Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 90. Berjumpa Kembali


__ADS_3

“Jendral Guan, apa aku boleh bermain dengan Yan'gege..?”


“Maaf Tuan Putri, saat ini banyak Sekte dari berbagai aliran datang ke Ibu Kota dan itu sangat berbahaya untuk keselamatan Tuan Putri”


Guan Ju sebelumnya telah memimpin operasi patroli, namun ia mendapatkan perintah dari Sun Qian melalui perajuritnya untuk menjaga Mei Hwa selama pertandingan belum berlangsung


Keadaan malam hari biasanya di jadikan kesempatan bagi orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu dengan hasrat mencuik atau membunuh dan tak jarang juga melukai korbannya


Hal inilah yang menjadikan Sun Qian menjadi lebih waspada terhadap apapun, sedangkan ia dan istrinya masih harus melakukan rapat tertutup mengenai babak selanjutnya maupun isu penyusupan di Ibu Kota


“Jendral.. Jendral..?” Mei Hwa berulang kali memanggilnya, tetapi sosok pria gagah tersebut tidak menjawab dan malah menatap ke arahnya dengan tatapan kosong, sampai akhirnya ia memanggil pengawalnya dengan sebutan yang tidak asing “Paman..!?”


“Ma-maaf Tuan Putri, hamba tidak memperhatikan”


“Huuuffff, sudahlah.. aku mau ke perpustakaan saja..!” Mei Hwa cemberut lalu berjalan sambil menghentakkan kakinya dengan keras


Guan Ju yang melihatnya hanya bisa menggaruk pipinya yang tidak gatal “Mu-mungkin aku harus meminta maaf” Ujarnya


Mei Hwa memang tidak memiliki bakat bela diri tetapi saat sedang marah siapapun bisa menjadi sasarannya


Guan Ju teringat dulu saat Tuan Putri saat masih kecil meminta untuk di belikan pakaian baru dan ia terlambat memberikannya, alhasil semua guci berharga di istana hancur karenanya dan jendral harus mengganti kerugian dengan jaminan gaji bulanan akan di pangkas


Guan Ju tersadar dari lamunan masa kelamnya ketika mendengar Mei Hwa sedang memarahi prajurit yang terus saja mengikutinya


“Jangan ikuti aku..!”


“Tuan Putri.. mereka sedang menjalankan tugas, mohon untuk tidak memarahinya” Teriak Guan Ju sambil mengatur pasukannya untuk menjaga jarak dengan Mei Hwa


***


“Adikk.. apa kau mengenal Tuan Putri..?”


“Bahkan dia melambaikan tangannya ke arahmu, apa kalian pernah bertemu...?”

__ADS_1


“Itu...” Hubungan Shou Yan dengan Mei Hwa bisa di bilang sangat dekat namun ia merasa canggung saat ingin menjawab pertanyaan dari Seniornya “Kami tidak pernah bertemu sebelumnya, dan lambaian tangannya mungkin.. sebatas menyapa saja”


“Apa..? Aku kira kalian saling kenal”


“Aku juga berfikir seperti itu tapi, apa adik berkata jujur..?”


Shou Yan mengangguk pelan sambil tersenyum kecut, ia terpaksa berbohong karena sadar bahwa gadis mungil yang dulu pernah tinggal satu rumah dengannya kini telah tumbuh menjadi Putri bangsawan yang di segani oleh banyak rakyatnya


Di samping itu, akan sangat berbahaya untuknya jika seorang putri Raja berteman dengan seorang pemuda kampung seperti dirinya, bahkan uang di sakunya tidak cukup untuk membelikannya makanan


Shou Yan menoleh kebelakang dan bernafas lega ketika Mei Hwa tidak mengejar dan bertemu dengannya “Semoga ini yang terbaik untuknya” Batinnya


“Kita sudah sampai” Hu Tao menunjukkan sebuah villa besar dengan bertuliskan SUN yang di sekitarnya bergambarkan Matahari


“Ini bahkan lebih besar dari tempat kita di Sekte”


“Aku yakin mereka pasti kelelahan ketika membersihkannya”


Fan Cou menolak untuk memarahi para muridnya, sebab apa yang di katakan mereka memang benar adanya “Haih.. semoga setelah Turnamen, Sekte Utama bisa lebih memperhatikan bagian cabang” Gumamnya sambil menatap ke arah langit


“Kalian masuklah.. aku masih ada urusan yang harus di selesaikan” Fan Cou tidak menemani para muridnya untuk melihat isi villa tersebut, melainkan pergi bersama Hu Tao untuk membicarakan tentang isu Sekte Hitam yang telah memasuki Ibu Kota


Bao Yu berjalan terlebih dahulu dengan kedua tangannya berada di belakang punggungnya, sedangkan ke-enam rekannya mengikutinya di belakang


Senior Bao membuka pintu pertama kali dan betapa terkejutnya saat melihat isi ruangan penuh dengan pernak pernik yang mahal, bahkan terdapat guci bergambarkan ciri khas kerajaan yaitu matahari


Shou Yan serta yang lainnya ikut melebarkan mulut, ini pertama kalinya dia melihat kediaman yang mewah bahkan melebihi penginapan tiga bintang di Kota Changnan


“aku ingin melihat kamar”


“Aku ingin melihat ruangan belakang”


“Aku ingin melihat dapurnya”

__ADS_1


Semuanya berpencar dengan tujuannya masing-masing dan hanya tersisa Bao Yu dan Shou Yan yang masih berdiri di tengah pintu


“Aku tidak berniat membantumu, tapi ku peringatkan...” Bao Yu menatap mata Shou Yan dengan tajam “Jika kau berani melukai kepercayaan kami maka bersiaplah..!”


Shou Yan menelan ludahnya sendiri ketika mendengar ancaman dari Bao Yu, ia kembali bernafas lega ketika pemuda tersebut meninggalkannya tanpa mengucapkan sepatah kata pun kecuali tatapan sinis yang sempat di arahkan padanya


Shou Yan tidak pernah berfikir untuk mempelajari ilmu dari Sekte lain, Guru Ming adalah pengecualian sebab ia tidak termasuk dalam aliran manapun


Saat hendak melangkah, Shou Yan merasakan hembusan angin kencang dari dalam, ia melihat dan tidak menemukan sosok apapun kecuali rekannya yang masih asik berkeliling


Melihat suasana mereka masih dalam kondisi yang bagus, Shou Yan menduga hanya dirinya yang mampu merasakan hawa dingin tersebut


Seketika di dalam pikirannya seperti ada seseorang yang membisikinya “Berhati-hatilah.. perasaan ini berbeda dari apa yang pernah kau lawan sebelumnya dan mereka ada di sekitar sini”


“Naga Suci..!? siapa yang kau maksud..?” Shou Yan berniat menghunuskan pedangnya jika memang terjadi penyerangan, ia meminta penjelasan pada sosok Naga yang ada dalam dirinya namun tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan


“Aku tidak percaya dia tidur di saat seperti ini” Gumam Shou Yan selum kembali masuk dan menutup pintu dari dalam


Di atas bangunan yang tak jauh dari tempat Shou Yan, sudah ada belasan pasukan bertopeng hitam dan satu topeng berwarna merah


Masing-masing dari mereka membawa sepasang golok  di punggungnya, pakaian yang serba hitam membuat malam menjadi lebih gelap


“Ketua” Salah satu topeng hitam memberikan hormat dengan maksud menunggu perintah


Pria bertopeng merah mengangkat tangannya sebagai tahan untuk menahan diri “Ada seorang bocah yang menyadari kehadiran kita”


Rekan di sebelahnya saling memandang sebelum berkomentar “Itu tidak mungkin Ketua, kita telah berada di ranah langit tingkat akhir, mustahil jika ada seorang bocah yang bisa mengetahui keberadaan kita”


Pria bertopeng merah setuju dengan apa yang telah di katakan oleh anak buahnya, bahkan ia telah berada di ranah suci tahap pertama


Jadi mustahil jika ada seorang anak kecil bisa merasakan hawa keberadaannya, namun reaksi yang di tunjukkan oleh Shou Yan membuatnya sedikit gemetar


“Anak itu.. Sungguh menarik” Ucap pria bertopeng merah, sebelum akhirnya memutuskan untuk  mundur sejenak

__ADS_1


__ADS_2