
“Kalian cepatlah.. jangan biarkan satu celahpun yang masih rusak” Hu Tao mengarahkan para pekerja untuk merapikan arena yang sempat hancur berkeping-keping
Membuat arena baru dalam waktu kurun waktu kurang dari sepuluh menit adalah hal mudah bagi Kerajaan, dengan biaya yang di dapat melalui taruhan ataupun hasil penjualan tiket seharusnya mampu untuk memperbaiki arena sepuluh kali
“Hanya saja..” Hu Tao tahu akan kelangkaan sumber mineral di wilayah Sun, meski sandang pangan melimpah tetapi untuk pembuatan baju besi, pedang, tombak dan hal lainnya yang berhubungan dengan senjata harus mengirim dari kerajaan Wei termasuk pembangunan tembok ataupun lantai arena yang membutuhkan batu dalam jumlah banyak
Sang wasit bisa saja memberikan peraturan tambahan agar membatasi pergerakan dan tidak menghancurkan bangunan namun itu hanya akan membuat para peserta tidak mampu untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang mereka miliki “Semoga setelah ini aku tidak di pecat” Batin Hu Tao
“Tuan Hu.. Seluruh tempat sudah selesai di perbaiki, kami mohon untuk undur diri” Salah seorang pekerja memberikan laporan sekaligus hormatnya
Hu Tao yang semenjak tadi sedang memijat keningnya kini hanya bisa tersenyum kecut meski hasil yang di berikan oleh para pekerja memuaskan “Baiklah.. kalian boleh kembali” Ucapnya sambil mengibaskan tangannya
“Terima kasih Tuan, jika butuh bantuan lagi.. Tuan tahu harus kemana”
“Baik.. baik.. kalian cepatlah pergi, aku harus segera memulai pertandingan” Hu Tao tak berharap mengundang mereka lagi, meski semuanya sudah di tanggung oleh panitia namun hal itu bisa mencoreng prestasinya dan Turnamen kali ini juga merupakan bagian dari tanggung jawabnya
“Pertandingan selanjutnya..” Sebelum melanjutkan kalimatnya sudah ada dua peserta yang belum di sebutkan sudah berada di tengah arena terlebih dahulu “Kalian sungguh tidak sabaran”
“Semua sudah tahu kalau ini adalah giliranku..”
“Ah.. benar juga” Hu Tao mengecek daftar nama di kertas yang ia pegang “ Tunggu dulu.. dari mana kau tahu..?” Susuan acara memang di atur oleh pihak panitia namun untuk menjaga keamanan mereka tetap menjaga kerahasiaannya, bahkan tak sampai lima orang yang tahu termasuk Hu Tao sendiri
“Hanya kebetulan..” Ujar gadis tersebut degan nada datar
Di samping kanan sang wasit sudah ada Houi Fu yang sejak awal pertarungan di babak pertama selalu mendominasi keadaan, dengan keahliannya dalam memainkan suatu benda membuat namanya di lambungkan oleh para penonton sebagai calon empat besar
Akibat kekalahan dari Bangsawan Wu memberikan peluang bagi Sue Yu untuk masuk ke babak semifinal, kini Sekte Bunga Lotus sudah menjadi buah bibir di kalangan penonton
“Silahkan untuk mengenalkan diri” Ujar Hu Tao
__ADS_1
“Houi Fu.. Dari Sekte Makam Kuno”
“Song Qin... Dari keluarga Song”
Hu Tao mengangkat tangannya sebagai tanda awal pertarungan “Mulai”
Song Qin mundur beberapa langkah lalu melemparkan selendang kuning yang sebelumnya telah melingkari pinggangnya “Tarian Angin..” Ia mengalirkan tenaga dalam di selendang lembutnya tersebut hingga serangannya setajam pedang
Dengan beberapa tarikan nafas Houi Fu melompat dan berjalan di atas selendang tersebut, dengan ilmu meringankan tubuh yang ia miliki, tidak sulit untuk bergerak di atas sehelai kain lalu menuju ke arah lawannya
“Makam kuno.. sepertinya nama ini tidak asing” Shou Yan bergumam pelan, semenjak gadis bernama Houi mengatakan Makam Kuno ia teringat saat kejadian di mana ia terjatuh dan terjebak di dalam sebuah goa
Di sana Shou Yan terjebak bersama dengan Ma Liang, bahkan setelah kejadian itu ia hampir terkena pukulan keras dari rekannya karena sempat meninggalkannya di dalam goa ketika terjadi reruntuhan “Bagaimana keadaannya saat ini..” Ucapnya sambil mengenang kembali masa lalunya
***
Di dalam sebuah kedai makanan terdapat seorang pemuda yang sedang duduk dan di hadapannya terdapat beberapa kantong emas, setiap kali ia tertawa selalu mengundang kekesalan dari beberapa orang, yang sejak awal telah berdiri lama di hadapannya
“Benar.. aku akan mengambil kembali uangku “ Seorang pria menunjuk salah satu kantong emas di atas meja
“Tenanglah.. aku belum menda-..” Belum sempat melengkapi kalimatnya dan ia sudah melihat pesuruh di dalam keluarganya datang dengan nafas terpatah-patah
“Tuan Muda.. Hasil dari pertandingan kelima di menangkan oleh gadis dari Sekte Bunga Lotus” Seorang pria memberikan hormat sambil memberitahukan laporannya
“Bagus sekali.. Tuan-tuan semua sudah mendengarnya.. dan kalian telah salah menebak kecuali seorang gadis di belakang sana”
Pemuda dengan kipas di tangan beserta para penjudi lainnya menoleh ke arah yang sama, di belakang mereka sudah ada wanita yang umurnya hampir sama dengan Ma Liang
“Bagaimana caranya mendapatkan uang sebanyak itu..?”
__ADS_1
“Dari awal dia sudah menenangkan pertaruhan ini secara berturut-turut”
Beberapa pria yang kalah taruhan menaruh curiga terhadap gadis dengan caping sebagai penutup kepala serta kain hitam transparan yang melingkar di sekitarnya, menutupi seluruh keindahan wajahnya.
“Apa yang kalian lihat..? aku memenangkan taruhan dengan adil” Ucapnya, sebelum menghampiri bandar judi tersebut “Aku pertaruhkan semuanya pada..”
***
Gadis Song memutarkan selendang miliknya yang sempat di jadikan pijakan kaki oleh lawannya, dengan begitu ia berharap bisa lepas dari jangkauan senjata yang dari awal pertandingan belum di keluarkan oleh Houi Fu.
Namun tindakannya telah terbaca dan Houi Fu mengeluarkan tiga pisau dari balik cincin dimensi, Song Qin menjadi lebih waspada ketika melihat senjata mampu melayang “Tidak akan ku biarkan”
Ia menggunakan ujung selendang satunya dan mengarahkannya tepat di kepala gadis tersebut berada, Houi Fu yang sudah mengantisipasinya dengan melompat lebih tinggi lalu mengarahkan ketiga pisau terbangnya untuk menyerang “Tusukan tiga Siluman”
Song Qin menarik kedua ujung selendangnya dan melakukan jurus bertahan sambil bergerak mundur, gerakannya seperti seorang gadis yang sedang menari
“Ho... Gadis dari keluarga Song memiliki jurus yang menakjubkan, jika selendangnya adalah kain biasa mungkin dari awal sudah menjadi serpihan”
Hu Tao mengetahui sedikit informasi tentang teknik dari aliran keluarga Song, menggabungkan teknik bela diri dengan sebuah tarian membuatnya mampu untuk mengecoh lawannya agar sulit untuk di baca
“Mengingat profesi keluarga Song sebagai Penari membuat tubuh mereka memiliki bentuk yang sempurna” Hu Tao tersadar dari lamunannya lalu batuk pelan “Tidak boleh.. aku sudah mempunyai anak dan istri” Gumamnya sambil menggelengkan kepala
Seperti halnya Hu Tao, para penonton juga memiliki pemikiran yang sama bahkan kebanyakan dari mereka memfokuskan pandangan pada satu titik
“Dia memiliki ukuran yang bagus”
“Itu benar, aku tidak sabar melihatnya dewasa”
Meski masih berumur sepuluh tahun Song Qin sudah memiliki tubuh ideal dengan ukuran dada yang lebih besar di bandingkan gadis seumurannya, terutama pakaiannya yang cukup terbuka membuat kaum pria memandangnya penuh makna kecuali beberapa orang atau pendekar yang memiliki hati murni
__ADS_1
“Apa yang mereka gumamkan..? Bukankah seorang gadis menggunakan tarian sebagai teknik bertarung adalah hal yang luar biasa..?” Shou Yan memiliki pandangan yang berbeda dari para penonton dan menganggap jurus dari keluarga Song adalah sesuatu yang menakjubkan.