
“Aku harap Yan’er dapat mengambil pengalaman di pertandingan ini” Guo An meyakini jika pertandingan persahabatan ini bisa membuka wawasan baru bagi Shou Yan
Setelah melihat pertandingan Shou Yan ia merasa ada energi chi yang terarah padanya hingga ia menemukan pria sepuh yang dulu pernah berduel dengannya “Oh,, Liu Shan menjadi Ketua di sekte ini” Batin Guo An dengan sedikit senyum bangga
Guo An memberikan hormatnya dengan arti Liu Shan dapat memberikan arahan pada Shou Yan sebelum akhirnya melesat jauh ke dalam hutan
Jauh hari sebelum ke kota Changnan, Guo An sudah merencanakan untuk menitipkan cucu satu-satunya di bawah bimbingan Liu Shan
Mengingat pertarungannya dulu, ia memperkirakan kekuatan Liu Shan sudah mencapai Ranah Pendekar Suci dan keahliannya dalam memainkan pedang bisa di katakan sepuluh besar di dunia persilatan.
Di kota Changnan terdapat dua bangunan tinggi dan salah satunya adalah kediaman milik keluarga Fa, terdapat puluhan prajurit yang berada di Ranah Bumi tahap pertama dan beberapa murid dari Sekte Pedang Bulan dengan kekuatan Ranah Bumi tahap lima yang melindunginya
Setelah Bangsawan itu mengetahui akan ada serangan ke kotanya, ia mengirim utusan ke Sekte Pedang Bulan untuk membuat permintaan yang di mana isi permintaan tersebut agar dapat mengirimkan beberapa murid yang bersedia menjaga nyawanya
Di ujung ruangan terdapat dua orang penting di dalam bangunan tersebut “Ayah,, apa yang sebenarnya terjadi di kota ini..? apa kita akan tetap hidup..?” Seorang pemuda dengan umur kurang dari tujuh tahun merasa panik saat mendengar kota yang ia tempati sudah di serang oleh Kerajaan Ning
“Tenanglah Dong’er, kita akan aman di sini” Fa Zheng menyakinkan anak semata wayang untuk tetap tenang meski ia sendiri merasa khawatir namun menyembunyikannya agar bisa terlihat berwibawa di hadapan para prajurit dan para pendekar
“Tuan Fa, alangkah baiknya kita keluar dan melawan”
“Benar Tuan, kita harus menolong para penduduk”
Salah Satu murid Sekte dan pajurit mencoba untuk mengingatkan keputusan Fa Zheng yang hanya berlindung di balik pintu rumah
Fa Zheng memutar otaknya, ia sadar jika mengurung diri dengan penjagaan di dalam sebuah bangunan adalah kesalahan
Hanya menunggu waktu sampai pasukan Ning dapat menerobos masuk dan semuanya akan berakhir, namun di sisi lain pernyataan kedua orang di hadapannya tentu ada benarnya
Pria dengan pakaian mewah tersebut menggaruk kepalanya yang tidak gatal sampai akhirnya membulatkan tekad untuk membuka pintu dan melawan tetapi dengan beberapa syarat
__ADS_1
“Apa kalian akan melindungiku?” Fa Zheng melihat ka arah prajurit sebelum berganti melihat murid Sekte Pedang Bulan yang berada di depannya
“Tentu Tuan”
Keduanya memberikan hormat sebelum memberikan perintah kepada rekan yang lain
“Dong’er,, tetaplah disini, Ayah akan melakukan yang terbaik untuk kota ini” Fa Zheng memegang kedua pundak anaknya
Fa Dong melihat keraguan di mata ayahnya namun memutuskan untuk tetap diam “Baik Ayah” ia mengangguk pelan sebelum melihat kepergian Fa Zheng dengan sebilah pedang di tangan kirinya beserta semua penjaga yang ada mengikutinya di belakang
Saat Fa Zheng membuka pintu, ia di kagetkan oleh dua gadis yang sedang membelakangi pintu “Awas nona kecil, Fa Zheng akan menyelamatkan kota ini..!”
“Aku kira bangsawa Fa akan berdiam diri sampai ia menjadi lumut di dalam ruangan” Seorang gadis dengan umur kurang dari enam tahun berbalik dan menaruh kedua tangan di pinggangnya
Melihat wajah yang tak asing bagi Fa Zheng membuat kedua matanya hampir keluar dari tempatnya “Tuan Putri..!” Fa Zheng dengan cepat memberikan hormat lalu di ikuti prajurit dan murid dari Sekte Pedang Bulan
Langka Mei Hwa terhenti saat hendak membuka pintu rumah karena ia mendengar pembicaraan yang meredamkan amarahnya “Jika Tuan Fa memutuskan hal lain, mungkin aku akan memberitahu Raja tentang sikap Tuan”
“Kali ini aku memaafkanmu,, akan tetapi kau harus memenuhi tanggung jawabmu..!” Meski Mei Hwa ingin memberikanya pelajaran karena lalai menjalankan sebuah kota namun situasi yang terpenting adalah saat ini
Dengan kedatangan Mei Hwa di kediaman Fa menjadi tempat darurat yang memberikan setiap arahan atau tindakan yang akan di berikan, dengan Mei Hwa sebagai kepala pemimpin
Dengan modalkan sebuah Peta, Mei Hwa mulai memperkirakan setiap titik yang membutuhkan pertolongan “Mungkin ada sekitar dua ratus prajurit yang berhasil menyusup ke kota ini” batinnya
“Tuan Pendekar, bawa beberapa dari kalian dan pergilah ke arena”
“Sebagiannya lagi pergilah ke tempat ini..” Mei Hwa menunjuk ke tempat pertarungan Shou Yan berada, dengan banyaknya prajurit Ning, Shou Yan mungkin akan kualahan saat menghadapinya “Semoga Yan’gege baik-baik saja”
“Para prajurit kesini.. dan ke arah.. tempatkan disini..” Mei Hwa mulai memberikan perintah dengan menunjuk semua tempat yang ia perkirakan sedang membutuhkan bantuan “Apa kalian semua mengerti..!?”
__ADS_1
“Mengerti Tuan Putri”
“Lakukan..!”
“Baik..!”
Para pendekar dan para prajurit membagi masing-masing kelompoknya sesuai dengan arahan Mei Hwa dan pergi menuju tempat yang sudah di tentukan
Fa Zheng yang berada di sebelah kanan Mei Hwa sudah memakai perlengkapan perang lengkap dengan pedangnya, menunggu arahan dari Mei Hwa jika sewaktu-waktu di butuhkan, meski terbilang penakut keahlian beladirinya setara dengan Ranah Bumi tahap empat
Xiao Lung yang melihat keterampilan dari Mei Hwa membuatnya mematung seketika, meski Mei Hwa tidak pandai dalam beladiri dan sifatnya yang pemarah ia dapat membantu dengan kecerdasannya dalam memimpin “Sedangkan aku..? hanya menjadi beban” Batin Xiao Lung dengan sedikit menunduk
Mengingat ia pernah kalah melawan anak yang usianya dua tahun lebih muda darinya, membuat dirinya mengerti akan betapa lemahnya dia “Aku harus mejadi lebih kuat lagi” Batinnnya
“Nona Lung,, tidak perlu menjadi orang lain, cukup jadi dirimu sendiri” Mei Hwa yang melihat kegelisahan di wajah Xiao Lung mencoba untuk membantunya dengan cara memberikan motivasi
Xiao Lung menggaruk hidung saat Mei Hwa dapat membaca suasasana hatinya “Terima Kasih Tuan Putri” mendengar saran dari gadis kecil di sampingnya membuat dirinya sedikit tenang
Mei Hwa mengangguk pelan sebelum melihat ke langit “Yan’gege..” Mengingat keadaan Shou Yan yang menahan para prajurit Ning demi keselamatannya dan Xiao Lung membuat hati kecilnya tak karuan
“Mungkin ia sedang memikirkan pemuda yang bermarga Shou itu” Batin Xiao Lung sebelum ia ikut melihat ke arah yang sama dengan Mei Hwa “Itu..?” Xiao Lung menyipitkan mata saat menyadari perubahan Langit yang awalnya mendung berubah menjadi Cahaya ke emasan dengan bentuk “ Naga..!?
**//**
Halo semuanya, semoga sehat selalu ya.. ;)
Melihat karya senior yang lain, ane berencana untuk membuat IG yang dimana akan ada info Return: Of The Dragon Legend seperti halnya sosok Shou Yan, Mei Hwa, Xiao Lung dan char yang lain
Jika banyak yang minat akan ane buat
__ADS_1
jika tidak,, ya,, gak papa.. ber-fantasi dengan kreativitasnya sendiri
Xiexie :)