
Sue Yu mengerutkan dahinya ketika tubuh yang berhasil ia tebas perlahan menjadi asap “Lagi..!?”
“Sepertinya jurus dari seorang bangsawan hanya sebatas ini saja” Sue Yu berbicara sambil mengamati lingkungan sekitarnya, ini pertama kalinya ia mendapatkan lawan yang menggunakan ilusi sebagai tekniknya
“Kalau begitu aku tidak akan segan lagi” Wu Kong menjadi lebih serius ketika kebangsawanannya telah di hina
Mendengar kalimat tersebut Sue Yu berlari memutari arena, semua orang yang melihatnya terkejut dengan tindakan yang di lakukan oleh gadis bergaun bunga lotus
Hu Tao sendiri harus keluar arena karena ia sadar hanya akan mengganggu rencananya “Sungguh menarik.. kita lihat apakah kau mampu menemukannya” Imbuhnya
“Apa yang di lakukannya..?”
“Berlari memutari arena tidak akan membuatnya menjadi pemenang”
“Kalian lebih baik diam dan saksikan saja..” Pendekar dari aliran netral yang sejak awal berada di belakang mereka memberikan teguran, karena banyak bicara dan tidak bisa duduk tenang
“Hei anak muda.. kami mau berbicara apapun itu semua tidak ada hubungannya denganmu”
“Benar, lebih baik kau urusi saja urusanmu”
Pemuda tersebut menghela nafas panjang, ia lupa bahwa sifat seorang bangsawan dengan rakyat biasa bagaikan langit dan bumi, yang dimana mereka mempunyai kepribadian yang sangat jauh
Hanya dengan sekali lihat Pendekar tersebut bisa tahu perbedaan antara mereka dengan rakyat biasa yang ikut menonton di stadium “Mungkin ini yang menjadi penyebab suatu kerajaan menjadi hancur” Batinnya
Dengan lautan manusia di sekitarnya, bisa terlihat rakyat biasa lebih banyak daripada para bangsawan maupun pendekar dari golongan putih ataupun netral
“70% penduduk biasa, 20% pendekar dari golongan putih dan netral, sedangkan 10%nya lagi para para bangsawan.. termasuk orang penting di kerajaan yang dari awal telah duduk mengamati pertandingan di atas podium utama”
Di dunia ini hukum rimba masih berlaku, barang siapa yang menjadi kuat dia akan mampu bertahan namun tidak bagi orang biasa, yang sejak awal tidak mempunyai bakat bela diri ataupun mempunyai kekuasaan
__ADS_1
Dengan hitungan 70% ini bisa di jadikan bukti bahwa keinginan mereka untuk menjadi bagian dari dunia persilatan begitu tinggi, menonton Turnamen adalah salah satu hal yang bisa mengisi kekosongan hati mereka, karena acara ini hanya bisa di lihat beberapa tahun sekali
“Hm.. Apa anak itu barusan melihat ke arahku..?” Pemuda tersebut menganalisa informasi yang dia kumpulkan dan lamunannya terpecah saat salah seorang peserta mengamatinya sambil mengangguk “Tapi itu tidak mungkin.. bahkan jaraknya hampir seratus meter” Gumamnya.
Shou Yan kembali melihat ke tengah arena saat dia di ketahui sedang menguping “Aku tidak mendengarnya.. Aku tidak mendengarnya” Batinnya
Shou Yan tidak sengaja menangkap ocehan dari salah satu pendekar di bangku penonton, karena Sue Yu melakukan hal yang tidak biasa ia memutuskan untuk memfokuskan pendengarannya, sebab dirinya sendiri penasaran dengan keputusan yang diambil oleh gadis tersebut
“Jadi itu rencananya..” Dengan mengalirkan energi Chi di kedua telinganya, Shou Yan mampu mendengarkan suara sekecil apapun tanpa harus menguras tenaga dalamnya, tentu dengan jarak tertentu.
“Tapi kenapa harus berlari mengitari arena..? Bukankah dia bisa langsung melompat...?” Shou Yan mencoba menganalisa perkataan dari Sue Yu yang sempat ia dengar ketika sedang bergumam
Ternyata benar, Sue Yu berlari mengitari arena beberapa menit sebelum akhirnya melompat cukup tinggi lalu mengarahkan ujung pedangnya kebawah
Sue Yu turun dari langit dengan posisi kepala di bawah dengan niat menusuk arena dari titik tengah, seketika arena hancur menjadi berkeping-keping saat Pedang yang tercipta dari tenaga dalamnya bersentuhan dengan lantai “Keluar kau..!!”
Teriakan dari gadis mungil tersebut mengiringi suara retakan yang di mulai dari titik tengah arena hingga menjalar sampai ke pinggir lapangan
“Tuan tidak perlu khawatir, aku sudah menahan diri..” Ucap Sue Yu dengan percaya diri, ia lalu bangkit sambil melirik ke luar arena “Lagi pula.. Itu tidak akan terjadi jika masih ada dia”
Hu Tao tersenyum lebar sambil mengangguk pelan, ia anggap ucapan Sue Yu sebagai pujian “Sudah lama tidak ada yang memujiku,, haiyo.. anak muda jaman sekarang masih bisa menghormati orang yang lebih tua” Sang wasit mengakhiri kalimatnya dengan tertawa kecil
Wu Kong mengatur nafasnya agar detak jantungnya kembali tenang, setelah merasa kondusif ia melihat ke arah langit
Sue Yu yang tahu akan hal tersebut hanya menggelengkan kepala “Aku sudah membuat langit menjadi lebih cerah.. jadi berhentilah mencari awan”
“Sial..” Batin Wu Kong. “Sejak kapan kau menyadarinya..?” Sebelumnya tidak ada yang pernah tahu akan kelemahan dari Tekniknya dan hal itu pula yang membuatnya menjadi lebih percaya diri dengan jurus tersebut
“Sejak awal.. kau selalu menggunakan jurus ilusi saat matahari tertutup oleh awan, lalu secara bersamaan kau menggunakan bayanganku sebagai tempat untuk bersembunyi” Sue Yu kembali mengarahkan ujung pedangnya
__ADS_1
“Nona sungguh berpengetahuan luas, setelah acara ini selesai,, maukah Saudari Sue ikut bergabung bersamaku di acara nanti malam...?”
“Simpan kata-katamu untuk dirimu sendiri” Sue Yu menghilangkan energi pedang di tangan kirinya dan memfokuskan seluruh tenaganya di sebelah kanan “Bersiaplah..!”
“Haih.. Gadis yang bersemangat” Wu Kong memainkan tombaknya sebelum ikut menyerang, dengan kesiapan yang tinggi ia menunjukkan keahliannya dalam menggunakan senjata
Setiap kedua senjata tersebut berbenturan muncul percikan api yang seakan menandakan betapa tingginya kualitas yang dimilik oleh tombak emasnya
Energi pedang milik Sue Yu juga tidak kalah menarik, karena setiap tebasannya mampu meninggalkan bekas goresan di setiap serangan
Setelah bertukar beberapa jurus Sue Yu menunduk sebelum menghilang dari pandangan lawannya, seketika ia berada tepat di belakangnya lawannya “Tebasan Kematian..!”
“Celaka..!” Wu Kong sempat menyadari kehadirannya, namun pijakan kakinya menjadi tidak seimbang karena semenjak hancurnya arena, membuatnya sulit untuk bergerak luas
Sue Yu melihat sebuah celah dan tidak menghamburkan kesempatan yang ada, dengan sepontan Wu Kong menahan serangan tersebut dengan tombak yang belum di aliri tenaga dalam
Pedang Energi cipataan Sue Yu mampu menghancurkan senjata tersebut dengan mudah, hingga bilah pedangnya hampir dua senti mengenai leher lawannya
“Aku menyerah..!” Wu Kong segera menyerah saat melihat nyawanya hampir melayang Karena pertandingan yang tidak pernah ia dapatkan
“Cukup.. Wu Kong dari Bangsawan Wu telah mengaku kalah.. dan pemenangnya adalah Sue Yu dari Sekte Bunga Lotus”
Sue Yu mengibaskan energi pedangnya hingga akhirnya menghilang, tanpa mengucapkan sepatah katapun ia berjalan melewati lawannya dan menuju ke tempat peristirahatan peserta
“Nona Sue.. bagaimana dengan tawaranku..?” Wu Kong mengarahkan tangannya seakan tidak rela jika gadis di hadapannya pergi tanpa menjawab pertanyaannya
“Simpan saja undanganmu” Ucap Gadis tersebut tanpa melihat kebelakang, hingga akhirnya meninggalkan pemuda dari bangsawaan Ah
“Gadis yang menarik” Wu Kong meninggalkan arena setelah mengucapkan kalimat tersebut
__ADS_1
“Haih.. Darah muda membuat mereka tidak bisa menahan diri” Hu Tao menepuk jidatnya ketika lagi-lagi harus memperbaiki arena