Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 33. Pendekar Naga


__ADS_3

“Akhirnya kau sampai juga...” Lu Ming menghampiri Shou Yan yang masih berlutut karena aura yang telah dia keluarkan sebelum memutuskan untuk menariknya kembali “Apa cuma segini kekuatan Pendekar Naga..?”


Shou Yan tidak mengerti apa maksud dari kalimat yang keluar dari mulut Lu Ming namun yang pasti, kekuatannya sungguh di luar nalar dan mungkin setara dengan pendekar langit “..atau bahkan melebihi pendekar suci” batinnya


Shou Yan berdiri dan memberi hormatnya karena ia menyadari kekuatannya tidak sebanding dengan orang tua di depannya “Maaf Senior, jika junior telah menyinggung perasaan Senior Ming”


“Kau tidak perlu memberi hormat padaku” Lu Ming dapat mengerti kenapa bocah di hadapannya memberikan hormat, namun itu semua terlalu berlebihan karena yang akan menyelamatkannya dari kutukan dewa hanyalah Pendekar Naga “Apa kau membenci orang lain,?, apa kau ingin balas dendam, apa kau mengiinginkan kekuatan.?”


Shou Yan menaikkan alisnya saat mendengar tawaran dari Lu Ming “Maaf Senior Ming, Junior tidak menginginkannya” Menurutnya, seorang pendekar yang berada di golongan putih hanya bertugas untuk menolong sesama


“Apa kau bilang..?” Lu Ming tidak percaya jika ada manusia yang menolak mendapatkan kekuatan, meski begitu tidak membuat niatnya terhenti sampai di sini “Lalu,, bisa kau jelaskan padaku, alasanmu..?”


Shou Yan menjelaskan jika seseorang ingin menjadi pendekar, tidak harus menjadi kuat namun cukup untuk bisa menjaga diri dan menyelamatkan sesama


Lu Ming tersenyum lembut saat mendengar jawaban dari bocah di hadapannya “Mungkin karena hatimu lah yang telah membangunkanku” Batinnya


Shou Yan berfikir jika situasi sudah menjadi hangat dan memutuskan untuk bertanya tentang ucapan yang dia keluarkan pertama kali “Jika di ijinkan bertanya,, siapa Pendekar Naga yang Senior maksud..?”


“Tentu saja..” Lu Ming menunjuk perut Shou Yan dengan maksud sosok yang ada dalam tubuhnya “Terdapat Naga Suci yang berdiam diri dalam tubuhmu..”


Shou Yan memegang perutnya seakan menutupi identitasnya “Aku tidak tau maksud Senior” selama ini hanya dirinya seorang yang tau akan sosok Naga yang berada dalam tubuhnya


Lu Ming menggelengkan kepala saat Shou Yan berpura-pura tidak tahu akan sosok tersebut mengingat dirinya pernah bertarung melawan Naga yang bersemayam di dalam tubuh Shou Yan


“Bolehkah aku memegang pergelangan tanganmu..?”


“Silahkan Senior”


Lu Ming mengangguk pelan sebelum akhirnya menunjukkan ekspresi terkejut “Kau..!? membiarkan dia keluar..?”


‘’Itu..” Shou Yan mengangguk pelan dan tidak mencoba untuk menyembunyikannya lagi karena ia berfikir jika pria sepuh di hadapannya sangat mengerti akan jati dirinya “Apakah itu berbahaya..?”

__ADS_1


“Tentu saja,, tetapi kau masih beruntung” Jika ia tidak mempunyai kualitas tulang dan fisik yang kuat Ia khawatir jika Shou Yan akan lumpuh seumur hidupnya “Apa yang kau rasakan terakhir kali saat mengeluarkannya..?”


“Aku merasa tubuhku terasa lebih ringan dan..” Shou Yan menceritakan awal mula ia bisa mendapatkan kekuatan dan bahkan harus menggunakan teknik yang di ajarkan Naga tersebut untuk dapat mengalahkan Pendekar suci


Meski dia sendiri tidak mengingat saat kejadian terakhirnya “Yang aku ingat hanyalah,, aku berada di ruangan bersamaan dengan Nona Lung”


Menurut cerita yang Shou Yan sampaikan, ia mengira jika ada pendekar suci lainnya telah menolong dirinya saat ia tidak sadarkan diri dan menggunakan energi jiwanya “Lain kali, jangan pernah gunakan teknik itu lagi”


Shou Yan tidak mengerti kenapa ia di larang menggunakannya namun melihat keseriusan yang di tunjukan Lu Ming padanya membuat dirinya yakin jika teknik itu bukanlah hal yang baik “Baiklah kek”


Lu Ming mencoba menawarkannya sekali lagi tentang keinginannya untuk menurunkan ilmunya pada Shou Yan “Apa kau ingin menjadi kuat..?”


Shou Yan masih belum mengerti kenapa Ma Liang sangat berambisi untuk menurunkan ilmunya namun yang pasti, ia ingin menjadi kuat dan melindungi orang di sekitarnya sebelum akhirnya mengangguk pelan


Shou Yan berlutut dan hendak bersujud tiga kali yang menandakan ia siap untuk di jadikan murid tetapi sebelum mulai bersujud Lu Ming menahannya


“Tidak perlu,, bukankah sebelumnya kau sudah melakukannya” Ma Liang dapat mengerti kenapa pecahan kitab 9 yin yang dia tinggalkan dapat di serapnya “Baiklah,, untuk latihan pertama kali ini, aku ingin melihat sampai dimana batas kemampuanmu”


Ma Liang tertawa pelan sebelum mengingatkan pada murid barunya “Senior..? siapa yang kau maksud..?”


“Maksudku,, Bersiaplah Guru” Shou Yan menyiapkan posisi bertarung dan menyerang terlebih dahulu


“Ohh,, rencana yang bagus” Untuk mengeluarkan kemampuan lawan, menyerang adalah langkah yang utama


***


“Apa maksudnya hilang..?” Ma Liang tersedak ludahnya sendiri saat mendengar isu bahwa Shou Yan telah mencelakakan peserta di kelompoknya


Ma Liang bertanya pada peserta yang lain tentang alasan mereka melempar batu kearah Shou Yan dan tidak mengira jika ada peserta lain yang melihatnya berlari meninggalkan keompoknya saat segerombolan serigala menyerang


“itu..” Ma Liang ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terajadi namun terhenti saat datang seorang pemuda dengan pakaian sutra serta mempunyai tiga bawahan yang menemaninya

__ADS_1


“Kau masih seperti dulu, junior Ma”


“Qiao Feng..!!” Darah Ma Liang menjadi mendidih saat melihat orang yang pernah ia kenal sebelumnya “Kenapa kau ada di sini..?”


Qiao Feng tertawa keras sebelum menanggapi pertanyaan Ma Liang “ Aku tidak menyangka jika keluarga Ma akan berteman dengan pria miskin”


“Berteman dengan Adik Shou jauh lebih baik daripada berteman dengan manusia penjilat sepertimu” Ma Liang menunjuk muka Qiao Feng dengan ekpresi marah


Qiao Feng tidak terima dengan hinaan yang ia terima dan mencoba mengingatkan kembali tentang hutang keluarga Ma terhadapnya “Aku harap masih ada barang berharga yang bisa di ambil untuk menutupi hutang keluargamu”


“Tidak perlu kau ingatkan,, aku suka membantu orang lain yang sedang kesusahan” Ma Liang mengangkat dagunya sambil tersenyum sinis


“Kau..!!” Qiao Feng mengangkat alisnya sebelum meninggalkan Ma Liang sendirian


Melihat Qiao Feng meninggalkannya dengan kesal membuat hati Ma Liang merasa lega “Akan ku buktikan jika aku bisa masuk ke Sekte Pedang Bulan” meski mempunyai fisik yang lemah namun ia yakin bisa menjadi murid sekte dengan bantuan kecerdasan dan pengetahuan yang dia miliki


***


Shou Yan bernafas berat saat selesai bertukar belasan jurus melawan pria sepuh di hadapannya “Guru,,” ia menatap penuh harap saat melihat Guru Lu masih berdiri tegak tanpa mengeluarkan keringat


“Ha..ha..”


Lu Ming tertawa pelan saat melihat murid barunya terduduk kelelahan “Butuh waktu seratus tahun jika ingin menggores kulitku”


“Teknik Tangan Kosong”


“Teknik Tapak Besi”


Semua teknik yang di gunakan sangat cocok untuknya mengingat Shou Yan belum cukup ahli dalam menggunakan senjata, Guru Lu menjelaskan jika muridnya selalu menyerang tanpa memperhatikan gerakan lawan


Lu Ming menyuruh Shou Yan duduk bersila dengan posisi membelakanginya sampai kedua tapak menyentuh pungguhnya “Tarik dan keluarkan nafasmu secara pelan”

__ADS_1


“Baik Guru”


__ADS_2