
Setelah Yue Ying memberikan obat untuk luka yang di derita oleh Shou Yan, kini kondisinya perlahan pulih kembali
Hari sudah mulai gelap namun Shou Yan masih belum tersadarkan, Yue Ying tetap menunggu tepat di sampingnya
Merasa tubuhnya sudah terasa lengket serta penuh akan keringat membuat Yue Ying tidak nyaman dan memutuskan untuk mandi
Meski bukan ruangan VIP seperti sebelumnya, tidak membuat Yue Ying untuk berhenti membersihkan diri
Fasilitas di lantai tiga masih terbilang cukup untuk kelas seorang bangsawan seperti keluarga Ying, berbekalkan yang tersimpan di cincin dimensi miliknya membuat semua terasa mudah
“Seorang gadis harus bisa menyiapkan segalanya bukan..?” Yue Ying berbicara sendiri sambil mengibaskan tangannya di atas meja
Dan muncul beberapa alat keperluan mandi serta pakaian bersih yang telah tersedia di dalam cincin dimensi miliknya
Beberapa saat kemudian, Shou Yan perlahan membuka kedua matanya dan menemukan sosok gadis yang sedang mengganti pakaian di sampingnya “No-na Ying..!?”
Yue Ying terkejut saat mendengar suara pria di belakangnya, dengan cepat ia bergegas menyelesaikan sambil menutupi tubuhnya “A-apa kau melihatnya..?” Ucapnya dengan mata berkaca-kaca
“Ti-tidak Nona..” Meski terlihat agak samar namun ia tidak bisa memberitahu pada Yue Ying bahwa dia telah melihat hampir seluruhnya
“Syukurlah..” Yue Ying bernafas lega setelah mendengar ucapan dari Shou Yan
Mungkin jika Shou Yan mengatakan telah melihat tubuhnya, maka ia mempunyai dua pilihan yaitu mati secara perlahan atau mati tanpa rasa sakit
Shou Yan yang masih terbujur kaku hanya bisa menelan ludahnya saat mengetahui pernyataan dari Yue Ying “A-aku menjawabnya dengan tepat” Batinnya
“Untuk sementara.. tubuh Tuan Shou harus banyak istirahat” Yue Ying menghampiri dan duduk di sebelahnya
Jika di dalam sekte mungkin ia bisa menyadari akan kehadiran Guo An atau murid sekte yang lain namun kali ini berbeda
“Apa yang sebenarnya terjadi Nona..? Kenapa aku bisa ada di sini..?” Ia hanya melihat sebuah ruangan dengan seorang gadis di sampingnya
“Ahh,, Tuan Shou tadi telah..” Yue Ying menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi mulai dari pertarungan yang terjadi sebelumnya
Serta terkena Jarum beracun milik Sekte Gagak Hitam, jika perkiraannya benar maka jarum ini telah di arahkan sebelum Shou Yan melakukan teknik yang terakhir
“Racun..!?” Shou Yan tidak menyangka jika dirinya akan terkena racun, sempat terfikir di benaknya bahwa betapa lemahnya dia karena tidak bisa menghindari serangan yang begitu mudah
Yue Ying menyadari jika pemuda di hadapannya sekarang sedang merenung, ia tidak bisa membiarkan pemuda di hadapannya menyalahkan dirinya sendiri
“Tuan Shou,, jarum beracun milik Sekte Gagak hitam memang di kenal berbahaya dan siapapun tidak bisa menyadari kapan dan dimana jarum ini di arahkan”
“Bahkan.. Pendekar suci pun sulit untuk menghindari jarum ini” imbuhnya
__ADS_1
Shou Yan hanya mengangguk pelan dan mencoba untuk tetap tenang, saat hendak mengatakan sesuatu terdengar suara ketukan dari balik pintu
Yue Ying mendekati pintu dan melihat dua sosok prajurit dengan sebuah tombak di tangannya
“Apa nona adalah orang yang bernama Yue Ying..?”
“Benar”
“Kalau begitu.. ikut dengan kami dan jelaskan semuanya di pos penjagaan”
Itu sesuatu yang wajar bagi penjaga kota untuk meminta keterangan terkait keributan yang telah ia timbulkan sebelumnya
Yue Ying menoleh ke arah Shou Yan sejenak sebelum mengangguk pelan dan mengikuti arahan dari dua pengawal tersebut
Shou Yan yang mendengar langkah kaki mulai menjauhi kamarnya, ia mencoba untuk bangkit dan berdiri
Meski awalnya terasa masih berat namun ia berhasil mengatasinya “Aku harus kembali ke Kediaman Sekte” Gumamnya
Ia dan Ma Liang telah meninggalkan sekte tanpa meminta ijin terlebih dahulu jadi waktu untuk bermain di luar sangat terbatas
Shou Yan mengambil pedangnya yang tergeletak di samping meja lalu beranjak keluar ruangan
Betapa di kejutkan saat ia membuka pintu dan menemukan seseorang yang tidak asing “No-nona Ying..? Bukankah tadi sedang ikut bersama para penjaga kota..?”
“Hemmm.. itu tentu hal yang mudah” Yue Ying tersenyum lebar sambil menjentikkan jarinya
“Jadi..? Tuan Shou mau kemana..?”
“Ahh,, Junior hanya ingin kembali ke Sekte, karena telah lama pergi tanpa meminta ijin terlebih dahulu”
Shou Yan hendak ingin kembali sendirian karena ia tidak pernah membawa orang luar masuk ke dalam sekte sebelumnya
Sejak awal Yue Ying ingin melihat secara langsung Sekte tempat ia menimba ilmu, jika muridnya sudah mampu mengalahkan kelompok pembunuh waktu lalu
Pasti Sekte ini merupakan aliran putih yang mempunyai ribuan murid atau bisa di katakan Sekte yang Besar
Dengan keahlian bernegosiasi yang dimilik Yue Ying membuat Shou Yan sering kalah dalam berdebat sampai akhirnya memutuskan untuk membiarkan gadis di hadapannya agar ikut ke Sekte Pedang Bulan dengan syarat hanya sampai depan gerbang
Keduanya berjalan meninggalkan penginapan sambil berbicara banyak hal, terutama Yue Ying yang terus bertanya tentang kekuatan yang di miliki oleh sektenya
Sesampainya di luar penginapan, keduanya masih terus berdebat “Apa yang kau lakukan..?”
“Tentu saja pulang Nona”
__ADS_1
Yue Ying menepuk jidatnya saat melihat pemuda di sampingnya hendak jalan menuju sekte “Kau tidak melihat ini..!?” Sambil menunjuk sebuah kereta berlapis emas
Shou Yan bukannya tidak melihat adanya sebuah kereta kuda yang mewah namun ada sesuatu yang mengganjal di benaknya “Itu.. siapa yang akan menjadi kusirnya..?”
Yue Ying memiringkan kepalanya sambil mengelus dagunya dan teringat akan seseorang
“Bagaimana kalau..?” Ucap keduanya sambil melihat ke arah kegelapan
Hayabusa yang awalnya bersembunyi di belakang mereka menjadi terkejut saat dua sosok melihatnya penuh arti
Menanggapi tatapan keduanya, dia keluar dan menunjukkan dirinya “Aku adalah seorang Ninja.. bukan kusir..” Ucapnya dengan nada datar
“Tentu Paman, tapi bukankah aku hanya seorang gadis mungil yang tidak berdaya”
“..sedangkan aku hanya seorang bocah yang masih kecil, bahkan aku tidak tau caranya menunggang kuda”
Untuk terakhir kalinya Hayabusa ingin mengumpat keras namun ia dapat mengontrolnya dengan menarik nafas pelan “Aku tidak percaya harus melakukan ini”
Shou Yan dan Yue Ying tertawa bersama saat melihat seseorang yang di takuti akan sebuah pedang hitam di punggungnya kini bisa berubah menjadi pengemudi kereta kuda
Karena tidak ingin terlalu mencolok, Hayabusa dengan cepat mengganti pakaiannya dengan baju biasa kecuali pedang dan kain yang menutupi setengah wajahnya
Mereka memutuskan berangkat setelah Hayabusa mengganti pakaiannya, Shou Yan merasa melupakan sesuatu yang penting namun tidak tahu apa yang ingin di ucapkannya
“Tuan Shou,, apa yang sedang Tuan pikirkan..? Apa sedang memikirkan seorang gadis” Ucapnya sambil senyum mengejek
“Itu dia..!!” Shou Yan teringat saat Yue Ying mengatakan seorang gadis
Shou Yan mengibaskan tangannya lalu muncul sebuah lempengan yang tak asing bagi Yue Ying “Maaf Nona.. Ini adalah barang milik Nona Ying, harap di terima kembali”
Yue Ying mematung sejenak namun bukan Lempengan yang di keluarkan oleh Shou Yan tetapi cincin dimensi yang dimiliki olehnya
“Tuan Shou..! Darimana Tuan bisa mendapatkan ini..!!” Ucap Yue Ying sambil memegang tangan kiri Shou Yan yang di jari manisnya terdapat sebuah cincin
“I-ini adalah pemberian dari Guruku Nona”
“Dimana Gurumu..!? Dan di mana dia..!? Apa dia adalah pria sepuh di sektemu..!?” Yue Ying terus bertanya sambil menatap mata Shou Yan dari dekat
“No-nona.. kau menjadi sangat menakutkan sekarang..”
Melihat reaksi Shou Yan membuatnya sadar “ahemb.. maaf Tuan Shou aku tidak bisa mengontrol emosiku saat melihat barang yang istimewa” Ujarnya sambil menunjuk cincin yang Shou Yan pakai
“Istimewa..?”
__ADS_1
“Tentu.. itu adalah salah satu item dunia dan bahkan mungkin hanya ada beberapa saja di dunia ini”