
Shou Yan berlari menuju Penginapan, namun sebelum itu ia harus mengganti pakaiannya dan membersihkan diri serta bilah pedangnya
Ia melihat di sekeliling dan tidak melihat satupun sumur sampai akhirnya terdapat satu di samping belakang penginapan “Untunglah,, aku bisa mandi di sini” Gumamnya
Melihatnya keadaan yang sepi membuat Shou Yan membersihkan diri dengan tenang, sambil menunggu pakaiannya kering, ia mengibaskan tangannya dan muncul sebuah pakaian mewah “Inikan.. pemberian Nona Lung..? Aku sungguh lupa akan hadiah ini”
Tak punya pilihan lain selain memakainya sambil menunggu baju Sektenya bisa kembali dia pakai, saat memakai baju, Shou Yan merasakan kehadiram seseorang di belakangnya
Ia menoleh dan tidak menemukan siapapun “Mungkin hanya perasaanku”
°° Hachi.. °°
“Malam ini.. su-sungguh dingin sekali” Shou Yan berbicara sambil menggigil kedinginan, setelah menjemur pakaian Sektenya ia kembali ke ruang penginapan agar tidak menimbulkan kecurigaan
Masalah pakaiannya yang belum kering, ia hanya berharap sebelum matahari terbit sudah bisa di pakai
Saat kembali, rekan sekamarnya masih tertidur lelap, ini membuatnya lebih mudah untuk bermeditasi mengingat pertarungan sebelumnya membuatnya kelelahan
***
Di sisi lain, setelah Ouyang membersihkan sisa mayat para prajurit ia membuka surat yang sebelumnya di berikan oleh Shou Yan
Kertas tersebut berisikan informasi mengenai informasi tentang harta benda yang telah di rampas dari penduduk
Bahkan ada juga harta yang sekte Gagak Hitam kumpulkan dari berbagai desa “Tapi.. bagaimana Nak Shou bisa mendapatkan benda penting ini..?” Ucap Ouyang sambil mengelus janggutnya
Dengan harga sebanyak ini, bisa saja Shou Yan menyembunyikan dan mengambilnya secara diam-diam untuk memperkaya diri
“Haih.. ternyata masih ada pemuda yang peduli dengan sesama” Gumam Ouyang
Kembalinya tampuh kekuasaan yang sebelumnya telah di kuasai oleh sekte hitam, kini waktunya untuk berbenah dan hampir menjelang fajar, ia memutuskan untuk melakukan tugas pertamanya sekuat tenaga
Ouyang memandangi tumpukan buku yang masih belum tersentuh di sebelahnya, mengerjakannya satu-persatu akan membutuhkan waktu yang lama namun ia juga tidak kehabisan akal
“Lindungi nak Shou,, dan sediakan semua keperluannya” Ucapnya kepada pengawal di sebelahnya
Tindakan seperti ini sebenarnya tidak perlu mengingat Shou Yan mampu melawan musuh sendirian namun ia yakin bahwa pertarungan malam ini pasti membuatnya kelelahan
“Tapi.. bukankah anak ini sudah mampu menjaga dirinya sendiri..?”
“Benar,, bukankah yang penting saat ini adalah melindungi Tuan Ouyang..?” Ucap kedua pengawalnya secara bergantian
Ouyang menghentikan kegiatannya karena kalimat yang keluar dari mulut pengawal membuatnya geram “Sifat seperti itu adalah tipe orang yang tidak mempunyai balas Budi”
“Ma-maaf Tuan”
__ADS_1
“Cepat lakukan dan jangan membantah.. dan satu hal lagi, jangan sampai ketahuan” Jika Shou Yan mengetahui seseorang mengikutinya pasti ia akan marah dan dirinya lah yang akan terkena masalah terlebih dahulu
“Baik Tuan”
***
°° Ughh °°
Hampir beberapa jam ia melakukan meditasi dan mengeluarkan darah dari mulutnya “Racun..!?” Shou Yan mengerutkan keningnya ketika melihat warna darah tersebut menjadi hitam
Ada dua hal yang mengganjal pikirannya, pertama, obat dari Yue Ying sebelumnya tidak membuat racun dalam tubuhnya terobati luruhnya
Dan hal yang kedua adalah ia terkena racun ketika bertarung dengan anggota Gagak Hitam, Shou Yan berfikir kebelakang dan yang paling dia curigai ialah pria dengan gada besar
“Tapi.. kapan dia melakukannya..?” Gumamnya
Untuk hal ini belum bisa dipastikan kebenarannya namun Sekte Gagak Hitam tidak hanya mengeluarkan racun dari sebuah jarum melainkan juga udara ataupun senjata yang di pakai
“Aku terlalu ceroboh..” Jika bukan karena ia mempunyai dua aliran Chi, mungkin malam ini adalah malam terakhirnya
Saat Shou Yan hendak membersihkan noda darah di lantai, suara ayam mulai berkokok dan menandakan fajar telah tiba
Dengan tergesa-gesa Shou Yan ke belakang penginapan untuk memastikan pakaiannya apakah sudah siap di pakai
Sampainya disana ia tidak menyangka jika Baju Sektenya sudah kering bahkan terasa lebih halus dari sebelumnya
“Terima kasih atas Pakaiannya,, dan titip salam untuk Paman” Ujar Shou Yan tanpa melihat ke belakang
“Aku rasa.. kita sudah ketahuan”
“Haih.. tentu saja, ia menyuruh kita mengawal bocah yang telah membunuh puluhan prajurit sendirian..? Bukankah Tuan sudah gila”
“Hussshh.. pelankan suaramu, kalau Tuan mendengar gaji kita di bulan ini bisa di potong”
“Ma-maaf”
Karena Shou Yan mengetahui kehadiran dua pengawal tersebut, mereka memutuskan untuk kembali karena sia-sia menjaga seseorang yang lebih kuat dari keduanya
Matahari sudah terbit dan Bao Yu tidak melihat Shou Yan berada di tempatnya tidurnya “Cih.. dia bahkan melakukannya juga di sini”
Saat Bao Yu serta rekan kamarnya menuruni tangga, ia melihat Tetua Fan Cou berdiri mematung menghalangi jalan “Tetua Fan..? Kenapa berdiri di si-“
“Apa yang kau lakukan...!?” Bao Yu yang berada di belakang Fan Cou berteriak sekuat tenaga ketika melihat rekan seperguruannya melayani para tamu
Shou Yan menoleh sambil meletakkan makanan yang di bawa sebelumnya “Aku..? Tentu bekerja” Ia kembali melihat ke depan sambil tersenyum “Silahkan Nyonya”
__ADS_1
“Bolehkah aku memesan makanan juga..?” Teriak salah satu pelanggan sambil mengangkat tangannya
“Ba-baik Tuan” Shou Yan meninggalkan meja sebelumnya dan menghampiri pelanggan lainnya
Semua mulut murid Sekte terbuka termasuk Fan Cou yang melihatnya pertama kali “Aku tidak percaya dia melakukannya” Batinnya sambil menepuk jidat
“Tetua Fan, bukankah itu di larang..!? Dan juga memalukan untuk Sekte”
“Sebenarnya..” Fan Cou tidak bisa berkata-kata karena sebenarnya aturan Sekte tidak melarang siapapun untuk mencari uang di luar misi termasuk yang di lakukan oleh Shou Yan “Haih, sudahlah.. lebih baik kita sarapan terlebih dahulu” Imbuhnya
“Tapi ..!?” Bao Yu mengulurkan tangannya seolah tidak puas dengan jawaban yang ia terima
Fan Cou dan para murid telah duduk di tempatnya masing-masing, melihat salah satu peserta Turnamen melakukan ini sungguh membuatnya sedikit pusing sampai akhirnya Shou Yan menghampiri mejanya
“Tetua Fan, ingin memesan apa..? Kami mempunya makanan laut serta..” Shou Yan menjelaskan menu makanan yang terdapat di daftar menu
Dengan sedikit canggung Fan Cou memesan makanan yang di rekomendasikan oleh Shou Yan, saat muridnya tersebut selesai .encatat semua pesanan
Ia mulai mempertanyakan sesuatu yang mengganjal di pikirannya “Apa kau nyaman bekerja di sini..?”
Shou Yan menutup buku pesanan lalu tersenyum pada Fan Cou “ Tentu Tetua Fan, bahkan aku di gaji di sini”
Selesai berbicara demikian, Shou Yan hendak kembali ke ruang dapur untuk memberikan daftar pesanan
Dan saat berjalan beberapa langkah ia mengatakan sesuatu yang membuat Fan Cou terkesan “Sekte Pedang Bulan adalah bagian dari tubuhku dan aku tidak akan pernah mengecewakannya”
Rasa benci di hatinya perlahan mulai memudar, kini ia mulai sedikit mengerti kenapa Liu Shan sering membahasnya ketika rapat “Kalai begitu, jangan lupakan tujuan kita”
“Baik Tetua Fan” Shou Yan memberikan hormatnya lalu kembali melanjutkan tugasnya
“Bukankah dia pekerja keras..?”
Fan Cou menoleh dan melihat seorang wanita dengan rambut setengah beruban sedang memandangi Shou Yan “Nyonya..?”
Wanita tersebut melihat ke arah Fan Cou sambil menjelaskan bahwa dirinya lah yang l memperkerjakan Shou Yan tadi pagi
Saat penginapan masih tutup ia melihat seorang bocah sedang menyapu halaman dan itu membuatnya sedikit tertarik “Jadi aku menawarkannya pekerjaan lalu dia menerimanya” Sambil tersenyum memegang pipinya
“Jika umurku puluhan tahun lebih muda, aku bersedia menjadi istrinya” Imbuhnya
Fan Cou tersedak ludahnya sendiri ketika wanita sepuh tersebut mencoba memuji Shou Yan
__ADS_1