
Jun Ning mengeluarkan lembaran kuno dari balik jubahnya dan membuat semua yang hadir menjadi terpana, mengingat apa yang mereka cari ternyata ada di depan mata
“Tuan Thai Ci tidak perlu tahu dimana aku bisa mendapatkan ini” Jun Ning tersenyum tipis
Untuk menunjukkan kitab ini tentu menimbulkan resiko yang besar mengingat ambisi mereka yang sangat menginginkan kekuatan
“Apa maksud dari ucapan Yang Mulia..?” Ucap Ding Feng yang masih belum percaya jika Raja Ning akan menemukan apa yang selama ini dia cari
Meski semua orang yang berada di hadapannya mencoba untuk menenangkan diri namun di dalam fikiran mereka sungguh berbeda “Kalian pasti sangat menginginkannya” Batin Jun Ning
“Apa yang ada di hadapan kalian sekarang adalah pecahan dari kitab sembilan Yin”
“Apa kau bilang..?”
“Bagaimana mungkin..?”
Menurut informasi yang telah ia kumpulkan, Kitab Sembilan Yin telah terbagi menjadi tiga bagian yang masing-masing bagiannya terdapat tiga lembar dan tersebar di seluruh dunia
Kitab yang Jun Ning miliki adalah halaman tengah yang mana untuk mempelajari isinya harus mengumpulkan halaman depan terlebih dahulu, lalu di lengkapi dengan halaman terakhir
Semua yang hadir sungguh tidak percaya dengan apa yang di sampaikan sebelum akhirnya Chai Wenji memutuskan untuk bertanya lebih jauh “Apa tujuan Yang Mulia sebenarnya..?”
“Aku ingin kalian mencari sisanya untukku” Imbuh Jun Ning
“Apa..!? kami bukan pembantumu..!” Xuan Tong berteriak sambil memukul meja hingga retak
Meski mereka berasal dari aliran Hitam tetapi jiwa Pendekar mereka tetaplah kesatria “Jika kau mampu mendapatkan pecahan ini, berarti kau mampu mencari yang lain” imbuh Xuan Tong
“Yang Mulia Ning.. lebih baik kau menjaga ucapanmu” Ding Feng melihat Jun Ning dari balik kain yang menutupi matanya “..atau ada yang terbunuh disini” imbuhnya dengan sedikit mengeluarkan aura membunuh
Berbeda dengan dua orang tadi, Lu Kang lebih memilih diam karena ia sendiri sudah memiliki rencana lain.
Sekte yang di pimpinnya hanya akan bergerak jika mendapatkan imbalan uang yang melimpah dan untuk pecahan kitab sembilan Yin, ia sama sekali tidak tertarik
Taishi Ci memilih untuk ikut diam sambil melihat keadaan, untuk urusan ini ia tidak terlalu banyak berharap pada Raja Ning “Aku tidak percaya jika dia berani menunjukkan halaman itu tanpa sebuah persiapan” Batinnya sambil melihat ke arah Jun Ning
__ADS_1
“Adik akan membantu mencarinya tetapi… bisakah Yang Mulia menambahkan sedikit sumber daya pada Sekte Mawar Hitam..?” Chai Wenji sendiri penasaran dengan pecahan kitab itu namun untuk bersaing dengan mereka yang hadir di sini hanya akan membawa kerugian
Jun Ning sengaja membuat permintaan yang sulit bagi mereka dengan tujuan untuk dapat melihat reaksi yang akan di tunjukkan padanya “Jadi begitu..” Batinnya. Jun Ning terdiam sejenak sambil mengamati mereka satu per-satu
Xuan Tong, ia bertindak tanpa berfikir dahulu berbeda dengan saudaranya yang lebih mengutamakan otaknya daripada teriakan keras
Lu Kang, Meski Sektenya tergolong besar namun julukan di dunia persilatan sebagai Organisasi bayaran sungguh benar adanya dan sepertinya dia tidak mempedulikannya selain tentang uang
Chai Wenji, Meski wajahnya terlihat cantik tentu ada harga yang di bayar untuk kecantikannya, aku akan berfikir jika dia memang tertarik untuk hal ini
Ding Feng, ia tidak menunjukkan emosi apapun selain ketenangan namun melihat kakinya yang gemetaran, aku bisa menebak jika pria ini sedang menahan amarahnya
Sedangkan Taishi Ci, lebih mengandalkan ketenangan serta ketelitian terhadapa suatu perkara, mungkin dia adalah orang cerdas dalam Aliansi ini
Dari kesimpulan di atas, Jun Ning mendapatkan sebuah gambaran jika rencananya kali ini akan berjalan lancar “Maaf jika permintaanku menyinggung para Pendekar”
Jun Ning batuk pelan sebelum meneruskan bicara “Aku akan memberikan kalian ini..” sambil memegang pecahan kitab tersebut “.. jika kalian bisa membawakanku kepala seseorang”
Semua mata tertuju pada Jun Ning sampai akhirnya Xuan Tong bereaksi terlebih dahulu “Apa maksudmu.. anak dalam dongeng itu..?”
“Apa kau bila-“ Kalimat Xuan Tong terhenti saat Jun Ning mulai menatapnya serius
“Jika kau meganggapnya sebuah dongeng,, aku harap kalian tidak mengecewakanku” Ucap Jun Ning sambil melihat semua orang di hadapannya secara bergantian
Xuan Tong mendengus kesal, jika bukan karena sumber daya yang telah di janjikan, mungkin ia akan membunuhnya “Aku harap Yang Mulia tidak ingkar janji”
“Aku di juluki sebagai Raja Ganas, dan aku tidak pernah ingkar janji pada siapapun” jawab Jun Ning dengan nada yang tinggi
“Cih..Baiklah aku terima tawaranmu” Xuan Tong kembali tenang sambil menyilangkan tangannya di dada
“Baigaimana dengan kalian..?” Tanya Jun Ning pada empat pendekar lainnya
“Baiklah” jawab taishi Ci dengan nada datar
“Aku terima tawaranmu” Jawab Ding Feng dengan tegas
__ADS_1
“Adik akan memenuhi permintaan Yang Mulia” ucap Chai Wenji sambil mengedipkan sebelah matanya
“Apapun itu tidak masalah, selama ada uang” jawab Lu Kang
Kalimat terakhir yang telah gadis cenayang itu ungkapkan membuat hatinya merasa khawatir, namun dengan bersedianya Tokoh besar di golongan hitam untuk membantu membunuhnya, membuat hatinya terasa lebih aman
“Lalu untuk hal yang kedua..”
***
Di dalam Sekte, lebih tepatnya halaman belakang milik kediaman Tetua, terdapat seorang pemuda yang sedang memberi makan ikan lalu di datangi oleh seorang murid yang membawa pedang di pinggul kirinya serta kipas kayu di tangan kanannya
“Junior Shou, apa kau senggang hari ini..?”
Shou Yan menoleh dan melihat Ma Liang sedang tersenyum penuh makna, ia berfikir saat pemuda itu datang hanya akan membawakannya sebuah masalah “Tidak”
“Haiyo,, aku kan sudah meminta maaf untuk yang kemarin” Ma Liang mencoba untuk mendekati dan membujuknya agar mau mendengarkan permintaannya
Shou Yan yang meras kupingnya panas karena Ma Liang terus memuji dan memijat pundaknya seakan dia akan memberinya maaf “Itu semua karna kau”
Hubungannya dengan Xiao Lung mulai membaik saat Shou Yan memutuskan untuk mengajarinya tekhnik pedangnya, namun semua berubah saat ia dan Ma Liang mendapatkan teguran
Untuk pertama kalinya ia mendapatkan sebuah hukuman dan seketika itu juga sikap Xiao Lung mulai berubah terhadapnya, bahkan tak jarang saat ia hendak menyapa namun di acuhkan
“Ahemb.. untuk itulah sahabatmu ini datang menemuimu” Ma Liang tersenyum lebar dengan membisikkan sesuatu di telinga Shou Yan
Setelah mendapatkan bisikan dari Ma Liang, Shou Yan memafkannya dan menjadi lebih bersemangat “Benarkah..!?”
“Tentu saja,, tidak ada wanita di dunia ini yang dapat menolaknya” Ma Liang tersenyum lebar sambil memukul pundak Shou Yang dengan pelan
“Kalau Begitu,, ayo kita pergi..!” Shou Yan berlari meninggalkan Ma Liang sendirian di belakang meski ia sendiri tidak tau tempatnya sampai langkahnya berhenti dan menoleh ke belakang “Apa itu Rumah pelelangan..!?”
“Haih,, aku benar-benar tidak paham dengan sikapmu” Ma Liang sangat menghormati Shou Yan karena kebaikan dan kerendahan hatinya namun di sisi lain, ketidaktahuannya sungguh membuatnya menjadi seorang yang menyebalkan
“Aku sempat berfikir,, di mana selama ini kau tinggal..?” Ucap Ma Liang sambil berjalan pelan ke arah Shou Yan
__ADS_1
Shou Yan memiringkan kepala sejenak sebelum akhirnya menjawab“Tentu saja di Hutan”