Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 88. Babak Pertama Bag. VII


__ADS_3

“Selamat berjuang Senior”


“Kau tenang saja adik, kemenangan pasti akan ku dapatkan”


Shou Yan melihat murid satu seperguruannya semakin menjauh dari tempat duduknya dan melangkah mendekati Lapangan pertandingan


Selain Shou Yan yang memenangkan babak pertama masih ada Bao Yu yang berhasil masuk ke babak selanjutnya


Shou Yan menoleh dan melihat ke-empat rekannya menunduk lesu karena mendapatkan kekalahan, ia juga sudah berulang kali mengatakan untuk selalu berfikir positif dan mengambil hikmah dari pertandingan ini


“Apa Senior punya waktu malam ini..?” Shou Yan menghampiri dan bertanya tentang rencana rekannya malam nanti


“Sudahlah adik.. kau tidak usah menghibur kami”


“Benar, apapun yang kau ucapkan.. kami sedang tidak bersemangat, lain waktu saja”


Shou Yan melihat kedua seniornya saling membuang muka, bahkan tidak mau menatap wajahnya meski hanya sejenak “Haih.. jika kalian terus begini, bagaimana mau menjadi seorang pendekar..?”


“Apa kalian semua pecundang..?”


“Apa kau bilang..!?” Mendengar kalimat tersebut membuat rekannya naik darah dan hampir semuanya mengelilingi Shou Yan sambil menatapnya tajam “Bilang sekali lagi atau akan ku hilangkan semua gigimu..!”


“Abaikan saja dia... Itu adalah ucapan dari seseorang yang hanya ingin di bilang keren”


“Tapi dia mengejek kita”


Shou Yan kembali memutar otaknya ketika satu rekannya tidak terpancing dengan omongannya, sampai akhirnya ia memunculkan sebuah ide “Jangan bilang kalau Senior ternyata memang lemah”


Dia diam sejenak sebelum menghela nafas pendek dan menoleh ke arah Shou Yan dengan tatapan malas “Baiklah.. apa yang ingin kau katakan..?”


“Benar.. katakan”


Wajar jika sedikit sulit untuk membuatnya marah karena dia adalah murid tertua kedua setelah Bao Yu, mengendalikan emosi sudah menjadi kebiasaannya, tapi untungnya Shou Yan menemukan titik kelemahannya


“Apa kalian mendengar ada hantu orang tua di penginapan..?”


“Hantu..?” Ucap ketiganya secara bersamaan


Dia merasa konyol karena berharap bisa mendengar kalimat yang penting dari Shou Yan namun ternyata hanya bualan semata “Jika kau ingin menakutiku.. lupakan saja” Ujarnya sambil kembali membuang muka


“Itu benar.. tapi dia bukan hantu biasa, aku bisa merasakan kekuatan yang hebat muncul dari balik tubuhnya”


Mendengar hal tersebut membuat rekannya yang lain lebih antusias untuk mendengarkan lebih jauh. Mereka berfikir bahwa Shou Yan akhirnya mengenalkan seseorang yang mau mengajarkan mereka ilmu tingkat tinggi

__ADS_1


Bao Yu tidak sedikitpun tertarik dan hanya duduk diam, sedangkan Fan Cou mencoba memfokuskan pendengarannya


“Pria tua dengan janggut putih..? Apa mungkin itu kakek Dao..?” Batinnya, Fan Cou ingin mengetahui lebih lanjut namun suara wasit menggema keras di udara dan membuyarkan konsentrasinya


Ia juga melihat muridnya turun dari arena pertandingan dengan wajah murung “Haih.. hanya tersisa dua” Gumamnya


Shou Yan kembali menenangkan kondisi temannya yang masih menderita kekalahan


“Peserta nomor 30.. harap segera naik ke atas arena” Hu Tao melebarkan kedua tangannya untuk menunjukkan arah datangnya peserta


Sosok gadis di sebelah kanan berjalan pelan namun setiap langkahnya menimbulkan hawa dingin yang serasa menusuk jantung


Shou Yan melihat pancaran aura tersebut pertama kali dan hampir membuatnya terduduk lemas, ini pertama kalinya ia merasakan hawa menakutkan yang amat tinggi


Keringat dingin mulai mengucur deras di keningnya namun tak berselang lama aura yang menakutkan tersebut perlahan memudar dan menghilang


“Adik.. kau tidak apa-apa..?”


“A-aku baik-baik saja Senior” Shou Yan kembali duduk sambil mengatur nafasnya yang terpatah-patah, Shou Yan mendekati Fan Cou untuk bertanya siapa sebenarnya sosok yang di atas arena “Siapa dia Tetua Fan..?”


Fan Cou menatap muridnya dengan heran setelah tubuhnya penuh akan keringat, sebelum akhirnya menjelaskan “ Dia adalah Houi Fu.. dari Sekte Makam Kuno”


“Makam Kuno..?” Shou Yan memutar otaknya dan tidak menemukan nama sekte yang Tetua Fan maksud di dalam pikirannya


Entah apa yang membuatnya sampai hilang tetapi itulah yang tertulis di perpustakaan Sekte Pedang Bulan, Shou Yan kembali duduk setelah mendengarkan informasi yang minim dari Tetua Fan


Lawan Huoi Fu adalah pemuda dari Sekte Besar yang menggunakan cambuk merah api, kedua saling beradu ilmu namun belum ada yang mengaku kalah


Huoi Fu selalu menghindar dari setiap serangan sambil tetap menyilangkan kedua tangannya, lawannya hampir kehabisan tenaga karena sering mengayunkan cambuk api miliknya


“Berhenti menghindar..!” Teriak pemuda yang berasal dari Sekte besar, ia merasa di acuhkan seakan tidak pantas untuk menjadi lawannya


Huoi Fu tersenyum tipis sebelum mengibaskan tangannya dan muncul tiga pisau di belakang punggungnya, semua pandangan mengarah kepadanya termasuk Hu Tao


“Teknik Pengendali Benda..?” Meski sudah lama tidak turun ke dunia persilatan ia tahu sedikit tentang jurus kuno yang konon telah hilang dari permukaan bumi


“Tidak mungkin..! Hanya ada satu Pendekar di dunia persilatan yang memiliki kemampuan itu”


“Apa si nenek peyot itu masih hidup..!?”


Hu Tao melirik ke arah Fei Gu sebelum melihat ke arah Dewi pencabut nyawa, ia tidak berfikir bahwa ada orang selain dirinya yang mengetahui asal usul dari teknik tersebut “Sekte Makam Kuno..? ternyata lebih terkenal dari perkiraanku” Batinnya


Houi Fu menggerakkan tiga pisau kecil tanpa menyentuhnya, dengan cepat melesat dan menyerang ke arah lawannya secara bergantian

__ADS_1


Lawannya menggunakan cambuk apinya untuk menahan setiap senjata yang mendekat “Mainan kecil seperti ini.. tidak akan bisa melukaiku”


Setelah berhasil menangkis ketiga Pisau tersebut, kemenangan sudah menghiasi wajahnya namun tak berselang lama senyuman tersebut memudar dan muncul dari arah belakang lalu kembali menyerangnyabtepat di kepala


“Sihir..!?” Lawannya kembali bergumam sambil menghindari setiap serangan, pisau tersebut seperti memiliki pikiran sendiri, mengikuti ke manapun dia berada


Ia lalu memutar otaknya dan menemukan ide untuk mengelilingi Houi Fu sambil mencari titik lemahnya, gadis yang berasal dari Sekte Makam Kuno bahkan tidak bergerak sejengkalpun dari tempatnya


Saat berada tepat di belakang pemudi tersebut, dia menyerang menggunakan cambuk apinya, ketika ujung senjatanya hampir menyentuh tubuh Houi Fu, ketiga pisau miliknya kembali dan membentuk sebuah perisai seperti sedang melindungi tuannya


“Cih.. Aku tidak percaya cambuk pusaka milkku akan kalah dengan pisau murahan..!” Pemuda dengan ranah Menengah memutarkan cambuknya sehingga membentuk angin topan api “Coba kau hadapi ini..!”


Houi Fu masih tenang berdiri bahkan tidak bergeming sedikitpun setelah lawannya mengeluarkan jurus andalannya, dengan beberapa tarikan nafas ia melapisi ketiga pisau miliknya dengan tenaga dalam hingga ujungnya menjadi lebih meruncing


“Anak ini.. menggunakan tenaga dalam untuk melindungi senjatanya sekaligus menajamkan ujung pisaunya” Hu Tao mengangguk pelan sambil mengelus janggutnya dan sedikit tersenyum “anak yang berbakat” Gumamnya


Tiga pisau yang di lapisi tenaga dalam melesat lurus menerjang topan api, saat lawannya berfikir telah berhasil menahan serangan Houi Fu, tiba-tiba muncul dari dalam pusaran topan api miliknya dan mengarah tepat di kepalanya


“A-aku menyerah..!?” Pemuda tersebut berteriak sambil memejamkan mata, saat membukanya sudah ada dua mata pisau hampir membutakan pandangannya


“Cukup..! Pemenangnya dari Sekte Makam Kuno”


Houi Fu menarik kembali senjatanya dan seketika lawannya terduduk lemas sambil membasahi celananya


Semua yang melihatnya hampir tidak percaya namun kenyataannya Houi Fu dapat memenangkan pertandingan tanpa mengeluarkan keringat sedikitpun


“Lebih baik.. kau ke ruangan ganti dan gunakan celana yang baru” Ucap Hu Tao


Houi Fu terdiam sejenak meski sudah mengetahui hasil akhirnya, ia memasukkan kembali dua senjatanya ke cincin dimensi miliknya


Houi Fu melihat ke salah satu bangku peserta dan menunjuknya “Dia..!” Satu pisau tersisa melesat cepat ke arah Shou Yan


Seketika Shou Yan yang sedang asik mengobrol dengan rekannya terdiam sejenak, sebelum akhirnya menangkap ujung pisau tersebut dengan dua jarinya dan melemparkannya kembali


Kedua alis Houi Fu terangkat saat senjata miliknya bergeraklebih cepat dari sebelumnya, ia mengalirkan tenaga dalam di telapak tangannya untuk menahan laju serangan


“I-ini..” Houi Fu menahan sekuat tenaga namun serangan balik dari Shou Yan membuatnya harus menghindar dan pisaunya mengarah ke tembok penonton hingga menimbulkan keretakan


Baru pertama kali ada seseorang yang sebaya dengan dirinya mampu untuk menahan serangannya, bahkan masih sempat untuk menyerang balik, ia pun berbalik dan melihat Pemuda tersebut


Dengan jelas ia melihat kedua kelopak mata Shou Yan berubah menjadi sinar ke emasan dengan pancaran Aura Naga, Houi Fu mundur beberapa langkah setelah merasakan energi besar dalam diri pemuda tersebut “Kau.. sungguh mengerikan” Ucapnya sambil tersenyum dingin


 

__ADS_1


__ADS_2