Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 61. Menuju Ibu Kota


__ADS_3

Tujuh hari lagi Turnamen Tunas Muda akan segera di gelar di Ibu Kota, Sekte Pedang Bulan mengumpulkan semua murid ke tengah Arena


Di sana para Murid akan di pilih langsung oleh Ketua Sekte Liu Shan, siapapun nantinya yang terpilih akan mendapatkan lencana khusus sebagai bukti peserta


“Yang akan ikut dalam Turnamen di ibu Kota adalah..”


Shou Yan tidak mendengar namanya disebut dan itu membuat hatinya sedikit senang namun betapa terkejutnya ketika Liu Shan mengumumkan peserta terakhir


“Peserta ke tujuh.. Shou Yan”


Meski sudah membuka dua gerbang aliran Chi, Shou Yan masih berada di ranah bumi karena sumber daya yang di konsumsi tidak mampu membuatnya naik satu tingkat


Tujuh murid yang di tunjuk oleh Liu Shan akan menjadi perwakilan Sekte Pedang Bulan dan mereka semua berjejer di hadapan para petinggi sekte


Liu Shan memberikan secara langsung lencana berbentuk Lingkaran yang terrbuat dari Giok berwarna Putih sampai akhirnya ia bertatap muka dengan Shou Yan dan membisikkan sesuatu di telinganya


“Aku sebenarnya tidak ingin memilihmu tapi.. Siapa yang menabur, dia akan menuai”


Shou Yan menjawabnya dengan mengangguk pelan, ia sadar jika ketujuh peserta kecuali dirinya telah berada di ranah Menengah dan ada salah satu di antara mereka telah berada di tahap kedua


Sedangkan masalah yang ia timbulkan dengan Patriak adalah salah satu alasan Liu Shan menunjuknya


Guo An melihat Shou Yan masih merenung membuatnya sedikit geram, tanpa di sadari oleh siapapun, dengan cepat ia berada di depan Shou Yan


“Tapak Besi”


Shou Yan terkejut saat kakeknya berada tepat di hadapannya dan mencoba menyerang, dengan kesiapan yang belum matang ia menerimanya dengan jurus yang sama


“Tapak Besi”


Kedua Tapak tersebut saling berbenturan dan membuat keduanya menjadi pusat perhatian


Shou Yan mengeluarkan hampir seluruh tenaganya untuk mengimbangi serangan dari kakeknya dan terdorong mundur satu langkah, meski begitu Guo An tetap tersenyum bangga


“Dasar anak nakal, kau sudah bisa menggunakan dua aliran Chi milikmu bukan..?” Bisik Guo An sambil menepuk pundak Shou Yan


“Darimana kakek tahu..?” Terkadang Shou Yan berfikr jika kakeknya diam-diam memperhatikannya, karena apapun yang ia lakukan selalu terlihat di mata Guo An

__ADS_1


Guo An tidak menanggapi pertanyaan Shou tetapi senyuman hangat yang di perlihatkan membuatnya lebih bersemangat


Saat keduanya menjadi pusat perhatian, Liu Shan mencoba untuk mengubah situasi dengan mengatakan Guo An telah menguji salah satu peserta sebelum berangkat menuju ibu kota


“Kau..?” Guo An tidak menyangka Liu Shan akan memanfaatkannya untuk menjadi penyemangat bagi peserta yang lain


Melihat tatapan Guo An, Liu Shan hanya batuk pelan sebelum melanjutkan bicaranya “Bagaimana Tetua Guo..? Apakah ketujuh murid yang telah kutunjuk sangat memuaskan..?”


Guo An ingin mengumpat keras namun melihat tatapan percaya diri dari peserta yang lain membuatnya mengurungkan niat “Untuk keenam peserta mempunyai pondasi yang kokoh dan sangat bagus”


“..sedangkan kau..!? Berlatih lebih keras”


“Baik Tetua” Meski terlihat tegas, namun Shou Yan merasa Guo An telah menaruh harap padanya


Setelah upacara pelepasan, semua peserta berangkat dengan tetua Fan Cou sebagai pemimpin “Aku harap kalian sudah siap untuk meraih kemenangan”


“Baik Tetua Fan” Ketujuh peserta memberikan hormat sebelum akhirnya berangkat menggunakan kereta kuda


Shou Yan sebelumnya telah mencari Xiao Lung di barisan petinggi sekte karena sejak ia memberikannya hadiah, dia merasa jaraknya malah semakin jauh


Meski terasa samar, ia melihat sosok dari jendela kereta yang ia tumpangi, Shou Yan menyipitkan mata dan menyadari adanya seorang gadis sedang berdiri menatapnya dari atap rumah


“Aku tidak percaya takdir mempertemukan kita di kehidupan ini” Ucapnya sambil memegang bunga eclaudamur


Melihat Rombongan Fan Cou sudah keluar dari gerbang Sekte barulah Liu Shan mengungkapkan apa yang menjadi beban pikirnya “ Senior Guo, apakah kau yakin tidak ingin menemani cucumu..?”


Yang mengetahui Shou Yan cucu dari Guo An hanyalah Liu Shan dan Jiang Qe, sedangkan teknik yang Guo An lakukan sebelumnya, merupakan jurus yang telah ia ajarkan pada semua murid sehingga tidak menimbulkan kecurigaan


“Jika terus kumanjakan, Yan’er tidak akan mampu memenuhi takdirnya” Hati kecilnya sendiri ingin mengawasi Shou Yan dari dekat namun ia sadar jika masih banyak hal yang harus di lakukan


“Apa Senior masih ingin melawan prajurit Ning lagi..?”


“Jika tidak kulakukan, kedamaian ini hanyalah semu” Guo An sadar jika tugas menjaga perbatasan bukanlah kewajibannya, namun sebelum Shou Yan berumur 8 tahun ia harus terus mengawasi daerah perbatasan


“Biarkan aku membantumu”


“Tidak..! Alasan aku menjadi bagian dari sekte adalah untuk menjamin keamanan Yan’er” Guo An pergi meninggalkan keduanya “Jika Yan'er bertanya, bilang saja aku menjalankan misi” Imbuhnya

__ADS_1


“Senior Liu, apakah dia akan akan baik-baik saja..?” Jiang Qe yang sejak awal terdiam sambil mengamati keduanya kini mulai bertanya setelah melihat Guo An mulai menjauh


“Entahlah,, setidaknya ia bukanlah pendekar sembarangan”


“Apa hanya karena ia melawan seribu prajurit Ning dua tahun lalu..?” Meski Jiang Qe tidak melihatnya secara langsung tetapi ia pernah mendengar kabar di perbatasan bahwa ada sosok kakek tua yang membunuh seribu prajurit Ning sambil tersenyum


“Sudahlah.. lebih baik kita persiapkan segalanya, sebab tebakan Senior Guo tidak pernah meleset”


“Baiklah, aku tidak sabar untuk membalas kematian istriku”


Keduanya meninggalkan arena dan menyiapkan segala keperluan untuk peperangan yang akan segera terjadi


“Hei,, apa kau tahu alasan Ketua Liu memilih dia..?”


“Tentu saja karena dia seorang penjilat”


“Benar, coba kau lihat saat di pagi hari, ia selalu menyapu halaman untuk mencari perhatian dari Guru kita”


Rombongan Sekte Pedang Bulan terbagi menjadi dua kereta, barisan depan terdiri dari Fan Cou dan tiga murid, sedangkan barisan kedua terdiri dari Shou Yan dan tiga murid lainnya


Sekte mempunyai banyak kereta Karena meningkatnya jumlah murid yang di terima, akan tetapi setiap kereta hanya mempunyai kapasitas 5 orang termasuk kusir


Shou Yan yang mendengar bisikkan murid lain hanya bisa terdiam, ia sadar bahwa mereka sengaja mengeraskan suaranya agar dia mendengar


Jika Shou Yan Sampai termakan omongan mereka dan memulai keributan di dalam kereta, ia sendirian lah yang harus menanggung akibatnya


Syarat peserta yang ikut dalam Turnamen Tunas Muda harus berumur tujuh tahun sampai dua belas tahun dan setiap Sekte wajib mengirimkan tujuh Muridnya


Di dalam peraturan di sebutkan bahwa, sesama peserta tidak di ijinkan untuk saling berkelahi di luar Turnamen termasuk sesama murid Sekte


Dan Shou Yan mengetahuinya dengan jelas niat mereka untuk mengeluarkannya dari Turnamen dengan cara membuatnya memulai keributan


“Hei anak miskin, apa yang kau lakukan sehingga Ketua Liu memilihmu..?”


“Tetua Guo saja sampai menyerangmu.. apa mungkin kau sudah membuatnya marah..?”


“Atau jangan-jangan.. kau belum membersihkan halaman rumahnya..?”

__ADS_1


Ketiganya tertawa lepas saat melihat Shou Yan hanya menunduk ketika di ejek, salah satu di antaranya memukul kepalanya dengan ujung pedang yang masih tersarung


Bahkan murid dengan umur sepuluh tahun yang duduk tepat di hadapan Shou Yan meludahi wajahnya sambil terus mengejek “Dasar penjilat”


__ADS_2