Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 56. Pemuda berbakat vs Pemuda kampung


__ADS_3

Tapak Shou Yan bertemu dengan pukulan Bai Yong, kedua serangan tersebut menciptakan getaran hebat di sekitarnya


Dalam beberapa detik Shou Yan terpukul mundur beberapa langkah, Bai Yong yang melihat kemampuan pemuda di hadapannya membuatnya sedikit kecewa


“Kemampuanmu hanya berada di ranah bumi, berani sekali melawanku yang telah berada di ranah menengah” Ucapnya dan di akhiri dengan tertawa lebar


Xiao Lung yang melihat pertarungan mereka hanya bisa duduk di belakang Shou Yan sambil mengamati situasi, Ia sendiri tidak bisa menyangkal jika Bai Yong bisa mencapai ranah menengah di usia yang masih muda


Untuk cucu dari seorang Patriak tentu didikan sejak dini sudah menjadi hal yang wajar terutama sumber daya yang di keluarkan akan sangat mempengaruhi seseorang mencapai ranah selanjutnya dengan cepat


“Di dalam Sekte dia di kenal dengan pemuda yang berbakat, tapi aku tidak menyangka orang mesum itu akan mampu menahan serangan dari Yan'didi”


Shou Yan yang terpukul mundur hanya bisa tersenyum melihat ejekan dari Bai Yong “Entah itu di ranah menengah ataupun ranah suci bahkan ranah legenda sekalipun, aku akan tetap berdiri di depan kebenaran”


Kekuatan selalu menjadi tolak ukur dalam dunia persilatan, ia sudah tahu akan hal itu namun Shou Yan tidak bisa membiarkan seseorang menggunakan kekuatan untuk menekan yang lemah


Tapi tetap saja Bai Yong menjadi orang pertama di usia yang hampir sama, mampu menahan tapak besi miliknya


Pandangan Shou Yan terarah saat senjata milik Bai Yong mengeluarkan api, meski sekejap telah menghilang,  Shou Yan meyakini jika senjata itu bukanlah benda biasa


Bai Yong sengaja mengeluarkan sedikit percikan api untuk membuat mental Shou Yan menjadi ciut dan saat pancingan itu terlihat olehnya, Bai Yong kembali memperingatkan untuk tidak ikut campur dalam urusannya


Namun Shou Yan tetap menolak untuk tidak ikut campur. Menurutnya, ikut campur dalam urusan orang lain sudah menjadi kebiasaannya


“Kesombonganmu terlalu tinggi bocah kampung..!” Kali ini Bai Yong berniat niat untuk serius


Senyuman menghiasi wajahnya sebelum akhirnya menyerang Shou Yan, ia mengeluarkan keistimewaan dari pedang pusaka miliknya dengan niat membunuh


Alis Shou Yan terangkat saat melihat aura hitam yang menyelimuti tubuh Bai Yong “Mungkin dia berniat untuk membunuhku”


Dengan cepat Shou Yan menggunakan teknik dua tangan dengan sarung pedang di tangan kirinya


Serangan yang di berikan oleh Bai Yong tidak terlalu cepat namun pedang pusaka telah membuatnya kesulitan “Apa-apaan ini..” Batin Shou Yan


Belasan jurus telah mereka keluarkan dengan Shou Yan masih dalam posisi bertahan  sambil bergerak mundur secara perlahan


“Menyerahlah sebelum tubuhmu terbakar” Bai Yong menyeringai sambil tetap menyerang


Shou Yan awalnya hanya diam dan fokus memikirkan cara untuk membuatnya lengah sampai ia mendengar retakan di sarung pedang miliknya “Apa..?”


Shou Yan mengambil jarak dan menjatuhkan sarung pedangnya karena melihat senjata di tangan kirinya mulai retak dan terbakar, membuatnya untuk tidak menggunakannya lagi


Bai Yong tidak membiarkan Shou Yan untuk bernafas dengan kembali menyerangnya “Kau mempunyai senjata yang hebat namun kenapa menggunakannya untuk menindas yang lemah..?”


“Siapapun yang menghalangiku.. pantas mendapatkannya..!”


“Dia ini.. tipe seseorang yang memikirkan egonya sendiri” Batin Shou Yan


Puluhan teknik berpedang mulai di tunjukkan keduanya, dengan Bai Yong yang menyerang tanpa berhenti sampai membuat nafasnya sedikit terengah


Shou Yan yang menyadarinya tidak menyia-nyiakan kesempatan, Bai Yong tepaksa mengambil jarak dan mencoba untuk kembali mengatur nafasnya namun kali ini Shou Yan tidak memberinya waktu

__ADS_1


“Sepertinya.. Tuan Muda ingin segera istirahat” Ucap Shou Yan dengan ejek


“Jangan Sombong kau..!” Bai Yong menendang Shou Yan dan mengambil jarak yang cukup jauh lalu mengayunkan pedangnya sehingga menimbulkan tebasan pisau api


Shou Yan menahan tendangan Bai Yong menggunakan pedang lalu menghela nafas panjang dan ikut mengayunkan pedangnya sehingga tercipta tebasan pisau angin


Tebasan tersebut menghilang saat keduanya saling bertemu, menyadari serangannya dapat di tahan oleh Shou Yan membuat mata Bai Yong hampir keluar dari tempatnya “Apa..? Bagaimana bisa..!?”


“Itu hal yang mudah bagiku, kuharap Tuan Muda menyerah..”


“Cih.. jangan mimpi” Bai Yong meminum sebuah pil dan seketika tenaganya perlahan mulai kembali sebelum memberikan tebasan api yang serupa


Shou Yan melakukan hal yang sama namun keringat mulai membasahi keningnya “Aku harus cepat mengakhirinya” Batinnya


Meski mampu menahan serangan dari Bai Yong namun tenaga dalam yang dia keluarkan tidak sedikit, tebasan yang ia ciptakan sama ukurannya dengan milik Bai Yong


Hanya saja setiap kali Shou Yan melakukannya akan membuat sebuah retakan di pedangnya karena tidak mampu menahan Tenaga dalam yang sudah ia padatkan


Sampai akhirnya tebas ke dua puluh membuat pedang Shou Yan hancur berkeping-keping, Bai Yong tersenyum lebar saat Dewa keberuntungan telah berpihak padanya


Tanpa pikir panjang Bai Yong medekat dan kembali menyerangnya, saat jarak keduanya hampir satu meter, Shou Yan menyiapkan kuda-kuda


“Mau melawanku dengan tangan kosong..? Jangan harap bisa menang” Ucap Bai Yong serasa di atas angin


Shou Yan mengatur nafasnya dan menunjukkan Teknik yang pernah Gurunya ajarkan, saat bilah pedang api milik Bai Yong hampir mengenai leher Shou Yan, itu membuatnya lupa diri


Keterkejutan mulai tampak di wajah Bai Yong saat ia mengira sudah menebas leher lawannya namun pedangnya berhenti saat berjarak tiga senti


“Tenik ini belum pernah aku tunjukkan pada siapapun, kurahap Tuan Muda mau membantuku” Ucap Shou Yan sambil menatapnya tajam


Bai Yong terdorong mundur saat serangan demi serang terarah pada tubuhnya, gerakan ke enam belas membuatnya terpental hampir sepuluh meter dan Shou Yan mengakhiri Tekniknya saat sampai gerakan ke tujuh belas


“Tapak Naga Menyesal”


Teknik yang Shou Yan tunjukkan membuat Xiao Lung terpana “Aku belum pernah melihat teknik ini sebelumnya” batinnya


Bai Yong berdiri kaku karena serangan Shou Yan dan saat ia melihat sebuah Energi berbentuk Naga mengarah padanya membuat tubuhnya tidak bisa bergerak


Ketika jaraknya hampir setengah meter, Shou Yan mengarahkan Tekniknya ke atas dan sampainya ke Langit Energi tersebut perlahan menghilang


Bai Yong tidak menyangka jika pemuda kampung di hadapannya akan mampu membuatnya terduduk lemas dengan air yang sudah membasahi celana


“Kau..? Aku akan memberitahu kakek tentang ini..” Bai Yong menunjuk Shou Yan dengan tangan gemetar


Shou Yan mendekatinya dan berbicara tegas di hadapan Bai Yong “ Panggil Patriak kemari dan aku akan menendangnya”


“Oh... Orang tua ini tidak sabar untuk melihatnya” Muncul suara dari belakang Bai Yong sambil tersenyum kecut


“Kakek..!?” Bai Yong yang melihat sosok tersebut langsung berlindung dari balik tubuhnya tanpa mempedulikan rasa malu “Dia telah memukulku, kasih dia pelajaran kek”


“Diam kau..! Saat sampai di ibu kota, aku akan melatihmu dengan keras..!” Ucap Jian Yong dengan nada tinggi

__ADS_1


Ini pertama kalinya ada seseorang yang berani mempermalukan keluarganya dan itu membuat dirinya kesal “Hei bocah, tunjukkan teknikmu padaku”


“Bai Yong tidak menyukai kekalahan dan mungkin sifat itu menurun dari kakeknya” Batin Xiao Lung


“Maaf Patriak, tapi urusan di sini sudah selesai” Shou Yan berbalik dan hendak meninggalkan tempat pertarungan sampai ucapan Jian Yong menusuk di telinganya


“Untuk apa bocah kampung sepertimu mengganggu barang milik orang lain..?”


Shou Yan menghentikan langkahnya dan melirik ke arah Jian Yong sebelum berganti ke arah Xiao Lung


“Aku mohon jangan katakan” Xiao Lung berteriak ke arah Jian Yong dengan tatapan penuh harap


“Gadis yang di sana telah menjadi tunangan cucuku, apa pantas seorang yang menjunjung kebenaran ternyata suka merebut milik orang lain..?”


Xiao Lung hanya menunduk malu saat Shou Yan menatapnya


Jian Yong menyadari adanya sesuatu dari keduanya dan mencoba untuk membuatnya sedikit marah, dengan begitu Shou Yan akan menunjukkan Teknik sebelumnya


Shou Yan menarik nafas dalam sebelum kembali berbalik dan melihat ke arah Jian Yong “Baiklah.. apa yang sebenarnya Patriak inginkan..?”


“Haiyo,, bukankah seperti yang ku katakan sebelumnya” Jian Yong menyuruh Bai Yong untuk menyingkir darinya sambil membuat sebuah lingkaran di sekeliling kakinya


“Akan aku buat menarik.. jika kau bisa membuatku keluar dari lingkaran ini.. aku akan membatalkan pertunangan mereka”


“.. tetapi jika kau kalah, kau harus membunuh dirimu sendiri”


“Kakek..?”


“Diam kau..! Dan perhatian ini”


Bai Yong hanya mengangguk pelan, ia bukannya meremehkan kakeknya namun pertarungan yang terjadi sebelumnya membuatnya sedikit sadar akan kekuatan Shou Yan dan tidak ingin kehilangan gadisnya


Shou Yan menerima syarat tersebut, bukan karena ingin menunjukkan kehebatannya namun ia masih ingin mendengar penjelasan dari Xiao Lung dan mungkin ini satu-satunya pilihan yang bisa di ambil


Dengan cara yang tertulis di kitab pecahan sembilan Yin, Shou Yan mampu mengumpulkan Tenaga dalam yang cukup untuk mengeluarkan Tekniknya


“Bersiaplah Patriak” Shou Yan menarik nafas panjang dan mengarahkan serangannya pada Jian Yong


“Tapak Naga Menyesal..!!”


Jian Yong melihat Energi berbentuk Naga mengarah padanya dan mencoba untuk menahannya, sampai akhirnya Energi tersebut perlahan menghilang menjadi butiran debu


Jian Yong memiringkan kepala saat mengetahui Teknik yang tidak asing “17 Tapak Naga..? Apa hubunganmu dengan Kaisar Ming..!?”


Shou Yan tersedak ludahnya sendiri, karena ia tidak menyangka bahwa ada orang yang tahu tentang Teknik miliknya


Sebaliknya, Shou Yan mengalihkan pembicaraan “Aku harap Patriak dapat menepati janjinya”


Jian Yong mencoba memikirkan perkataan Shou Yan dan melihat kaki kanannya telah keluar dari lingkaran


 

__ADS_1


__ADS_2