Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 15. Shou Yan vs Xiao Lung


__ADS_3

“Silahkan para penonton mendaftar di sebelah sini” Ma Liang membuka pendaftaran di samping pintu masuk Sekte. Dengan menggunakan Statusnya sebagai bangsawan, Ma Liang dapat mendapatkan ijin dengan mudah. “Aku bisa mendapatkan untung besar dengan pertandingan ini” Mata Ma Liang berubah menjadi bayangan Koin emas


“Bagaimana dia bisa membuka pendaftaran dengan waktu yang singkat..?” Shou Yan bergumam pelan dari tengah arena, saat melihat Ma Liang mulai menawarkan tiket


“Kau melihat arah mana?” Seorang gadis berbicara dengan nada sinis saat Shou Yan tidak memperhatikan sosok di depannya


Para penonton sudah memenuhi panggung dengan kapasitas 100 orang yang di mana separuhnya di isi oleh murid dari Pedang Bulan dan tiga kursi dengan tempat yang lebih leluasa di isi oleh petinggi sekte.


“Tetua Liu Shan” Pria sepuh dengan sedikit keriput di keningnya memberikan hormatnya


“Ah,, adik Jiang Qie” Liu Shan memberikan hormat sebelum mempersilahkannya untuk duduk


Sekte Pedang Bulan memiliki tujuh cabang di mana satu sekte utama terletak di ibu kota dan enam lainnya menjadi sekte luar yang tersebar di daratan tengah, di kota Changnan menjadi salah satunya.


Dengan kapasitas tempat duduk yang ada, seharusnya cukup untuk menampung setiap penonton yang hadir, namun untuk kali ini Sekte Pedang Bulan harus menambah jumlah kursi penonton


Setiap satu tahun sekali Sekte ini mengadakan latih tanding untuk dapat melihat perkembangan para murid dan setiap kali di adakan, hanya sedikit penduduk yang berminat untuk menonton bahkan yang hadir tak sampai setengahnya.


“Pertandingan ini di buat karena kesombongan bocah itu”


“Bukankah gadis berbakat itu yang memulainya duluan?”


“Sudahlah,, apapun penyebabnya aku akan bertaruh untuk Gadis Mawar Putih” Seorang penonton menengahi dua penonton lainnya yang saling berdebat


Untuk pertumbuhan ekonomi terdapat lobi yang bertugas untuk mencatat sebuah taruhan dan siapa pun yang menang akan mendapatkan 80% dari hasilnya dan sisanya akan di ambil pajak oleh Sekte


“Kakek, tunggu aku..” Nafas Mei Hwa terengah-engah saat berlari mengejar Guo An, sejenak ia berfikir bahwa kakek dan cucunya sama-sama tak punya perasaan.


“Ayo Tuan Putri,, waktu kita tidak banyak” Guo An terus mengejar waktu karena merasa tidak akan mendapatkan tempat, sampai ia melihat seseorang dengan kipas kayu sedang membagikan tiket diharga satu keping emas


“kenapa mahal sekali..?”


Ini adalah pertandingan khusus yang di buat oleh sang gadis berbakat dengan menggunakan status ketua “Jika tidak mau, berikan pada yang lain” Ma Liang berfikir bahwa penduduk tidak bisa merasakan sensasi pertempuran


yang akan terjadi, sampai ia mendengar suara di telinganya


“Tuan Muda, berikan kakek tua ini dua tiket” Guo An mencoba secepat mungkin untuk dapat membeli tket masuk, namun keraguan hatinya telah membuktikan kebenaran


“Apa..? terjual habis..!?”

__ADS_1


“Maaf kakek tua, tapi tadi adalah tiket terakhir”


Guo An ingin mengumpat dan berteriak saat tidak mendapatkan apa yang di inginkan. Mei Hwa yang melihat Guo An murung mencoba untuk mencari kebenaran


“Tuan Muda,, apakah tidak ada sisa untuk gadis ini” Mei Hwa mencoba untuk mendapatkan tiket dengan menggunakan wajah termanisnya


Ma Liang seperti terkena anak panah tepat di jantungnya “Apapun untuk nona kecil ini” ia mengeluarkan sesuatu di balik jubahnya


Mei Hwa yang melihat satu tiket di tangan Ma Liang merasa senang “Berapa untuk tiketnya..?”


“GRATIS Nona manis.. tapi bolehkah saya tau na-” Ma Liang mencoba menarik perhatian gadis tersebut dengan menolak harga


“Terima kasih Tuan Muda” Ma Liang belum selesai bicara namun tangan Mei Hwa dengan cepat mengambil tiket di sebelah tangannya dan berlari masuk ke arah bangku penonton meninggalkan Guo An dan Ma Liang di belakang.


“Tu- tunggu Nona manis” Ma Liang mencoba menghentikannya namun sudah terlambat, ia bahkan menyerahkan jatah bangkunya untuk mendapatkan sebuah nama tetapi kini usahanya telah sia-sia “Gadis yang menarik”


Setiap Ma Liang melihat gadis sebayanya ia sangat tertarik untuk memiliki, semua gadis yang mendengar marga Ma sudah pasti bisa ia dapatkan. Berbeda dengan Mei Hwa “Yang sulit di dapatkan sungguh memiliki tantangan”


“Hei bocah nakal” Guo An mencoba menyadarkan lamunan Ma Liang” Kau bilang sudah habis terjual, tetapi.?”


“Memang sudah habis untukmu kakek tua, jika untuk nona manis sudah pasti ada” Ma Liang tersenyum di blik kipas kayunya


Ma Liang yang menyadari kesedihan di wajah Guo An mencoba untuk mencairkan suasana “Bagaimana kalau..” Ma Liang menunjuk di sebuah sudut kota ”Tentu saja jika kau bisa terbang” Ma Liang membelakangi Guo An sebelum akhirnya tertawa”ha..ha..”


“ide yang bagus..” Guo An baru menyadari bahwa Sekte ini dekat dengan menara di sudut barat daya meski agak jauh jika melihat dari atas, itu tidak membuat seorang pendekar kesulitan untuk melihat pertarungan


Niat Ma Liang hanya mencandai orang tua sebelum ia berbalik dan mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya “Maaf kakek tua aku hanya bercanda ini ada,,” Ma Liang menoleh ke kanan dan ke kiri tetapi tidak menemukan


siapapun “jangan-jangan.. hantu..!?”


Ma Liang ingin berteriak namun tidak ada suara yang keluar dari mulutnya sebelum memutuskan untuk berlari sekencang mungkin ke arena penonton


“Para hadirin sekalian, maaf telah menunggu lama” Seorang pria sekitar umur 40 tahun-an masuk ke dalam arena


“Tetua Yie Ji..?” Liu Shan terkejut saat melihat orang yang ia kenal masuk ke arena untuk menjadi pengawas pertarungan


“Haih,, dia pasti menggunakan Hak Tetuanya dan bekerja sama dengan bocah bangsawan itu” Jiang Qie menepuk keningnya dengan sedikit menunduk


“Mari kita sambut di sebelah kanan kita,, Pendekar Muda Kita Xiao Lung”

__ADS_1


“Whoooaa” Suara penonton berteriak semangat


“Dan kita sambut di sisi kiri kita,, pria miskin yang berani menantang Gadis berbakat kita” Yie Ji ingat bahwa ia belum bertanya tentang namanya “Hei bocah,, siapa namamu..?”


“Namaku Shou Yan Paman” Shou Yan memberikan hormatnya


“Iya,, itu namanya”


Dari awal Shou Yan tidak ingin di perlakukan istimewa tetapi ia benar-benar tidak di hargai “Setidaknya kenalkan juga namaku” batin Shou Yan


Keduanya berjalan saling mendekat  sampai jarak satu meter di antaranya. “Mari kita bertaruh” Xiao Lung percaya dengan bakatnya akan mampu mengalahkan Shou Yan dengan hitungan menit


“Bertaruh..?”


“Benar,, jika aku menang kau harus menjadi pesuruhku selamanya”


“Baik,, bagaimana kalau saya yang menang?” Shou Yan tidak pernah takut pada siapa pun dan menerima taruhan tersebut.


“Kau tidak akan pernah bisa menang”


“Bagaimana jika bisa..?” Shou Yan menegaskan bahwa tidak adil jika hanya dirinya yang bertaruh


Xiao Lung melihat pancaran yang serius di mata Shou Yan “Jika kau bisa menang, aku akan menjadi pesuruhmu seumur hidup”


“Sudah selesai bertaruhnya?” Yie Ji mendengar keduanya saling bertaruh syarat tetapi lebih memilih untuk mendiamkan karena merasa ini akan menjadi lebih menarik “Baiklah, bersiap..” Yie Ji mengangkat tangan kanannya


“Xiao Lung dari Sekte Pedang Bulan”


“Shou Yan”


Memberitahukan nama dan asal sekte adalah hal terhormat yang harus di lakukan saat melakukan pertandingan terutama dari golongan sekte putih


Mei Hwa mendapatkan tempat duduk bagian depan, sehingga ia bisa melihat pertarungan dengan jelas “Yan’gege” kedua tangan Mei Hwa mengepal di dada seakan berdoa untuk kemenangan Shou Yan


Guo An yang melihat pertarungan di atas menara dengan kedua tangan di belakang punggung “Yan’er,, jangan pernah meremehkan lawanmu”


Yie Ji menurunkan tangan sebagai tanda di mulainya pertandingan “Mulai..!!”


Xiao Lung bergerak dengan mengeluarkan pedang andalannya “Tarian Mawar berduri”

__ADS_1


Shou Yan ikut bergerak maju secara bersamaan dan mengeluarkan “Aliran Air Pembelah Batu”


__ADS_2