Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 92. Keadaan Sulit


__ADS_3

Ribuan prajurit di Ibu Kota bertempat di sebuah bangunan Militer dengan penjagaan paling banyak setelah kediaman Raja dan para menteri, tepat di belakangnya terdapat tempat yang gelap nan kumuh


Tempat itu di khususkan untuk seseorang yang berbuat keributan atau kejahatan di Kota termasuk tahanan kelas berat, dan untuk pertama kalinya ada seorang bocah yang di anggap sebagai mata-mata dan berhasil di jebloskan ke penjara


“Kenapa anak kecil sepertimu bisa sampai di sini..?”


Shou Yan tetap diam meski berulang kali di ajak bicara oleh teman satu selnya, ia tidak menyangka jika kesalah pahaman ini akan membuat keadaannya menjadi semakin sulit


Seorang pria tua dengan tulang yang sudah menonjol di setiap bagian tubuhnya, itu menunjukkan bahwa dia sudah lama di dalam penjara dan kurangnya makanan bergizi


Ia mencoba menebak situasi yang Shou Yan hadapi saat ini dan menemukan hal yang tidak biasa “Kau mempunyai rahasia yang menarik”


“Pergilah kek, aku sedang tidak bersemangat” Shou Yan menanggapinya tanpa memandang ke arah pria sepuh tersebut


Tak jarang ia bergumam pelan sambil memegang kepalanya yang terasa pusing “Kenapa aku bisa seceroboh ini..” Shou Yan berjalan kecil sebelum akhirnya duduk menghadap tembok


Pria tua tersebut menghampiri bocah yang masih merenung lalu memegang bagian pundaknya “Lebih baik kau ceritakan.. mungkin bisa membuatmu sedikit lega”


Shou Yan bukannya tidak ingin bercerita namun ia masih belum bisa untuk mengungkapkan isi dari pikirannya, terutama saat memimikirkan betapa besar masalah yang akan di hadapi oleh rekan seperguruannya, serta Tetua Fan yang akan menanggung akibatnya


Jika hukuman yang dia terima nanti mengakibatkannya terdiskualifikasi dari Turnamen maka bisa ia terima, tapi lain halnya jika Senior Bao juga ikut terseret ke dalam masalahnya


“Haih.. kau masih muda namun mempunyai sifat yang keras kepala” Pria tua berjalan menjauh sebelum akhirnya tertawa


“Apa ada sesuatu yang lucu di wajahku..?” Ujar Shou Yan tanpa melihat kebelakang


“Tidak ada, hanya saja kau mirip seperti waktu aku muda dulu” Meski saat ini ia berada di penjara, tetapi kenangan masa mudanya masih teringat jelas benaknya


“Waktu itu..”


“Tidak perlu menceritakannya kek”


“ah,, tidak apa-apa.. kita masih punya banyak waktu” Pria sepuh dengan janggut panjang putih kini ikut duduk di dekat Shou Yan dengan posisi saling membelakangi


Puluhan tahun lalu ada sosok pendekar muda dan tampan, ia hampir menguasai dunia persilatan hanya dalam kurun waktu kurang dari lima tahun

__ADS_1


“Tampan..? Mungkin orang tua ini sedang berkhayal” Batin Shou Yan sambil menggeser posisi duduknya


Pria sepuh tersebut ikut menyesuaikan posisi duduknya sebelum melanjutkan kisah masa muda yang dulu pernah dia alami “Mereka menyebutku sebagai Pendekar Elang Putih..”


Shou Yan berulang kali berusaha untuk menjauh namun selalu saja di ikuti seakan dia telah menjadi bayangan dari tubuhnya “Kakek ini.. Sungguh merepotkan” Batinnya


Niat Shou Yan untuk menjaga jarak menjadi sirna setelah ia lelah dengan sikap pantang menyerah yang kakek tua itu tunjukkan, mungkin dia menjadi orang kedua yang menyebalkan setelah Ma Liang


Dengan pasrah Shou Yan mendengarkan cerita yang membosankan, bahkan ia berfikir jika kisah tersebut bisa di jadikan sebagai lagu pengantar tidur


“Elang Putih..? Kerajaan Wei..? Apa yang sedang kakek ini bicarakan” Batin Shou Yan


“Haih.. kau belum tua kenapa sudah pikun..?”


“Aku tidak lupa, hanya saja..” Ucapan Shou Yan berhenti ketika ia melihat tubuh yang hanya tersisa kulit serta tulang belulang dan dengan bangga sosok tersebut menyebut dirinya sebagai bagian dari 5 Pendekar terkuat di kerajaan Wei


“Mungkin kakek sudah lama berada di sini jadi..”


“Jadi aku berhalusinasi..? Apa maksudmu aku berbohong..!?” Pria sepuh tersebut menunjuk ke luar selnya yang juga penuh dengan para tahanan “Lihatlah mereka..”


“Aku tahu di sana sempit” Shou Yan melihat puluhan tahanan dalam satu sel, sedangkan tempatnya hanya ada dirinya dan kakek tua yang suka berkhayal, Ia menoleh ke arah pria sepuh tersebut sambil ikut menunjuk ke arah yang sama “Kau ingin aku pindah ke sana..?”


Shou Yan berubah pikiran yang awalnya dia mengira punya teman satu sel itu lebih baik daripada puluhan orang, tetapi kini ia menyesal telah berprasangka baik


“Coba perhatikan lagi.. di sana ada tiga tikus yang sedang memakan jerami”


“Tikus..?” Shou Yan menyipitkan kedua matanya dan hanya melihat puluhan orang dengan rantai di kedua kakinya, setelah mengamati dengan seksama ia menemukan kebenaran dari ungkapan pria tua tersebut


“Kau mampu melihatnya berarti kau juga mempunyai kemampuan”


Dengan cepat Shou Yan mundur beberapa langkah dan meningkatkan kewaspadaannya “Siapa kakek sebenarnya..?”


Pria sepuh tertawa keras sambil mengangguk pelan, ia menaruh kagum sekaligus takjub pada bocah yang ada di hadapannya, tidak hanya mempunyai penglihatan yang bagus namun juga refleks yang dia miliki “Sudah ku katakan sebelumnya, aku adalah pendekar Elang Putih”


Untuk pertama kalinya Shou Yan menemukan seseorang yang menggunakan gelar pendekarnya sebagai pengenalan dan bukan nama aslinya

__ADS_1


Shou Yan mengamati Lawannya dari atas sampai bawah dan tidak menemukan pancaran energi Chi ataupun tenaga dalam dari tubuhnya


Dua hal yang ada di dalam pikirannya, pertama pria tua di hadapannya memang suka berkhayal lalu yang kedua adalah pendekar dengan ilmu tinggi


Shou Yan teringat akan cerita dari Guo An bahwa ada beberapa pendekar yang bisa menekan kekuatannya hingga tahap awal


Jika memang benar, dia adalah orangg yang tidak boleh di jadikan musuh bahkan untuk Pendekar tahap suci sekalipun


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Shou Yan melepaskan kewaspadaannya dan memutuskan untuk tidak memikirkan lebih jauh


“Yang terpenting saat ini adalah aku harus keluar tapi.. bagaimana menjelaskan semuanya..?” Shou Yan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, berbagai rencana ia pikirkan dan belum menemukan satupun cara


“Apa kau ingin keluar..?” Pria sepuh tersebut kembali mendekati Shou Yan dan berbisik di telinganya


“Tentu saja” Di sisi lain ia harus segera keluar namun dia juga harus membersihkan namanya sebelum Turnamen kembali di buka “Apa kau punya rencana..?”


“Tidak ada, tapi aku tahu siapa yang bisa membebaskanmu”


Keduanya saling menatap sebelum akhirnya pria sepuh tersebut membisikkan sebuah nama yang tidak asing di telinga Shou Yan


“Hwa'er..!?” Shou Yan menelan ludahnya sendiri saat terlanjur menyebutkan nama Putri Raja dengan akrab “Maksudku Tuan Putri..?”


“Kau tidak usah khawatir.. Dia sudah ada di sini”


“Siapa..?” Dengan sigap Shou Yan mendekati Sel besi yang mengurungnya dan tidak menemukan satu orangpun yang datang


Suara panggilan yang lembut menggema di telinganya, namun Shou Yan tidak menemukan sumber suara kecuali sosok bayangan hitam yang semakin jelas


“Yan’gege”


“Hwa’er..!? Ba-bagaimana bisa kau sampai di sini..? Dan kenapa kau tahu aku ada di sini..?”


“Aku mendengar laporan yang di terima oleh Jenderal Guan.. lalu aku bergegas kemari dan ternyata benar itu kau Yan'gege”


Shou Yan ingin menolak pertolongan dari Mei Hwa karena bisa saja ia juga ikut terkena masalah, namun dia juga tidak punya pilihan lain selain menerima bantuannya “Hwa’er, apa kau bisa mengeluarkanku dari sini..?”

__ADS_1


“Apa Yan'gege bercanda..? Tentu saja aku bawa kuncinya”


 


__ADS_2