Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 20. Kekuatan Shou Yan


__ADS_3

Suara teriakan di setiap nyawa yang melayang di udara membuat siapapun yang mendengarnya menjadi bergetar, Pukulan demi pukulan, besi melawan besi membuat kematian menjadi terlihat


Shou Yan memberikan pukulan di setiap musuh yang menghampirinya sampai keadaan menjadi lebih tidak terkendali. “Aku harus cepat” Melihat dirinya kembali di kepung oleh prajurit Ning membuat nafasnya


terpatah-patah “Mungkin ini akibat dari pertarunganku melawan Xiao Lung” batinnya


“Bunuh bocah ini..”


“Dia bukan bocah sembarangan..”


“Jangan biarkan dia lolos..”


Shou Yan mulai memberikan perlawanan saat sudah memastikan keamanan Mei Hwa dan Xiao Lung “Sepertinya mereka sudah sampai” Shou Yan menoleh dan kedua gadis tersebut sudah tidak terlihat


“Rasakan ini bocah” salah satu prajurit Ning menyerang penggunakan tombak besi, selain kemajuan ekonomi di kerajaan Ning setiap pasukan di lengkapi perlengkapan yang terbuat dari besi, hal ini memungkinkan untuk memperkuat daya serang serta daya tahan tubuh


“Baju perang mereka sangat mengganggu” Shou Yan dapat menghindari serangan karena kecepatan dan keuntungan memiliki tubuh yang masih kecil tetapi tak jarang serangan yang ia lakukan tidak menimbulkan efek yang besar karena baju pelindung yang mereka pakai


“Aku harus melakukan sesuatu” Serangan yang paling efektif adalah menggunakan teknik tapak besi, namun jika sering menggunakannya hanya akan menunjukkan kelemahannya pada musuh


Saat Shou Yan mulai kebingungan ia mulai mendengar suara yang tak asing di kepalanya


***


Shou Yan melihat di sekelilingnya dan menemukan sosok yang pernah ia temui “Kau si hewan suci ?”


“Kenapa ada orang yang lemah sepertimu.?” Sosok Naga emas dengan mahkota di kepala mulai menjadi geram


“Mau bagaimana lagi,, aku belum di ajarkan Teknik menggunakan Senjata” Shou Yan sendiri tahu jika kekuatannya sekarang tidak lain hanya di ranah Bumi tahap lima, meski lawannya adalah para prajurit tetap saja akan menjadi sulit karena jumlahnya yang banyak


“Haih,, Seseorang dengan takdir di pundaknya tidak boleh lemah” Sosok Naga tersebut tidak ingin jika orang yang dia ikuti menjadi lemah sehingga membuatnya bisa terbunuh sewaktu-waktu


Shou Yan hanya menunduk malu, sadar akan kelemahannya sendiri sampai ia merasa ada sesuat yang menyentuh keningnya


“Kupinjamkan sedikit kekuatanku padamu..”

__ADS_1


***


“Rasakan ini bocah” sesaat senjata prajurit Ning hendak menyentuh leher Shou Yan tubuhnya di selimuti aura ke emasan


“Apa,,? Ini tidak mungkin” Prajurit Ning mulai menjaga jarak saat senjata miliknya terbelah menjadi dua karena menyentuh kulit Shou Yan


Kedua Mata Shou Yan menjadi bercahaya ke emasan dan mulai menyerang semua yang menghalanginya


“ka-kau”  Salah satu prajurit Ning meninggalkan dunia dengan kepala yang terpisah dari badannya


“Pe-pendekar Suci..!?” rekan prajurit Ning yang melihat Shou Yan menggunakan Energi pedang di tangannya menimbulkan rasa takut di balik helm perangnya


Dalam sekejap Shou Yan mulai menebas leher prajurit Ning yang ada di hadapannya “Aku tidak boleh membiarkan mereka hidup” Shou Yan mulai melompat ke atap rumah ke rumah yang lainnya, ia mulai memburu Prajurit Ning yang tersisa


Saat melihat Prajurit Ning Shou Yan turun dan menebas setiap musuh, leher menjadi titik vital dalam kehidupan manusia


“Sepuluh,, dua puluh,, tiga puluh,,” Shou Yan membunuh musuhnya dengan sedikit bergumam


“A-ada monster.. Ugh..” sebelum menyelesaikan kalimat yang ia ucapkan, sudah ada Energi pedang yang memisahkan antara kepala dan tubuhnya


Prajurit Sun yang melihat Shou Yan seperti iblis kecil dengan noda darah di bajunya, hanya mematung sampai mereka menyadari sesuatu “Anak ini menyerang prajurit dari kerajaan lain..?”


Melihat Shou Yan membunuh dengan sekali serang membuat beban di pundak para prajurit Sun menjadi ringan, satu persatu prajurit Sun mulai mengikuti Shou Yan di belakangnya untuk memastikan musuh yang ia lukai menjadi tidak bernyawa


“Ho,, ada anak yang berbakat rupanya” Sosok dengan Janggut sedada sedang melayang di atas kota Changnan mengawasi jalannya pertarungan


Seketika Shou Yan menyadari ada aura membunuh yang terarah padanya, ia mulai melihat ke sumber aura tersebut “Di sana rupanya”


“Paman prjurit, kuserahkan yang di sini pada kalian” Shou Yan menyerahkan prajurit Ning yang tersisa pada Prajurit Sun, ia sudah membunuh lebih dari setengahnya sehingga akan baik-baik saja jika ia melayani musuh yang lebih kuat sampai akhirnya ia mulai terbang ke atas


“Baik Tuan Muda” Semua prajurit yang ikut dengannya mulai memberikan hormat sebelum melakukan tugasnya masing-masing, tak ada yang membantah perintah Shou Yan karena mereka sudah melihat betapa mengerikannya bocah tersebut


“Tidak Baik jika hanya menonton saja” Shou Yan menghampiri pria sepuh yang sedang menunggunya di awan


“Tubuhmu memang masih muda, tetapi siapa kau sebenarnya” Menurutnya pemuda di hadapannya bukanlah seorang bocah tetapi seorang pendekar tingkat tinggi yang menajadi awet muda dengan bantuan kekuatannya

__ADS_1


“Junior adalah pendekar kelana yang berusaha menjadi kuat, mohon senior memberikan arahan”


***


“Hei bocah bau,, kau mempunyai waktu lima belas menit untuk bisa bertahan di Ranah Pedekar Suci”


“Apa,,? Kenapa hanya sebentar..?” Shou Yan berfikir jika ia mempunyai kekuatan yang cukup, ia akan mampu memukul mundur semua pasukan musuh


“Dengan latihan fisik yang kau pelajari dan tenaga dalam yang kau punya, itu lebih dari cukup”


“Tenaga dalam..? maksudmu olah pernafasan..?” Setahunya, ia hanya di ajarkan oelh Guo An cara olah nafas


“Dasar bodoh,, Itu namanya Tenaga Dalam” Naga tersebut mulai kehabisan akal saat melihat ketidak tahuannya tentang bela diri “Sekarang cepat selesaikan atau semuanya terlambat”


***


“ah tidak,, juniorlah yang seharusnya meminta bimbingan tuan” pria sepuh itu mencoba merendah


“Shou Yan, pemuda yang bercita-cita menjadi pendekar kuat” Shou Yan memberikan hormatnya


Pria sepuh itu tertawa lantang saat melihat pemuda di hadapannya memberinya hormat, menandakan ia hanyalah pendekar yang belum lama di dunia persilatan.


Untuk menghormati Shou Yan ia memberikan hormatnya “ Ling Tong dari Sekte Tengkorak merah, hibur aku anak muda” Ling Tong mulai mengeluarkan tongkatnya dari cinin dimensi miliknya


Shou Yan membuat Energi pedang di tangannya menjadi lebih besar sebelum menyerang Ling Tong


“Seribu kematian”


“Pedang penghancur Langit”


Kedua serangan tersebut mulai bertemu di udara sehingga menimbulkan getaran hebat di langit, Shou Yan berdecak kesal saat serang demi serangan yang ia lancarakan selalu di tepis oleh Ling Tong


“Ini bukanlah kau yang sebenarnya bukan..?” Ling Tong menangkap maksud dari serangan yang ia terima, jika pemuda tersebut sudah mencapai Pendekar Suci ia akan mampu melayang di udara dan bergerak dengan tenang tetapi yang Shou Yan lakukan justru berbeda


Serangan yang Shou Yan berikan membuat tubuhnya sering tidak seimbang karena ia belum pernah bertarung di udara sebelumnya” Pertarungan ini lebih sulit dari yang kubayangkan”

__ADS_1


“Akan sia-sia jika pemuda berbakat sepertimu menjadi mayat di usia muda”


Shou Yan berfikir bahwa pria sepuh di hadapannya sedang mengujinya, ia merasa kekuatan yang di keluarkan oleh Ling Tong tidak mencapai dua pulu lima persen dari total kekuatannya “Sekitar dua belas menit lagi” batin Shou Yan


__ADS_2