
“Apa yang sedang mereka lakukan..?”
“Entahlah, sudah setengah jam kita menunggu”
“Kami membayar mahal bukan untuk melihat kalian berdiskusi”
“Ayo mulai pertandingannya”
Hampir semua penonton bersorak kesal karena sang wasit belum juga mengumumkan pertandingan, di tengah arena terdapat beberapa orang yang secara bergantian datang dan membicarakan sesuatu
“Tetua Fan.. ada apa ini.. kenapa mereka belum memulai pertandingan..?” Shou Yan yang awalnya duduk tenang sambil menunggu giliran, kini merasa gelisah karena belum juga tahu kapan dia harus mulai bertanding
“Sepertinya wasit mendapatkan beberapa laporan” Fan Cou melihat lima prajurit datang dan seperti menyampaikan beberapa informasi “Entah apa jabatannya namun sepertinya Hu Tao memiliki pangkat yang tinggi di kerajaan” Batinnya
“Laporan..? Mu-mungkinkah..?” Shou Yan menelan ludahnya sendiri, dirinya berfikir perbuatannya tadi malam telah membuahkan hasil “Apa yang harus kulakukan..” Batinnya
Shou Yan tidak tahu harus kepada siapa lagi bergantung, sedangkan pertemuannya bersama Tuan Putri berakhir dengan lehernya hampir patah, Jendral Guan sendiri tentu sibuk dengan tugas mengintrogasi para prajurit yang sempat menyerangnya dan Mei Hwa
Dugaannya hampir membuat Shou Yan jantungan ketika Hu Tao sempat melirik ke arahnya dengan tatapan penuh makna “Mati aku..” Batinnya
Setelah pembicaraannya dengan para prajurit, wasit berjalan ke tengah arena dan memberikan permintaan maaf karena telah membuat semua orang menunggu lama
“Kita akan melanjutkan pertandingan ke lima dari Babak kedua ini”
“Apa..!? Lagi..!?”
“Kau bercanda..!? Biarkan kami melihat pertandingan yang sesungguhnya”
“Sepertinya.. ini akan menjadi serius” Fan Cou berkata demikian lalu berdiri dan hendak pergi bertemu dengan Patriak Sekte Pedang Bulan
“Tetua..?” Shou Yan menyadari pergerakan dari Fan Cou dan mencoba untuk menanyakan tindakannya
“Kau tetaplah di sini dan tunggu giliranmu”
“Ba-baik Tetua” Shou Yan mengangguk pelan sebelum melihat Fan Cou pergi dengan tergesa-gesa, ia hanya bisa berharap agar dugaannya tidak benar-benar terjadi
Shou Yan mengatur nafasnya dan mencoba menenangkan detak jantungnya yang sebelumnya telah berdegup kencang “Aku harus tenang” Gumamnya
“Kami tahu keresahan yang kalian alami tapi kami sudah membuat rencana agar pertarungan menjadi lebih seru dan menegangkan... tentu dengan adil”
Hu Tao mengambil sebuah benda dari balik jubahnya, ia batuk pelan sebelum membacakan isi dari kertas tersebut “Pertandingan selanjutnya..”
__ADS_1
Suara teriakan para penonton menjadi lebih terasa ketika wasit mengumumkan peserta yang akan segera mengisi kegelisahan mereka
“Aku tahu siapa dia.. Wu Kong dari Keluarga Bangsawan”
“Benar.. keluarga Wu adalah satu-satunya bangsawan yang mau mengirimkan anak berbakat mereka”
“Aku yakin dia pasti bisa mengalahkan gadis kecil itu”
“Kalian terlalu berlebihan” Ocehan dari beberapa orang tersebut yang juga merupakan bagian dari bangsawan di tanggapi oleh seorang pendekar yang dari awal juga mengamati pertandingan
Kedua penonton tersebut menoleh dan melihat pria dengan pedang di punggungnya “Kami mengatakan yang sebenarnya, apa kau meremehkan bangsawan..?”
“Benar.. Dia adalah salah satu dari 3 jenius di Klan Wu”
Pendekar tersebut mendenguskan nafasnya, ia tidak menanggapi dan lebih memilih untuk memperhatikan pertandingan
Dari dua arah terlihat seorang lelaki yang memakai tombak, sedangkan sisi lainnya muncul seorang gadis cantik dengan gambar bunga lotus di jubahnya
Hu Tao merentangkan kedua tangannya dengan maksud para peserta harus mengenalkan diri sebelum bertarung. Selain Turnamen, ini juga bagian dari pertandingan persahabatan dan kebiasaan itu wajib di lakukan
“Wu Kong.. dari klan Wu, mohon Nona memberikan Junior masukan”
“Sue Yu.. Sekte Bunga Lotus”
Sue Yu menarik nafasnya sambil mengibaskan tangannya, seketika muncul sebuah pedang yang tercipta dari tenaga dalamnya
“Ternyata Nona memiliki bakat bela diri yang luar biasa” Wu Kong memberikan pendapatnya setelah melihat keahlian yang di tunjukkan oleh gadis tersebut
Sue Yu tidak menanggapi melainkan menyerang lawannya dengan cepat, kali ini serangannya tidak hanya bergerak lurus namun melangkah zig-zag
“Nona terlalu bersemangat” Setalah berkata demikian, muncul asap putih dari tubuhnya
Sue Yu yang melihat hal itu segera menebasnya namun serangan yang ia lancarkan terlambat “Apa..?”
Perlahan asap tipis tersebut menghilang, bersamaan dengan itu Wu Kong juga ikut menghilang dari pandangan
Sue Yu mengamati sekitarnya tetapi tidak menemukan siapapun kecuali Wasit yang sedang mengamati pertandingan dari kejauhan
“Dia tidak bersamaku” Hu Tao mengipaskan tangannya sebagai bentuk dari jawabannya
“Cih”
__ADS_1
“Hm...” Sebelah kupingnya terangkat ketika ia mendengar suara kekesalan yang sempat di arahkan padanya “ Apa dia barusan menghinaku..?” Gumamnya
Sue Yu berhenti menatap sang wasit lalu kembali memfokuskan pandangannya pada pertandingan, tiba-tiba terdengar suara namun tidak menemukan sosoknya “Jangan jadi pengecut”
“Ini adalah bagian dari pertarungan”
Beberapa saat muncul gumpalan asap dari empat arah mata angin lalu memadat dan membentuk sebuah sosok “ilusi..!?”
“Nona tidak perlu panik.. aku akan mencoba untuk menahan diri”
Sue Yu mengingat perkataan dari lawannya dan mengamati gerakan mulut dari empat sosok tersebut “Mereka sama-sama berbicara” Gumamnya
Semakin banyak berfikir Sue Yu tetap tidak menemukan jalan keluarnya hingga ia memutuskan untuk menyerang ya secara bergantian
“Ho.. dia memilih pilihan yang tepat” Hu Tao tersenyum tipis sambil mengelus janggutnya, jurus ilusi termasuk teknik kelas tinggi yang memungkinkan penggunanya untuk bisa mengelabuhi pandangan lawannya dengan jumlah
“Jika tidak menemukan tubuh aslinya, maka serang saja semuanya” Shou Yan ikut menanggapi pilihan dari gadis tersebut, ia tidak menyangka bahwa murid dari Sekte Bunga Lotus mampu mengambil keputusan yang beresiko
Sue Yu menebas empat sosok dari lawannya secara bergantian hingga kembali berubah menjadi asap dan akhirnya menghilang
Kedua alisnya terangkat saat mengetahui tidak ada tubuh asli di antara mereka “Di mana dia..?” Gumamnya
Wu Kong muncul secara tiba-tiba dari arah belakang dan menyerang menggunakan tongkat emasnya, mengira lawannya telah lengah, alih-alih ia mendapatkan tendangan dari gadis di hadapannya
“Uggghhh”
Wu Kong terpental mundur sambil memegang perutnya yang sedang kesakitan “Dia menendang ku tanpa menoleh..? Apa di punya mata di belakang kepalanya..?”
Sue Yu berbalik ke arahnya sambil menatap tajam, latihan yang di berikan oleh Sekte salah satunya adalah untuk mengatasi kelemahan termasuk titik buta seorang pendekar
Dia sengaja menunggu kemunculan Wu Kong lalu memanfaatkan kepercayaan dirinya dan menyerangnya pada saat yang tepat
Sue Yu kembali menyerang namun kali ini ia menciptakan pedang lainnya menggunakan tenaga dalam di tangan kiri, berharap bisa mengatasi serangan yang tiba-tiba
“Masih belum cukup” Gumam Wu Kong sebelum ikut menyerang, menggunakan jurus ilusi menjadi salah satu tekniknya namun setiap jurus pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, salah satunya adalah penggunaan tenaga dalam yang cukup besar
“Tombak Dewa Emas” Wu Kong memainkan tongkatnya seperti sudah menjadi bagian dari tubuhnya. Sue Yu sendiri menanggapi serangan tersebut dengan tenang, ia menangkis menggunakan tangan kiri dan kembali menyerang dengan tangan kanan
Hampir lima belas menit keduanya saling bertukar jurus, meski Sue Yu menggunakan pembentukan energi tidak membuat sedikitpun Wu Kong terluka
“Mereka.. sungguh hebat” Darah Shou Yan memanas setelah melihat pertarungan yang tidak biasa di pertandingan ke lima ini
__ADS_1