Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 78. Malam Sebelum Turnamen IV


__ADS_3

Fan Cou terbangun setelah mendengar suara ledakan, meski terdengar jauh namun pengalamannya selama menjalankan sebuah misi membuat indera pendengaran menjadi lebih tajam hingga jarak beberapa puluh meter


Ia mengira itu adalah kegaduhan yang di buat oleh para muridnya yang sedang istirahat di sebelah kamarnya, untuk membuktikan rasa penasarannya Fan Cou melihat kamar satunya dan memeriksa semua murid sudah tertidur kecuali satu orang


Rasa tenangnya menjadi sebuah kekhawatiran ketika ia tidak melihat Shou yang berada di tempatnya dan berfikir bahwa suara tersebut berhubungan dengan salah satu muridnya “Dasar bocah yang tidak bisa di atur” Gumamnya


Fan Cou bergegas keluar dan mencari tempat tinggi untuk mempermudah pencarian lalu ia melihat sebuah gumpalan debu yang menjulang ke langit di pinggir kota


Anehnya, tidak ada satupun orang yang menyadari kegaduhan tersebut termasuk para prajurit kota yang kebanyakan tertidur ketika sedang bertugas “Haih.. kota ini terlalu santai untuk ukuran Ibu Kota”


Setelah berkata demikian, Fan Cou bergerak ke pinggir kota, berharap menemukan Shou Yan yang seharusnya sudah tidur bersama murid lainnya


***


“Nona yang cukup aneh” Saat Shou Yan hendak melangkah pergi ia teringat akan sesuatu “Ahh.. aku lupa menanyakan Namanya”


“Tidak ada yang tau siapa dia, tapi ia di kenal sebagai Dewi Pencabut Nyawa”


***


Betapa terkejutnya dia saat menemukan Shou Yan tengah memperhatikan seorang gadis di gelapnya malam, dengan cepat ia membawa kembali muridnya ke penginapan untuk di mintai penjelasan


Ketika sampai di penginapan, Fan Cou menyuruhnya untuk duduk dan menjelaskan semua yang terjadi


Sepanjang malam, pikiran Shou Yan di penuhi oleh ucapan Fan Cou yang terus menanyakan tujuannya pergi diam-diam di tengah malam


Terutama tentang luka yang dia alami sebelumnya, Fan Cou selalu menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dan meminta agar Shou Yan menceritakan cerita yang sesungguhnya


Seperti yang di katakan oleh Dewi pencabut nyawa, kejadian malam itu akan menjadi sebuah rahasia meskipun ia sendiri tidak tahu mengapa dia menyuruhnya untuk tetap diam


“Kau masih tidak mau mengatakan yang sebenarnya”


“Tapi itulah yang sebenarnya terjadi.. aku hanya bertemu Gadis itu ketika sedang latihan” Ucap Shou Yan yang masih menunduk lesu sambil mengelus telinganya yang masih memerah


Mendengar jawaban yang sama berulang kali, Fan Cou mengeluarkan sebuah kotak obat dari cincin dimensi miliknya


Apapun yang di lakukan oleh Shou Yan, ia juga ikut bersalah karena telah lalai dalam mengawasi dan menjaga keselamatan para muridnya


Shou Yan melihat Fan Cou membuka isi kotak dan mengambil ramuan dari dalam botol kecil “Aacchhh... kenapa dingin..!?”

__ADS_1


“Tentu saja, ini adalah obat oles yang bisa menyebuhkan luka ringan”


Shou Yan sempat berfikir bahwa Tetua Fan ikut membencinya karena ia berasal dari desa,


Namun setelah melihatnya memperhatikan serta merawat luka yang ia terima, membuat pemikiran seperti itu menjadi sebuah kekaguman


Setelah mengoleskan luka di tangan Shou Yan, ia menaruh obatnya ke dalam kotak kayu lalu memasukkan kembali ke cincin dimensi sambil bergumam pelan “Jika kau punya pemikiran seperti itu.. buktikan padaku”


Shou Yan tersedak ludahnya sendiri ketika Tetua Fan mampu menebak dari isi pikirannya, ia hanya bisa terdiam sejenak sebelum kembali melihat tatapan tajam terarah padanya


“Semua orang di dalam Sekte aku perlakuan sama, kecuali... yang berkhianat” Kejadian dua tahun lalu telah menjadi pukulan telak terhadap persahabatannya dengan Yie Ji


Dan sejak saat itu, ia hampir tidak mempercayai seseorang hanya dari ucapannya saja namun nihil dalam tindakan


Fan Cou menyuruh muridnya untuk kembali beristirahat dan fokus dengan pertandingan yang akan segera datang


Shou Yan mengangguk pelan serta memberikan hormat sebelum kembali ke lantai dua, langkahnya terhenti ketika Tetua Fan memberikan sebuah peringatan terhadapnya


“Aku tidak akan bertanya lagi tentang kejadian malam ini, tapi.. Jangan ulangi kejadian dua tahun lalu” Ujar Fan Cou tanpa melihat ke arah muridnya


“Kesetiaanku hanya untuk Sekte Pedang Bulan” Shou Yan meyakinkan Tetua Fan bahwa ia tidak pernah berfikir untuk menghianati Sekte, sebab di tempat ini lah dia di rawat dan di didik


Tetua Fan tidak ingin generasi muda dari Sekte Pedang Bulan di manfaatkan oleh pihak Lian yang dimana kelak akan berbalik menyerang dan melupakan siapa yang telah memberinya kekuatan


Melihat situasi yang sepi, Fan Cou mengeluarkan sebuah kertas serta alat tulis lengkap dengan tinta hitam dari cincin dimensinya


“Terdapat Sekte Bunga Lotus serta..” Tetua Fan menulis semua informasi yang dia dapatkan termasuk situasi di kota Nanpi


Ia juga menambahkan bahwa ada seseorang atau sekelompok yang telah membantu membebaskan kota tersebut dari pengaruh aliran hitam yang sebelumnya di kuasai oleh Sekte Gagak Hitam


“Sedangkan untuk situasi di Ibu Kota, berharap Ketua Liu dapat mengirimkan beberapa murid Senior serta Tetua untuk mencegah sesuatu yang tidak di inginkan”


Setelah menuangkan informasi tersebut, ia kembali memasukkannya ke dalam cincin dimensi dan akan mengirimnya ketika matahari sudah terlihat


Sebelumnya, ia mencium aroma darah ketika menemukan Shou Yan sedang menatap seorang Gadis dari Sekte Bunga Lotus


Bekas luka yang di terima Shou Yan serta adanya Dewi pencabut nyawa, ia dapat menyimpulkan dua hal yang “Pertama Shou Yan sedang bertarung dengan Gadis tersebut”


“Dan yang kedua, Ia berada di situasi terdesak dan di selamatkan” Fan Cou mengelus dagunya sambil memikirkan kemungkinan yang telah terjadi.

__ADS_1


Saat ini kemampuan Shou Yan berada di ranah bumi, jadi tidak mungkin bila kesimpulan pertama


“Besar kemungkinan bahwa Shou Yan sedang di serang dan di selamatkan oleh sang Dewi tapi..” Ia tidak melihat satu jasad pun ketika menemukan muridnya


Karena tidak ingin menambah beban pikirnya, Fan Cou memutuskan untuk kembali tidur dan melupakan sejenak masalah yang terjadi


***


Saat pertarungan, terdapat tiga pria yang memakai topeng dengan warna yang berbeda, sedang mengawasi mereka dari kejauhan


Setelah gagal menjalankan misi penculikan, mereka membawa dua jasad rekannya tanpa sepengetahuan Shou Yan dan Gadis tersebut, agar tidak meninggal jejak


“Bawa jasad itu dan beritahu Patriak bahwa Sekte Bunga Lotus akan menjadi target kita selanjutnya”


“Baik Tuan, lalu.. bagaimana dengan Bocah yang berhasil melumpuhkan rekan kita..?” Ujar salah seorang dengan topeng besi yang menutupi wajahnya


“Biarkan saja... Kita mencari anak berbakat bukan seorang sampah” Pria dengan topeng berwarna merah sempat melihat pertarungan bocah tersebut dan dengan kemampuan yang dimiliki itu bukanlah hal yang istimewa


“Tapi Tuan, anak itu berhasil mengalahkan dua rekan kita”


“Dia hanya beruntung karena sebelum bertarung, mereka telah lebih dulu menghadapi Ketua dari Sekte Lebah Beracun”


Sebenarnya bukan hal sulit untuk mengalahkan Sekte tersebut, namun untuk menangkap Ketua serta ketujuh muridnya adalah hal yang berbeda


Dengan kekuatan yang mereka miliki, masih belum cukup untuk mengalahkan Gadis yang di juluki sebagai Dewi Pencabut Nyawa


"Ternyata.. kemampuannya bukanlah isapan jempol belaka” Gumamnya sebelum pergi meninggalkan tempat tersebut


***


°°//°°


bonus char buat kalian..:)



Mei Hwa..


__ADS_1


Kejadian di mana Xiao Lung dan Shou Yan sedang menyeberangi sungai


__ADS_2