
Fan Cou menemukan sebuah tempat untuk menginap yang puluhan tahun lalu pernah ia singgahi sebelumnya
“Penginapan Langit bersinar” Ia memandangi tempat tersebut sambil bernostalgia, mengingat kenangan masa kecilnya
Di sini, Fan Cou menemukan arti dari ilmu bela diri yang sesungguhnya, bayangan masa kecilnya tersadarkan setelah Shou Yan menatapnya heran “Kau sedang melihat apa..?”
“Wajah Tetua Fan terlihat bahagia saat ini” Shou Yan memang tidak memperhatikan Fan Cou sejak berangkat dari kota Changnan, tetapi ia bisa melihat senyuman menghiasi wajahnya
“Dasar anak sok tahu” Merasa tebakan tersebut memang benar-benar adanya, ia menjitak kepala Shou Yan yang masih saja terus memandanginya
Menghindari rasa penasaran dari para murid yang lain, ia meminta agar tidak menghalangi pintu dan menyuruh mereka untuk segera masuk ke dalam
Shou Yan menggerutu sambil memegang keningnya yang masih terasa sakit
Mereka di sambut oleh seorang pria berumur sekitar 30-an tahun “Silahkan Tuan” Pelayan tersebut mengarahkan Fan Cou dan ketujuh muridnya untuk mengambil tempat dan memesan beberapa makanan
“Aku..” Fan Cou hampir saja memesan arak, namun untungnya ia ingat dan lebih memilih untuk memesan air putih serta makanan ringan “Dan... berikan makanan untuk anak seusia mereka”
“Baik Tuan”
Tempat yang awalnya sepi, menjadi semakin ramai pengunjung ketika matahari sudah terbenam dan bintang mulai memenuhi langit malam
Beberapa orang berpakaian khas dengan sekte mereka, bahkan diantaranya ada yang menggunakan kain penutup wajah
Terdapat empat kelompok dengan warna baju yang berbeda, salah satu di antara mereka terlihat sedang memandangi Shou Yan dari sudut ruangan
Sosok tersebut berumur sekitar 27-an tahun dan mempunyai murid yang semuanya perempuan serta ikut memakai kain penutup wajah
Sejenak, Shou Yan menyadari hal itu karena posisi duduknya yang menghadap ke sudut ruangan namun ia menghiraukan dan lebih memilih untuk menyantap hidangan yang telah datang
Bao Yu yang duduk di dekat Shou Yan menjadi salah tingkah namun juga merasakan percaya diri, ia mengira sosok gadis tersebut bisa melihat kemampuannya yang sudah mencapai ranah Menengah
“Ternyata, Ibu Kota tidak seburuk yang aku kira” Batin Bao Yu sambil tersenyum tipis
“Guru, ada apa dengan pria di sana”
Sosok Gadis tersebut menghentikan tatapannya dan mulai menoleh sambil menjelaskan kepada muridnya untuk selalu waspada terhadap pria tersebut
“Pria itu.. apa yang makan sambil tersenyum..?”
“Bukan” Meski pria yang di maksud oleh muridnya, sudah mencapai ranah Menengah namun pondasi bela dirinya masih belum sempurna, hal itu bisa terjadi karena terlalu banyak mengkonsumsi sumber daya tanpa memperhatikan daya tahan tubuh
“Bukankah sumber daya itu sangat penting Guru..?”
__ADS_1
Mereka berbicara sambil menunggu makanan tiba, dan Guru mereka bisa memberikan sedikit wawasan melalui bukti yang nyata “Apakah kalian ingat tentang apa yang di katakan Matriak sebelumnya..?”
“Jangan tergantung pada sumber daya” Ucap semua muridnya secara bersamaan
“Bagus, dan dua murid di belakang sana.. adalah buktinya” Ujar Guru tersebut tanpa menoleh ke belakang, untuk menilai kekuatan seseorang tidak perlu mencapai ranah suci ataupun legenda
Tetapi mengukur pergelangan tangan, jari, tatapan mata semua sudah menunjukkan informasi tersebut “Apa kalian bisa melihat pria di sebelahnya..?”
Ketujuh muridnya memandangi Shou Yan secara bersamaan “Apa yang Guru maksud adalah pria rakus itu..?” Tanya salah satu diantara mereka
Guru tersebut batuk pelan sambil mengangguk “Jika kalian bertemu dia di Turnamen.. berhati-hati lah”
“Baik Guru” Ucapan mereka berakhir dengan makan malam yang sudah datang
Di sisi lain, Bao Yu masih mempertanyakan kehadiran sekelompok gadis yang sempat menatap ke arah mereka
Fan Cou sebenarnya ingin menahan pertanyaan tersebut hingga selesai makan namun muridnya selalu mengucapkan kalimat yang sama dan itu membuat telinganya panas
“Mereka dari Sekte Bunga Lotus” Fan Cou tidak perlu menoleh untuk menyadari darimana asal mereka karena ia dulu pernah berhadapan dengan salah satu muridnya
“Di antara mereka, apa ada yang menarik perhatianmu..?”
“Tidak, Tetua Fan”
“Tambah lagi..”
Fan Cou kembali di kejutkan oleh Shou Yan yang meminta tambah nasi sampai tiga kali dan kejadian ini akan menjadi sejarah bagi keuangannya “Mu-mungkin dia masih tahap pertumbuhan” Batinnya
Malam berakhir dengan Fan Cou yang menghabiskan lima keping emas untuk makan malamnya serta delapan keping emas untuk biaya menginap
Ibu kota akan menjadi surga bagi mereka yang ingin menghabiskan uang dan bersenang-senang namun tidak bagi yang berhemat “Saat kembali nanti.. aku akan meminta ganti rugi pada Ketua Liu” Gumamnya yang sambil tiduran di atas kasur
Seperti biasanya, Shou Yan keluar di tengah malam saat rekan seperguruannya sudah terlelap dan untungnya Fan Cou tidur di kamar sebelah sehingga tidak menimbulkan kecurigaan
“Bukankah sungguh aneh jika aku selalu berlatih di tengah malam..?” Shou Yan bergumam sambil bertanya pada dirinya sendiri mengenai latihan yang sering di lakukannya
Ketika menuruni tangga, tidak terlihat satu orang pun kecuali pria sepuh dengan janggut panjang mengenai lantai yang masih mengelap meja
Shou Yan berjalan pelan dan menghampirinya, namun saat ingin bertanya, tubuhnya seperti kaku dan waktu seperti berhenti berputar
Kejadian itu berlangsung beberapa detik dan saat tersadar, pria sepuh yang sebelumnya berada di depannya sudah tidak ada lagi
“Apa kau mencariku..?”
__ADS_1
Mendengar suara tepat di belakangnya, Shou Yan berbalik lalu melompat kebelakang sambil bersiap menghunuskan pedangnya
“hhmmm.. respon yang cukup bagus” Pria sepuh tersebut tersenyum sambil mengelus janggutnya yang sudah memutih “Tapi tak cukup bagus untuk kehidupanmu kali ini bukan..?”
Shou Yan berdiri namun tak menurunkan kewaspadaannya “Apa maksudmu pria tua..?”
“Haih.. Sudahlah” Pria sepuh memilih untuk tidak menjelaskan karena itu akan sangat merepotkan baginya, lalu ia mengenalkan diri sekaligus mengaku sebagai pemilik dari penginapan “Kau bisa memanggilku Dao”
“Maaf Kakek Dao, aku tidak bermaksud untuk berbuat jahat” Shou Yan juga menjelaskan bahwa tujuannya datang ke ibu kota adalah untuk mengikuti Turnamen yang akan di adakan besok, dan ia harus berlatih agar lebih siap untuk menghadapi pertandingan
“Bukankah sudah terlalu malam untuk berlatih..?”
Apa yang di ucapkan pria sepuh tersebut memang benar adanya, namun ia tidak bisa memberitahukan alasannya berlatih di malam hari, sebab petunjuk dari kitab sembilan Yin menganjurkannya untuk berlatih di bawah sinar bulan
Dao mengangguk pelan sambil tersenyum lebar seakan tahu apa yang di pikirkan oleh Shou Yan “Ambil waktumu dan jangan menggangguku”
“Terima Kasih kek” Shou Yan memberikan hormat sebelum berjalan keluar, namun ketika sampai di tengah pintu ia tersadar akan sesuatu yang janggal
Shou Yan menoleh dan tidak menemukan sosok pria sepuh sebelumnya “Apa mungkin.. dia hantu..?” Gumamnya
Ia lebih memilih untuk tidak memikirkannya dan kembali mencari tempat agar bisa berlatih
Ketika Shou Yan berbalik, Pria sepuh tersebut kembali muncul dengan tubuh yang tembus pandang serta tidak menyentuh lantai “Haih.. Kaisar Ming selalu meninggalkan tugas yang merepotkan”
°°//°°
Ni Hao..
Dukung kami untuk bisa membeli indomi dengan memberikan like,vote, hadiah serta dukungan lainnya
Bagia yang sudah memberikan supportnya, kami ucapkan Terima Kasih
another: Autornya lagi pilek :'( tapi akan di usahakan untuk bisa up tiap hari,, Jaga kesehatan dan selalu makan makanan sehat :)
Xiexie
__ADS_1