
“Bukankah sebentar lagi akan ada Turnamen Tunas Muda di ibukota..?”
“Lalu..?”
Jian Yong telah membuat perjanjian dengan Shou Yan bahwa jika ia kalah dalam turnamen nanti, ia akan menyerahkan kitab sembilan Yin padanya
“Apa itu mungkin..?” Zhang Yong sempat membaca surat undangan dari Yang Mulia Sun untuk bisa menghadirkan murid berbakat mereka agar bisa mengikuti Turnamen tahunan
“Tentu saja,, untuk itulah Bai'er harus ikut dalam Turnamen dan memenangkannya untukku” Jian Yong melihat ke arah Bai Yong yang masih merengek “Dan berhentilah menangis..!”
Bai Yong mencoba mengehentikan tangisnya dan beranjak ke kamarnya “Aku akan mengemasi pakaianku”
Zhang Yong menghela nafas panjang saat melihat anak semata wayangnya hanya bisa menangis ketika kalah dalam bertarung “Haih... Entah apa yang akan terjadi nanti jika Bai'er ikut dalam Turnamen”
“Tidak perlu khawatir”
Jian Yong mencoba menenangkan Zhang Yong, karena ia sendiri sudah memikirkan segudang rencana untuk menggapai tujuannya
Tak berselang lama, rombongan Jian Yong meninggalkan Sekte tanpa adanya sesi penghormatan seperti sebelumnya
__ADS_1
Hanya terdapat petinggi sekte yang mengantar kepergian mereka. “Senior Guo, apa yang telah kau lakukan pada mereka..?”
Liu Shan dapat menebak jika Guo An ada di balik alasan mereka pergi dari jadwal yang sudah di tentukan sebelumnya
“Haih.. apa yang coba kau katakan..? Aku hanyalah orang tua yang kebetulan lewat saja” Ucap Guo An sambil tersenyum tipis
“Hei,, apa kau lihat wajah Patriak bodoh itu..?” Jiang Qe adalah orang yang paling bahagia dari keduanya, mengingat ekspresi kecut yang terlihat di wajah Jian Yong
“Sudahlah.. ayo kita rayakan dengan secangkir anggur” Jiang Qe kembali masuk ke dalam dengan bersemangat
“Junior Jiang, bukankah masih terlalu pagi untuk minum..?”
“Mungkin aku akan mencobanya sedikit”
Keduanya mengikuti Jiang Qe dengan tenggorokan kering yang siap di basahi oleh anggur
Shou Yan sendiri kembali ke halaman kediamannya saat Xiao Lung meninggalkannya tanpa mengucapkan satu kalimat pun “Apa aku berbuat sesuatu yang salah..?”
“Tentu saja, kau akan selalu salah di hadapan wanita”
Shou Yan menoleh dan melihat Ma Liang yang sedang membawa roti kering di tangannya “Itu tidak membuatku lebih baik”
Ma Liang duduk di sebelah Shou Yan sambil memakan roti kering miliknya “jadi.. apa kau akan ikut Turnamen di ibu kota..?”
Shou Yan tidak berniat untuk ikut dalam Turnamen karena masih banyak yang harus ia kerjakan seperti mencapai ranah langit secepatnya, ia melihat kedua tangannya sambil mengingat Jian Yong yang mampu menangkis 17 Tapak Naga dengan mudah
Melihat temannya sedang murung Ma Liang menawarkan roti kering miliknya yang masih tersisa satu
“Terima kasih” Shou Yan menerima tawaran Ma Liang, wajahnya berubah saat Roti kering menyelimuti mulutnya “Ternyata enak juga”
“Di dalam Turnamen terdapat pertaruhanmu dengan Patriak bukan..?” Ma Liang mencoba membantu Shou Yan mengatasi kesulitannya namun ia malah asik makan
“Entahlah.. aku tidak yakin” Jawab Shou Yan dengan nada datar
“Aku dengar.. hadiah Utamanya adalah mendapatkan Pusaka, sedangkan juara kedua akan mendapatkan ribuan keping emas dan keti-“ Kalimat Ma Liang terhenti saat ada wajah yang tak asing di depan mukanya
“Emas..!?”
Ma Liang mengangguk pelan “Dan singkirkan wajahmu dariku”
Shou Yan menelan roti terakhirnya “Kalau begitu.. aku akan ikut mendaftar..!”
Ma Liang hanya tersenyum kecut saat melihat perubahan Shou Yan
ia bisa mengakui bahwa dirinya memang gila uang tapi dia tidak menyangka jika ada orang lain selain dirinya
"Jadi.. kau akan bertarung karena hadiah” Batinnya
__ADS_1