Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 68. Dewa Pengemis


__ADS_3

“Cepatlah.. Tetua sudah sangat lama menunggu” Teriak Bao Yu dari dalam kereta, ia serta rekannya yang lain masih menunggu Shou Yan


“Apa kau yakin tidak ingin bekerja lebih lama..?”


“Maaf Bibi,, aku menerima tawaran karena ingin mencobanya” Shou Yan hendak melangkah pergi namun lengan bajunya selalu di pegang oleh wanita pemilik penginapan


Meski hanya bekerja setengah hari, Shou Yan tetap mendapatkan gaji namun tidak semuanya karena uang akan di berikan full kepada karyawan yang telah bekerja seharian


Beberapa kali Shou Yan menolak untuk di bayar sebab mendapatkan makanan gratis sudah cukup buatnya, tetap saja wanita pemilik penginapan bersikeras agar ia menerimanya


Jika memungkinkan wanita tersebut masih ingin melihat Shou Yan bekerja lebih lama, namun apa daya semuanya sia-sia karena tujuan mereka adalah Turnamen di Ibu Kota


“Adik Shou.. apakah tidak bisa di tunda dulu Turnamen itu..?”


“Tentu saja bisa, jika aku ingin tapi..” Berhenti menjadi peserta mungkin bisa dia lakukan tetapi itu akan membuat Ketua Liu tidak dan yang lain akan kecewa


Melihat tekad Shou Yan yang sudah bulat membuat wanita sepuh tersebut menyerah untuk melarangnya pergi


“Bibi..?” Shou Yan melihat ekspresi wanita itu menjadi lesu, ia tidak tega jika harus melihat orang bersedih karenanya “Setelah Turnamen ini selesai, nanti aku akan mengunjungi bibi” Imbuhnya


Setelah mengucapkan kalimat tersebut barulah senyuman menghiasi wajahnya “Aku akan anggap itu sebagai janji seorang pria” Entah kenapa sejak melihat Shou Yan pertama kali, ia teringat akan sosok anak laki-lakinya yang sudah lama tiada


“Aku berjanji Bibi”


Saat Shou Yan meninggalkan wanita tersebut dan hendak naik ke kereta, datang segerombolan prajurit lengkap dengan baju perang serta salah seorang yang menaiki kuda


“Apa ini rombongan kereta milik Sekte Pedang Bulan..?” Tanya pria bertombak yang masih duduk di kuda perangnya


Fan Cou keluar untuk menanyakan tujuan mereka “Benar Tuan, apa salah satu dari kami menimbulkan suatu masalah..?”


Pria yang sebelumnya duduk di atas kuda kini turun lalu menghampiri Fan Cou, sebelum memberitahukan tujuan ia memberikan hormatnya “Saya adalah Kolonel dan kami mendapatkan perintah untuk mengawal rombongan ini menuju perbatasan”


Mata Fan Cou terbuka lebar ketika mengetahui kepala prajurit di kota ini akan memberikan pengawalan


“Maaf Kolonel, siapa orang yang menyuruh Tuan untuk mengawal kami..?” Setahunya ia tidak pernah berhubungan dengan salah satu pejabat di kota ini


Apalagi yang mereka lakukan hanyalah sekedar lewat bukan bermaksud untuk masuk dalam dunia politik


“Ahh.. dia adalah Tuan Ouyang” Ucap pria tersebut dengan sedikit tersenyum “Mohon terima kebaikan beliau” Ujarnya sambil memberikan hormat

__ADS_1


Fan Cou tidak ingin terlalu mencolok di mata orang lain karena sesuatu yang terang akan akan menjadi pusat perhatian dan itu bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan


Tapi melihat keseriusan Kolonel, Fan Cou pun mengijinkan mereka untuk membantu pengawalan sampai ke perbatasan


Dan benar saja, belum juga sampai di gerbang kota sudah banyak penduduk sekitar yang berkerumun di sekelilingnya


Hanya saja terdapat beberapa prajurit sehingga kerumunan tersebut tidak sampai mengganggu jalannya laju kereta


Saat hampir sampai di gerbang kota, mereka di hadang oleh sekumpulan orang yang tidak asing, kolonel sempat menyuruh untuk minggir namun di tolak kecuali keinginan mereka terpenuhi


“Tuan Kolonel, Apakah ada sesuatu di depan sana..?” Fan Cou melihat dari jendela kereta dan melihat para pengemis menghalangi jalannya namun ada sesuatu yang berbeda


Mereka memakai pakaian yang bersih serta terpancar kebahagiaan menghiasi wajahnya “Apa mereka ingin pamer baju baru..?” Batin Fan Cou


“Mohon untuk pendekar menunjukkan diri” Ucap salah seorang pria dan di ikuti rekannya yang lain sambil menundukkan kepala mereka


Kolonel juga ikut memohon karena alasan yang mereka inginkan sebenarnya sama dengan niatnya yaitu ingin melihat sosok pendekar muda yang telah menolong hidupnya


Fan Cou menyuruh para muridnya untuk segera keluar karena mungkin pendekar yang mereka maksud adalah salah satu dari ketujuh muridnya


“Mereka adalah murid dari Sekte Pedang Bulan, mungkin apa yang kalian cari ada di sini...?” Fan Cou tidak ingin menunda waktu lebih lama lagi, mengingat perjalanan ini akan menjadi panjang


Meski tidak di beritahu oleh Ouyang secara detail siapa penolongnya namun ia bisa mengetahuinya dari seorang anak yang hanya menunduk malu


“Apakah kau pendekar itu..?” Kolonel mendekat dan berbicara pelan padanya


“Shou Yan..!?” Teriak semua orang yang hadir dan Bao Yu adalah orang dengan suara paling keras


“Ap-apa maksudmu Paman..?” Shou Yan khawatir bila kolonel akan membeberkan kejadian kemarin malam dan jika sampai itu terjadi, ia akan kesulitan untuk menjelaskannya pada Tetua Fan


“Terima kasih atas Kebaikan Pendekar..!” Kolonel sengaja mengeraskan suaranya agar orang-orang yang di belakangnya juga mengetahuinya


“Terima Kasih Pendekar..!”


“Aku tidak tau maksud kalian” Shou Yan menggaruk pipinya yang tidak gatal, ia di kejutkan oleh seorang anak yang hanya mempunyai sebelah tangan datang menghampirinya


“Kelak, aku akan menjadi pendekar penolong seperti gege” Anak laki-laki tersebut memberikan sebuah roti kering miliknya yang masih hangat lalu kembali berlari ke barisan belakang


“Ini..? Kalian kan para pengemis itu..?” Shou Yan tersadar ketika anak mendatanginya

__ADS_1


“Kami sekarang bukanlah pengemis, tapi kami adalah penduduk kota Nanpi”


Shou Yan tersenyum lembut ketika menyadari bahwa harga diri mereka sudah kembali “Ternyata.. Paman Ouyang telah menepati janjinya” Batinnya


Kolonel memerintahkan agar orang yang menghalangi kereta yang di tumpangi oleh Shou Yan dapat memberikan ruang agar bisa melanjutkan perjalanan


Sejenak jalanpun terbuka dan Rombongan Fan Cou beserta muridnya kembali masuk ke dalam kereta, Kolonel memimpin jalan sekaligus melindungi mereka dari arah depan


“Cih.. apa dia melakukan hal yang hebat..? Sampai harus melakukan hal seperti itu” Gumam Bao Yu sambil menggenggam erat sarung Pedangnya “Lihat saja nanti, aku akan mengambil semua perhatian itu darimu” Batinnya, sambil melihat Shou Yan melambaikan tangan ke luar jendela


“Terima Kasih, jaga diri kali-“ Kalimat Shou Yan terhenti saat salah seorang pria dengan gigi ompong tersenyum padanya dan memperlihatkan pakaian yang dia kenal “Itu kan..Baju Sekteku..!! Bagaimana bisa..?” Batinnya


Shou Yan mengingat kebelakang sambil melihat baju miliknya “Jangan-jangan..?” Ia tersadar jika tadi pagi saat ia kembali memakai bajunya, terasa lebih halus,nyaman bahkan terlihat seperti baru dan agak sedikit besar ukurannya


“Tetua Fan, bisakah kita berhenti sebentar..?” Teriak Shou Yan sambil kepalanya keluar jendela


“Tidak bisa..! Kita harus segera menuju Ibu Kota” Jawab Fan Cou dengan nada datar namun siapapun bisa mendengarnya


“Ti-tidak...Pakaianku..!?”


Shou Yan memegang kepalanya sambil melihat pria ompong yang masih tersenyum padanya sambil menunjukkan dua jarinya “Damai kau bilang..!? Kemari kau dan akan ku ratakan gigimu” Teriak Shou Yan sembari kereta keluar dari Gerbang kota


Perlahan sebagian penduduk Kota Nanpi menganggap Shou Yan sebagai utusan dewa karena telah memberantas kemiskinan dan bahkan Bangsawan seperti Ouyang telah menyebarkan berita bahwa Sekte Gagak Hitam takut menghadapi utusan dewa tersebut


Bekas Baju Sekte milik Shou Yan di simpan dalam ruangan kaca yang di jaga ketat dan penduduk menjulukinya sebagai DEWA PENGEMIS


 


**//**


Terima kasih yang selama ini telah hadir dan memberikan dukungannya :-)


Jangan lupa berikan like, vote nya ya..


berikan pendapat kalian di kolom komentar mengenai karya kami..


Kritik dan saran sangat penting untuk kesempurnaan Return:Of The Dragon Legend


Xiexie.. sehat selalu gais :-)

__ADS_1


__ADS_2