
Karena keributan tersebut, ketiga pendekar suci memperingatkan Houi Fu untuk mengikuti aturan yang ada, bahkan Fei Gu sendiri mengancam akan mencari dan menghancurkan sisa murid dari Sekte Makam Kuno
Sedangkan Hu Tao serta sang Dewi pencabut nyawa hanya memberikan teguran, bisa dikatakan Guru dari sekte Bunga Lotus tersebut tidak tertarik untuk terlibat lebih jauh
Di bangku peserta sudah ada seorang gadis dengan rambut panjang hitam masih merasakan kekesalan, sebab Sekte yang telah merawatnya masih tetap saja di remehkan “Fei Gu...!” Batin Houi Fu sambil mendengus kesal “Tunggu sampai aku mendapatkan pemuda itu dan aku akan membalas semua perbuatanmu.. termasuk kejadian lima tahun lalu” Imbuhnya
Hu Tao kembali menenangkan para penonton yang sudah tidak sabar untuk melihat pertarungan “Terima Kasih sudah memberikan waktu kalian.. meski sempat terjadi beberapa masalah namun tidak perlu khawatir, semua sudah dalam kendali kami”
“Baiklah kita lanjutkan saja pertandingan selanjutnya” Mengingat antusias para penonton yang sudah tidak sabar, Hu Tao memanggil dua nama tanpa harus melihat isi kertasnya. Bisa di bilang, ia sudah hafal karena ini adalah pertandingan terakhir
“Wang Sang dari Sekte Belalang Sembah.. dan selanjutnya adalah Shou Yan dari Sekte Pedang Bulan”
Kalimatnya berkahir dengan teriakan para penonton, meski tadi sempat memberikan ocehan pedas pada sang wasit, namun semua seakan tidak terjadi apa-apa setelah pertandingan yang mereka tunggu telah di mulai
Para penonton menjadi histeris saat Wang Sang naik ke atas arena sebagai peserta selanjutnya, pemuda tersebut berjalan pelan sambil melambaikan tangannya kearah penonton seolah mereka semua adalah pemujanya
Wang Sang seperti tiga calon juara lain yang belum menunjukkan seluruh kemampuannya di babak pertama, Berbeda dari pertandingan terakhir kali yang memembuat siapapun berfikir untukk segera mengakhiri pertarungan
Kali ini para penonton berharap bisa menyaksikan kemampuan yang sesungguhnya dari Wang Sang, beberapa tebakan mulai menggema di udara, ada yang menganggapnya sebagai pemenang dan masuk ke semi final
Sedangkan peserta satunya masih belum bisa dipastikan kemenanganya, sebab Shou Yan belum menunjukkan tanda-tanda kehadiran
“Peserta Shou...?” Hu Tao mengamati sekitarnya dan belum menemukan sosok pemuda tersebut “Haih.. lama sekali..”
Hu..hu.. hu..
“Mungkin dia lari saat mendengar namaku” Wang Sang tertawa kecil sambil menutupi setengah wajahnya dengan kipas besi berwarna hijau “Wasit.. cepat umumkan pemenangnya..” Ujarnya sambil berharap mendapatkan kemenangan
“Dimana peserta lainnya..?”
“Apa dia melakukan sesuatu sama.. Song Qin..!?”
__ADS_1
“Apa..!? Itu tidak mungkin..”
“Lalu kenapa lama sekali..? Bukankah sebelumnya ia telah mengantar gadis Song ke ruang perawatan..?” Timbul kecurigaan di antara para penonton, bahkan sempat ada yang hendak menghampirinya.
“Apa kau menyerah sebelum bertarung..?” Batin seorang pendekar dengan pedang di punggungnya, melalui pertandingan ini ia bisa melihat sebatas mana kemampuan pemuda yag bermarga Shou tersebut
Jika bukan karena Shou Yan menguping pembicaraannya. Mungkin, ia tidak akan di awasi olehnya bahkan dia akan menganggapnya sebagai pemuda biasa “Bisa mendengarkan suara dari jarak yang cukup jauh, mungkin.. anak ini telah berada di ranah Menengah tahap akhir”
***
“Aku hanya bisa mengantarmu di sini.. sebaiknya kau harus istirahat” Shou Yan berhenti di depan pintu ruang perawatan, selain dari pihak peserta atau dari unit kesehatan, siapapun tidak di ijinkan masuk
“Terima Kasih sudah menolongku..” Song Qin hanya bisa mengucapkan hal tersebut, karena ke egoisannya membuat orang lain ikut terlibat di dalamnya
Shou Yan tersenyum lembut sambil menyuruhnya untuk segera mendapatkan perawatan, jika tebakannya benar maka pertandingan selanjutnya adalah gilirannya
Tidak ingin membuang waktu Shou Yan segera mengakhiri pembicaraan “Aku harus mengikuti pertandingan.. Semoga Nona segera sembuh”
“Ah ini--.." Belum sempat berucap, Song Qin sudah melihat pemuda tersebut meninggalkannya dengan tergesa-gesa “Kau lupa dengan bajumu..?” Imbuhnya
“Mungkinkah..? Ia dari keluarga besar yang mempunyai kemampuan tinggi..!?” Song Qin menarik kesimpulan secara sepihak dan dengan informasi yang minim
Mendekati atau mempunyai hubungan dengan seseorang yang berasal dari keluarga besar akan membuatnya mempunyai pengaruh kuat di kalangan bangsawan lain, meskipun hanya menjalin pertemanan.
***
Beberapa menit berlalu dan Shou Yan belum juga menunjukkan diri, menurut peraturan yang ada peserta akan didiskualifikasi jika tidak hadir dalam kurun waktu lima menit
Hu Tao mengangkat tangannya dan hendak mengumumkan hasil pertandingan terakhir, namun terdengar suara dari salah satu pintu yang menghentikannya mengakhiri keputusan
“Tunggu...!”
__ADS_1
Semua pandangan tertuju pada satu arah dan di sana sudah terlihat sosok pemuda yang sedang menunduk sambil mengatur nafasnya yang terpatah-patah “Maaf.. menunggu lama...”
Kehadiran pemuda tersebut membuat penonton menjadi histeris dan tidak sabar untuk memulai pertandingan
Setelah Shou Yan mengatur nafasnya ia lalu berjalan menuju arena, sesampainya di sana sudah ada seorang lelaki dengan kipas hijau di tangannya
“Jika aku jadi kau.. mungkin aku akan tetap bersembunyi” Wang Sang menyindirnya, semenjak munculnya Shou Yan secara tiba-tiba mengakibatkan para penonton memusatkan perhatian padanya dan tidak lagi memperhatikan keberadaan Wang Sang
Menjadi populer di kalangan penonton adalah salah satu cara untuk membuat namanya semakin terkenal “Tapi.. karena kau...! Semuanya tidak lagi memperhatikanku..!” Ucapnya sambil menunjuk wajah Shou Yan dengan kipasnya
“Apa yang terjadi padamu..? Perhatian apa yang kau maksud..?” Shou Yan menaikkan sebelah alisnya sambil menaruh kedua tangannya di pinggang “Aku masih normal dan aku hanya memberikan perhatian pada seorang gadis” Imbuhnya
“Mungkin.. pengecualian untuk Kakek” Batin Shou Yan sebelum kembali menatapnya tajam
“Meski kau melihat ku dengan tatapan tajam.. tidak akan membuatku menyerah”
“Begitu ya.. kalau begitu, ayo..!”
Wang Sang tertawa pelan sebelum menanggapi tantangan dari Shou Yan “Akan ku kembalikan ucapanmu..!”
“Tung-,, Haih.. sudahlah.. terserah kalian saja” Hu Tao hendak memberikan penjelasan untuk saling mengenalkan diri sebelum memulai pertandingan, namun ia hanya bisa diam ketika kedua peserta sedang bersemangat “Dasar anak muda..” Batinnya
Keduanya bergerak secara bersamaan, Shou Yan sudah mempersiapkan diri untuk menyambut serangan. Jika tebakannya benar, kipas yang sedang di pegang oleh lawannya pasti bukan senjata sembarangan
Wang Sang melihat lawannya sedang memperhatikan kipasnya, dengan sigap ia menyembunyikan senjatanya di balik punggung “Jangan pikir aku tidak tahu rencanamu”
“Benarkah...? Coba tebak yang ini” Saat Shou Yan sudah berada tepat di hadapa Wang Sang, ia membentuk kelima jarinya seperti jari hewan “ Cakar Naga..!”
Menanggapi hal itu, Wang Sang juga menggunakan teknik bela diri tangan kosong “Cakar Harimau..!”
Keduanya saling bertukar jurus, Wang Sang menyerang tepat di kepala lawannya namun Shou Yan berhasil menangkisnya dengan Cakar Naga, melihat kondisinya yang terus menerima serangan, Shou Yan menggunakan kakinya untuk menendang lawan hingga terdorong mundur cukup jauh
__ADS_1
Wang Sang yang tidak memperhitungkan gerakan tersebut hanya bisa memegang dadanya yang terasa sakit “Kakimu sama sekali tidak bertenaga”
“Benarkah..? Lalu bersihkan noda darah di bibirmu”