
Tepat dua tahun Shuo Yan berlatih dengan metode pecahan kitab sembilan Yin, banyak perubahan yang terjadi pada dirinya mulai dari menggunakan tenaga dalam, kualitas tulang dan lebih berkharisma
Sejak ia bergabung di sekte banyak yang tidak menyukainya karena beredar rumor kalau Shou Yan hanyalah seorang anak yang tidak mempunyai latar belakang
Bahkan saat pagi buta ia selalu melakukan kegiatan rutinnya dengan membersihkan halaman, meski tak jarang yang bilang Shou Yan melakukannya hanya untuk mencari sebuah perhatian
Tak jarang murid satu angkatan yang sering mengerjai Shou Yan dengan sengaja menghamburkan dedaunan yang telah ia kumpulkan
“Dasar cari muka”
“Mati saja kau anak kampung”
Itu adalah ucapan yang sering Shou Yan dengar, meski begitu tidak membuat kebiasaannya terganggu “Kalian hanya tidak mengerti, betapa pentingnya kebersihan” Batin Shou Yan
“Menyapu halaman dengan bersih akan mendapatkan istri yang cantik” Kalimat yang Guo An ucapkan masih melekat di dalam pikirannya
Meski itu hanyalah bualan dari Guo An namun ia meyakini bahwa dengan kebersihan akan membuatnya menemukan gadis impian
“Sudah selesai, mungkin aku harus mulai berlatih” Ucap Shou Yan sambil mengelap keringat di keningnya
“Terima kasih nak, kami selalu merepotkanmu” ucap pria berkumis tipis dengan sebuah sapu di sebelah tangannya
“Tidak mengapa paman Xi..” ucap Shou Yan
“Haiyo,, sudah kubilang untuk memanggilku dengan nama depan” Imbuh Hong Xi sambil menepuk pungguung Shou Yan
“Ah maaf paman Hong” Shou Yan memang tidak banyak mempunyai teman karena statusnya yang tidak jelas kecuali Ma Liang serta teman satu kamarnya
Bisa di bilang, Ma Liang lah yang membuat teman satu kamarnya untuk tidak menyinggung Shou Yan karena sejatinya Shou Yan jauh lebih kuat dari balik umurnya yang masih muda
“Aku tidak melarangmu untuk meninggalkan kebiasaanmu itu Nak Shou, tapi cobalah untuk mencari teman” Ucap Hong Xi sambil melihat murid yang baru melakukan pemanasan
“Terima kasih atas sarannya paman, kalau begitu saya pamit untuk melanjutkan latihan” Shou Yan memberikan hormat sebelum pergi ke arena
Hong Xi mengangguk pelan sambil melihatnya berlari “Mungkin, jika anakku sudah dewasa aku akan menikahkannya dengan Shou Yan” Ucap Hong Xi sebelum mengakhiri kalimatnya dengan tertawa
“Junior Shou..?” Ma Liang melambaikan tangan pada Shou Yan dari barisan paling belakang
Shou Yan yang dapat melihatnya mencoba untuk mendekatinya “Senior, kau memang suka barisan paling belakang ya..?” Meski banyak rumor yang tidak benar padanya namun Ma Liang tetap memperlakukannya seperti biasa
“Haih,, bukankah sudah kukatan padamu..” Jawab Ma Liang sambil merangkul leher Shou Yan dan melihat ke arah depan
Shou Yan menangkap maksud dari pandangan Ma Liang terhadap murid wanita yang ada di depannya “Mungkin jika mereka tahu,, kau bisa di bunuh” Jawab datar Shou Yan
__ADS_1
Tidak ada aturan khusus untuk urutan baris dalam latihan, barisan pertama sampai tengah di isi oleh murid pria sedangkan bagian tengah kebelakang di isi oleh wanita dan berakhir dua murid di ujungnya yang tidak lain adalah Shou Yan dan Ma Liang
“Tenang saja,, selama kita berlatih dengan sungguh-sungguh bukankah itu tidak melanggar aturan..?” Ucap Ma Liang yang masih fokus pada pandangannya
Bersamaan dengan itu, gadis sekte yang berada di depan mereka saling berbisik “Hei,, lihatlah.. itu adalah si sampah dengan si mesum”
“Mereka selalu melihat ke arah kita saat latihan, bukankah itu menjijikkan..!?”
“Benar, mereka sudah melakukannya selama dua tahun terakhir dan mungkin ini waktunya untuk melaporkan mereka pada Guru Lung”
“Sudahlah.. biarkan saja mereka, lagian tidak ada larangan bagi murid untuk berada di barisan bela kang bukan..!?”
“Xia He..!?” Datang seorag gadis berambut panjang dengan kuncir ekor kuda yang berumur hampir sembilan-an tahun “Ayo kita lanjutkan latihan” imbuhnya
Sebelum ia melanjutkan latihan, Xia He melihat sejenak ke arah Shou Yan “Entah kenapa.. akhir-akhir ini dia berasa lebih tampan dari sebelumnya..”
Ma Liang yang merasa di lihat oleh Xia He memutuskan untuk memberikan senyuman sambil melambaikan tangan ke arahnya
“Hheemmmfff”
“Kau membuatnya marah” Ucap Shou Yan sambil melepaskan tangan Ma Liang dari lehernya
“Benarkah..?” Jawab Ma Liang dengan sedikit murung
Untuk berlatih pedang Xiao Lung yang akan menjadi pembimbing sedangkan untuk olah pernafasan akan di latih oleh Jiang Qe
Liu Shan meminta Xiao Lung untuk mengajarkan murid teknik berpedang sampai tingkat tertentu sampai akhirnya nanti akan di ajarkan olehnya secara langsung
Bagian Guo An hanyalah mengurus keuangan sekte dan mengatur apa keperluan yang di butuhkan seperti halnya makanan dan keluar masuknya barang
Kembali ke arena yang di mana matahari sudah semakin tinggi, Ma Liang yang awalnya terdiam mengikuti latihan namun kini mulai berbicara “Junior Shou, apa kau pernah mendengar Kitab Sembilan Yin..?”
Sejenak Shou Yan mulai mematung sebelum akhirnya menggelengkan kepala “Kenapa kau menanyakan itu..?”
Ma Liang mulai menjelaskan jika beberapa hari yang lalu ada sebuah pendekar yang bertanya tentang kitab sembilan Yin pada keluarganya
Mengingat keluarga Ma adalah Toko yang menjual obat-obatan dan beberapa kitab yang dibutuhkan pendekar tahap bumi
Seharusnya informasi ini akan muncul di kota besar maupun di Toko yang lebih ternama namun untuk urusan ini membuat Toko keluarga Ma yang masih kecil ikut terlibat dalam perburuan kitab tersebut
Bersamaan dengan munculnya kitab sembilan Yin ke dunia membuat banyak Sekte yang mencari dan mencoba untuk mendapatkannya dengan segala cara
Dari apa yang Ma Liang katakan, kitab sembilan Yin ini mampu membuat Dunia Persilatan menjadi gempar
__ADS_1
Shou Yan menocoba menenangkan dirinya sebelum bertanya pada Ma Liang lebih jauh “Senior Ma, apakah.. kitab itu begitu penting..?”
“Apa kau bercanda..!? kitab itu adalah peninggalan Kaisar Ming yang dulu pernah mengalahkan ribuan pendekar..!”
“Ri-ribuan pendekar..!?” Mata Shou Yan terbuka lebar seakan tidak percaya dengan apa yang di katakan olehnya
Konon kitab ini di ciptakan oleh Menteri Ming dan dengan adanya kitab itu membuatnya mampu menjadi Kaisar dengan menyatukan seluruh benua di daratan tengah
“..dan entah kenapa informasi ini tersebar luas bahwa Kaisar Ming telah menggunakan kitab tersebut untuk menyatukan dunia”
“Lalu apa hubungannya dengan para pendekar..?”
“Tentu saja ada” Ma Liang menjelaskan dengan nada yang pelan“ Kitab itu membuat para pendekar dari golongan putih,netral maupun hitam saling berebut”
Namun untuk mendapatkannya, para pendekar harus mengalahkan Kaisar Ming serta pasukannya terlebih dahulu “Kau tahu..? jika prajurit biasa tidak berdaya di hadapan pendekar”
Shou Yan mengangguk pelan karena ia tahu jika perbandingan antar prajurit dan pendekar begitu jauh
“..sampai akhirnya tinggal lah beberapa pendekar kuat dari tiga golongan tersebut melawan Kaisar Ming dan..”
“Dan..?” Shou Yan mendekatkan telinganya pada Ma Liang
“Semuanya terbunuh..! termasuk Kaisar Ming”
“Apa..!?” Suara teriakan Shou Yan memenuhi seluruh arena karena ia tidak sengaja berteriak sambil mengeluarkan tenaga dalam
“SSsttt.. ini informasi penting, kau bisa membuatku terbunuh nantinya” Ucap Ma Liang sambil menutup mulut Shou Yan
Shou Yan berfikir jika nama Kaisar Ming hampir sama dengan nama gurunya, sampai akhirnya mulai kembali bertanya “Apakah Kaisar itu bernama Lu Ming..!?”
Untuk menjawab Shou Yan ia hanya mengangguk pelan “Tunggu dulu..” Ma Liang menjatuhkan pedangnya sebelum akhirnya menarik kerah baju milik Shou Yan “Darimana kau mengetahui namanya..!?”
“Itu..” Tatapan Ma Liang membuatnya menelan ludahnya sendiri, ia tidak menyangka jika nama gurunya begitu penting
“Jangan bilang kalau-..“ Kalimat Ma Liang terhenti saat seseorang menepuk pundaknya
Keduanya menoleh dan melihat seorang gadis yang sedang menyilangkan tangannnya “Guru Lung..!?” jawab kedua nya secara bersamaan
“Aku tidak melarang kalian untuk berada di barisan belakang tapi.. kalian sudah membuatku kecewa’’ Xiao Lung menatap keduanya dengan tatapan kosong
“Berbicara ketika sedang berlatih adalah kekosongan.. sekarang, lari mengitari arena seratus kali..!”
“Apa..!?” jawab kedua pemuda tersebut
__ADS_1
Untuk terakhir kalinya Shou Yan berfikir jika teman satu kamarnya selalu mendatangkan suatu masalah