Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 37. Menjadi Murid Sekte


__ADS_3

“Cukup..! hentikan semuanya”


Dalam sekejap Liu Shan membuat suara pertarungan menjadi sunyi, bersamaan dengan munculnya Liu Shan membuat para perampok menunjukkan identitas asli mereka


“Murid Sekte..?” Ucap salah seorang peserta


Melihat kebenaran yang sesungguhnya membuat mata para peserta hendak keluar dari tempatnya, sedangkan peserta yang ikut membantu Shou Yan saling berbisik heran


Qiao Feng dan peserta lain yang tidak ikut dalam pertarugan hanya mematung karena menduga mereka akan di eliminasi dari ujian


Suasana menjadi canggung sampai Qiao Feng memberanikan diri untuk bertanya “Ketua Liu, apa maksud dari semua ini..?” ucapnya sambil menunjuk murid sekte yang sebelumnya telah menyamar menjadi perampok


Liu Shan berjalan ke arah sumber suara dengan tangan di belang “ Kau gagal”


Tanpa menjawab dengan panjang lebar, Liu Shan hanya menegaskan tiga ucapan, mendengar hal tersebut membuat Qiao Feng tidak terima dengan keputusan yang di buat sepihak oleh Liu Shan


“Sepihak..?” Alis Liu Shan menjadi naik saat mendengar ucapan dari bocah yang hampir tidak bisa berbuat apa-apa


Liu Shan menghela nafasnya sebelum akhirnya menjelaskan pada bocah di hadapannya, ia membuat semua peserta mengingat apa yang pernah ia ucapkan sebelum memasuki hutan


Selama para peserta mengingat ucapan Liu Shan sebelumnya, ia juga menegaskan jika mengarahkan peserta agar berkumpul di tengah hutan dan mencoba bertahan selama tiga hari “Namun, kenapa kalian tidak berfikir maksud dari bertahan..?” sambil menoleh ke arah Qiao Feng


“Itu..” Qiao Feng ingin mengeluarkan kalimatnya namun terhenti saat ia menyadari sesuatu


Melihat dari ekspresi yang di tunjukkan oleh Qiao Feng, ia dapat menebak jika bocah di hadapannya tidak sampai memikirkan hal tersebut, bahkan ia menggunakan pengaruh dari keluarganya dengan harap bisa selamat dari sebilah pedang yang menempel di lehernya


Liu Shan berhenti menatap Qiao Feng dan memilih untuk menjauh darinya sambil menjelaskan maksud dari ujian kedua sekaligus ujian terakhir “Ingatlah,, apapun bisa terjadi bahkan saat kita merasa aman”


Ujian kedua ini di tujukan agar setiap peserta mampu bertahan sekaligus waspada saat menjalankan sebuah misi, mengingat sekte sering mendapatkan permintaan untuk menjalankan sebuah tugas dari berbagai organisasi seperti halnya saudagar, bangsawan bahkan raja sekalipun atau siapapun yang menginginkan jasa Sekte


“Tentu kalian akan mendapat uang sebagai imbalannya”


Mendengar kata Uang membuat isi hati Ma Liang bergejolak “Uang..!?”


Liu Shan menoleh dan mendekati Ma Liang “Uang yang sangat banyak, bahkan bisa membuatmu terkenal di kalangan wanita” bisik Liu Shan

__ADS_1


Ma Liang dapat membayangkan jika ia sudah menjadi murid sekte dan menjalankan misi dengan hasil pendapatan yang sangat banyak, bahkan ia sempat berfikir untuk menikahi Xiao Lung. Sampai suara memecahkan impian indahnya “Apa..? nyawa..?“


“Hadiah yang besar tentu berkaitan dengan nyawa” Suara Liu Shan memecahkan hening, “Untuk itu ujian kedua ini di laksanakan”


Ma Liang menelan ludahnya sendiri saat mengetahui arti dari misi yang sebenarnya, mungkin ia sangat terobsesi dengan hadiah kepingan emas namun di sisi lain dia juga tidak ingin mati muda


Liu Shan telah menjelaskan betapa tidak mudahnya untuk menjadi bagian dari Sekte, bersamaan dengan itu ia mengeluarkan Aura yang membuat setiap peserta merasa tertekan, bisa di katakan Aura yang di keluarkan hanya untuk mengukur keteguhan hati dari setiap peserta


“Baiklah, siapa di antara kalian yang rela menyerahkan nyawa untuk Sekte Pedang Bulan..!?” Liu Shan menatap setiap peserta


“Jika kalian mengurungkuan niat, akan aku ijinkan kalian mengikuti pendaftaran di tahun berikutnya”


“..tapi jika kalian tetap ingin bergabung di Sekte, kalian harus bersiap untuk menyerahkan nyawa”


Liu Shan mengerti jika pilihannya ini akan membuat banyak peserta yang mengundurkan diri namun melihat penyerangan terhadap sekte beberapa waktu lalu, ia yakin jika ini adalah pilihan yang terbaik


Shou Yan memutuskan untuk angkat bicara ketika melihat para peserta hanya merenung sambil memandang satu sama lain sehingga membuatnya geram, seakan tidak percaya akan keyakinannya sendiri


“Janguan berhanda hetua hiu” Shou Yan berbicara tidak jelas sambil mengelus pipinya yang masih bengkak akibat terkena tamparan keras dari Xiao Lung


Semua pandangan melihat ke arah Shou Yan terutama Ma Liang yang paling awal berbicara “Junior Shou..? ada apa dengan wajahmu..?”


Meski tidak mengetahui apa yang ada di belakangnya namun ia yakin kepalanya akan terpisah dari tubuhnya jika berani mengatakan hal yang sebenarnya “..huanyya tersehat yebah”


“Tersengat lebah..? aku yakin hanya lebah raksasa yang mampu membuat wajahmu seperti ini” Ma Liang mencandai Shou Yan sambil menujuk kepalanya


Bersamaan dengan itu Xiao Lung datang dari arah belakang dan berdiri di sebelah kanan Shou Yan “Tuan Ma terlalu meremehkan hutan ini, bahkan gigitan semut yang ada di sini bisa membuatmu lebih bengkak lagi, bukankah begitu Juniro S-h-o-u..?


“No-na Xiao..?” Ma Liang menjadi gugup ketika melihat Xiao Lung mendekatinya dan Shou Yan


Shou Yan menelan ludahnya sendiri saat melihat senyuman dari gadis cantik tersebut, bersamaan dengan senyuman indah dari Xiao Lung terdapat bayangan wajah iblis putih dengan dua tanduk hitam berada di belakangnnya


“Tentu Nona Lung” Seketika ucapan Shou Yan menjadi lancar


Liu Shan ikut merinding ketika melihat senyuman dari cucu kesayanganya “Ahemb,, Bisakah kau menjelaskan apa maksud dari perkataanmu..?”

__ADS_1


Shou Yan yang sudah bisa berbicara lancar menjelaskan maksud dari ucapannya tadi “Maaf sebelumnya Tetua Liu, meski aku akan menjadi pecundang di antara yang lain, aku tidak akan pernah menyerah untuk menjadi murid sekte”


Menurutnya, menjadi murid sekte adalah langkah awal untuk menjadi kuat sehingga ia bisa melakukan setiap misi sambil mencari keberadaan orang tuanya


Meski Liu Shan sudah pernah melihat keberaniannya namun ia sendiri masih belum yakin seberapa besar potensi yang ada dalam diri Shou Yan


“Ku peringatkan lagi kau bocah, Sekte bukanlah tempat pecundang sepertimu..!” Liu Shan berjalan pelan menghampiri Shou Yan namun kali ini ia mengeluarkan Aura pengekang yang lebih besar


Tiba-tiba tubuh Shou Yan menjadi lebih berat seiring berjalannya Liu Shan ketika mendekatinya “Kekuatan yang dimiliki Ketua Liu, memang bukan isapan jempol belaka” Batinnya,


Seketika Shou Yan teringat saat pertama kali ia mengikuti ujian dan Guo An tidak pernah melarangnya “Apa mungkin..? ini semua sudah di rencanakan oleh kakek..?” batin Shou Yan


Meski begitu tidak menutup kemungkinan bahwa Shou Yan akan memenuhi takdirnya


“Ada apa bocah..? kenapa kau diam saja..?”


“Dasar orang tua” Batin Shou Yan sambil memikirkan cara agar tubuhnya bisa bergerak kembali, sampai sebuah huruf muncul di ingatannya “Ini kan..? pecahan sembilan yin..?”batinnya


Liu Shan yang melihat gelagat aneh dari Shou Yan membuatnya sedikit berkeringat.


“Sudah aku bilang, aku akan bergabung ke dalam sekte dan menjadi kuat..!” teriakan Shou Yan memenuhi seluruh hutan dan bersamaan dengan itu membuat tubunya bergerak kembali


“Bocah ini..? menghancurkan Aura milikku..?” Batin Liu Shan, meski begitu tidak membuatnya terlihat gugup mengingat ia harus menjaga kehormatannya sebagai ketua sekte “Apa kau yakin bocah ingusan..!?” imbuhnya


“Lelaki sejati tidak akan menarik kata-katanya” Shou Yan tegap berdiri sambil berbicara lantang


Melihat tekad Shou Yan membuat peserta yang awalnya hanya menunduk, kini ikut berdiri tegap “Aku tidak takut mati”


“Aku juga”


“Aku akan menjadi terkenal”


“Aku akan menjadi yang terhebat


Satu per satu para peserta meyakinkan niatnya termasuk Qiao Feng, sampai ucapan Ma Liang menyelesaikan keteguhan hati dari peserta lain “Aku tidak bisa membiarkanmu keren sendirian”

__ADS_1


Melihat jumlah peserta yang sudah membulatkan tekad, membuat Liu Shan tersenyum tipis “Dasar anak nakal” Batinnya


Dengan bangga Liu Shan mengumumkan hasil ujian kedua sekaligus yang terakhir “Baiklah, kalian semua aku nyatakan LULUS..!”


__ADS_2