Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 71. Pelabuhan Shenzen


__ADS_3

Rombongan Shou Yan kembali melanjutkan perjalanan ketika fajar tiba tentu dengan pengawalan dari Kolonel, keputusan itu di ambil karena ingin mempercepat waktu sehingga sempat untuk naik ke kapal


Tak sampai setengah hari mereka tiba lebih cepat di pelabuhan setelah melewati desa-desa kecil di sepanjang perjalanan


Kota Shenzen atau biasa di sebut Pelabuhan Shenzen, masih tergolong belum cukup besar untuk di jadikan sebuah wilayah perdagangan antar benua, Namun hanya terdapat satu di benua bagian selatan


Tempat ini memiliki penduduk kurang dari 500 jiwa dengan tembok kayu tinggi yang mengelilingi kota tersebut, kebanyakan dari mereka adalah para pendatang yang telah banyak mendirikan usaha


“10 koin emas kau bilang..!? Dua tahun yang lalu tidak semahal ini..!?”


Saat tiba di gerbang kota, Shou Yan mendengar teriakan dari seseorang yang dia kenal, merasa penasaran dengan apa yang terjadi, ia melihatnya dari jendela kereta


Kedua matanya tertuju pada seorang pria tinggi serta tombak di tangannya, sedang berdebat di atas kuda dengan dua prajurit penjaga gerbang “Kolonel..? Sedang apa dia di sana..?” Batin Shou Yan


Perdebatan itu membuat Kolonel mengeluarkan kepingan emas dari balik jirahnya sambil mengumpat kesal


Setelah mendapatkan ijin masuk, Kolonel melihat kepala Shou Yan dari balik jendela, dengan penuh rasa bersalah ia menghampiri sambil menundukkan wajahnya


“Maaf telah membuat Tuan Muda menunggu lama”


“Tidak apa-apa Paman, maaf sudah merepotkan” Ucap Shou Yan sambil tersenyum tipis


Semenjak berangkat dari kota Nanpi, Kolonel selalu menjadi penunjuk jalan bahkan setiap wilayah yang mereka lewati dia juga yang memberikan kompensasi


Fan Cou sudah berungkali memperingatkan Kolonel agar mau berbagi tugas namun ia selalu saja menolaknya dengan dalih menjalankan perintah dari Ouyang


Sikap kolonel menjadi lebih hormat setelah melihat kemampuan Shou Yan dapat mengubah kobaran api menjadi bentuk Naga


Seketika Shou Yan menjadi pusat perhatian dan seringkali Kolonel beserta pasukannya bertanya tentang bagaimana cara melakukannya


Sedangkan Fan Cou hanya terdiam sambil memikirkan perkataan Guo An beberapa waktu yang lalu, murid yang lain kecuali Bao Yu juga ikut menanyakan hal yang sama pada Shou Yan


Tetap saja Shou Yan selalu menjawab tidak tahu sebab Teknik 17 Tapak Naga tidak boleh diketahui oleh banyak orang, ia juga tidak tahu darimana Patriak bisa mengetahuinya dan itu akan menjadi catatan baginya


Kolonel mempersilahkan rombongan Shou Yan untuk masuk terlebih dahulu dengan pengawalan di sekelilingnya


Jika sepanjang perjalanan mereka menjadi pusat perhatian karena mendapatkan perlakuan istimewa seperti hal yang sekarang


Bagi orang lain itu adalah sesuatu yang mewah namun di Pelabuhan Shenzen semua terasa seperti biasa, mata Shou Yan terbuka lebar setelah melewati gerbang


Pandangannya di penuhi dengan para pedagang yang menawarkan beberapa produk unggulan mereka, bahkan beberapa di antaranya menjual senjata ringan,sedang bahkan senjata berat sekalipun

__ADS_1


“Tampat ini.. sangat ramai” Tak hanya para pedagang yang banyak pengunjung bahkan setiap menit selalu ada pendekar yang berlalu-lalang “Ada pendekar..!? Apa mereka sungguhan..!?” Gumamnya


“Dasar kampungan” Batin Bao Yu sambil mengecapkan bibirnya


Sedangkan rekan di sebelah Bao Yu bisa memakluminya karena dengan tingkatan Shou Yan, ia hanya mendapatkan misi di dalam atau sekitar Kota Changnan


Ia pun menjelaskan pada bocah yang masih mengeluarkan kepalanya dari balik jendela “Kebanyakan dari mereka adalah Pendekar berpengalaman”


Shou Yan mendengar penjelasan dari rekannya dan memutuskan untuk kembali duduk “Apakah mereka Pendekar kelas tinggi..!?”


“Tentu saja.. dan perlu kau tahu, semakin besar kemampuanmu maka semakin banyak pula yang menginginkan jasamu”


Misi yang mereka peroleh bisa berbagai macam, dari pengawalan,guru beladiri bahkan ada juga yang mendapatkan misi rahasia seperti melakukan pembunuhan


Shou Yan menelan ludahnya sendiri, tentu tidak asing di telinganya jika mendengar kalimat membunuh tapi yang menjadi perhatiannya adalah Para pendekar ini di sewa


“Apa jasa mereka juga di bayar..!?”


“Haih.. tentu saja, semakin sulit permintaan maka akan semakin tinggi bayarannya” Rekannya tersebut mengingatkan agar tidak berurusan dengan pendekar di luar sana


Ia pernah mendengar bahwa kebanyakan dari mereka adalah Pendekar bayaran yang berani mempertaruhkan nyawa demi emas “Hei...!? apa kau mendengarku..?”


Shou Yan menghiraukan penjelasan dari rekannya ketika ia melihat sebuah benda besar yang mengapung di atas air dan beberapa orang sedang menurutkan jangkar “Benda apa itu..!?”


“Benda besar itu namanya kapal..? Dan kita akan ke ibu kota dengan menaikinya..?


Rekan seperguruannya hanya mengangguk pelan sambil menyilangkan kedua tangannya “Aku tidak menyangka ada orang yang tidak tahu apa-apa mengenai dunia luar”


“Selama ini hidup dimana..? Apa orang tuamu tidak mengajarkan sesuatu..?” Imbuhnya sambil menunjuk Shou Yan


Mendengar ucapan dari rekannya ia hanya tersenyum pahit “Maaf Senior, aku tidak mempunyai orang tua” Jawab Shou Yan dengan nada datar


“Ma-maaf,, aku tidak bermaksud untuk menyinggung masa lalumu”  


“Ah.. tidak mengapa Senior” Shou Yan tahu maksud dari rekannya, hanya saja setiap kali mendengar kalimat tersebut dia akan kembali teringat perkataan Kakeknya


“Orang tua kah..? Aku tidak yakin jika mereka menginginkanku” Batinnya sambil melihat kedua tangannya


Suasana menjadi hening sejenak sebelum kereta yang mereka tumpangi berhenti di salah satu dermaga


Shou Yan turun dan menghirup nafas panjang, ia melihat Fan Cou sedang menghampiri seseorang di salah satu loket

__ADS_1


Ketika Shou Yan menikmati pemandangan Laut, datang seseorang dengan beberapa pasukannya


“Maaf Tuan Muda, cukup sampai di sini perjalanan kita”


Shou Yan menoleh dan melihat pria yang tidak asing “Kolonel..? Tapi kenapa..?” meski hanya sebentar, Shou Yan sudah menganggapnya sebagai keluarganya sendiri


Kolonel menjelaskan bahwa ia sendiri ingin melihat pertarungan Shou Yan di Turnamen sekaligus melihat seberapa besar kekuatan yang tersimpan dalam tubuhnya


Dia juga memberitahukan bahwa perintah dari Ouyang adalah menjaganya sampah ke perbatasan dan semenjak melaksanakan tugas, Kota Nanpi bisa sangat mudah untuk di masuki musuh dan ia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi lagi


“Jasa Tuan Muda akan selalu saya ingat, Mohon jaga diri” Hormat Kolonel bersamaan dengan pasukannya sebelum akhirnya meninggalkan Shou Yan


“Terima Kasih Kolonel, Tolong sampaikan salamku pada Paman Ouyang” Ucap Shou Yan sambil melambaikan tangannya


“Cih,, baru mengenal satu bangsawan saja sudah sombong” Bao Yu merasa Kolonel bersikap berlebihan terhadap Shou Yan


Ia juga merasa jika memberikan hormat pada Tetua Fan Cou lebih utama di bandingkan oleh Shou Yan, apa lagi sampai menitipkan salam pada Ouyang “Dasar cari muka” Batinnya


“Sedang apa kalian..? Waktu kita tidak banyak dan segera naik ke kapal” Ucap Fan Cou


Terdapat lima kapal yang bersiap untuk berlayar, Shou Yan merasa jika kapal paling besar yang akan mereka naiki namun semakin ke kiri ukurannya semakin berbeda


Fan Cou memang memerintahkan untuk segera naik, namun Shou Yan tidak menyangka jika pengalaman pertamanya menaiki perahu akan seperti ini


“Tetua Fan..? Apa benar ini kapal kita..?” Shou Yan menunjuk sebuah kapal kecil yang terdapat jaring laba-laba di setiap sudutnya


“Keuangan Sekte memang sedang bagus akhir-akhir ini, tapi bukan berarti kita harus menghamburkan banyak uang” Ujar Fan Cou sambil menyilangkan tangan di pinggulnya


Sejak saat itu Shou Yan tersadar bahwa Fan Cou adalah tipe orang yang sangat perhitungan “Entah kenapa.. Tetua Fan mengingatkanku pada seseorang” Batinnya sambil mengelus dagu


°°Hachii..°°


“Apa ada gadis kota yang membicarakanku..?” Ucap Ma Liang sambil menghitung kepingan emas


^^//^^


Ni Hao,, jangan lupa berikan like dan vote nya yah.. hadiah juga boleh :'v


Semoga sehat selalu.. :-)


Xie Xie

__ADS_1


 


__ADS_2