Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 72. Badai Laut


__ADS_3

Kapal yang Shou Yan tumpangi sebelumnya telah berangkat terlebih dahulu karena ukurannya yang kecil dan butuh waktu lama untuk cepat sampai


Meski satu jam berlalu, kapal tersebut berhasil di susul dan di salip oleh ke empat kapal yang lain sampai akhirnya tidak terlihat lagi


“Haih.. bisakah kau tenang..?” Fan Cou melihat Shou Yan yang sedang bergumam sambil berjalan ke kanan dan ke kiri seperti orang yang ketakutan


“Maaf Tetua Fan, tapi.. aku ragu jika kapal ini bisa sampai tujuan” Melihat kecepatan angin, seharusnya kapal yang memiliki ukuran kecil bisa lebih cepat dari kapal sebelumnya


Saat Shou Yan melihat tambalan kain di layar, keraguan itu semakin menjadi nyata lalu datang seseorang yang menjelaskan keadaan kapal


“Tenanglah anak muda, sebenarnya kapal ini memiliki kualitas terbaik di Benua selatan” Datang pria tua dengan rambut yang sudah memutih, Dia adalah nahkoda sekaligus pemilik kapal


“Apa itu benar kek..?” Shou Yan melihat lubang layar yang semakin melebar karena terhembus angin, sebelum kembali menatap pria di hadapannya


“Haiyo.. itu sudah biasa” Pria sepuh tersebut memintanya agar Shou Yan kembali kedalam ruangannya, persoalan kapal bisa di serahkan padanya


Meski kapal yang mereka tumpangi terbilang layak, tapi terdapat juga tempat untuk beristirahat


Shou Yan meminta agar ia di berikan waktu, karena ingin lebih lama menikmati pemandangan laut mengingat ini adalah pengalaman pertamanya


Nahkoda kapal memperbolehkannya namun ia juga memperingatkan agar lebih berhati-hati ketika mendung hampir tiba


Shou Yan memiringkan kepalanya sambil melihat pria sepuh tersebut menjauh “Apa maksudnya...?” Batinnya


Fan Cou melihat Shou Yan mampu berdiri tegak tanpa memegang sesuatu, hal ini membuatnya taruh curiga bahwa pemuda tersebut telah berada di ranah Langit atau mungkin ranah Suci


Pada umumnya, pendekar sucipun akan membutuhkan waktu untuk bisa mendapatkan kembali keseimbangannya, sebab dengan kapal yang kecil akan lebih terasa jika terjadi guncangan


Shou Yan yang merasa Tetua Fan Cou terus menatapnya dari dalam ruangan, membuatnya agak sedikit ragu untuk masuk ke dalam


Menyadari gelagat Shou Yan yang salah tingkah, Fan Cou lalu memilih untuk memejamkan mata sambil berfikir jika apa yang di benaknya tidaklah benar


Sejak berlayar terdapat lima murid yang berulang kali mual bahkan diantaranya masih merasakan pusing sehingga memutuskan untuk istirahat, tinggal dua murid yang lain yaitu Shou Yan dan Bao Yu yang tidak merasakan apapun


Bao Yu melihat rekannya tertidur serta Tetua Fan Cou yang ikut terlelap, dengan percaya diri ia ikut berdiri di ujung kapal bersama dengan Shou Yan

__ADS_1


Shou Yan yang menyadarinya lalu memberikan hormat “Senior Bao”


“Kenapa kau tidak beristirahat seperti yang lainnya” Meski ia belum mencapai pendekar suci, dia sudah terlebih dahulu meminum pil penambah tenaga dalam sehingga mampu membuat tubuhnya seimbang


Degan keuangan keluarga Bao, tidak sulit untuk mendapatkan pil berkualitas dari Rumah Lelang tentu saja tidak sedikit yang telah dia keluarkan, namun itu cukup untuk menunjukkan bakatnya pada Shou Yan


“Aku tidak lelah Senior” Shou Yan tidak tahu mengapa ke-lima teman seperguruannya tidur lebih cepat padahal matahari masih bersinar terang


“Ternyata Junior memiliki stamina yang bagus” Bao Yu mengucapkan hal demikian namun di dalam pikirannya ia menangkap maksud lain dari ucapan Shou Yan


“Jadi kau ingin bilang bahwa rekan yang lain sangat lemah karena tidur terlebih dahulu..?” Batinnya


Shou Yan tetap memandangi lautan namun ia Bao Yu telah menatapnya tajam, ia menoleh dan tersenyum lembut padanya “Aku rasa.. Senior Bao ingin melihat pemandangan bersamaku” Batinnya


Senyuman yang Shou Yan tunjukkan serasa Sambaran petir baginya “Jadi kau ingin menantangku uji ketahanan tubuh..!? Baik, aku terima” Batin Bao Yu


Bao Yu membalasnya dengan senyuman kecut sambil berbicara hal yang tidak penting, ia melakukan semua pembicaraan itu hanya untuk membandingkan mana yang lebih lama berdiri


Sampai satu jam berlalu, keduanya masih saling berbicara dengan Bao Yu yang sedikit berkeringat sambil mendengarkan Shou Yan berbicara


“Senior Bao..? Kenapa berkeringat..?” Ucap Shou Yan, ia juga menyuruh agar rekannya segera kembali untuk istirahat


“Mu-mungkin cuacanya sedang panas” Ujar Bao Yu sambil mengelap keringat di keningnya, ia tidak menyangka jika Shou Yan masih terlihat segar dengan kapal yang semakin terombang-ambing


Di akhir kalimatnya Bao Yu merasa pusing dan akhirnya pingsan di hadapan Shou Yan


“Senior..? Senior..!?” Shou Yan berungkali memanggil Bao Yu namun tetap tak sadarkan diri, ia juga merasakan angin mulai berhembus dingin dari arah belakang


Shou Yan melihat gumpalan awan hitam mulai memenuhi langit “Apa ini yang di maksud panas..?” Gumamnya


“Cepat ke posisi kalian..!?”


“Arahkan haluan kapal kapal ke arah datangnya gelombang..!?”


“Hei nak, cepat masuk kedalam.. ini bukan waktunya bermain”

__ADS_1


Pria sepuh tersebut sibuk mengatur awak kapalnya agar bersiap menghadapi gelombang laut yang mulai tinggi


Shou Yan mendengarkan arahan nahkoda dan membawa Bao Yu ikut masuk kedalam ruangan, ia tidak menyangka jika pemandangan indah yang sebelumnya dia lihat, bisa berubah menjadi mengerikan


Mendengar keributan di geladak kapal, Fan Cou membuka matanya lalu berdiri dan melihat Shou Yan tengah membawa Bao Yu


“Nak Shou, jaga yang lain...” Ucap Fan Cou, ia keluar dan berdiri di ujung kapal dengan pedang di sebelah tangan


“Tuan.. disini berbahaya, silahkan kembali kedalam”


Fan Cou menghiraukan ucapan dari nahkoda kapal dan tetap berdiri menghadapi tingginya ombak yang hampir mencapai 20 meter


Dengan tarikan nafas, Fan Cou mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar ke sebilah pedangnya


Ia melompat ke menara kapal dan menebas gelombang laut dengan pedang yang sudah di alirkan tenaga dalam


“Sambaran Petir”


Gelombang laut terbelah menjadi dua dan membuat sebuah jalan di tengahnya “Cepatlah..!” Teriaknya pada Nahkoda kapal


Nahkodapun menangkap maksudnya dan mengarahkan kapal ke tempat yang di maksud, Namun saat sampai di tengah, tiba-tiba air di kedua sisinya semakin menghimpit “Tuan..!?”


“Aku tahu..!” Fan Cou kembali mengalirkan tenaga dalam dengan seluruh kekuatannya


Sekali lagi Shou Yan melihat sebuah energi pedang yang besar sedang membelah lautan “Inikah.. kekuatan dari Tetua yang sebenarnya..?”


Untuk pertama kalinya Shou Yan melihat kekuatan dari salah satu Tetua Sekte, yang membuatnya terkejut bukan hanya yang di lakukan oleh Fan Cou, melainkan senjata yang di pegangnya


Sekilas pedang tersebut terlihat biasa tetapi ketika di alirkan tenaga dalam, pedangnya berubah menjadi cahaya kebiruan dengan aliran petir di sekitarnya


“Apakah itu yang di maksud dengan Pedang pusaka..?” Gumam Shou Yan


°°//°°


Halo... karya ini masih tahap penyempurnaan, jika ada saran dan masukan.. silahkan tinggalkan komen di bawah ya..

__ADS_1


Xiexie


__ADS_2