
“Tindakan seperti itu bisa membahayakan nyawa orang lain, kali ini aku akan membiarkannya namun tidak untuk kedua kalinya” Gumam Hu Tao yang tiba-tiba berada di belakang telinga Houi Fu
Menyadari Hawa Pembunuh yang terarah padanya, Houi Fu kemudian menjaga jarak sambil menyiapkan posisi menyerang
“Respon yang bagus, tapi aku harap kau bisa mematuhi peraturan yang ada” Hu Tao tersenyum lebar sambil menarik kembali aura pembunuh yang dia keluarkan dan berjalan pelan ke pinggir arena
Ia menjelaskan kepada para penonton bahwa pertandingan sore ini menjadi akhir dari Babak pertama sekaligus mengawali Babak Utama yang akan di adakan besok
Setelah menjelaskan, para penonton membubarkan diri bahkan ada di antara mereka yang menyayangkan pertandingan pertama ini karena terlalu cepat selesai
Hu Tao berbalik dan melihat Houi Fu berjalan ke arah tembok penonton untuk mengambil pisau miliknya yang masih tertancap
Sebelum Houi Fu memasukkan kembali senjata terakhirnya ke dalam cincin dimensi, ia meraba dan merasakan bilah pisaunya tidak meninggalkan bekas goresan “Dia juga mampu mengendalikan benda menggunakan tenaga dalam”
“Pantas saja.. Nenek begitu tertarik dengannya” Houi Fu kembali menatap Shou Yan dari kejauhan sebelum kembali ke tempat beristirahatan
***
Shou Yan mendengar suara yang tidak asing, ia melihat di sekitarnya dan hanya di kelilingi lautan luas sampai ia menemukan sosok Hewan Besar di belakangnya
“Lama tidak bertemu bocah bau”
“Naga Suci..? Kenapa aku ada disini..?”
Sosok Naga emas dengan mahkota di kepalanya mengelilingi Shou Yan sebelum menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi “Aku terpaksa membawamu kemari saat ada seseorang yang ingin membunuhmu”
“Membunuhku..!?”
“Benar, dan saat ini kau bahkan tidak mampu untuk menandinginya” Ucapnya sambil memukul Shou Yan menggunakan kumisnya
“Aduh... duhhh..” Shou Yan mengelus keningnya yang masih memerah “Aku tahu kalau aku masih lemah” Ujarnya dengan nada datar
“Tapi.. aku tidak bisa terus-terusan mengandalkanmu”
Naga tersebut tertawa keras saat mendengar ucapan dari bocah kemarin sore “Apa kau mampu tanpa diriku..? Kau bahkan menggunakan energi milikku tanpa izin”
Shou Yan menatap heran pada sosok di hadapannya, seingatnya ia tidak pernah menggunakan kekuatan Naga Suci sejak dua tahun lalu
“Meski aku berada di dalam tubuhmu, aku bisa tahu semua yang kau lihat termasuk pertemuanmu dengan tabib murahan itu”
Shou Yan kembali memutar otaknya sambil mengelus dagunya “Tabib..? Apa maksudmu Paman Da Bu..?”
__ADS_1
“Tentu saja, siapa lagi kalau bukan dia yang bisa membuka segel lima jari dalam tubuhmu..!?”
Shou Yan mulai menyadari tindakannya, saat ini ia hanya bisa menunduk sambil merenungkan energi Chi ke emasan yang sempat dia gunakan dalam pertarungan
Naga tersebut mendengar bisikan hati Shou Yan dan hanya berputar-putar sebelum kembali menjelaskan “Ingatlah.. Kau adalah aku.. dan aku adalah kau, jika kau terbunuh aku juga ikut bersamamu”
“Sekarang hanya ini batasanmu, gunakan semua kemampuanmu dan saat tiba waktunya kau akan mampu menggunakan kekuatanku yang sesungguhnya dan pergilah dari hadapanku..!”
Seketika Shou Yan seperti merasakan de javu saat dirinya kembali di hempaskan menggunakan kumis Naganya
“Haih.. ingatanmu masih belum kembali.. Shou.. sang Dewa Naga”
***
Shou Yan perlahan membuka kedua matanya dan melihat Seniornya sedang menepuk pipinya agar tersadar
“Adik...? Apa kau tidak apa-apa..?”
“Aku baik-baik saja Senior, bagaimana dengan pertandingannya..?” Shou Yan melihat di sekitarnya dan hanya tersisa beberapa penonton sedang berbaris untuk keluar dari Podium
“Pertandingan sudah selesai, besok baru akan di mulai untuk babak selanjutnya”
“Hiraukan itu, terlebih bagaimana kau bisa menangkap pisau terbang itu..? Bahkan kau mampu melemparnya kembali”
“A-aku...”
“Itu hanya kebetulan saja” Ucap Bao Yu sambil berdiri dengan kedua tangannya menyilang di depan dadanya “Jika bisa melihat arah datangnya senjata maka kau bisa dengan mudah menangkapnya, bahkan aku bisa melakukannya dengan mata tertutup”
“I-itu benar.. saat itu aku secara tidak sengaja menangkapnya” Ucap Shou Yan dengan terpatah-patah
“Lalu.. bagaimana kau bisa melemparnya kembali bahkan peserta itu tidak bisa menahannya”
“Emmm...” Shou Yan kembali terdiam sambil melirik ke arah Bao Yu, ia berharap masih ada penjelasan yang masuk akal untuk menjawabnya
“Itu mudah, dia bukannya tidak bisa menahan tetapi membiarkannya.. apa kau cukup gila untuk menahan ujung pisau yang bahkan bisa melukai tanganmu..?”
Beberapa rekan Seniornya mengangguk pelan sambil memikirkan kalimat yang di bicarakan oleh Bao Yu
Terkadang Shou Yan berfikir apakah Senior Bao memang berniat menolongnya atau sengaja tidak ingin mengakuinya
“Ho.. kau sudah sadar anak nakal..?”
__ADS_1
Semua mata tertuju pada seseorang yang datang dari tengah arena “Tetua Fan” Ucap mereka secara bersamaan sambil memberikan hormat
“Maaf Tetua Fan.. telah merepotkan”
Fan Cou mengerti kenapa Shou Yan meminta maaf namun semua kejadian telah di jelaskan oleh Hu Tao, jika saja tidak di hentikan oleh sang wasit mungkin ia sudah mengajukan permohonan pada Yang Mulia untuk mendiskualifikasi peserta dari Sekte Menara Kuno karena telah menyerang muridnya
Fan Cou mengangguk pelan sebelum menyuruh mereka untuk berkumpul di tengah arena. Shou Yan berjalan paling belakang sambil mengamati peserta lain “Bukankah itu.. Yodo...? Lalu ada gadis ber-aura dingin tadi” Gumamnya
Hu Tao batuk pelan sebelum menjelaskan alasannya mengumpulkan mereka “ Dengan perintah dari Yang Mulia, Peserta yang lolos ke babak selanjutnya akan di berikan fasilitas inap di Ibu Kota”
Beberapa peserta saling berbisik mendengar pengumuman dari Hu Tao tetapi tak berlangsung lama “Bagi peserta yang gagal tetap akan mendapatkan fasilitas yang sama dengan syarat salah satu di antara rekan seperguruannya telah berhasil masuk ke babak selanjutnya”
“Senior Yodo hari ini sungguh hebat”
“Malam ini, aku akan memijat pundakmu”
“Untunglah Adik Shou dan kakak Bao memenangkan pertandingan, jadi kita juga bisa merasakan fasilitas yang di sediakan oleh Yang Mulia”
“Aku sungguh tidak sabar.. makanan apa yang telah di siapkan untuk kita” Ucap Senior Shou Yan sambil menjilat bibirnya yang sudah meneteskan air liur
“Dasar.. bisakah kau sekali saja untuk tidak memikirkan makanan”
Beberapa diantara mereka yang kalah dalam pertandingan menjadi lebih bersemangat termasuk murid dari Sekte Pedang Bulan
Wasit batuk pelan sebelum mengarahkan puluhan Sekte untuk ikut dan menunjukkan tempat mereka menginap
“Yan’gege...!”
Puluhan murid dari berbagai Sekte melihat ke atas podium utama dan menemukan Putri Raja sedang melambaikan tangannya ke salah satu diantara mereka
Shou Yan ikut melambaikan tangannya dengan sedikit berkeringat, bersamaan dengan itu ia juga merasakan puluhan mata sedang menatapnya tajam membawa Aura Pembunuhan dari arah belakang
“Hw-hwa’er... Bisakah kau tahan dirimu” Shou Yan menelan ludahnya sendiri, jika tidak ada para Guru Sekte mungkin malam ini akan menjadi malam terakhirnya
°°//°°
Ni Hao..
Jadwal rilis chapter akan menjadi 19.00
__ADS_1
Terima kasih bagi yang sudah membaca sampai sekarang.. :-)