Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 84. Babak Pertama Bag.III


__ADS_3

Yodo hendak melangkah keluar arena dan berniat untuk menonton pertandingan selanjutnya dari bangku peserta, namun sebelum kembali ia menghampiri tempat duduk Sekte lain lalu berbicara pada seseorang


Fan Cou melihat ada satu peserta yang semakin mendekati tempat beristirahatnya, ia menduga kedatangan Yodo bukanlah untuk berbincang dengannya melainkan salah satu muridnya


Yodo menatap ke salah satu murid dari Sekte Pedang Bulan dan menghunuskan pedangnya  “Shou Yan, aku tunggu kau di Final..!”


Ke-enam murid lainnya memandangi Shou Yan yang masih terdiam seperti tidak menyangka hal ini akan terjadi, termasuk Fan Cou yang seketika langsung meliriknya sambil melebarkan kedua matanya seakan tidak percaya


Shou Yan berdiri setelah mendengar kalimat tersebut sambil tersenyum tipis, meski dirinya tidak ingin menjadi yang nomor satu namun ia juga tidak pernah menolak tantangan


“Baiklah, tapi... Aku tidak yakin jika Senior mampu untuk mengalahkanku..!” Ucap Shou Yan sambil menatapnya tajam


Yodo ikut tersenyum dan mengangguk pelan, Ia tidak menyangka akan ada seseorang yang berani menjawabnya dengan lantang


Setiap orang yang dia tantang selalu menunduk bahkan menolak dan meminta maaf namun kali ini berbeda, ia bahkan merasakan hawa dingin setelah melihat rivalnya tersenyum ke arahnya “Dia.. bahkan tidak bergeming sedikitpun” Batinnya


Mendengar jawaban yang memuaskan ia memutuskan untuk kembali dan saat hendak meneruskan langkahnya, dia berhenti dan mengatakan sesuatu tanpa melihat ke belakang “Jangan sampai kalah”


“Apa perlu aku ambilkan kaca...?” Ucap Shou Yan sebelum ia mendengar suara wasit yang memanggil peserta selanjutnya


Yodo keluar arena setelah mendengar jawaban dari Shou Yan, ia duduk dan mencoba  untuk menenangkan diri


“Apa kau yakin bisa mengalahkannya..?”


Yodo terkejut saat mendengar ucapan dari seseorang yang telah mengajarkannya bela diri “Guru..? Apa maksudmu..?”


Menurut perkiraan Fei Gu seseorang yang bermarga Shou tersebut bukanlah anak biasa, sejak pertama kali bertemu ia merasakan ada yang aneh pada tubuhnya


“Tenangkan dirimu dan perhatikan setiap lawan” Ia memperingatkan Yodo untuk selalu siaga dan tidak meremehkan lawan


Pandangan semua Sekte tidak terlalu memperhatikan keduanya, sebab telah di sibukkan oleh rencana mereka masing-masing agar bisa memenangkan pertandingan, kecuali Sekte Bunga Lotus yang dari tadi telah mengamati Shou Yan dari kejauhan


Di sisi lain Hu Tao mengumumkan peserta selanjutnya untuk segera memasuki arena pertandingan, selang beberapa saat muncul dua peserta dari kedua sisinya dan telah siap untuk beradu ilmu


“Apa kalian sudah paham penjelasanku..?” Sebelum memulai pertandingan, ia mengingatkan kembali peraturan yang harus mereka patuhi nantinya

__ADS_1


Setelah menganggap keduanya mengerti, Hu Tao mengangkat tangannya sebagai tanda di mulainya pertandingan


“Shou Yan.. Sekte Pedang Bulan”


“Zong Li... dari Sekte Sungai Merah”


Setelah keduanya saling mengenalkan diri, serta dari Sekte mana mereka berasal. Zong Li mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dahulu


Shou Yan bergerak mundur saat melihat lawannya seperti tidak ingin membuang banyak waktu, namun ia lebih terkejut saat seseorang orang memanggilnya dari atas podium Utama


Shou Yan menoleh dan menemukan seorang gadis berteriak sambil melambaikan tangan kearahnya “H-hwa’er..?” Gumamnya sambil ikut melambaikan tangannya


“Lihat kemana kau..!?” Zong Li menghiraukan tindakan dari lawannya dan tetap mengarahkan senjatanya


Shou Yan tersadar ketika ujung tombak sudah berada tepat di lehernya, dengan cepat ia menangkis serangan sambil melangkah mundur “Hampir saja leherku terpisahkan dari tubuhku” Gumamnya sambil mencoba untuk kembali berkonsentrasi


***


“Yan’gege..!!!” Mei Hwa memutuskan untuk memberikan semangat setelah mendengar nama yang tidak asing di telinganya


Melihat seseorang yang telah lama ingin di temui membuat Mei Hwa kembali bersemangat, ia bahkan menepis niatnya yang ingin berkeliling kota dan lebih memilih untuk melihat pertandingan


Mei Hwa kembali duduk di sebelah ayahnya dengan kedua matanya yang hanya tertuju pada Shou Yan “Sudah dua tahun tapi.. Yan'gege terlihat berbeda” Batinnya


“Haih.. dia seperti orang yang berbeda” Mei Yueyin tersenyum tipis ketika melihat putrinya kembali bersemangat namun di sisi lain ia juga merasakan kekhawatiran


Ia melihat Suaminya yang masih tercengang ketika melihat Putri satu-satunya begitu tertarik dengan lawan jenisnya, meski masih belum cukup umur namun perasaan itu akan tumbuh seiring usianya


 Mei Yueyin menghampiri Sun Qian dan memegang lembut tangannya “Sudahlah.. biarkan dia duduk tenang sambil menikmati pertandingan” Ucapnya dengan nada lembut


“Tapi istriku..” Sun Qian menatapnya dengan mata berkaca-kaca, ia takut jika suatu saat pemuda yang sedang bertarung di atas arena akan menggunakan Mei Hwa untuk kepentingan pribadi


“Kau terlalu banyak berfikir,, bukankah anak itu yang sudah membuat putri kita menjadi seorang gadis yang mandiri” Mei Yueyin melihat ke arah Shou Yan sebelum kembali menatap Suaminya


Sun Qian menghela nafas panjang mengingat Putrinya sudah banyak memberikan bantuan ide ataupun menimbang sebuah pilihan

__ADS_1


Keduanya saling menatap sebelum akhirnya melihat Mei Hwa yang sedang bersemangat bahkan sambil menggerakkan kedua tangannya seperti sedang ikut bertarung


“Apa ini salah satu perubahan yang kau maksud..?” Tanya Sun Qian dengan nada datar


Mei Yueyin batuk pelan sebelum menjawab “Mu-mungkin... Anggap saja Hwa'er sedang mencari keringat”


“Semangat Yan'gege.. Hei..! Bukankah memakai senjata yang lebih panjang itu curang..!? Paman Tao..!? Dia curang..!”


“Paman Tao.....!”


Meski tidak memiliki bakat bela diri, teriakan Mei Hwa mampu memenuhi seisi arena dan bahkan mengundang banyak perhatikan penonton termasuk Sekte di dalamnya


“Hwa’er.. senjata itu di namakan tombak dan itu tidak melanggar peraturan” Sun Qian mengelus kepala putrinya sambil menjelaskan apa yang harus dia ketahui


“Tapi ayah..? Bukankah itu berarti Yan'gege akan kesulitan jika menghadapi senjata yang lebih panjang darinya..?” Ucap Mei Hwa dengan polos, ia melihat ayahnya sambil menunjuk ke tengah arena


“Tentu saja.. tapi jika orang yang Hwa'er maksud adalah seorang pendekar, itu tidak akan menjadi masalah” Ujarnya sambil tersenyum yang terlihat sedikit di paksakan


Mei Yueyin melihat tangan kiri suaminya yang menggenggam erat kursi duduknya “Haih.. jika tidak suka kenapa kau berbicara seperti itu” Batinnya


Setelah Mei Hwa mendapatkan penjelasan tentang peraturan pertandingan dari Ayahnya, ia menjadi lebih sedikit tenang dan mengerti akan seseorang yang dijuluki sebagai Pendekar


“Ingat Hwa'er.. Pendekar itu selalu bertarung dan bahkan sering menyakiti orang lain jadi sebaiknya-“


“Kalahkan dia..! hindari.. lalu pukul dia Yan'gege..!”


Kalimat Sun Qian terhenti di tenggorokannya ketika ia hendak menjelaskan siapa dan betapa mengerikannya seorang pendekar tetapi melihat Mei Hwa menjadi lebih antusias membuat perasaannya terpukul


“Sudahlah Suamiku.. biarkan saja Hwa'er mendukung anak bermarga Shou itu” Mei Yueyin mencoba menjelaskan betapa rindu Putrinya pada lelaki yang dulu pernah menyelamatkannya


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2