Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 60. Terbukanya Dua Aliran Chi


__ADS_3

Misi pertama Shou Yan bisa di katakan sukses karena Da Bu telah memberikan kompensasi pada Sekte dan sesuai dengan peraturan Aula Permintaan ia mendapatkan 10 koin perunggu


Meski hasilnya tidak begitu besar, Shou Yan merasakan kebahagiaan karena bisa memperoleh uang dari hasil usahanya sendiri


Dengan 5 koin perak ia mendapatkan kembali pedangnya yang sempat rusak karena pertarungannya dengan Bai Yong beberapa waktu lalu


Setiap Sekte mempunyai gudang senjata dan tidak terkecuali Sekte Pedang Bulan, jika salah seorang murid ingin mendapatkan senjata harus menemui Guo An dan membayar 5 koin perunggu agar bisa mendapatkannya di Aula Senjata


Jika pedangnya rusak karena misi, Sekte akan memberikannya tanpa meminta kompensasi dan selain itu mereka harus membayarnya


“Pedang gratis hanya di berikan pada hari pertama masuk..? Sungguh Sekte yang pelit”  Shou Yan melihat pedang barunya dan segera melangkah pergi


Sesampai di tempat Da Bu ia di kejutkan oleh suasana yang terlihat beda “Sejak kapan Toko obat menjual pakaian..?”


Jika kemarin ia hanya melihat kendi obat serta botol pil di bagian rak depan. Sekarang, mulai terlihat hampir seluruhnya berisi pakaian dari berbagai jenis bahan


Saat hendak masuk ia mendengar suara yang tidak asing sedang memarahi Da Bu. “Da’gege.. sudah ku bilang untuk bisa menjadi lebih rapi bukan..?”


“Apa ini kurang bagus..?” Ucap Da Bu sambil menunjukkan pakaian barunya


“Tentu saja, tapi rapikan dulu rambutmu” Saat Chang En meminta Da Bu merapikan rambutnya ia melihat seorang bocah yang sedang menatapnya dii depan pintu “Aaraa..ada adik kecil”


“Namaku Shou Yan Bibi” Ucap Shou Yan dengan nada malas, untuk terakhir kalinya ia berfikir untuk bisa segera menjadi dewasa


“Bibi..!?” Chang En menaikkan alisnya saat mendengar ucapan dari Shou Yan


“Ma-maksudku Nona”


“Iya.. wajahku masih terlihat muda bukan..?”


Shou Yan menelan ludahnya sendiri saat melihat senyuman yang menghiasi wajah Chang En namun bersamaan dengan itu, ia merasakan aura hitam yang pekat menyelimuti tubuhnya “Be-benar”


Shou Yan menatap Da Bu sejenak sebelum ia di bawa pergi olehnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun


Chang En yang melihat keduanya hanya bisa menggelengkan kepala “Da’gege.. jangan pulang terlalu larut ya” Imbuhnya sambil melambaikan tangan


“Haih.. dasar laki-laki” Batin Chang En


Shou Yan ingin bertanya hendak dibawa kemana dirinya namun melihat wajah Da Bu yang serius ia mengurungkan niatnya

__ADS_1


Keduanya sampai di belakang kota dan sudah terdapat manusia jerami yang sudah terjejer rapi “Sepertinya.. kemarin tidak ada” Batin Shou Yan


Da Bu diam sejenak sebelum memberikan arahan pada Shou Yan “Hei bocah, tunjukkan teknikmu padaku”


Shou Yan berfikir sejenak karena ia belum pernah menunjukkan beberapa teknik pada Da Bu sampai ia teringat akan terakhir kali “Jangan-jangan..?” Batinnya


Ia merasa ragu untuk menggunakannya dan untuk memastikannya ia harus bertanya pada Da Bu “Apa yang paman maksud adalah 17 Tapak Naga..?”


Da Bu hanya menjawabnya dengan mengangguk pelan sambil tersenyum tipis


Shou Yan merasa jika akhir-akhir ini banyak orang yang mengenali Teknik yang di ajarkan oleh Gurunya, tapi ini bukanlah saatnya untuk berfikir buruk pada Da Bu “Baiklah Paman”


Da Bu melihat gerakan yang di tunjukkan oleh Shou Yan, ia sendiri pernah melihat jurus ini sekali namun yang apa yang di tunjukkan oleh bocah di hadapannya sungguh membuatnya ragu untuk membuka dua aliran Chi


Setelah gerakan ke tujuh belas ia menghampiri Shou Yan dengan tangan di belakang “Kau ingin meniupnya apa ingin menghancurkannya..?” Tunjuk Da Bu ke salah satu manusia jerami


Shou Yan melihat kedua tangannya, ia tidak menyangka jika 17 Tapak Naga yang membuat gurunya menghilang bisa menjadi lemah seperti ini


“Itu bukan salahmu, tapi dua aliran Chi dalam tubuhmu membuatnya tidak bisa mengeluarkan seluruh potensinya”


Da Bu menceritakan bahwa dulu ada seseorang yang menguasai jurus ini dan mampu melumpuhkan ratusan musuh yang sedang mengepungnya “Sedangkan kau..?”


Shou Yan mengerti seseorang yang di maksud Da Bu adalah Lu Ming namun ia sendiri masih kebingungan dengan perbedaan 17 Tapak Naga miliknya dengan 17 Tapak Naga milik Gurunya


“Berdirilah di hadapanku” Ucap Da Bu


“Baik Paman”


Da Bu sedikit menduk dan mengangkat lengan bajunya “Bukalah bajumu”


“Pa-paman.. apa yang kau pikirkan..?” Ia tidak menyangka jika Da Bu akan membuatnya membuka baju


“Dasar bocah.. yang kumaksud adalah angkat sedikit baju yang menutupi perutmu”


“Ahh.. itu, baik Paman” Shou Yan bernafas lega jika tindakan Da Bu berbeda dengan apa yang di pikirannya


Saat Shou Yan menarik nafas dalam-dalam, ia melihat api biru berada di jari telunjuk Da Bu “Api apa itu” Batinnya


Da Bu mengumpulkan hawa murni di ujung jari dan mengarahkannya tepat di titik aliran Chi milik Shou Yan “Api perusak Segel”

__ADS_1


Uuggghh


Shou Yan terdorong beberapa meter dan merasakan hawa panas di tubuhnya “Ap-apa yang paman lakukan padaku” Ia meronta kesakitan saat api tersebut mengarah di perutnya


“Tahanlah, dan coba rasakan energi Chi milikmu”


Shou Yan tidak punya pilihan lain selain menuruti arahan dari Da Bu, ia mungkin belum mengerti akan aliran Chi


Namun ia bisa merasakan adanya energi besar yang menyelimuti tubuhnya, bersamaan dengan itu Lambang Naga di punggung Shou Yan bersinar


“SEKARANG”


Shou menangkap maksud dari teriakan Da Bu dan menyiapkan kuda-kudanya


“Tapak Naga Menyesal”


Serangan Shou Yan menghancurkan manusia jerami hanya dengan sekali tarikan nafas, Da Bu yang melihatnya hanya bisa tersenyum bahagia


Ia melihat bayangan Lu Ming berada di belakang Shou Yan dan tersenyum padanya lalu menghilang “Dasar kekek tua yang menyebalkan” Batinnya


Meski sudah mengeluarkan 17 Tapak Naga, Ia masih terasa segar dan untuk pertama kalinya Shou Yan merasakan tubuhnya penuh akan aliran energi Chi


“Paman..!?” Shou Yan menatap Da Bu dengan penuh harap


“Jangan meminta sesuatu yang mustahil” Ucapnya sambil memejamkan mata


“Meski terlalu lama dalam mengumpulkan Energi Chi, tetapi.. Ini seperti yang dulu pernah ku lihat” Batin Da Bu


“Baiklah untu-“ Sebelum Da Bu melanjutkan latihan selanjutnya, ia mendengar suara ledakan keras di belakangnya


Da Bu menoleh dan melihat tembok Kota Changnan hancur karena terkena Tapak Naga Shou Yan. Keduanya saling memandang sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat latihan


“Paman, kenapa kita harus pergi..?” Ucap Shou Yan sambil berlari di samping Da Bu


“Sudahlah,, lebih baik teruskan larimu..!” Bukannya ia takut di ketahui oleh penjaga kota namun dia sendiri tidak mempunyai cukup uang untuk mengganti kerugiannya


“Cepatlah atau nanti kita keta-“ Da Bu ingin Shou Yan agar mempercepat langkahnya namun saat ia menoleh, bocah tersebut sudah tidak ada di sampingnya


Tanpa dia sadari, Shou Yan sudah berada jauh di depannya “Dasar Monster kecil” Ucapnya sambil terpatah-patah

__ADS_1


 


__ADS_2