Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 77. Malam Sebelum Turnamen III


__ADS_3

Kelengahan Shou Yan hampir saja membuat kepalanya terpisah dari tubuhnya, jika kedatangan Gadis dari Sekte Bunga Lotus terlambat sedikit saja, mungkin kejadian itu bisa terjadi


Shou Yan ingin mengucapkan rasa terima kasihnya namun ia sadar jika sekarang bukan waktu yang tepat untuk saling berbincang


Ia melihat pertarungan antara gadis tersebut dengan ketua kelompok pembunuh, betapa terkejutnya dia ketika melihat permainan pedang yang di mainkan begitu indahnya


“Seperti.. pedang itu telah menjadi bagian dari tubuhnya” Shou Yan seperti melihat seorang Gadis yang sedang menari


Kekaguman tersebut berubah menjadi kewaspadaan ketika ia kembali di serang oleh ketiga rekan pria berbaju hitam


Shou Yan memperhatikan sekitarnya dan lebih meningkatkan kewaspadaannya “Maaf telah membuat kalian menunggu”


Ia menyarungkan kembali pedangnya dan berniat menggunakan tangan kosong, meski belum sepenuhnya menguasai teknik tersebut namun patut untuk di coba “Majulah..”


Ketiganya saling memandang sebelum kembali menyerang, mereka seperti sedang di remehkan oleh bocah yang baru saja terjun di dunia persilatan “Jangan coba keberuntunganmu”


Shou Yan menghirup nafas panjang sebelum menangkis setiap serangan menggunakan tangan kirinya, sedangkan melakukan serangan balik dengan tangan kanan lalu di akhiri dengan jurus tapak


“Tapak Besi”


Satu di antaranya terpukul mundur dan meneteskan darah segar di tepi bibirnya “Ke-kenapa pukulannya menjadi lebih berat..?”


Melihat rekannya yang berlutut dengan darah yang mengalir membuat keduanya menjadi lebih waspada “Cepat habisi dia”


Untuk kali ini Shou Yan tidak membiarkan kedua pria tersebut melakukan serangan terlebih dahulu, menggunakan dua aliran Chi sekaligus sungguh membuatnya kerepotan


Tetapi ia berhasil mengontrolnya dengan baik sehingga kekuatannya menjadi dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya


“Cakar Naga”


Shou Yan mengubah jari tangannya menjadi bentuk seperti Naga, dengan tenaga dalam yang besar serangan tersebut dapat mematahkan setiap tulang yang di genggamnya


“Uuuggghhh”

__ADS_1


Salah satu pembunuh terkena serangan tepat di Dadanya dan terdengar suara retakan tulang yang keras


“Ka-kau... Bukan manusia” Tinggal satu pria yang sempat lepas dari cengkraman Shou Yan dan kini hanya terdiam sambil merangkak menjauhinya


Pandangannya berubah menjadi sebuah ketakutan ketika muncul bayangan hiam yang melekat di tubuh Shou Yan dan tersenyum lebar ke arahnya, seakan melihat Iblis yang menyerupai manusia


Saat hendak mengakhiri pertarungan, terjadi ledakan energi yang menyebabkan Shou Yan mengeluarkan darah dari mulutnya “Sampai disinikah kemampuanku” Gumamnya


Pria yang sebelumnya menjauhi Shou Yan, memanfaatkan kejadian tersebut untuk melarikan diri, ini pertama kalinya ia gagal dalam menjalankan misi namun itu tidak sebanding dengan nyawanya


Sebab serangan yang ia arahkan sama sekali tidak mengenai titik vital, bahkan kecepatan bela dirinya mampu Shou Yan imbangi


Ia juga sempat melihat pertarungan antara pimpinannya dengan gadis berpakaian putih bermotif bunga lotus, namun siapa sangka Pembunuh yang terkenal berdarah dingin mampu di kalahkan dengan begitu mudahnya


Gadis tersebut melihat salah satu rekan dari kelompok pembunuh sedang melompati atap rumah, dan hendak meninggalkan lokasi pertarungan “Ingin lari dariku..? Jangan harap..!”


Dengan sekali tarikan nafas Gadis itu menghampiri pria tersebut dengan cepat, saat jaraknya hampir satu meter ia menebaskan pedangnya tepat di leher dan akhirnya terpisah dari tubuhnya


Selepas melakukan serangan terakhir, Gadis dengan kain penutup wajah melihat pemuda yang ia tolong sebelumnya telah berbaring kesakitan


Bukannya tidak ingin mengeluarkan energi Chi miliknya tetapi ia merasakan energi tersebut telah bergejolak di dadanya


Dengan cepat Gadis tersebut membantu Shou Yan untuk duduk dengan posisi membelakanginya “Bertahanlah” Setelah menghela nafas ia mengalirkan tenaga dalam melalui kedua tangannya


Beberapa saat setelah punggung Shou Yan dan telapak tangannya saling bertemu, muncul sosok bayangan Naga Emas yang mengarah tepat di hadapannya


Bersamaan dengan itu, Gadis yang berniat untuk melancarkan energi Chi melalui tenaga dalamnya telah terpukul beberapa meter karena berbenturan dengan Energi Naga Suci yang telah mendiami tubuh Shou Yan


“A-anak ini.. Memiliki Hewan Suci di dalam tubuhnya” Ucap gadis tersebut sambil membersihkan sedikit darah yang keluar dari tepi bibirnya


Tubuh Shou Yan mulai membaik setelah Energi Chi miliknya kembali tenang, mungkin jika bukan karena bantuan dari gadis itu, ia akan merasakan sakit yang luar biasa


Shou Yan berdiri dan menghampiri sosok penyelamatnya “Terima Kasih Nona.. telah menolong Junior”

__ADS_1


Gadis tersebut menolak untuk menjawabnya dan lebih memperhatikan dua pria yang tidak sadarkan diri “Kenapa mereka bisa sampai di sini..?” ia memeriksa dada pria tersebut lalu menemukan beberapa tulang rusuknya telah patah


“Siapa kau sebenarnya..?” Tanya gadis tersebut kepada Shou Yan, perasaan khawatir yang ia rasakan di penginapan sebelumnya menjadi nyata setelah melihat bocah yang mampu mengalahkan pembunuh yang sudah berada di ranah Menengah


“Nama Junior adalah Shou Yan dari Sekte Pedang Bulan” Apapun pandangan gadis tersebut terhadapnya, tidak bisa di pungkiri bahwa ia pernah di selamatkan olehnya


Sebenarnya bukan itu yang ia maksud melainkan sosok yang ada di dalam tubuhnya tetapi melihat kejujurannya, Gadis tersebut mengangguk pelan setelah melihat keramahan yang di tunjukkan oleh Shou Yan


“Pedang Bulan..?” Ia merasa pernah mendengar nama Sekte tersebut namun tidak menemukan ingatan yang dia cari “Apa kau ikut dalam Turnamen..?”


“Benar Nona, junior bersama dengan ke-enam Senior yang lain” Untuk ikut dalam sebuah perlombaan sama sekali tidak membuatnya tertarik kecuali satu hal, yaitu memenangkan hadiah uang untuk membayar semua hutangnya


“Kalau begitu berjuanglah” Ucap gadis tersebut sebelum membawa dua pria yang sebelumnya tidak sadarkan diri


“Kembalilah ke penginapan dan jangan sampai kejadian malam ini tersebar luas”


“Baik Nona, tapi.. apa yang ingin Nona lakukan pada mereka..?” Shou Yan memang sengaja membiarkan mereka hidup karena ingin memberitahu para prajurit kota untuk menangkapnya


Namun jika Gadis tersebut ingin melakukan hal di luar rencananya, mungkin ia tidak bisa membiarkannya pergi dengan mudah meski telah berhutang budi


“Kau tidak perlu khawatir, mereka akan aku bawa ke pos penjagaan” Gadis tersebut pergi meninggalkan Shou Yan dengan membawa dua pria seperti sedang membawa kucing


“Sebaiknya kau cepat kembali, atau kejadian seperti ini bisa terjadi lagi” Imbuhnya sambil bergerak menjauh dan menghilang


“Nona yang cukup aneh” Saat Shou Yan hendak melangkah pergi ia teringat akan sesuatu “Ahh.. aku lupa menanyakan Namanya”


“Tidak ada yang tau siapa dia, tapi ia di kenal sebagai Dewi Pencabut Nyawa”


“Julukan yang sungguh aneh untuk-“ Kalimat tersebut berhenti di tenggorokan setelah mendengar suara yang tidak asing di telinganya


“Aaaww.. aaawww.. Tetua Fan..?”


Telinga Shou Yan memerah ketika Fan Cou menariknya dengan keras “Ayo kembali.. Kau berhutang penjelasan padaku”

__ADS_1


“Ba-baik Tetua..”


Sepanjang jalan Fan Cou tidak berhenti untuk memarahi Shou Yan sambil tetap menarik kupingnya karena keluar di malam hari tanpa sepengetahuannya, terlebih lagi ia diam-diam bertemu dengan seorang wanit


__ADS_2