Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
110. Juara Turnamen Tunas Muda (Arc 1 End)


__ADS_3

“Peserta selanjutnya.. Sue Yu dari Sekte Bunga Lotus” Wasit merentangkan tangannya ke sebelah kanan, lalu terlihat sosok gadis dengan pakaian biru muda dengan rambut terurai panjang


“Lalu kami hadirkan di sisi kiri.. Houi Fu dari Sekte Makam Kuno”


Houi Fu berjalan pelan menaiki arena pertandingan, ia melangkah dengan anggun seperti sedang menunjukkan pesonanya pada seseorang


“Selangkah lagi.. dan aku akan bertemu dengan Pemuda Shou itu” Gumam Hobi Fu sambil terus jalan hingga ia berhenti di tengah Arena


“Apa kalian sudah siap..?” Wasit meyakinkan mereka terlebih dahulu sebelum memulai pertandingan


“Tentu saja” Houi Fu menjawabnya dengan nada datar, sedangkan Sue Yu hanya mengangguk pelan tanpa mengucapkan sepatah katapun


“Pertandingan kedua.. Di mulai”


Setelah sang wasit memberikan aba-aba, Sue Yu langsung seketika mengeluarkan pedang energi yang terbuat dari tenaga dalamnya, sejak awal ia bertarung tidak menggunakan senjata apapun kedua benda di tangannya yang selalu dia ciptakan


“Saudari Sue terlalu terburu-buru..” Houi Fu mengibaskan tangannya lalu muncullah dua pasang pusaka di udara sembari tersenyum tipis “Aku akan bertemu dengannya, jadi.. menyerah saja”


Sue Yu tidak menjawab dan hanya terdiam sebelum akhirnya memutuskan untuk menyerang, saat hampir mencapai jarak satu meter, langkahnya terhenti karena dua senjata tersebut menghalanginya secara bersamaan


Setelah melihat pertarungan Houi Fu di babak pertama dan kedua, Sue Yu menyadari bahwa sepasang Pedang Neraka tersebut akan melindungi penggunaannya dari jarak satu meter, masih penasaran dengan kemampuan lawannya, ia melompat cukup tinggi dan menjaga jarak


Dan benar saja, Sepasang Pedang Pusaka milik Houi Fu Berhenti menyerangnya bahkan kembali ke tempat semula “Sudah kuduga.. jarak sepuluh meter adalah batasannya” Batin Sue Yu sambil melihat pisau tersebut berputar di belakang Houi Fu


Sue Yu mencoba kembali menyerang dari jarak jauh dengan memberikan beberapa tebasan angin, dengan serangan yang bertubi-tubi, ia berharap senjata tersebut tidak akan mampu menandingi kecepatannya


“Percuma saja” Hobi Fu mampu menebak rencana lawannya dengan mudah, pengalaman bertarung di dunia persilatan sudah bersatu di denyut nadinya, dan tak sedikit yang menggunakan trik tersebut untuk mencoba mengalahkannya “Sayang sekali.. rencanamu itu masih terlalu mentah”


Houi Fu menunjuk dimana lawannya berdiri dan seketika dua Pedang Neraka tersebut melesat cepat ke arah Sue Yu “Bunuh dia” Batinnya


Tebasan angin yang Sue Yu ciptakan berbenturan dengan senjata milik Hobi Fu, dari lima tebasan yang di ciptakan oleh Sue Yu, Empat di antaranya telah pecah bahkan berhasil menusuk dengan mudah hingga di lapisan terakhir


Menyadari teknik yang ia keluarkan tidak berhasil membuat lawannya bergerak sejengkalpun, Sue Yu mengangkat kedua tangannya sambil mengarahkan seluruh tenaga dalamnya


Houi Fu merasan energi kuat yang terus berkumpul di kedua tangan lawannya “Kau masih amatir” dengan cepat ia menghilang dari tempatnya beserta kedua pedang pusaka miliknya


“Tekni-“ Kedua mata Sue Yu hendak keluar dari tempatnya ketika melihat sepasang pedang berwarna merah telah hampir menyentuh lehernya


“Kau kalah” Ucap Houi Fu sambil tersenyum lebar, ia akui bahwa lawannya mempunyai cukup tenaga dalam untuk bisa membuatnya serius namun dengan pengalaman bertarung yang minim, seperti memperlihatkan ruang baginya untuk mendekat


“Ba-bagaimana bisa..?” Sue Yu yang seorang gadis pendiam, hanya bisa bertanya-tanya mengenai apa yang telah terjadi


“Jika kau ingin tahu.. maka akan aku jelaskan, kau terlalu bangga dengan Tenaga Dalam dan lupa bahwa aku juga mempunyainya, bahkan lebih dari apa yang kau miliki”


“.. dengan mengumpulkan energi sebanyak itu” Houi Fu menoleh ke atas dan melihat sebuah pedang energi besar lalu kemudian bertahap mengecil “Tentu membutuhkan waktu.. jika ini pertarungan hidup dan mati, maka kau sudah tamat” Ia kembali melihat mata Sue Yu yang masih di penuhi dengan rasa takut


“Cih.. pulanglah.. dan minta gurumu untuk di ajarkan cara membunuh” Houi Fu menatap tajam sambil mengeluarkan hawa pembunuh yang di keluarkan olehnya, seketika tubuh Sue Yu menjadi berkeringat hingga suara wasit menyadarkannya


“Pertandingan selesai.. pemenangnya adalah Houi Fu dari Makam Kuno”


Bersamaan dengan akhir dari pertandingan, Houi Fu kembali menarik hawa pembunuhnya lalu beranjak kembali ke tengah arena dan berniat menunggu lawan selanjutnya


“Maaf Nona kecil.. sebaiknya anda beristirahat sepuluh menit untuk memulihkan tenaga dan-..” Belum sempat menjelaskan Houi Fu sudah memotongnya dan meminta agar pertandingan segera di lanjutkan


“Apa Anda yakin..?”


Houi Fu mengangguk pelan sambil menyilangkan kedua tangannya “Cepatlah Wasit” Imbuhnya


“Baiklah” Mendengar jawaban tersebut wasit telah secara resmi memberikan pengecualian karena memang dengan sendirinya, peserta menolak untuk di berikan istirahat dan lebih memilih melanjutkan pertandingan tanpa adanya unsur pemaksaan

__ADS_1


“Pertandingan Final.. Houi Fu melawan Shou Yan..”


***


“Haih.. Semoga kawanku bukanlah seorang gadis” Shou Yan bergumam sambil terus menebak siapa lawannya hingga ia sadar bahwa semua telah sia-sia “Tunggu dulu.. Bukankah yang lolos adalah gadis menyeramkan itu dengan.. seseorang yang bernama Sue..?” Gumam Shou Yan yang sedang beristirahat di sebuah lorong tak jauh dari lapangan pertandingan


“Mereka semua kan seorang gadis..!?” Shou Yan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sebagai seorang lelaki sejati sekaligus menjadi seorang pendekar di golongan putih, Ia tidak bisa memukul seorang wanita apalagi sampai melukainya “Aku jadi teringat degan Nona Lung” Batinnya


Untuk kasus dua tahun yang lalu, Shou Yan terpaksa melawan Xiao Lung karena memang ia tidak terima jika apapun yang berkaitan dengan Guo An di hina, dan saat itu mereka hanya latihan bukan bertanding dengan sungguh-sungguh


Lamunannya terpecah ketika datang seorang gadis yang tidak asing “Siapa..!?” Shou Yan menoleh ke sudut ruangan “Kau kan..? Gadis Song..!?”


“Apa yang kau lakukan di sini..? Dan kenapa kau bisa masuk..?” Shou Yan menghampirinya dan memastikan apa yang sebenarnya dia Inginkan


“A-aku hanya.. ingin mengembalikan ini” Song Qin menyodorkan sebuah baju yang kemarin sempat Shou Yan pakaikan untuk menutupi tubuhnya


“Bajuku..? Kau seharusnya tidak perlu membawanya kesini dan..” Shou Yan memegang bajunya kemudiam mencium aroma harum yang keluar dari pakaiannya “Harum sekali.. apa kau mencucinya..?”


“Te-tentu saja..! Aku tidak akan membiarkan seorang lelaki mencium bau tubuhku..!” Ucap Song Qin sambil menyilangkan kedua tangannya dan memanyunkan bibirnya


“Ah.. itu, Maaf..! Aku tidak bermaksud untuk berfikiran kotor” Shou Yan membungkukkan setengah badannya dengan harapan Song Qin bisa menerima permintaan maafnya serta menjelaskan kesalah pamaham ini


Song Qin tertawa pelan melihat tingkah laku yang di tunjukkan oleh Shou Yan “Aku bercanda,, kau tidak seharusnya membungkukkan badan... justru akulah yang seharusnya meminta maaf karena telah merepotkanmu”


“Tidak..tidak.. Semua aku lakukan karena sepontan saja dan aku tidak rela jika orang lain melihat tubuhmu” Shou Yan mencoba menjelaskan bahwa apa yang telah dia alami akan membuat malu dirinya serta keluarganya


“Bukankah.. yang pantas melihatnya adalah seseorang yang kau sayangi” Shou Yan tersenyum lembut sambil menatap kedua matanya


“A-apa..!? Tapi.. itu benar juga” Song Qin hendak mengucapkan sebuah kalimat namun dengan penuh rasa malu, suaranya menjadi susah untuk di keluarkan


“Em..? Apa kau mengatakan sesuatu..?”


Song Qin mengembalikan bajunya, lalu berlari keluar sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya


“Tu-tunggu Nona Song..? Apa yang harus aku pertanggung jawabkan.?” Shou Yan melihat baju miliknya lalu menatap ke arah pintu keluar


Maksud dari ucapan Shou Yan yang mengatakan 'sayangi' adalah mengacu pada kedua orang tuanya, namun Song Qin menduga bahwa Shou Yan telah mengatakan perasaannya


“Apa aku mengatakan sesuatu yang salah..? Lalu.. aku harus melakukannya apa..?” Lamunan Shou Yan tersadarkan saat ia mendengar sang wasit sedang menyebutkan namanya “Haih.. sudahlah, lebih baik aku fokus pada pertandingan”


***


Tak berselang lama, Shou Yan terlihat dari sebelah kanan Arena, lalu ia melangkah dengan penuh semangat ke tengah lapangan pertandingan


Dengan pakaian lama yang sudah di cuci oleh Song Qin, selain beraroma harum serta terasa lebih baru, Shou Yan juga merasakan kalau tubuhnya seperti sedang di selimuti oleh sebuah kapas yang terasa ringan dan nyaman saat memakainya


“Maaf menunggu lama..” Shou Yan memberikan hormat pada wasit lalu melakukannya juga pada Houi Fu “Bukankah.. dia gadis menyeramkan itu..?” Batinnya


“Pertandingan terakhir.. Shou Yan dari Sekte Pedang Bulan melawan Houi Fu dari Makan Kuno.. mulai..!”


Mendengar kalimat 'mulai' Shou Yan bergegas menyiapkan kuda-kudanya lalu degan cepat mengerahkan seluruh kemampuannya pada satu titik “Aku pernah melihat sekilas, Kakek menggunakan teknik yang cukup kuat dalam pertarungan jarak dekat.. mungkin aku akan mencobanya”


“Aliran Air Pemecah Batu”


“Ingin mengakhiri degan sekali serang..? Baik.. aku terima” Batin Houi Fu, tanpa ragu ia juga mengeluarkan seluruh kekuatannya pada telapak tangannya


“Tapak Jiwa Iblis”


Kedua tapak saling bertemu hingga membuat para penonton harus berpegangan erat, karena angin yang tercipta dari benturan tersebut mengakibatkan siapapun di sekitarnya seperti terkena angin topan

__ADS_1


Shou Yan menambahkan energi Chi berwarna emas ke tangan kanannya. Dengan sekejap, lawannya terdorong mundur sampai akhirnya Houi Fu mengeluarkan sebuah kalimat yang mengakhiri pertandingan “Benar apa yang dikatakan oleh Nenek.. Dia sangatlah kuat, kurasa.. Shou Yan memang pantas”


“Aku menyerah..!”


“eh..?” Kedua alis Shou Yan terangkat saat mendengar ucapan tersebut, ia lalu mengeluarkan darah dari mulutnya karena terkejut dan secara tidak sengaja menarik energi Chi bersamaan dengan tenaga dalamnya “Ke-kenapa kau menyerah..?”


“Itu karena Kau...”


“Aku..?”


Houi Fu menarik kembali tenaga dalamnya dan mengatur nafasnya sejenak “Kau masih tidak mengerti juga..?” Ia lalu menghampiri Shou Yan hingga jaraknya cukup dekat untuk berbisik


“Bukankah.. kau berjanji untuk ke Sekte Makam Kuno jika aku kalah dan bersedia menjadi penerus”


“Apa...!? Sejak kapan aku mengatakannya. Bukan-“ Belum sempat Shou Yan menyelesaikan kalimatnya, wasit dengan adil telah mengumumkannya sebagai pemenang dari Ternamen Tunas Muda


Suara Teriakan penonton di iringi dengan suara hati Shou Yan yang masih bertanya-tanya. “Tuan Muda Shou.. Silahkan datang ke Istana untuk mendapatkan hadiahnya” Ucap sang wasit


“Ba-baiklah.. tapi..” Belum juga menjelaskan tetapi wasit sudah meninggalkannya, dengan tatapan tajam ia melihat ke arah Houi Fu sambil menarik lengan tangannya “Jelaskan pada semuanya.. bahwa aku ingin kau menarik kekalahanmu dan kita bertanding ulang”


“Lalu.. kau jelaskan maksud dari ucapanmu”


“Haih... Baru saja kau menyentuhku dan kau sudah memarahiku...?” Merasa lengan tangannya yang masih belum di lepaskan, Houi Fu akhirnya menuruti permintaannya dan menjelaskan


“Baiklah.. pertama, aku sudah mengaku kalah dan jika sampai menariknya, Bukankah  kerajaan akan merasa malu..? bahkan tidak punya kewibawaan lagi di mata masyarakat”


“Itu..”


“Dan yang kedua.. kau harus menepati janjimu..bukankah begitu.. suamiku” Ucap Houi Fu sambil memberikan senyuman cantik terbaiknya


“Apa....!?”


*//*


Ni Hao.. Terima kasih yang sudah banyak memberikan dukungan, terutama like,vote,bintang, serta hadiah dan lainnya..


Arc 1 sudah berakhir sekaligus menjadi akhir dari karya kami karena beberapa sebab:



sepinya pengunjung


Karya pertama saya, masih jauh di katakan sempurna


Karena PPKM ini, saya harus mulai bekerja lebih keras lagi di dunia nyata



Masih banyak yang belum terungkap di Arc 1 ini, salah satunya adalah gadis Benua Es serta guru ketiga Shou Yan yang kelak akan mengajarkannya Jurus menggetarkan Langit dan Bumi


Masih banyak lagi.. dimana Shou Yan akan menjadi sebuah kisah cerita Legenda Naga di tiga Benua


Note:


Cerita akan berlanjut di musim selanjutnya (Arc 2) jika 1 chapter nya mampu tembus 3000 like di novel Return: Of The Dragon Legend


Xiexie Minna-san.. sudah menemani Otamega di karya pertama saya ini.. See you next time.. :)


#MaturSembahNuwun.. ;)

__ADS_1


__ADS_2