Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 41. Semalam berdua


__ADS_3

Sudah dua tahun semenjak Shou Yan bergabung ke dalam sekte Pedang Bulan, meski umurnya sudah hampir tujuh-an tahun tapi fisiknya seperti anak berumur delapan-an tahun


Berkat pecahan kitab sembilan Yin yang ia pelajari membuat kualitas tulangnya tumbuh lebih cepat daripada anak seumurannya, Kitab tersebut juga mengajarkan untuk mengolah nafas yang baik sehingga mampu mempunyai stamina yang luar biasa


Setiap malam sebelum tidur Shou Yan pergi ke dekat ailiran sungai yang tak jauh dari kota yang hanya berjarak beberapa kilometer, siapapun yang keluar masuk di saat malam hari akan selalu di periksa oleh penjaga gerbang


Namun dengan kemampuan meringankan tubuh miliknya ia mampu melewati gerbang tanpa di ketahui oleh para penjaga


“Hei,, apa kau merasa merinding saat malam hari..?”


“Sssttt.. sudah kukatakan jangan bilang tentang hal itu, aku tidak mau jika ada hantu yang tersinggung lalu menghantuiku”


Kedua penjaga gerbang selalu merasakan aura dingin ketika Shou Yan selalu masuk dan keluar kota melewati mereka di malam hari


“fiiiuuhhh.. Untunglah kedua penjaga itu tidak menyadariku” Sesampainya di dekat aliran sungai Shou Yan mulai mengkhawatirkan keadaannya jika para penjaga mengetahui ada orang yang telah menyelinap keluar masuk kota


Shou Yan berjalan pelan ke pinggir sungai lalu duduk sejenak, entah mengapa saat ia melihat aliran sungai selalu membuatnya nyaman, Shou Yan memegang dagunya sambil memikirkan suatu hal “Apa karena energi sungai yang


mengalir..?”


Dalam kitab sembilan Yin miliknya tertulis energi alam akan lebih bisa di rasakan di malam hari terumata energi Gunung, energi laut dan energi langit


Karena kota Changnan jauh dari laut puluhan kilo meter jaraknya namun aliran energi yang mengalir di sungai sudah cukup untuk membuatnya melatih tenaga dalam


Sesampainya di bibir sungai, ia melihat bayangan wajahnya yang tercipta dari aliran sungai yang tenang “Mungkin aku harus memotong rambutku” batinnya


Sudah hampir tujuh tahun ia tidak pernah memotong rambutnya dan ia merasa ada sesuatu yang aneh, sudah berkali-kali Shou Yan mencoba memotongnya dengan pedang miliknya namun selalu saja gagal “Aku tidak ingin jadi seperti wanita..!” teriaknya dalam batin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Shou Yan menghela nafas panjang sebelum meningkatkan kewaspadaannya, meski terasa samar ia dapat merasakan hawa kehadiran seseorang dari belakang “Apa mungkin..? aku di ikuti oleh penjaga gerbang..?” batinnya

__ADS_1


Shou Yan lebih memilih untuk diam namun tidak menurunkan kewaspadaannya dengan tangan sudah menyentuh gagang pedang miliknya, ia tidak ragu untuk mengeluarkan pedang dari sarungnya  jika sampai mengancam nyawanya


Ia merasa kehadiran seseorang sudah semakin mendekatinya hampir satu meter, dengan sigap Shou Yan berbalik dan mengeluarkan pedang dari sarungnya “Siapa..!?”


Sosok itu terdiam meski sudah ada ujung pedang yang mengarah ke depan matanya, Sosok tersebut memakai pakaian yang sama dengan Shou Yan namun ia menggunakan kain biru untuk menutupi setengah wajahnya


Tanpa berucap satu katapun sosok tersebut ikut mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan ujung pedangnya di depan Shou Yan.


Di posisi yang sama-sama mengeluarkan pedang, Shou Yan memlih diam sejenak sambil mengamati sosok yang ada di depannya dari atas sampai bawah, namun sosok tersebut mengetahui niatnya dan mencoba menyerang Shou Yan


Dengan kewaspadaan yang tinggi Shou Yan menangkis serangan dengan pedang miliknya, selama ia belum mengetahui siapa sosok tersebut, Shou Yan mencoba bertahan dan tak jarang ia hanya menghindar


Selama pertarungan, sosok yang di hadapinya hanya terdiam meski berkali-kali Shou Yan bertanya sampai itu membuatnya geram. “Baiklah jika Tuan tidak ingin menjawab pertanyaan dariku”


Shou Yan mengambil jarak dan memutuskan untuk menyerangnya, namun semua serangan yang ia lancarkan selalu gagal. Belasan jurus pedang yang dia tunjukkan masih tidak mampu menyentuh kulit dari sosok tersebut sampai ia merasakan sesuatu yang tak asing “Kenapa teknik pedangnya sama dengan milikku..?” batinnya


“Kenapa kau menggunakan teknik pedang yang sama dengan Sekte Pedang Bulan..!?” Shou Yan mencoba mencari informasi namun tetap saja sosok tersebut hanya terdiam seribu kata “Baiklah Tuan, jangan salahkan aku jika..”


Shou Yan yang melihat sebuah celah lalu menusuk tajam ke dekat telinga dan mengangkat sehelai kain yang menutupi wajahnya dengan ujung pedangnya


Seketika wajah Shou Yan berubah saat melihat senyuman yang terpancar dari sosok di hadapannya


“Yan’didi..”


“Gu-guru..!?” Shou Yan tidak menyangka jika sosok yang di hadapinya adalah Xiao Lung, kini kekhawatirannya memuncak saat mengetahui kebenaran yang terjadi “Maaf Guru,, Murid tidak berniat untuk mencelakai Guru” Shou Yan memberikan hormat sekaligus meminta maaf


Xiao Lung tersenyum tips sebelum menanggapinya “Tidak mengapa Yan’didi,, aku juga salah karena telah menyerangmu”


“Tidak Guru, semua salah Murid karena terlalu cepat mengambil kesimpulan” Ia harus banyak belajar karena petunjuk yang di berikan oleh guru Lung seharusnya sudah jelas dengan memperlihatkan teknik pedang yang sama dengan Sekte “Kenapa aku ceroboh..!” batinnya

__ADS_1


“Semua orang pasti akan membalas jika ia di serang, dan Yan’didi juga terlalu mudah emosi” Meski Xiao Lung terlihat tenang namun jantungnya berdetak kencang ketika melihat Shou Yan meningkatkan kecepatan pedangnya “Jika dia serius mungkin akulah yang akan kalah” batinnya


“Terima kasih atas saran Guru”


“Sudahlah,, lupakan yang tadi dan mengapa Yan’didi memanggilku begitu..?” Xiao Lung menyarungkan kembali pedangnya sambil mendekati Shou Yan “Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak memanggil dengan formal jika tidak ada orang lain..?


“Tapi Gu-“


“Hhhmm..!?”


“Ma-maksudku.. baiklah Lung’jiejie”


Shou Yan menyarungkan pedangnya dan berjalan bersama dengan Xiao Lung mengikuti arus air sungai “Lung’jiejie kenapa ada disini..?”


“Hhmm..? seharusnya aku yang bertanya, apa yang Yan’didi lakukan disini..?”


Shou Yan berhenti sejenak saat Xiao Lung bertanya tentangnya “Aku.. hanya menghirup udara segar” jawabnya dengan sedikit gugup.


Shou Yan tidak bisa bilang bahwa ia selalu kesini setiap malam untuk melatih tenaga dalam serta teknik pedang miliknya


“Benarkah..? tapi kenapa setiap malam Yan’didi selalu tidak ada di kediaman..?”


“Ahh tidak, aku selalu ada di kediaman dan kebetulan saja hari ini ingin keluar” Shou Yan menajwab tanpa melihat mata Xiao Lung


“Seorang lelaki tidak boleh berbohong sama perempuan, bukankah begitu Yan’didi..?” Xiao Lung menatap Shou Yan dengan penuh curiga


“Aku hanya.. ingin melihat keindahan bintang saja Lung’jiejie” Shou Yan melanjutkan jalannya sambil memutar otaknya “Tapi tunggu.. kenapa Lung’jiejie tahu jika aku keluar setiap malam..?”


“Hhmm..? Aku tadi di kasih tahu sama pria yang mengaku Tuan Muda Ma Liang” jawab Xiao Lung sambil memegang bibirnya dengan jari telunjuk

__ADS_1


“Senior Mmaaaaaa…!”


__ADS_2