
Yue Ying sebelumnya tidak menyadari akan cincin yang di kenakan oleh Shou Yan sebelumnya karena melihat dari usianya yang muda, akan sangat mustahil jika memiliki item dunia
Tapi siapa sangka, pemuda yang bahkan tidak tahu alat tukar di rumah lelang serta hanya memiliki dua koin emas di kantongnya akan bisa memiliknya
“Mungkin.. aku terlalu meremehkan pemuda ini” Batin Yue Ying
Sebelum menjawab pertanyaan dari Yue Ying, Shou Yan terlebih dahulu bertanya mengenai cincin miliknya
Sepengetahuannya, cincin ini bisa menyimpan sebuah barang namun ia tidak mengetahui apa keistimewaannya
Yue Ying mencoba menjelaskan terlebih dahulu tentang manfaat cincin yang di miliki Shou Yan “Benda ini mampu menyimpan 10.000 jenis barang di dalamnya tak terkecuali makanan..”
Ia mencoba membandingkannya dengan cincin miliknya, jika Shou Yan memiliki yang berwarna hijau, Yue Ying hanya memiliki jenis yang berwarna merah dan itu tergolong umum di kalangan bangsawan
Cincin merah dan biru bisa juga menyimpan sebuah makanan di dalamnya namun tak sampai satu hari makanan tersebut dapat membusuk
Berbeda jika cincin berwarna hijau seperti milik Shou Yan, menyimpan makanan berhari-pun tidak akan membuatnya membusuk dan konon dapat bertahan selama satu bulan
“Apa..? Satu bulan..!?” Shou Yan tidak habis pikir, benda yang di tinggalkan oleh gurunya adalah sesuatu yang luar biasa
Shou Yan bisa membayangkan puluhan makanan yang nanti dapat ia simpan di dalam cincin dimensi miliknya, kelak itu akan sangat membantunya dalam kondisi seperti halnya di hutan
“Jadi.. bisakah Tuan Shou menjelaskannya padaku..?” Rasa penasaran ini membuatnya tidak bisa tidur jika belum mendapatkan penjelasan dari Shou Yan
“Ahh.. ini adalah pemberian dari mendiang Guruku Nona”
“Mendiang..? Ma-maf Tuan Shou, aku tidak bermaksud untuk..” Yue Ying tidak menyangka akan menanyakan sesuatu yang sensitif padahal dia sendiri pernah mengalami akan kehilangan seseorang
Meski begitu, tidak membuat rasa penasarannya terpenuhi “Jika boleh tahu, siapa nama guru Tuan Shou..?”
Shou Yan tidak ingin memberitahukannya namun ia sudah banyak berhutang pada Yue Ying, meski begitu dia tidak ingin siapapun mengetahui nama dari gurunya bahkan ia harus menyembunyikannya dari kakeknya
Shou Yan menarik nafas panjang sebelum memberikan sebuah janji pada Yue Ying, mengingat nama gurunya telah membuat Ma Liang mencurigainya
Setelah Yue Ying berjanji untuk tidak mengatakannya pada siapapun, Shou Yan membisikkan sebuah nama
“Apa..!? Lu Ming..!!?”
Teriakan Yue Ying membuat Shou Yan harus menutupi mulutnya menggunakan tangan “Ssstttt... bisakah kau kecilkan suaramu..?”
Yue Ying yang merasa geram lalu menggigit telapak tangan Shou Yan karena itu hampir membuatnya tidak bisa bernafas
“Aku tidak percaya Nona mempunyai taring seperti kucing” Shou Yan meniup tangannya yang masih terasa sakit
“Lupakan itu,, apa Gurumu adalah Kaisar Ming..!?” Yue Ying mendesak Shou Yan dengan memegang keras kedua pundaknya
“Itu...” Shou Yan berkeringat dingin saat melihat seorang gadis di hadapannya seperti kucing yang menemukan mangsanya
__ADS_1
“Cepat jawab.. apa dia Kaisar Ming..!?”
“A-aku tidak tahu..”
Yue Ying terdiam sejenak setelah mendapatkan jawaban dari Shou Yan, ia lalu melepaskan cengkraman tangannya dan duduk tenang sambil mengelus dagunya
Yue Ying berfikir jika marga Ming mungkin kerap di pakai oleh siapapun mengingat dulu Kaisar Ming adalah orang pertama yang menyatukan seluruh benua, jadi wajar jika banyak orang yang menginginkan marga seperti beliau
Namun jika nama yang Shou Yan maksud bukanlah Kaisar Ming lalu dimana dia mendapatkan kekuatan yang begitu besar
Terlintas di pikiran Yue Ying bahwa Shou Yan mempunyai lambang Naga yang berada di punggungnya “Apa itu ada hubungannya..?” Batinnya
Yue Ying menatap tajam ke arah Shou Yan dengan mendekatkan wajahnya dan hanya berjarak tiga jari dari depan matanya “Tuan Shou.. apa kau..?”
Kening Shou Yan penuh akan keringat, ia tidak percaya jika intuisi seorang wanita bisa sangat menakutkan sampai sesuai terjadi pada keduanya
Roda kereta yang mereka tumpangi mengalami guncangan karena sebuah batu kerikil “Maaf Nona.. aku tidak bisa melihat jalan dengan jelas” Ucap Hayabusa “Mungkin ini karena sudah malam” Batinnya
Bibir keduanya saling bertemu saat guncangan terjadi “Ti-tidaaaaaaaakkkkk”
PLAKKKK
Lagi-lagi Shou Yan mendapatkan sebuah tamparan keras di pipinya sampai akhirnya kereta telah berhenti
“Kita sudah sampai” Ucap Hayabusa
Shou Yan yang mendengarnya lalu memberikan sebuah hormat dan ucapan terima kasih “Therihma Khaasihh”
Hayabusa yang melihat pipi Shou Yan menjadi kebam membuatnya sedikit curiga “Ada apa dengan penginapan wajahmu..? Apa jangan-jangan..!?”
Hayabusa berdiri dan hendak mencabut pedang di punggungnya namun terhenti ketika seorang gadis menyuruhnya untuk bergegas pergi “Cih..”
Hayabusa kembali duduk dengan menunjuk kedua matanya lalu mengarahkannya pada Shou Yan “Aku mengawasimu” Ucapnya tanpa bersuara
Shou Yan yang mengerti akan peringatan Hayabusa dan hanya mengangguk pelan “Ini hari tersial dalam hidupku” Batinnya
Shou Yan berjalan memasuki gerbang sekte dan sesampainya di tengah jalan ia bertemu dengan Xiao Lung “Yan’didi..?”
“Lhung jie hie”
Xiao Lung yang melihat wajah lebam di pipi Shou Yan mencoba untuk merawat nya
Xiao Lung mengajaknya ke belakang kediamannya, karena setatusnya sebagai seorang Guru tentu tidak banyak yang menempati tempat tinggalnya kecuali beberapa orang yang telah pergi mengemban misi
“Duduklah Yan'didi.. aku akan mengambilkan air hangat sebentar”
Xiao Lung masuk ke dalam ruangannya dan mengambil kain kering serta air hangat untuk mengompres pipi Shou Yan yang lebam
__ADS_1
Di belakang kediaman Xiao Lung hanya terdapat sebuah pohon sakura yang di kelilingi Tamanan hias di sekitarnya “Tempat ini mengingatkanku akan rumah kakek”
Sudah lama ia tidak pernah berkunjung untuk melihat gubuk tua yang dulu penuh akan kenangannya bersama Guo An
Tanpa di sadari air mata telah menetes pelan di pipinya, namun karena tidak ingin membuat Xiao Lung khawatir ia menghapusnya menggunakan lengan jubahnya
Xiao Lung muncul dan duduk di sampingnya “Kenapa bisa seperti ini.. apa yang telah Yan'didi lakukan..?”
“A-aku hanya terjatuh tadi..” Ia tidak bisa mengatakan jika ini adalah ulah dari Yue Ying atau dia akan terkena pukulan tambahan dari Xiao Lung
Setelah Xiao Lung mengompres luka, ia meminta agar Shou Yan mau untuk melihat hasil dari latihannya
Setelah menyetujuinya, ia lalu memperagakan teknik Pembelah langit yang telah Shou Yan ajarkan
Meski gerakan yang Xiao Lung lakukan sama persis dengannya, tidak menutup kemungkinan jika tenaga yang dia keluarkan jauh dari sempurna
Shou Yan menghampirinya dan memberikan sebuah arahan “Pegang pedangnya seperti ini.. lalu bagian pinggul seperti ini dan..”
Shou Yan menggenggam tangan Xiao Lung lalu mengajarkan teknik pernafasan “Tarik nafas dalam-dalam dan..”
Tebasan yang Xiao Lung ciptakan hampir 50% sempurna, ini arah kemajuan yang pesat mengingat ia memiliki tenaga dalam yang terbatas
Melihat hasil di luar dugaan, Xiao Lung melompat kecil lalu memeluk erat Shou Yan “Terima kasih Yan'didi”
Shou Yan ingin membalas pelukannya namun detak Jantung yang berdegup kencang telah menghalanginya “Lung’jiejie.. ini terasa sesak”
“Ah.. maaf Yan'didi”
Setelah melihat suasana mulai membaik, Shou Yan memberikan sebuah Bunga berwarna merah muda untuk Xiao Lung dan berwarna Biru untuknya sendiri
“Ini.. bunga eclaudamur..?” Xiao Lung tidak menyangka jika dia akan mendapatkan tanaman yang langka untuk sepasang kekasih, konon bunga ini akan bereaksi ketika sang pemilik mengalami suatu kejadian
“Bunga eclaudamur..?” Shou Yan tidak terlalu mengetahui nama dari bunga Keabadian ini namun yang pasti adalah ia cukup bahagia melihat senyuman dari Xiao Lung
“Terima kasih Yan'didi.. aku akan merawatnya”
Alis Shou Yan terangkat sebelah saat Xiao Lung memutuskan untuk merawatnya “Bukankah bunga ini untuk di konsumi” Batinnya
Saat Shou Yan hendak menjelaskan tujuan dari memberinya hadiah namun ia melihat gelagat aneh dari gadis di hadapannya “Lung'jiejie.. apa ada sesuatu yang salah..?”
“Tiba-tiba tubuhku terasa sakit..” Xiao Lung Menunduk sambil memegang perutnya
“Apakah ada yang salah deng-“ Kaliamat Shou Yan terhenti saat Xiao Lung tiba- memeluknya dan memberikan sebuah kenangan di bibirnya
“I-ini adalah rahasia kita” Xiao Lung pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun dengan wajah yang sudah memerah
Shou Yan hanya mematung sejenak sebelum melihat bunga eclaudamur biru di tangannya “Apa ini sebuah keajaiban..?”
__ADS_1