
Dalam Ujian Masuk ke Sekte Pedang Bulan harus melewati tiga tahapan dengan kesulitan yang berbeda, Jiang Qe menjadi pengawas jalannya ujian mengingat tugas ini seharusnya di lakukan oleh Liu Shan namun ia selalu menolak jika mengurus sesuatu yang merepotkan “Jika aku menjadi ketua, mungkin sudah aku potong gajinya” Batinnya
Jiang Qe megumpulkan seluruh peserta ke tengah arena sebelum ia melihat jumlah yang hadir “Sepuluh.. dua puluh.. emm 450 didik baru..?” ia tersenyum bahagia karena melihat antusias calon muridnya, jika di bandingkan dengan beberapa tahun lalu, pencalonan di tahun ini sungguh luar biasa “Semoga kualitas sesuai dengan kuantitas”
Ujian Tahap Pertama harus melakukan uji materi yang telah di siapkan di ruangan yang dimana nantinya hanya akan berisikan empat puluh peserta dan Sekte telah menyiapkan sepuluh ruangan
Ujian Tahap Kedua ialah peserta yang lulus tahap pertama akan di arahkan ke Gunung Fengdu atau biasa di sebut dengan Gunung Hantu
Ujian Tahap ketiga adalah penentu dari layak atau tidaknya peserta, yang dimana ujian terakhir ini akan di nilai langsung oleh Petinggi Sekte
“apa kau tahu tentang Gunung hantu”
“Tentu saja, di sana adalah tempat para arwah penasaran”
“Arwah penasaran..?” Mendengar dari percakapan kedua peserta di sampingnya, Shou Yan merasa optimis karena ia berfikir bahwa tidak ada yang namanya arwah di dunia ini “Dasar anak kecil” batinnya
“Hei yang di sana..!!” Jiang Qe melihat dua peserta sedang berbicara saat ia sedang memberikan arahan membuat darahnya nenjadi mendidih “Jika kalian punya tenaga untuk bicara, gunakanlah saat ujian..!”
“Ba-baik”
Shou Yan yang melihat Jiang Qe sedang memarahi peserta di sampingnya membuat ia tertawa pelan dengan tangan menutupi mulut “Dasar bocah..” batinnya
“Hei kau,,! Berhenti tertawa” Jiang Qe menunjuk Shou Yan dengan ujung tongkatnya
“Ba-baik Tuan” Shou Yan menjadi lesu saat ia mendapat teguran sebelum memulai ujian, ia sempat berfikir jika kelak sudah menjadi murid Sekte Pedang Bulan akan sungguh melelahkan
“Sekian pengumuman dariku” Jiang Qe membubarkan peserta sebelum mengarahkan ke tempat Ujian materi
***
Di dalam ruangan yang kosong dengan meja bundar dan empat kursi terdapat tiga pria sepuh yang saling bersulang arak
Dengan kosongnya posisi Bendahara yang sebelumnya di tempati oleh Yie Ji membuat keuangan Sekte Pedang Bulan menjadi tidak teratur, Liu Shan mengundang Guo An untuk menjadi bagian dari Sektenya dan menawarkannya agar dapat mengisi bagian tersebut
“Apa kau yakin Tuan Liu..?” Guo An tidak pernah berfikir untuk menjadi bagian dari sebuah sekte, jika memang berminat untuk masuk ke dalam perguruan maka sudah dari dulu ia lakukan
__ADS_1
“Tentu saja Tuan Guo, tidak ada yang pantas selain Tuan” Liu Shan telah melihat sendiri kekuatan yang Guo An miliki, terutama cucu laki-lakinya meskipun ia belum pernah mendengar kabar jika Guo An sudah mempunyai keluarga
“Benar Senior Guo, jika saya merangkap kedua posisi hanya akan membuat saya kelelahan” Jiang Qe menatap Liu Shan sebelum kembali melihat Guo An
Dari Cerita Liu Shan, Jiang Qe meyakini jika kekuatan Guo An setara dengan Pendekar Suci atau bahkan sudah sampai ke Ranah Legenda namun dengan informasi yang bersumber dari kisah tersebut, akan sulit untuk menganalisa kekuatan dari pria sepuh di hadapannya
Guo An berfikir jika pendekar di sampingnya sedang mengukur sampai batas mana kekuatan yang ia miliki “Haih,, aku hanya orang tua yang sudah rapuh Tuan Jiang” ia melirik ke arah Jiang Qe sebelum melanjutkan meminum arak
Jiang Qe yang tersadar akan ketajaman mata Guo An membuat keringat di tubuhnya berkucur deras “Ma-maaf Tuan Guo, saya tidak bermaksud untuk menyinggung Tuan”
Guo An menuangkan arak kecangkir kosongnya sebelum melanjutkan bicara “Aku tidak tau apa rencana kalian, tapi jika ingin membuatku bergabung dalam sekte maka..” ia melanjutkan minum sebelum akhirnya menunjukkan tiga jari di hadapan mereka
“3 syarat..!? Liu Shan menangkap maksud dari gerakan Guo An
Liu Shan dan Jiang Qe saling menatap sebelum menyetujui syarat dari Guo An dengan mengangguk pelan “Kami setuju”
Guo An tersenyum kecil saat kedua pria di hadapannya menyetuji syarat darinya tanpa mempertanyakan apa maksud dan tujuannya “Separah itukah situasi kalian” Batinnya
Keduanya mendengarkan syarat yang akan mereka penuhi, terutama Liu Shan yang sangat antusias saat melihat keputusan Guo An yang akan bergabung ke dalam Sektenya
Akan tetapi senyuman itu memudar seiring syarat yang di ucapkan oleh Guo An sebelum akhirnya ia menaikkan alisnya ketika mendengar syarat yang pertama
“Gunung Fengdu..!?” Jiang Qe hampir tidak percaya jika ada orang yang ingin pergi kesana “Tidak Bisa..! aku tidak bisa melakukannya”
“Di awal kalian sudah setuju akan syarat dariku bukan,,?” Guo An mengacuhkan Jiang Qe dengan mengalihkan pandangannya ke gelas miliknya “Ahh,, arak ini mempunyai kualitas yang bagus”
Liu Shan dapat mengerti atas kekhawatiran Jiang Qe, namun ia percaya jika Guo An pasti mempunyai sebuah rencana “Apa maksud dari tujuan Tuan Guo..?”
***
“Kenapa orang yang hebat selalu bertindak ceroboh..? haih..” Guo An mengamati para peserta saat sedang menuju ke ruangan yang sudah di tentukan sampai ia di kejutkan oleh seorang bocah yag sedang asik mengobrol di tengah arena
“Hei bocah eemmm.. Sho-can..?”
“Shou Yan..! bisakah kau coba ingat nama orang lain Tuan Ma Liang..?” Shou Yan di kejutkan oleh seorang lelaki yang pernah menjadikannya barang taruhan “Kau masih hidup ternyata”
__ADS_1
Ma Liang batuk pelan sebelum menanggapi suara sinis dari Shou Yan “Sudahlah Adik Shou, kita lupakan masa lalu dan menatap masa depan” Ma Liang sedikit tersenyum sambil merangkul leher Shou Yan “..dan panggil aku Tuan Muda”
“Adik..? Cih,,” Shou Yan merasa jika hidup di dunia ini memang terasa sempit “Kenapa aku selalu mendapatkan hal yang merepotkan” batinnya
“Kalian berdua..! cepat ke ruangan kalian atau ku tendang kalian dengan jurus tongkat terbang..!” Ma Liang menyipitkan matanya dan melihat Shou Yan serta seseorang yang haus akan uang “Aku kira bocah itu hanya suka dengan kepingan emas” Batin Jiang Qe terhadap Ma Liang
“Baik Tuan Jiang” Shou Yan bergegas menempati ruangan ke sembilan dengan tempat duduk yang sudah di sesuaikan menurut abjad nama depan
“Tungg- hais.. bocah ini sungguh bersemangat” Ma Liang mengarahkan tangannya kedepan berharap jika Shou Yan dapat berjalan di sampingnya
“Jurus Tongkat Terbang”
Ma Liang berjalan pelan sebelum memutuskan untuk berlari ketika melihat Jiang Qe hendak melemparkan tongkat ke arahnya “Tolong aku adik Shouuuuu..”
Ma Ling sampai ke ruangan dengan nafas yang terpatah-patah “Adik.. kau sungguh... tega”
Shou Yan menyipitkan matanya saat melihat Ma Liang duduk di sampingnya “Kenapa kau ada disini..? dan jangan panggil aku adik, karena aku bukan adikmu” Shou Yan mendengus kesal karena Ma Liang tidak melihat urutan namanya
Menurut aturan yang ada, terdapat satu meja dengan dua kursi yang di mana posisi duduknya di sesuaikan dengan huruf abjad dari nama peserta “Inilah kekuatan uang” Ma Liang menunjukkan kartu peserta yang membuktikan bahwa dia berada satu meja dengannya “..dan panggil aku Tuan Muda”
Shou Yan mulai lelah menghadapi tingkah laku dari Ma Liang sampai ia melihat lembaran soal yang telah di bagikan “Apa,,? Aku belum belajar Matematika..!” Shou Yan berteriak dalam hati dengan memegang kepalanya yang seakan mau meledak.
“Kenapa Author membuat kisahku selalu menyedihkan” gumam Shou Yan
"Sabar bree, kita belum gajian" jawab Otamega
**//**
Halo,,
Alhamdulillah.. Karya yang kami buat sudah sedikit agak rame..hehe
Mohon dukungannya agar kami tetap bisa memberikan yang terbaik dengan like,komen,share and vote
Jika ada yang ingin di sampaikan, silahkan corat-coret di kolom komentar ya..
__ADS_1
Saran dan kritik sangat bermanfaat untuk kesempurnaan Return: Of The Dragon Legend
Terima Kasih.. ;)