
Shou Yan terpukul beberapa langkah karena menangkis serangan gada besar tersebut “Apa kau pemimpin mereka..?”
“Aku tidak perlu memberitahumu” Pria dengan tubuh kekar kembali menyerang Shou Yan
Keduanya saling bertukar belasan jurus, dengan retakan di pedang Shou Yan membuatnya lebih berhati-hati ketika Pria berbadan kekar tersebut melayangkan Gadanya
Saat sampai jurus ke dua puluh, Shou Yan melayangkan sebuah tendangan tepat di dada pria berbadan kekar
Pria tersebut terdorong mundur sambil memegang dadanya, bersamaan dengan itu keluar darah di tepi bibirnya “Meski masih muda, kau mempunyai tenaga dalam yang cukup besar”
“Bergabunglah dengan kami, Ketua akan menyambutmu dengan istimewa” Pria dengan luka di dada bermaksud untuk membujuk Shou Yan menjadi anggota klan
Siapapun pendekar yang sudah mencapai ranah Langit akan mampu melihat aura hitam menyelimuti tubuh Shou Yan dan bakat membunuh seperti itulah yang sangat di sukai oleh Ketua Klan Sekte Gagak Hitam “Bocah ini mempunyai bakat yang luar biasa” Batinnya
“Kau..!?” Mata pria tersebut melotot ke arah Shou Yan ketika ia menjawab pertanyaannya dengan sebuah serangan
Dengan menyarungkan pedangnya akan membuat gerakannya lebih cepat sehingga pria dengan badan besar akan sulit untuk mengikutinya
“Pengguna tangan kosong...!?” Setiap kali pria berbadan besar mengayunkan senjatanya selalu berhasil di tangkis oleh tangan kecil Shou Yan, tak jarang tubuhnya terkena pukulan “Siapa Gurumu..!?”
Penggnua tangan kosong adalah Teknik tingkat tinggi yang membutuhkan tenaga dalam serta ketrampilan, kebanyakan pendekar akan menggunakan sebuah senjata sebagai alat pelengkap dan pria tersebut tahu akan hal itu
Tapi melihat Shou Yan menggunakan tangan kosong, membuatnya lebih berhati-hati terutama saat gada miliknya tidak membuatnya terluka
“Tapak Besi”
“Gada Iblis”
Pertemuan Gada dengan tapak Shou Yan membuat bangunan di sekelilingnya hancur, di detik terakhir Shou Yan kembali mengeluarkan dua aliran Chi miliknya serta menambahkan lebih dari setengah tenaga dalamnya
Sebuah ledakan energi terjadi dan bersamaan dengan itu pria berbadan besar tersebut terpental hinggap menatap tembok
Uuuggghhh
“Dari mana kau mendapatkan kekuatan sebesar itu” Ucap pria tersebut sambil terpatah-patah, ia tidak menyangka akan bernasib seperti ini di tangan seorang bocah, bahkan gada miliknya menjadi hancur
“Tingkatan seorang pendekar tidak akan menentukan sebuah kemenangan” Ujar Shou Yan sambil mendekatinya, saat memperhatikan lebih seksama pria tersebut terduduk sudah tak sadarkan diri dengan darah segar yang mengalir di mulutnya
Nafas Shou Yan menjadi lebih tidak teratur setelah mengeluarkan hampir seluruh kekuatannya, saat hendak naik ke lantai tiga tubuh Shou Yan mulai tidak seimbang
“A-aku harus cepat” Dengan tembok sebagai sandaran dapat membantunya mendapatkan kembali keseimbangan
Dengan perlahan ia melangkah dan sampai ke lantai terakhir, di sana tidak terlihat satu orangpun kecuali sebuah kursi dengan gulungan surat di atasnya
__ADS_1
Tanpa menurunkan kewaspadaan Shou Yan berjalan mendekati kursi tersebut dan membukanya. Shou Yan tersedak ludahnya sendiri ketika membaca isi surat, dengan sedikit rasa kesal ia kembali dengan membawa surat gulungan tersebut
Di lantai dua ia di melihat Ouyang beserta pengawalnya “Paman..? Kenapa ada disini..?”
“Tentu saja untuk membantumu, tapi sepertinya tidak perlu” Ouyang sulit percaya jika seorang bocah mampu melakukan semua ini
“Nak Shou.!?” Ouyang menangkap tubuh Shou Yan saat hendak terjatuh “Kau tidak apa-apa..?”
“Tidak apa Paman.. Aku mendapatkan surat ini” Shou Yan memberikan gulungan surat tersebut agar Ouyang segera melakukan tindakan
“Akan kulakukan sebisa mungkin”
***
“Ini..?” Saat Ouyang memasuki kediaman, ia dan rekannya kembali di kagetkan dengan puluhan mayat prajurit yang sudah tergeletak tak bernyawa serta jasad mereka mengarah ke lantai dua
Ini berbeda dengan apa yang sudah di rencanakan, melihat kondisi di sekitarnya sudah bisa menebak bahwa Shou Yan menangkis puluhan anak panah sebelum membunuh para prajurit
“Tuan Ouyang..?” Ujar salah satu petinggi desa, ia bermaksud agar Ouyang segera memberikan perintah sebelum suasana menjadi lebih tidak terkendali
“Tunggu apa lagi..? Kalian cepat ke ruang bawah tanah dan bebaskan semua tahanan”
“Baik Tuan”
Ouyang tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara ledakan di lantai dua “Aku harus membantunya” Gumamnya
Dengan beberapa pengawalnya, ia mencoba untuk membantu Shou Yan namun ketika sampai di sana terdapat seseorang yang dia kenal “Dia.. sudah kuduga akan berhianat”
“Siapa dia Tuan..?”
“Dia adalah Wakil Kolonel” Sejak dulu ia sangat berambisi untuk menjadi kepala prajurit namun karena sifatnya, Ouyang menolak memberikannya kenaikan pangkat “Kau memang pantas mendapagkannya”
Setelahnya, ia kembali melanjutkan langkah ke lantai dua dan mereka hanya menemukan seorang pria berbadan kekar yang sudah tak sadarkan diri
“Tuan, dia adalah pria yang kita cari”
“Ikat dia..! Kematian terlalu baik untuknya” Ouyang mendengar suara di lantai tiga dan bergerak meninggalkan beberapa pengawalnya
“Nak Shou..?”
***
“Maaf Paman, aku tidak menemukan pemimpin mereka” Entah kebetulan atau sebuah keberuntungan
__ADS_1
Semisal berhadapan dengan Ketua Sekte dari Gagak Hitam mungkin ia tidak perlu khawatir bahwa masa depan Yue Ying akan merasa lebih aman
Namun di sisi lain ia tidak menyangkal jika berhadapan langsung dengan ketua mereka, Shou Yan akan membutuhkan bantuan dari sosok yang ada dalam tubuhnya “Melawan tiga pendekar di ranah langit,, sungguh merepotkan” Batinnya
Ouyang membopong Shou Yan sampai ke lantai satu dan saat itu juga ia melihat seseorang yang sangat dia kasihi “Istriku..?” Gumamnya
Shou Yan ikut melihat ke arah yang sama dengan Ouyang sebelum ia kembali melihat ke arahnya “Pergilah Paman” Ucapnya sambil tersenyum hangat
“Tapi nak Shou..?”
“Jangan pikirkan, Tubuhku sudah kembali pulih”
Ouyang menjawabnya dengan mengangguk pelan. Shou Yan berjalan dengan sedikit sempoyongan, ia terpaksa berbohong agar tidak menghalangi Ouyang untuk bertemu dengan orang yg dia rindukan
Sesampainya di tengah Pintu ia berbicara tanpa menoleh kebelakang “Aku harap,, paman dapat memenuhi janji”
Pria dengan perut buncit tersebut melepaskan pelukan istrinya dan menjawab pertanyaan Shou Yan dengan bangga “Aku,, Ouyang..! Tidak pernah ingkar janji”
Shou Yan tersenyum lembut sambil mengatur nafasnya, setelah mulai tenang ia menghela nafas panjang dan pergi dengan cepat
Saat Ouyang tidak melihat punggung Shou Yan lagi, saat itulah istrinya mulai menanyakan identitas pemuda tersebut “Siapa dia..?”
“Dia adalah Shou Yan, murid dari sekte Pedang Bulan”
“Murid..!? Ku pikir pendekar senior” Melihat tubuhnya, sudah wajar jika siapapun menyangka Shou Yan sudah berumur sepuh tahun dan sudah menjadi senior
“Aku juga awalnya tidak menyangka, tapi matanya mengatakan sebuah kejujuran” Keduanya saling tersenyum dan melanjutkan pelukan meski masih banyak jasad di sekelilingnya tapi mereka tidak peduli “Bagaimana kalau kita..”
Wanita tersebut menangkap maksud dari perkataan Ouyang bahwa ia ingin menambahkan keturunan seorang laki-laki “Haiyo.. apa kau tidak melihat di sekelilingmu..?”
Ouyang menepuk jidat saat mengetahui tugas pertamanya sudah mulai menumpuk
**//**
Selalu berikan tinggalkan like ya guys, jgan lupa vote dan dukung terus karya kami.. :-)
Xiexie
__ADS_1