Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 85. Babak Pertama Bag. IV


__ADS_3

***


“Hei.. bukankah itu Tuan Putri..? Kenapa dia melambaikan tangan ke bocah itu..?”


“Tuan Putri menyebutnya dengan gege.. apa hubungan mereka sangat dekat..?”


“Jangan bercanda, bagaimana mungkin bocah yang memakai alas kaki dari jerami bisa mempunyai hubungan dengan Tuan Putri..? Itu tidak mungkin”


Tindakan Mei Hwa yang berteriak ke salah satu peserta membuatnya menjadi bahan perbincangan para penonton, bahkan ada beberapa di antara mereka yang mengaitkan isu berkembangnya Sekte Pedang Bulan berkaitan dengan Tuan Putri


Sedangkan para Guru Sekte yang hadir ikut memperhatikan Mei Hwa sebelum menatap ke arah Fan Cou, mereka menganggap ada hubungan khusus yang sengaja di buat oleh Sekte Pedang Bulan untuk mendekatkan salah satu muridnya


Fan Cou yang merasakan puluhan Orang sedang menatapnya sehingga membuatnya menjadi berkeringat dingin, ia sendiri tidak tahu hubungan apa yang dulu pernah terjadi antara Mei Hwa dan Shou Yan, namun yang pasti adalah keduanya telah menciptakan musuh baru untuk Sekte Pedang Bulan


“Anak itu.. sampai mempunyai kedekatan dengan Tuan Putri, mungkin dia dari keluarga besar” Batin Fan Cou yang masih di selimuti rasa penasarannya “Semoga tidak terjadi apapun”


Api yang menyala akan cepat mudah padam, peribahasa yang sering Fan Cou dengar dan sekarang ia mengerti akan maksud kalimat tersebut


Sedangkan Hu Tao hanya memejamkan mata sambil mengelus janggutnya, meski ia di minta untuk menjadi wasit tetapi jika ada yang berkaitan dengan politik, dia lebih memilih diam “Lebah telah menemukan bunga” Gumamnya


***


“Berani menoleh saat bertarung denganku...!?” Zhong Li menambah kecepatan tombaknya, beberapa tusukan senjatanya sangat tajam


Sedangkan Shou Yan mencoba untuk kembali membangun konsentrasinya selalu gagal ketika Mei Hwa terus berteriak sambil menyebut namanya “Hwa’er.. bisakah sejenak kasih aku waktu” Batinnya sambil menghindari setiap serangan


Zhong Li menghentikan ayunan tombaknya setelah melihat lawannya selalu menghindar dengan pedang yang masih tersarung di pinggangnya “Jangan katakan senjatamu itu hiasan..?” Ujarnya


Shou Yan menaikkan alisnya dan menangkap maksud perkataan Zhong Li, ia memegang pedangnya sambil tersenyum lebar “Ini adalah senjata pusaka, sangat di sayangkan bila harus menggunakannya sekarang” Ucapnya sambil melihat ke salah satu bangku peserta


“Aku tidak peduli tentang senjatamu tapi.. sudah ku bilang, lawanmu adalah aku..!” Zhong Li kembali menyerang Shou Yan, namun kali ini lebih cepat dari sebelumnya


Tidak hanya satu dua kali Shou Yan mengabaikan lawannya dan menoleh ke sisi arena yang jelas-jelas dia masih sanggup untuk berdiri, menurutnya melakukan tindakan tersebut sama saja dengan tidak menghargai lawan dan itu membuatnya tersinggung

__ADS_1


Shou Yan hanya bisa menghindar, ia sengaja berbohong bukan tanpa maksud melainkan pedangnya sudah terdapat banyak retakan yang bisa saja hancur jika terkena tombak dari lawannya


“Jika hancur.. aku harus berusaha keras lagi untuk mencari uang” Batinnya dengan sedikit membayangkan bila hal itu benar-benar terjadi “Tidak ada cara lain” Gumam Shou Yan lalu menghela nafas panjang


“Tapak Besi”


Tapak tersebut mengarah tepat ke dada Zhong Li namun dengan kewaspadaan yang cukup tinggi, serangan tersebut berhasil dia tahan menggunakan senjata miliknya


Zhong Li terdorong beberapa meter namun masih tetap bisa menjaga keseimbangannya “ Kau menyembunyikan kekuatanmu”


Ia bisa menyadari jika kekuatan lawannya berada di ranah Bumi, karena kejadian ini sering terjadi di beberapa Sekte dan penyebabnya tidak lain adalah Tidak Berbakat


Namun setelah mendapatkan sebuah pukulan, entah mengapa serangannya terasa berat melebihi pendekar di ranah Bumi pada umumnya


“Aku tidak pernah menyembunyikan kekuatanku tetapi hanya mempunyai sedikit kemampuan” Ucap Shou Yan sambil membalikkan telapak tangan kanannya dan menyembunyikan tangan kiri di belakang punggungnya “Ayo kita mulai”


Zhong Li tersenyum tipis lalu bergerak maju bersamaan dengan Shou Yan, keduanya saling bertukar jurus namun belum ada yang terkena serangan


“Anak ini.. menaikkan kecepatan tombaknya di menit-menit akhir, sedangkan satunya lagi mempunyai fisik yang kuat” Hu Tao menilai pertarungan di dalam pikirannya


Hu Tao mengenali gerakan yang di tunjukkan oleh Zhong Li, itu .erupakan jurus tingkat tinggi yang mempunyai nama Tongkat Seribu Jarum


Jurus ini biasanya bisa di kuasai jika sudah berada di ranah Langit serta mempelajari Teknik penguatan tangan, untuk anak yang baru berumur 10 tahun mampu mengendalikan jurus ini bisa dikatakan jenius


Setelah beberapa tarikan nafas, Shou Yan menggunakan Teknik Air Pemecah Batu sehingga mampu mengenai Dada Zhong Li dan terpukul beberapa langkah


Teknik tersebut baru ia pelajari akhir-akhir ini tanpa sepengetahuan kakeknya dan masih banyak kecacatan di dalamnya namun itu cukup untuk membuat lawannya terpukul


 Jurus tersebut memaksa Zhong Li untuk berlutut dengan mengeluarkan sedikit darah di tepi bibirnya “Aku tidak bisa berhenti di sini” Gumamnya


Shou Yan melihat pancaran mata yang terarah padanya “Kenapa dia harus berjuang sampai seperti itu..?” Batinnya


Zhong Li membersihkan darahnya lalu berdiri sambil memasang kuda-kuda “Aku tidak berharap akan menggunakan jurus ini tapi,, bersiaplah..!”

__ADS_1


Shou Yan dapat melihatnya dengan jelas namun ketika ia mengedipkan mata, ujung tombak sudah berada tepat dua senti di depan lehernya “Kau..!?”


Tanpa menunggu waktu ia menciptakan gerakan tangan seperti jari hewan “Cakar Naga..!”


Seketika Zhong Li mengubah daya serangnya menjadi lebih lebar, yang awalnya hanya menggunakan jurus meruncing


“Tombak Dewa..!”


Pertarungan begitu sengit namun tidak membuat Shou Yan gentar, Sun Qian tersedak ludahnya sendiri ketika melihat jurus yang dulu pernah ia lihat di medan pertarungan


“Tombak Dewa.. puluhan tahun aku tidak pernah melihatnya namun kini.. telah muncul di depan mataku sendiri” Sun Qian mematung sejenak dengan mata yang seperti menahan rasa sedih


Selama Peperangan yang terjadi 10 tahun lalu, ia tidak pernah lepas dari pengawalan seorang Kolonel bahkan saat di Medan perang


Orang tersebut selalu berada di sampingnya dan saat Sun Qian di kepung oleh musuh Kolonel menggunakan jurus yang sama “Apa mungkin.. Dia berasal dari Sekte Tombak Seribu Bambu..?” Batinnya sambil mengelus dagunya


Lamunannya terpecah saat gadis di sampingnya kembali berteriak menyemangati Shou Yan dari atas Podium, Ia menepuk jidatnya ketika melihat anaknya menjadi antusias dan melupakan posisinya sebagai Putri


“Hwa'er.. kendalikan kelakuanmu..” Ucap Sun Qian dengan nada lembut


“Sudah aku kendalikan ayah,,, lihat.. Bukankah dia keren..?” Mei Hwa tidak mengerti apa yang ayahnya maksud dari mengendalikan diri, namun yang pasti ia akan tetap mendukung Shou Yan tanpa memandang posisinya sebagai Putri Raja


“Yan’gege...!?” Mei Hwa berdiri dari tempat duduknya sambil berteriak khawatir setelah melihat Shou Yan terpukul mundur dan hampir keluar arena


“Sepertinya Tuan Putri sangat mengenalmu..!?” Zhong Li mendengar setiap kata dari ucapan Mei Hwa yang selalu memberikan semangat pada lawannya, dan mengira dia telah menggunakan kekuatan dari keluarganya agar bisa mendekati anggota kerajaan


“Ahh.. Hwa'er..? bukankah tingkahnya sangat lucu...?”


“Bagaimana kalau kau kalah..? Bukankah itu akan membuatnya menangis..?”


“Menangis kau bilang..? Aku rasa itu tidak mungkin karena...” Mendengar kalimat tersebut membuat kedua matanya terbuka, dan itu menyadarkannya akan sesuatu yaitu menghadiahkan Hwa'er dengan kemenangan “Aku tidak akan menahan diri lagi”


Pandangan Shou Yan menjadi lebih tajam di sertai suara pedang yang menggema di udara, Zhong Li ikut merasakan aura yang tidak bisa keluar dari lawannya “Ini menjadi semakin menarik” Ujarnya sambil memasang Teknik andalannya

__ADS_1


 


 


__ADS_2