
Perjalanan menuju Gunung Fengdu tak sampai setengah hari karena memang menggunkan kereta kuda untuk mempercepat waktu
Sesampainya di Gunung fengdu, Liu Shan mengumpulkan semua peserta untuk di berikan arahan “Kalian akan berada di dalam hutan ini selam tiga hari..”
Sekte akan memberikan bekal yang cukup untuk di gunakan selama tiga hari dan memberikan arahan agar mengikuti setiap petunjuk yang sudah di siapkan
Di setiap tikungan telah terdapat tulisan “larangan” dan “ikuti” yang dimana setiap peserta harus mengambil jalur “ikuti” sampai kalian di titik tengah dan bertahan disana selama hari yang sudah di tentukan
Sambil menjelaskan Liu Shan meminta agar murid sekte membagikan makanan dan minuman pada setiap peserta
“I-tu gadis jenius dari Sekte ini..?”
“Tentu saja, meskipun masih muda tetapi sudah bisa menjadi seorang Guru”
Setiap pemuda dan pemudi yang berada di depan Xiao Lung memberikan jalan, sebagian berniat untuk mencuri perhatian daris gadis tersebut dan sebagiannya lagi hanya untuk menghormatinya
“Apa..? apa yang sedang terjadi di depan sana..?” Shou Yan yang berada di barisan paling belakang hanya melompat-lompat karena terhalang tinggi pemuda di hadapannya “Senior Ma, bisakah kau sedikit menunduk..?”
“Kenapa harus aku yang menunduk..? kau saja yang harus berdiri” Shou Yan mengangkat alisnya saat mendengar jawaban dari Ma Liang “Mungkin sesekali aku harus memukulnya” Batin Shou Yan
Meski keduanya sudah sedikit akrab namun saat di hadapkan dengan seorang gadis membuat mata Ma Liang menjadi lebih hijau “No-nona Xiao telah mendatangiku” ia menelan ludahnya sendiri mengingat akan mendapatkan gadis di hadapannya
“Ah,, disini rupanya” Xiao Lung berjalan menghampiri pemuda di hadapannya dengan sedikit tersenyum
“Pe-perkenalkan namaku Ma Liang, umur tujuh tahun, a-aku masih sendiri” Ia mengulurkan tangannya dengan sedikit menunduk, berharap jika identitas Ma dapat membantunya agar bisa mendapatkan hati Xiao Lung
Ma Liang menaikkan alisnya saat meihat gadis tersebut berjalan melewati dirinya dan menghampiri sosok yang ada di belakangnya
“Yan’didi,, aku harap ujian kali ini dapat memberikan pengalaman untukmu” Xiao Lung memberikan kantong makanan, minuman dan pakaian
“Lung’jiejie,, ini..” Shou Yan menggaruk kepalanya saat mendapatkan perhatian dari gadis di hadapannya
Setelah keduanya belajar berdansa di malam hari membuat hubungan keduanya menjadi dekat dan saling memanggil dengan nama depan “Lung’jiejie, bukankah aku sudah bilang untuk tidak memanggilku nama depan di depan banyak orang..?” Bisik Shou Yan
Xiao Lung menjadi gugup saat ia baru menyadari, jika keduanya sedang dilihat oleh banyak orang “Maaf Yan’di- ehm.. maksudku Tuan Shou”
__ADS_1
“Hei, apa kau dengar tadi Guru Lung memanggilnya adik laki-laki..?”
“Apa kau bercanda..? Guru Lung memanggilnya dengan sebutan Tuan”
Bisik para pemuda di sekeliling Shou Yan menyadarkan Ma Liang bahwa sudah tidak ada harapan untuknya “ Tidak,, keduanya saling memanggil nama depan sebelum akhirnya mengubah panggilannya dengan nama belakang” batinnya.
Meski samar akan tetapi Ma Liang masih dapat mendengarnya dengan jelas sampai ia melihat Gadis tersebut pergi meninggalkan Shou Yan dengan senyuman menghiasi wajahnya
Untuk mencegah keributan Xiao Lung memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan “Semoga beruntung” Ia melangkah pergi dengan melambaikan tangan ke arah Shou Yan
Shou Yan membalasnya dengan ikut melambaikan tangan namun dengan kaki yang sedang bergetar “ Mungkin,, aku akan mati hari ini”. Shou Yan menelan ludahnya sendiri saat merasakan tatapan membunuh yang di arahkan padanya, mengingat banyaknya kecemburuan para pemuda yang ingin dekat dengan Xiao Lung
Ma Liang mendekati Shou Yan dan merangkul lehernya dengan sedikit berbisik “Tenanglah Junior Shou,, kau bisa percaya padaku”
Shou Yan menangkap maksud dari Ma Liang jika telah tiada, ia bisa mempercayakan Xiao Lung padanya “Kau salam paham senior Ma, aku dan Nona Xiao Lung tidak mempunyai hubungan apapun”
Ma Liang hanya menanggapi jawaban Shou Yan dengan tersenyum meski ia sadar bahwa pandangan Shou Yan mengatakan yang sesungguhnya namun berbeda saat ia menatap wajah gadis tersebut “Mungkin telah terjadi sesuatu” batin Ma Liang terhadap Xiao Lung
Liu Shan menggelengkapn kepala saat melihat keributan akibat ulah dari cucu gadisnya “Lung’er,,” ia menatap Xiao Lung yang sedang berdiri di sampingnya bersamaan dengan murid yang lain
Liu Shan mengalihkan pandangan ke para peserta “Baiklah, mari kita lanjutkan”
Para peserta akan di bagi menjadi sepuluh kelompok di mana satu kelompoknya akan terdiri dari tiga puluh orang dan akan mulai masuk ke dalam hutan setelah jeda lima belas menit “Apa kalian mengerti..?”
“Mengerti Ketua Liu”
Liu Shan mengangguk pelan sebelum memulai Ujian kedua ini dengan di awali kelompok pertama “Lung’er,, perintahkan pada murid yang lain untuk bergerak”
Demi menjaga keamanan para peserta, Guo An telah merencanakan untuk membuat pos di tujuh titik yang berada di tengah hutan.
Tujuan Liu Shan membawa dua puluh murid yang berada di ranah bumi tahap empat adalah untuk memperkuat rencana dari Guo An
Setiap satu pos akan di jaga oleh dua murid Sekte Pedang Bulan dan Liu Shan sebagai pengawas sekaligus penjaga di pintu masuk hutan bersama dengan Xiao Lung
Setelah Xiao Lung memberikan perintah kepada murid Sekte, ia mendirikan tenda yang tak jauh dari tempat berkumpulnya peserta
__ADS_1
“Sekarang kelompok sembilan, silahkan memasuki hutan”
“Junior Shou, itu adalah kelompok kita” Ma Liang menggandeng tangan Shou Yan dengan badan yang bergetar
“Bisakah kau lepaskan tanganmu dariku..?” Shou Yan mulai geram dengan tingkah laku dari Ma Liang, Shou Yan tak habis pikir jika berhadapan sengan seorang gadis membuatnya kuat namun kenapa hutan bisa membuatnya takut
Saat masuk ke dalam hutan membuat siapapun yang melihat di sekelilingnya menjadi merinding dengan suasana yang hening serta gelapnya hutan.
“Ke-kenapa kau terlihat baik-baik saja..?” Ma Liang mulai berfikir jika bocah yang sedang di gandengnya bukanlah seorang manusia
“Memang apa yang harus di takutkan..?” Shou Yan merasa Gunung Fengdu atau Hutan Arwah tak akan bisa membuatnya gentar “Mungkin rumah kakek lebih menyeramkan” Batin Shou Yan saat melihat lebih jauh ke dalam hutan
Sampai keduanya mendengar suara aneh yang muncul dari balik semak “Apa itu..? Hantu..?” Ma Liang melihat ke sumber suara dengan celana yang hampir basah
Shou Yan yang lelah di hadapkan dengan sifat rekannya itu memutuskan untuk melihat sumber suara tersebut “Aaahhh..” Shou Yan berteriak dan mengambil sesuatu “hanya seekor kelinci”
“Ka-kau sungguh terlalu adik..” Jeritan Shou Yan membuat celana Ma Liang menjadi basah, sampai ia melihat tatapan Shou Yan yang menjadi waspada “A-adik,, jangan bilang kalau..?”
“Dimana yang lain..?” Shou Yan melepaskan kelinci yang di tangkapnya dan mulai menyiapkan kuda-kuda saat mengetahui para peserta yang lain menghilang bersamaan dengan munculnya kabut yang tebal
Ma Liang berlari ke belakang Shou Yan tanpa melihat kebelakang saat tangan kirinya menyentuh sesuatu yang berbulu “Adiiikkk, tolong aku”
“Bisakah kau sekali saja untuk tidak menyusahkanku..?” Shou Yan menoba melepaskan tangan Ma Liang dari bajunya
“Rrrrr”
Shou Yan menyipitkan matanya saat mendengar suara hewan yang seperti sedang kelaparan, dengan kabut yang tebal ia tidak dapat melihat dengan jelas sosok hewan tersebut.
Untuk dapat melihat dengan jelas Shou Yan berniat menyingkirkan kabut dengan tekniknya “Pukulan Angin”
Shou Yan tak berhenti terkejut saat melihat segerombolan serigala dari balik kabut yang sedang bersiap merkam mangsanya “Cih,, hanya serigala yang lapar”
“A-adik bisa mengalahkannya..?” Ma Liang melihat Shou Yan yang masih tenang
“Tentu saja.. Larii..!” Shou Yan berlari tanpa mempedulikan Ma Liang yang sedang membasahi celananya
__ADS_1
“Tu-tungu adiiikkk..” Dengan sekuat tenaga Ma Liang berlari mengejar Shou Yan dengan celana yang sudah basah