
“Pemenangnya adalah Sue Yu dari Sekte Bunga Lotus”
Pertandingan kali ini menjadi pertarungan yang paling cepat di antara yang lain sekaligus membosankan
Tidak hanya para penontonnya namun juga para peserta. Yodo, Bao Yu, Shou Yan, ketiganya melihat Sue Yu dengan pandangan yang berbeda setelah gadis tersebut menunjukkan kemampuannya
“Gadis pencabut nyawa.. ternyata mempunyai seorang murid yang berbakat” Fei Gu yang sebelumnya tidak pernah memuji orang lain kini menaruh kagum pada Sue Yu
“Guru, apakah dia memang sangat kuat..?” Yodo ikut mempertanyakan tindakan dari gurunya yang secara terang-terangan memuji seseorang yang jelas akan menjadi lawannya
“Tentu saja.. dia mungkin akan menjadi lawan terberatmu” Ucap Fei Gu
Sedangkan Fan Cou tidak menunjukkan pujiannya secara langsung melainkan menunjukkan rasa kagumnya pada Sue Yu,
Di Podium hanya ada satu orang yang tidak menunjukkan keterkejutannya
“Adik.. Apa kau tahu siapa gadis itu..?”
“Benar, dari tadi kau memandangnya terus”
“Jangan bilang kalau adik suka pada padanya”
Murid dari Sekte Pedang Bulan mulai dekat dengan Shou Yan setelah pertarungan sebelumnya. Shou Yan bukannya tertarik pada Sue Yu melainkan teringat akan sosok yang pernah menolongnya
“Bukan begitu Senior, apa kalian ingat waktu kita pertama kali kita sampai di Ibu Kota dan makan malam di penginapan..?”
Beberapa senior saling memandang sebelum mengangguk pelan ke arah Shou Yan “Memang ada apa di penginapan..?”
“Benar.. ada apa..?”
Shou Yan merasa sesak di dadanya setelah mendengar jawaban dari para seniornya, itu menandakan mereka tidak memperhatikan kehadiran Sekte Bung Lotus di penginapan “Haih.. kepercayaan diri kalian sungguh luar biasa” Batinnya sambil menggelengkan kepala
“Gadis itu mempunyai kemampuan yang setara dengan ranah langit di tingkat awal atau mungkin.. di atasnya”
__ADS_1
Rekannya yang lain merasa mendapatkan pencerahan ketika Shou Yan dapat memberitahukan kemampuan lawan hanya dengan sekali lihat
Sebenarnya Shou Yan sudah bisa merasakan kekuatan seseorang namun ini pertama kalinya ia memberitahukan kemampuan menganalisa pada orang lain
Menurut kitab sembilan Yin yang ia pelajari, untuk melakukan pembentukan energi menjadi sebuah senjata atau bentuk padat lainnya, membutuhkan tenaga dalam yang sangat besar terutama penggabungan dengan energi Chi
Shou Yan sendiri hanya bisa melapisi pedangnya menggunakan tenaga dalam saat ingin menggunakan teknik Pembelah langit
Meski agak samar, ingatan Shou Yan tentang sosok Naga yang menguasai dirinya dalam penyerangan di kota Changnan dua tahun lalu dapat membuatnya yakin bahwa pendekar yang mampu menguasai pembentukan energi sangat luar biasa kuat
Sue Yu beranjak ke tempat duduknya setelah lawannya tidak sadarkan diri, ia kembali memejamkan mata sambil menunggu giliran selanjutnya
Setelah beberapa pertandingan sebelumnya, tiba giliran pemuda dari sekte menengah melawan gadis dari Sekte Besar, ia pun menyerah sebelum bertanding
Gejolak kembali terjadi di lingkungan penonton, tak sedikit yang mnganggap pertandingan ini sebagai lelucon
Dengan keluarnya gadis dari Sekte besar sebagai pemenangnya membuat Shou Yan mengepalkan tangannya dengan erat
Ia tidak menyangka akan ada anak berbakat lainnya yang mampu menguasai teknik pengubahan energi, sempat berfikir bahwa sedikit peluangnya untuk bisa memenangkan pertandingan selanjutnya
Lawannya pemuda yang berasal dari Sekte aliran putih yang sudah mencapai ranah Menengah tahap pertama
Dengan percaya diri, Bao Yu mengeluarkan pedangnya dan menyerang lawannya tanpa memberikan celah
Dalam tiga jurus ia memenangkan pertandingan dengan ujung pedang yang bertempat di leher lawannya “Dasar lemah” Batin Bao Yu sebelum meninggalkan pertandingan
Dengan mengakhiri pertandingan secepat mungkin, ia berharap bisa menjadi peserta pilihan dengan bakat yang langka agar bisa memenangi Turnamen dan mengabdi pada negara, dengan begitu dia bisa membuat marga Bao menjadi di segani oleh banyak bangsawan
“Senior memang hebat, menggunakan jurus pedang kilat untuk memojokkan lawan, junior sungguh menghormati Senior Bao” Shou Yan membungkukkan badan sambil tersenyum lembut
Ke empat rekannya ikut memberikan hormat sebelum salah satu di antaranya berlari ke tengah arena untuk mengikuti pertandingan
Bao Yu memejamkan mata sambil menaruh kedua tangan ke pinggangnya “Kau menggunakan gerakan yang berbeda terutama teknik tangan kosong yang kau kuasai” Ujarnya kepada Shou Yan
__ADS_1
“Apa maksud Senior..? Aku sungguh tidak mengerti” Shou Yan berpura-pura untuk tidak mengerti dengan perkataan Bao Yu, meski terlihat sombong namun dia memiliki kecerdasan yang tinggi
“Jangan pura-pura bodoh.. kau bisa mengikuti Turnamen hanya berbekal ranah Bumi, kau juga mampu mengubah kobaran api menjadi sosok Naga”
“Jelaskan padaku.. siapa Guru yang mengajarimu..!?” Bao Yu sengaja untuk tidak mengecilkan suaranya agar murid yang lain serta Fan Cou mendengar akan penjelasannya dari Shou Yan
Tidak masalah untuk memiliki lebih dari satu Guru, tetapi menjadi murid Sekte lain tanpa persetujuan dari Ketua Liu, tindakan seperti itu bisa menyebabkan hukuman cambuk dan yang paling tinggi adalah di keluarnya dari Sekte
“Aku.. belajar dari latihan-“ Sebelum Shou Yan menyelesaikan kalimatnya, sudah ada ujung pedang yang bersarang di lehernya
“Jangan berbohong..! Tidak mungkin sebuah latihan bisa menciptakan Teknik tingkat tinggi” Bao Yu menatapnya dengan mata penuh amarah sebab teknik yang Shou Yan tunjukkan memang bukan di ranahnya
“Bao.. sarungkan kembali pedangmu” Fan Cou menengahi perdebatan para muridnya yang akan berubah menjadi perselisihan “Simpan tenagamu untuk memenangkan Turnamen”
Bao Yu mengikuti arahan dari Tetua Fan dan kembali menyimpan pedangnya lalu menghela nafas panjang sambil melihat ke arah arena
Fan Cou juga ikut memperingatkan Shou Yan agar dapat memfokuskan diri dalam menghadapi lawannya nanti “Setelah sampai di Sekte, kau ikut denganku untuk menemui Ketua Liu dan Tetua Guo”
“Baik Tetua Fan” Shou Yan mengangguk pelan sebelum kembali menenangkan detak jantungnya nyang berdegup kencang
Shou Yan khawatir jika Bao Yu mencurigainya lebih jauh, namun di sisi lain ia juga merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh seniornya “Pasti dia memiliki sebuah rencana” Batinnya
Murid yang lain juga ikut menenangkan situasi, tetapi tidak berlangsung lama setelah Hu Tao mengumumkan peserta dari Sekte Pedang Bulan telah kalah melawan Sekte Menengah
Shou Yan melihat rekannya menunduk lesu sambil berjalan pelan ke arahnya “Sudahlah Senior.. anggap ini sebagai pembelajar untuk kita semua, agar bisa menjadi lebih kuat lagi” Ucapnya
“Untuk peserta nomor tujuh.. silahkan memasuki arena pertandingan” Hu Tao menegaskan pada peserta selanjutnya untuk segera merapat
“Tahun ini.. banyak anak berbakat yang ikut dalam Turnamen” Ujar Sun Qian sambil melihat dua peserta yang saling bertukar jurus
“Ayah.. bolehkan aku bertemu dengan Yan'gege” Ucapnya sambil menunjuk ke salah satu bangku peserta
“Tidak boleh Hwa'er.. kita harus tetap duduk di sini dan biarkan dia beristirahat”
__ADS_1
Mendengar larangan dari Ayahnya, Mei Hwa menyangga dagunya sambil memanyunkan bibirnya