
Setelah pertarungan Shou Yan dengan kolompok Gagak Malam, pengawal pribadi Yue Ying datang dan membantunya untuk di bawa ke penginapan
Setelah terjadi keributan di penginapan tiga Bintang membuat sang pemiliknya ragu untuk menerima kehadiran Yue Ying terutama saat pengawalnya membawa seorang pemuda yang terluka
Meski begitu, Yue Ying mencoba untuk meyakinkan sang pemilik penginapan agar dapat memberinya kamar meski itu hanya semalam
Pembicaraan keduanya berakhir dengan Yue Ying yang mendapatkan sebuah kamar namun dengan syarat harus mengganti kompensasi yang telah ia timbulkan
Yue Ying memberikan sebuah kantong yang penuh akan kepingan emas, sang pemilik penginapan lalu menyuruh pelayan untuk mengantarkan mereka ke lantai tiga
Seharusnya sekantong emas penuh akan mampu membuat mereka menginap di lantai empat selama satu minggu, namun karena masih dalam perbaikan serta bekas darah membuat lantai tersebut di tutup
Setelah sampai kamar di lantai tiga, pengawal Yue Ying membaringkan Shou Yan di atas kasur dan ia di minta untuk mencarikan sebuah obat penawar racun
Yue Ying mengeluarkan sebuah kertas dan menuliskan sebuah resep obat “Cepat carikan ini..”
Pengawal tersebut menerima dan membacanya sejenak “Nona.. bukankah harga bahan ini terlalu mahal..?”
“Apa kau ingin bilang nyawaku terlalu murah..? Paman Hayabusa..!?” Yue Ying tidak bisa terima jika emas bisa di bandingkan oleh seseorang yang telah menyelamatkannya
Mendengar Yue Ying menyebutkan nama asli dari pengawalnya, sontak membuatnya terkejut “Ba-baik Nona” dengan cepat ia menghilang dari hadapan Yue Ying
“Haih... teknik menghilangkan tubuh seperti itu selalu membuatku merinding” Batin Yue Ying
Pengawal pribadi yang mendampingi Yue Ying ialah seorang ninja yang dimana dulu pernah ia temukan di pinggir pantai dengan keadaan terluka sekitar lima tahun lalu
Yue Ying lalu merawatnya dan butuh hampir setahun untuk menyembuhkan lukanya mengingat luka yang di derita hampir membuatnya kehilangan nyawa
Semenjak saat itulah, Hayabusa merasa berhutang nyawa dan bersumpah setia untuk mengikuti Yue Ying selama sisa hidupnya
Pengawalnya hanya memberikan sebuah nama serta tempat yang dulu pernah ia tinggali dan Benua yang Hayabusa sebutkan adalah Negeri Matahari Terbit
“Mungkin.. lain kali aku ingin berkunjung ke sana” Batin Yue Ying sambil melihat Shou Yan
__ADS_1
Dengan pipi memerah Yue Ying membuka pakaian Shou Yan, meski hanya bajunya saja itu sudah membuat jantungnya berdegup kencang “I-ni adalah pertama kalinya aku melihat tubuh seorang pria”
Pandangan Yue Ying terpaku sejenak ketika ia melihat dada serta otot perut yang Shou Yan miliki
[...Yeah.. sispek ;-)...]
“Meski masih muda.. ia memiliki tubuh yang bagus” Yue Ying batuk pelan dan tersadar dari lamunannya
Untuk menghentikan racunnya cepat menyebar, ia mencabut jarung kecil yang tertancap di tubuh Shou Yan
Lalu ia mengeluarkan darah yang sudah terkontaminasi dengan menghisapnya keluar “aku harap racun ini tak cepat menyebar” batinnya
Hampir dua jam setelah Hayabusa pergi mencari resep obat, meski ia tidak terlalu berharap di kota yang kecil seperti Changnan namun hanya ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan Shou Yan
Ia merasakan kehadiran seseorang di sudut ruangan yang gelap “Apa kau sudah mendapatkannya..?” Ujar Yue Ying tanpa menoleh
“Tentu Nona.. Meski agak sulit mencarinya, tetapi saya tidak akan pernah mengecewakan Nona Muda” Hayabusa memberikan sebuah kantong yang berisikan bahan obat
Yue Ying tersenyum lembut saat pengawal menyebutnya nona muda, di tempat Hayabusa dulu, sebutan sopan adalah pertanda jika ia sangat di hormati
“Entahlah paman..” Yue Ying menumbuk halus semua obatnya lalu menaruhnya di tempat yang terluka “Tetapi hanya ini yang bisa ku lakukan” imbuhnya sambil memperban luka Shou Yan
“Kalau begitu.. bukankah lebih baik kita bawa dia ke sektenya..?”
“Aku tidak mempunyai muka untuk bertemu dengan Ketua Sekte Pedang Bulan” Yue Ying telah mendapatkan informasi terkait jati diri Shou Yan
Di mulai dari bergabungnya Shou Yan ke sekte dua tahun lalu, serta serangan yang terjadi di kota Changnan serta kembalinya pendekar sembilan jari di dunia persilatan
Namun ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya “Paman,, apa ada informasi tentang pemuda ini sebelum kejadian dua tahun lalu..?”
“Maaf Nona Muda,, hanya ini informasi yang saya dapatkan” Hayabusa sempat mencari informasi di Sekte pedang bulan dan sampai di sebuah perpustakaan namun saat hendak masuk ia di kejutkan oleh seorang pria sepuh
“Apa dia Ketua sekte pedang bulan..?”
__ADS_1
“Tidak Nona Muda,, setahu saya ketua Sekte memang tua namun sosok ini sedikit lebih berumur” hayabusa diam sejenak “Tapi sosok ini hanya mempunyai sembilan jari” imbuhnya
Kedua alis Yue Ying terangkat ketika hayabusa menyebutkan sembilan jari “Ternyata benar.. dia adalah pendekar sembilan jari”
“Mungkin.. ada kaitannya dengan pemuda ini” Yue Ying berfikir sejenak sambil mengelus dagunya “lalu.. apa yang pendekar itu sampaikan..?”
“Saat kehadiran saya di ketahui olehnya.. dia hanya bilang untuk tidak mencari lebih jauh dan segera pergi menemui Nona Muda”
Saat itulah Hayabusa kembali ke penginapan namun hanya menemukan para pengawal yang sudah tidak bernyawa, dengan cepat ia mencari ke setiap sudut kota dan menemukan bangunan yang sudah terbelah menjadi dua
“Maaf Nona Muda,, saya terlambat untuk membantu” Hayabusa menjaga jarak lalu memberikan hormatnya
“Tidak mengapa Paman.. jika bukan karena pemuda ini, mungkin aku sudah tiada”
Hayabusa ingin mengucapkan sebuah kata namun terhenti ketika ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya, dengan cepat Hayabusa menghilang dari hadapan Yue Ying
“Masuklah..” Ucap Yue Ying
“Maaf Nona.. ini air hangat yang telah Nona pinta” Datang seorang pelayan dan membawakan air hangat serta kain bersih
Yue Ying berdiri dan mendekati pelayan tersebut untuk menerima pesanannya “Terima Kasih Bibi..”
Pelayan tersebut hanya mengangguk pelan sebelum akhirnya meninggalkan Yue Ying tanpa mengucapkan sepatah kata pun
“Bibi yang aneh..” Yue Ying menutup pintu dan menghampiri Shou Yan lalu menaruh air hangat serta kain bersih di dekatnya dan ia baru menyadari kalau pakaian Shou Yan masih terbuka “Jangan-jangan.. bibi tadi..?”
Dengan wajah yang sudah memerah seperti tomat, Yue Ying menutupi wajahnya dengan kedua tangannya serta menghentakkan kakinya beberapa kali “Ini bukan seperti yang bibi pikirkan”
Selama lima tahun ia bersama Yue Ying dan ini pertama kalinya gadis di hadapannya menunjukkan ekspresi malu “Aku tidak percaya Nona muda bisa seperti ini” Batin Hayabusa sambil tersenyum tipis di sudut ruangan
Air hangat serta kain bersih yang dia pesan memang untuk membersihkan tubuh Shou Yan karena hampir seluruh badannya penuh akan keringat
Yue Ying lalu mendudukkan posisi Shou Yan, saat hendak membersihkan badannya ia melihat sesuatu di tubuhnya“ Meski masih muda ia memiliki punggung yang lebar”
__ADS_1
“Hmmm.. apa ini..? ” Yue Ying melihat lambang naga di punggung Shou Yan namun karena ia mengira itu adalah tanda lahir, dia pun menghiraukannya