
“apa-apaan ini..?” Mata Shou Yan melebar saat sampai di luar gerbang Sekte, pertempuran telah terjadi di berbagai tempat. Mata Shou Yan kembali melebar saat melihat prajurit kota Changnan bertarung dengan prajurit dari negara lain
Xiao Lung masih melihat pertempuran Liu Shan, ia merasa bersalah karena meninggalkan keluarga satu-satunya demi keselamatan dirinya
“Nona Lung,, kita harus cepat” Shou Yan menarik tangan Xiao Lung saat ia masih melihat kebelakang
Shou Yan sendiri tidak bisa membiarkan Liu Shan bertarung melawan Organisasi Bayangan Hitam namun ia juga tidak bisa berbuat banyak dengan kemampuan yang minim serta tubuh kecilnya
“Yan’gege,,” Mei Hwa merasa dilema saat pria di sampingnya sedang memperhatihan wanita lain
Shou Yan menatap Mei Hwa sebelum kembali menatap Xiao Lung “Hwa’er,, Nona Lung,, Tugas utamaku saat ini adalah menjamin keselamatan kalian”
Setelah Shou Yan memberikan penjelasan, ia kembali menggenggam tangan Mei Hwa dan Xiao Lung untuk mencari tempat perlindungan. Sambil berlari Shou Yan melihat di sekitarnya, mencari tempat yang tidak bisa di temukan oleh pasukan musuh
Mei Hwa yang melihat kegelisahan Shou Yan mencoba untuk membantunya mencari jalan keluar “Yan’gege,,”
“Ada apa Hwa’er,, ini bukan waktu yang tepat untuk marah”
“Tuan Muda,, bisakah tuan memberikan waktu untuk Tuan Putri menjelaskan” Setelah Xiao Lung mengetahui identitas Mei Hwa ia merubah sikapnya terhadap Shou Yan
Jika ia bisa memiliki hubungan dengan Putri Kerajaan Sun kemungkinan Shou Yan bukanlah orang sembarangan, bisa jadi Shou Yan adalah orang terpandang yang sedang memakai pakaiaan rakyat jelata
Shou Yan berhenti di gang sempit di tengah kota untuk menghindari perhatian musuh, ia bersyukur karena melihat pasukan dari negara lain tidak memusatkan perhatian pada mereka “Untunglah Hwa’er tidak memakai pakaian bangsawan” batinnya
“Baiklah Hwa’er,, katakan rencanamu”
Menurut Mei Hwa tempat yang aman untuk bersembunyi adalah tempat yang berbahaya.
“Kediaman Fa Zheng..? Xiao Lung dan Shou Yan terkejut secara bersamaan, tidak menyangka pikiran Gadis kecil yang tidak bakat dalam beladiri bisa memikirkan ide yang bagus.
Xiao Lung perlahan mulai mengakui akan sosok Mei Hwa, tidak hanya periang tetapi juga berfikiran cerdas
“Aku bukanlah cerdas,, tapi jenius” Mei Hwa dapat menebak isi pikiran Xiao Lung dengan sedikit membusungkan dadanya
Menurut Mei Hwa jarak ke kediaman Fa Zheng cukup dekat karena letaknya yang strategis dan bersebelahan dengan pusat keamanan kota, tetapi masalah utamanya adalah “Pasukan dari kerajaan Ning” imbuhnya
__ADS_1
Selain dari kerajaan Sun terdapat juga kerajaan Ning dan kerajaan Wei, Mei Hwa pernah mendengar pembicaraan ayahnya saat sedang memimpin rapat dengan banyak bangsawan dan pernah menyebutkan kerajaan Ning ingin menyatukan dunia di bawah satu bendera
Jika informasi yang ia dengar adalah benar, kemungkinan kerajaan Ning sudah mulai bergerak dan kota Changnan sudah menjadi target jajahan. “Hei,, apa kalian mengerti maksudku..?” Mei Hwa mulai geram saat kedua pemuda di hadapannya, sedang menatapnya dengan pandangan kosong
“Kerajaan Ning..?”
“Kerajaan Wei..?”
Shou Yan dan Xiao Lung kembali di kejutakan dengan pernyataan Mei Hwa, Shou Yan sendiri tidak menyangka putri yang pemarah dan suka mengomel dapat mengambil kesimpulan dari informasi yang minim
“Sudahlah,, aku sudah lelah bercerita..” Mei Hwa memanyunkan bibirnya
“ssstt,, tunggu sebentar..” Pandangan Shou Yan menjadi lebih serius saat mendengar suara langkah kaki
“Sedang apa kalian..!?”
Shou Yan memalingkan wajah dan menendang sumber suara tersebut sampai akhirnya terpukul dan pingsan “Pembunuh Topeng Besi..?”
“Kita sudah terlihat, Hwa’er,, pimpin jalannya” mengandalkan pengetahuan Mei Hwa tentang jalan di kota adalah hal yang tepat karena ia pernah singgah di kota ini
“Tuan Putri di belakangku dan Tuan Muda..” Xiao Lung menjelaskan sambil melihat Mei Hwa sebelum berganti melihat Shou Yan
Shou Yan mengangguk pelan karena menangkap maksud Xiao Lung “Aku akan melindungi kalian dari belakang”
Beberapa pasukan Kerajaan Ning melihat temannya pingsan karena tendangan Shou Yan membuatnya menjadi pusat perhatian “Nona Lung bawalah Hwa’er..”
“Tangkap bocah itu” Beberapa pasukan kerajaan Ning mulai memusatkan perhatian pada mereka bertiga
“Jangan harap kalian bisa menyentuh mereka” Shou Yan membulatkan tekad dengan menyiapkan kuda-kudanya
Guo An belum pernah mengajarkan cara menggunakan teknik berpedang, namuan ia yakin jika menggunakan Teknik Pengguna Tangan Kosong akan mampu memberikan Mei Hwa dan Xiao Lung waktu untuk melarikan diri “Aliran Air Pemecah Batu”
“ugh..” seorang prajurit Ning terkapar dengan teknik yang di gunakan Shou Yan, Satu persatu prajurit Ning terluka dengan menggunakan teknik miliknya
“Tapak Besi” Shou Yan mengarahkan teknik miliknya ke tanah dan menciptakan gelombang angin yang membuat lima prajurit saat mengepungnya menjadi terpental beberapa meter sebelum akhirnya tak sadarkan diri “Jumlah mereka terlalu banyak” batin Shou Yan
__ADS_1
“Yan’gege..” Mei Hwa mulai menghawatirkan Shou Yan yang terlihat kelelahan. “Tuan Putri tidak perlu khawatir” Xiao lung dapat melihat kecemasan di wajah Mei Hwa
Saat di pertandingan terakhirnya melawan Shou Yan, ia memberikan serangan keras di dada namun Shou Yan terlihat baik-baik saja bahkan sempat bercanda. Hal ini lah yang membuat Xiao Lung mengakui kekuataan lawannya “Tuan Muda Shou adalah pendekar yang kuat”
“Percayalah” Xiao Lung mencoba meyakinkan Mei Hwa
“Kau..? Tentu saja, Yan’gege adalah pria yang hebat” Mei Hwa mulai yakin dengan kekuatan Shou Yan
Xiao Lung yang melihat senyuman gadis di sampingnya mulai berfikir betapa dekatnya mereka.
Setelah beberapa saat, mereka sampai di bangunan megah dengan penjagaan ketat “Tuan Putri, itu adalah kediaman Fa Zheng..!” mereka berdua melihat pintu dengan ukiran Fa dan dua penjaga di depan pintu gerbang
“Itu benar tapi..” Mei Hwa menyipitkan mata saat melihat dua penjaga kediaman bangsawan hanya berdiri tanpa mempedulikan pasukan kota Changnan yang berjuang melawan serangan musuh
Mei Hwa mulai mengepalkan tangannya sebelum menghampiri para penjaga, meninggalkan Xiao Lung di belakangnya “Hei,, apa kau tidak lihat apa yang terjadi di kota ini” Mei Hwa menunjuk tempat pertarungan Shou Yan
“Bicara apa kau anak kecil,, pergi dari sini” Salah satu penjaga tidak mempedulikan seorang gadis di hadapannya
Melihat sikap para prajurit Sun membuat Mei Hwa muak sampai akhirnya ia mengeluarkan lempengan emas bertuliskan Sun dari balik jubahnya
“Ka-kau Tuan Putri..?” Kedua penjaga tersedak ludahnya sendiri karena melihat tanda pengenal milik Mei Hwa, di kerajaan Sun hanya ada satu tanda pengenal yang seperti mereka lihat dan itu hanya dimiliki oleh putri kerajaan
“Maaf Tuan Putri..!” tersadar akan tindakan mereka, dua penjaga mulai memberikan hormatnya
“Sekarang jelaskan padaku” Mei Hwa mulai mempertanyakan tindakan mereka
‘’itu..” Keduanya saling menatap sebelum menjelaskan situasi, para prajurit sudah mendengar berita bahwa kota Changnan sudah di serang tetapi Fa Zheng sendiri yang memberikan perintah untuk tidak meninggalkan pos penjagaan mereka dengan tujuan keamanan seorang Bangsawan
Xiao Lung yang melihat dari kejahuan hanya menggelengkan kepala saat para penjaga tidak berdaya melawan seorang gadis di depannya
**//**
Halo,, maaf jika kemarin tidak upload karena sibuk di dunia nyata
jadi,, hari ini akan rilis dua chapter sebagai gantinya
__ADS_1
Terima kasih, semoga terhibur.. :)