Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 93. Topeng Putih


__ADS_3

Mei Hwa mengikuti Shou Yan dari belakang, beberapa kali keduanya di minta tahanan lain untuk ikut di bebaskan


“Tuan, tolong bebaskan aku tuan”


“Nona kecil... aku punya anak dan istri tolong bebaskan aku”


Mei Hwa mendengar teriakan dari salah satu tahanan dan itu membuatnya sedikit iba, ia menghentikan langkahnya lalu mendekat dan bertanya tentang apa kesalahan pria tersebut hingga bisa berada di penjara


“Aku hanya kedapatan mencuri sebuah roti, karena anakku sudah 2 hari belum makan” Pria yang umurnya sekitar 30-an tahun tersebut memasang wajah memelas untuk mendapatkan empati dari gadis di hadapannya “Mohon Bebaskan aku Nona kecil”


“Tunggulah Paman.. aku akan coba membukanya” Mei Hwa memilah puluhan kunci untuk membuka pintu penjara “Ini dia.. mundur sebentar Paman”


“Tunggu..!”


Ketika Mei Hwa berhasil memasukkan kunci ke lubangnya, Shou Yan memegang tangan dan menariknya mundur “Jangan lakukan itu Hwa'er”


“Tapi.. dia hanya mengambil roti”


Shou Yan menatap kedua mata Mei Hwa sambil memasang senyuman lembut sebelum kembali melihat ke arah pria tersebut “Kau bilang mencuri sebuah roti karena anakmu belum makan selama dua hari bukan..?”


“Benar anak muda, cepat bebaskan aku”


Shou Yan mengamati dengan seksama, di dalam tahanan tersebut terdapat lima pria namun ke-empat lainnya hanya terdiam setelah mendengar rekannya yang hendak bebas dan itu membuatnya sedikit curiga


Umumnya siapapun pasti akan berebut untuk memohon dan meminta di bebaskan seperti ruang tahanan sebelumnya, tetapi sikap tenang yang mereka lakukan telah menimbulkan kecurigaan


Shou Yan batuk pelan sebelum kembali bertanya “Sudah berapa lama Paman berada di dalam sana..?”


“Sudah lima hari Tuan Muda”


“Ah,, Ayo pergi Hwa'er” Mendengar jawaban tersebut, Shou Yan memutuskan untuk membawa Mei Hwa keluar dari tempat ini


“Tapi Yan'gege.. bagaimana dengan...?” Mei Hwa penasaran dengan tindakan yang Shou Yan lakukan, bahkan saat keduanya berjalan ia masih sempat untuk menoleh kebelakang


“Dia berbohong Hwa'er” Setelah menjauh sekitar sepuluh meter Shou Yan berhenti dan memberitahukan kebohongan pria tersebut “Dengar Hwa'er.. jika dia memang hanya mencuri sebuah roti, pasti tidak sampai lima hari dia berada disana..”


Melihat pakaiannya yang lusuh serta bau yang keluar dari tubuhnya menandakan pria itu sudah lama berada di sana, mungkin sekitar satu bulan bahkan bisa lebih


“Aku tidak melarangmu untuk melakukan kebaikan,, tapi kau juga harus berhati-hati” Shou Yan tersenyum lembut sambil mencubit hidung Mei Hwa


“Sa-sakit Yan'gege..” Gadis mungil itu mengelus hidungnya yang terasa seperti di gigit semut namun di balik rasa sakitnya, ia menemukan perhatian yang Shou Yan berikan padanya “Mungkin Yan'gege peduli terhadapku” Batinnya sambil sedikit tersenyukit


“Ayo kita pergi”

__ADS_1


“Baik Yan'gege...”


“Aa..uum” Mei Hwa hanya bisa mengangguk pelan sambil terkesipu malu, sudah dua tahun semenjak terakhir terakhir kali ia bersentuhan dengan Shou Yan “Tangannya.. menjadi lebih besar”


Mei Hwa masih ingat ketika Shou Yan membawanya lari dari kejaran Organisasi bayangan hitam, dan saat itu juga ia mulai dekat dengannya


Keduanya berlari menuju pintu keluar, Shou Yan merasa ada yang aneh ketika di dalam penjara tidak menemukan satu prajurit yang berjaga


“Serahkan dirimu dan jangan melawan..!”


“Yan’gege..?” Mei Hwa melihat dari balik punggung Shou Yan dan menemukan puluhan ujung tombak sudah terarah padanya “Sedang apa kalian..!?” Mei Hwa berteriak dengan maksud para prajurit bisa mengenali dirinya


“Berdiri di belakangku..” Shou Yan sudah curiga dari awal, kenapa Mei Hwa bisa mendapatkan kunci dengan mudah serta sepinya penjagaan di sekitar sini “Hwa’er.. darimana kau mendapatkannya..?”


Mei Hwa menatap Shou Yan sebelum melihat puluhan gantungan kunci yang dia pegang “Seorang prajurit memberikannya padaku”


“Apa dia ada di antara mereka..?” Shou Yan menunjuk puluhan prajurit di depannya


Mei Hwa terdiam sejenak sambil mengingat sosok yang telah memberikannya kunci “Dia”


Shou Yan melihat ke salah satu prajurit yang di tunjuk oleh Mei Hwa “Ternyata menjadi seorang Putri tidaklah mudah”


Shou Yan menangkap maksud dari tindakan mereka, prajurit tersebut sengaja memberikan kunci pada Mei Hwa agar bisa membebaskannya dari penjara, lalu saat sudah keluar mereka akan menjadikannya sebagai dalang dari pembunuhan Mei Hwa


Mei Hwa tidak menunjukkan ekspresi apapun kecuali menatap Shou Yan dengan tatapan kosong, ia masih tidak mengerti dengan ucapan tadi, setahunya puluhan prajurit bertindak seperti itu karena mereka belum mengetahui identitasnya, sebab ia memakai pakaian tebal dan tertutup


“Tangkap mereka..!”


Sekejap Mei Hwa berada di depan Shou Yan dan membuka penutup kepalanya “Aku adalah Putri kerajaan Sun..!” Gadis kecil tersebut berharap mendapatkan kehormatan dari para bawahannya ketika menunjukkan statusnya sebagai Putri dari Raja Sun Qian “Kenapa diam saja..? Letakkan senjata kalian..!”


Beberapa prajurit saling memandang sebelum akhirnya memutuskan untuk menghiraukan perintah dan menyerang keduanya


 “Menunduk” Dengan sigap Shou Yan mengeluarkan pedangnya dan menangkis anak panah yang terarah tepat di kepala Mei Hwa berada


Shou Yan kembali menangkis belasan anak panah dengan mudah “Ternyata ada tikus lainnya” Tatapan Shou Yan menjadi lebih tajam


Shou Yan berencana untuk mengalahkan mereka tanpa harus membunuh, sebab ia tidak tega jika harus memperlihatkan puluhan manusia berhiaskan darah segar di depan Mei Hwa


Shou Yan kembali menyarungkan pedangnya dan memutuskan untuk menggunakan teknik tangan kosong “Maju kalian..!”


Puluhan prajurit menyerang secara bersamaan, Shou Yan menghindari setiap serangan tombak namun ia juga mendaratkan sebuah serangan tepat di bagian dada


“Tapak Besi” Pukulan telak di dapatkan masing-masing prajurit, lima prajurit yang terkena Tapak Shou Yan terpukul mundur beberapa meter hingga akhirnya tidak sadarkan diri

__ADS_1


Shou Yan menangkap salah satu tombak prajurit lalu menendangnya, di saat yang sama ia juga mengambil tombaknya dan menjadikannya sebagai senjata


Ini adalah pertama kalinya ia menggunakan tombak sebagai tekniknya, tetapi setelah melihat beberapa pertarungan tombak dari atas arena membuatnya sedikit familiar


Perlahan Shou Yan mengayunkan tombaknya dan menyerang dengan cepat, serangan yang Shou Yan tampilkan berasal dari Sekte lain namun dengan gerakan yang dia ciptakan sendiri membuatnya sulit untuk di prediksi dari Sekte mana dia berasal


“Kalian terlalu kaku”


“Diam kau..!”


Selain bertahan Shou Yan juga memberikan ceramah tentang teknik yang para prajurit itu gunakan, meski hanya sekilas Shou Yan dapat mengetahui setiap cela yang mereka tunjukkan


“Ughh”


“Arghh”


Shou Yan memukul setiap organ vital sehingga lawan tidak akan mampu untuk berdiri, meski hanya bersifat sementara namun cukup untuk memberikannya waktu


Sudah belasan prajurit yang Shou Yan kalahkan tanpa membunuh dan itu membuat lima prajurit sisanya menjadi ragu untuk menyerang


“Ke-kenapa dengan kalian.? Serang dia”


“Ba-baik”


Shou Yan melakukan serangan terlebih dahulu dan setiap serangan berhasil melumpuhkan lawan-lawannya, empat prajurit berhasil Shou Yan buat pingsan “Sekarang giliranmu”


“Tu-tuan Muda.. mohon maafkan aku, aku hanya melakukan perintah” Satu prajurit terduduk sambil memohon ampunan


Shou Yan memutarkan tombaknya sebelum menancapkannya di dekat paha lawannya, seketika prajurit tersebut membasahi celananya sebelum akhirnya pingsan


“Aku tidak percaya dia seorang prajurit” Shou Yan mendengus kesal ketika seorang prajurit menunjukkan sifat seperti anak kecil


“Hwa’er.. kau tidak apa-apa..?” Shou Yan mendekati Mei Hwa sambil memastikan keadaannya baik-baik saja, setelah memastikan kondisinya, ia melihat ke sebuah atap bangunan “Sampai kapan kalian bersembunyi..?”


“siapa Yan'gege maksud...?”


Shou Yan tidak menjawab pertanyaan dari Mei Hwa melainkan hanya diam sambil melihat dua sosok yang memakai pakaian serba tertutup dengan topeng putih


Sejak awal pertarungan, Shou Yan merasakan kehadiran dua sosok tersebut namun karena tidak membahayakan ia membiarkannya dan ternyata benar, keduanya malah membantu Shou Yan dengan mengalahkan prajurit panah yang bersembunyi di atap rumah


“Ayo kita pergi”


“uum..”

__ADS_1


Keduanya menuju ke sebuah Bangunan Militer untuk bertemu dengan salah satu petinggi pasukan di Kerajaan, mengingat hubungannya dengan jendral Guan, Shou Yan yakin bisa menjelaskan semuanya dan membersihkan namanya


__ADS_2